Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Sejarah Penemuan Fosil Ichthyosaurus (Naga Laut) dari Rutland

Posted on April 26, 2025

Penemuan kerangka ichthyosaurus Rutland dimulai pada tanggal 21 Januari 2021, ketika seorang ahli paleontologi menerima email tentang penemuan tak terduga di Rutland Water Nature Reserve. Joe Davis dari Leicestershire and Rutland Wildlife Trust, saat melakukan pemeliharaan rutin di salah satu laguna, menurunkan permukaan air dan secara kebetulan melihat struktur yang tidak biasa. Awalnya mengira itu pipa tua atau mungkin rangka dinosaurus sebagai lelucon, Joe dengan bijak mencari nasihat ahli. Foto-foto yang dikirimkan kemudian segera dikenali oleh ahli paleontologi sebagai vertebra besar dari tulang belakang ichthyosaurus, atau yang lebih dikenal sebagai “naga laut.” Terlepas dari nama populernya, dijelaskan bahwa ichthyosaurus bukanlah naga, bukan dinosaurus laut, dan juga bukan monster Loch Ness yang sedang berlibur, melainkan kelompok reptil laut purba yang hidup di lautan prasejarah pada masa dinosaurus menguasai daratan. Mereka melahirkan anak hidup dan menghirup udara, mirip dengan paus dan lumba-lumba modern, namun sayangnya punah sekitar 90 juta tahun yang lalu. Ichthyosaurus Rutland ini diperkirakan hidup pada periode Jurassic awal, sekitar 180 juta tahun yang lalu, ketika Rutland masih tertutup oleh laut tropis purba.

Menyadari potensi signifikansi penemuan tersebut, ahli paleontologi yang menerima email, yang telah menghabiskan sebagian besar karirnya mempelajari ribuan ichthyosaurus, menghubungi Dr. Mark Evans, seorang ahli reptil laut lainnya. Mereka memutuskan untuk mengunjungi lokasi penemuan pada bulan Februari untuk melakukan penggalian eksplorasi awal. Pada hari yang dingin dengan tanah yang membeku, tim berhasil menyingkirkan lapisan tanah liat Jurassic dengan hati-hati dan terkejut menemukan apa yang tampak sebagai kerangka raksasa, yang tidak seperti penemuan sebelumnya di Inggris. Meskipun kegembiraan mereka besar, kondisi musim dingin yang lembap dan sifat kerangka yang sangat rapuh memaksa mereka untuk mengambil keputusan yang tidak biasa: mengubur kembali ichthyosaurus untuk sementara waktu. Kerangka itu ditutup dengan lembaran plastik dan kemudian dilapisi kembali dengan tanah liat Jurassic untuk melindunginya sampai kondisi yang lebih baik memungkinkan penggalian penuh. Sementara itu, permukaan air di cagar alam dinaikkan kembali, menutupi ichthyosaurus yang terlindungi di bawah air.

Setelah menunggu selama enam bulan, tim paleontologi yang lebih besar kembali ke lokasi. Mereka melanjutkan penggalian dengan hati-hati, mengangkat kembali lapisan pelindung dan mulai membuka lebih banyak bagian kerangka. Perkiraan awal mereka tentang waktu yang dibutuhkan untuk penggalian ternyata terlalu optimis. Kerangka itu jauh lebih besar, lebih lengkap, dan lebih penting dari yang mereka bayangkan, sehingga waktu yang dihabiskan di lokasi menjadi dua kali lipat, mencapai 14 setengah hari yang tersebar selama tiga minggu dengan jam kerja yang panjang. Selama penggalian, tim tidak hanya fokus pada kerangka ichthyosaurus tetapi juga mengumpulkan fosil-fosil lain di sekitarnya, termasuk ratusan amonit seperti cumi-cumi, fosil kerang, dan vertebra ichthyosaurus lainnya. Fosil-fosil ini sangat penting untuk memahami ekosistem Jurassic purba tempat ichthyosaurus ini hidup. Tim juga bekerja dengan cepat karena kerangka yang terpapar berisiko mengalami kerusakan lebih lanjut. Konsolidan, semacam lem tipis, diterapkan pada tulang untuk memperkuatnya sebelum diangkat dari tanah. Setelah kerangka sepenuhnya terbuka, pengukuran dan data lengkap dicatat, termasuk perbandingan ukuran tengkorak ichthyosaurus Rutland dengan tengkorak ichthyosaurus biasa.

chthyosaurus acutirostris (c) Museum Sejarah Alam London

Selama penggalian berlangsung, teknik modern seperti fotogrametri digunakan untuk membuat model tiga dimensi kerangka saat masih berada di dalam tanah. Ribuan foto diambil dan digabungkan untuk menghasilkan model digital yang memungkinkan para ilmuwan untuk mempelajari detail halus tulang dan keseluruhan kerangka bahkan sebelum diangkat. Teknik ini merevolusi paleontologi dengan memungkinkan pengumpulan data yang komprehensif di lokasi dan berbagi informasi dengan kolega di seluruh dunia. Setelah pendokumentasian selesai, langkah selanjutnya adalah mengangkat kerangka raksasa Jurassic dari tanah, sebuah tugas yang sangat berat mengingat ukuran dan kerapuhannya. Sebuah parit digali di sekeliling kerangka untuk memungkinkan pemasangan plaster jacket di bawahnya. Plaster jacket, berupa lapisan plester pelindung, digunakan untuk mengamankan tulang dan matriks di sekitarnya agar dapat diangkut dengan aman ke laboratorium untuk analisis lebih lanjut. Untuk blok tengkorak dan tubuh yang lebih besar, rangka kayu juga dibuat untuk menopang beratnya yang sangat besar. Setelah berbagai tantangan di lokasi, seluruh kerangka akhirnya berhasil diangkat setelah dipisahkan menjadi beberapa blok yang lebih mudah dikelola, dengan blok tubuh utama saja memiliki berat satu setengah ton. Momen pengangkatan ini sangat emosional bagi tim, terutama bagi Joe Davis yang pertama kali menemukan fosil tersebut.

Penemuan luar biasa ini diumumkan kepada publik pada tanggal 10 Januari 2022, hampir setahun setelah penemuan awal oleh Joe Davis. Berita ini dengan cepat menjadi viral dan mendapat perhatian luas dari berbagai platform media. Minat publik yang besar terhadap penemuan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk ukuran dan kelengkapan fosil, status ichthyosaurus sebagai predator puncak di lautan Jurassic, dan fakta bahwa Inggris merupakan tempat lahirnya studi tentang ichthyosaurus. Penemuan ichthyosaurus Rutland yang lengkap dan besar di lokasi yang tidak biasa di pedalaman Inggris menjadikannya penemuan yang sangat langka dan signifikan. Langkah selanjutnya untuk spesimen penting ini adalah konservasi dan pembersihan menyeluruh oleh Nigel, yang diperkirakan akan memakan waktu setidaknya dua tahun. Setelah itu, tim akan dapat mempelajari ichthyosaurus ini secara mendalam dan mempersiapkannya untuk dipamerkan di Rutland, di mana diharapkan akan menarik jutaan pengunjung dari seluruh dunia. Penemuan ini, yang melibatkan unsur keberuntungan dan keahlian, dianggap sebagai salah satu penemuan terbesar dalam sejarah paleontologi Inggris dan menjadi puncak karir bagi pemimpin ekskavasi. Panjangnya sepuluh meter, ichthyosaurus Rutland adalah kerangka reptil prasejarah besar terlengkap yang pernah ditemukan di Inggris.

Sumber: NHM, TED

Terbaru

  • Perkuat Kemandirian Industri Alat Kesehatan Nasional, Astra Komponen Indonesia Hadirkan Alat Kesehatan Berbasis Teknologi Digital
  • Vidrush, Solusi Produksi Video massal buat Channel Faceless
  • Inilah Higgsfield AI Audio, Trik Canggih Buat Voice Cloning dan Dubbing Video Youtube Otomatis!
  • Everything You Need to Know About Project X and the Rumored AI-Powered Remaster of The Sims 4
  • Inilah Trik Cuan dari Instagram Jadi Affiliator, Tapi Tanpa Perlu Jualan Produk!
  • Inilah 7 Ide Channel YouTube Aneh Tapi Sederhana yang Bisa Kalian Mulai Sekarang Juga!
  • Apa itu Umroh & Keutamaannya: Inspirasi dari pergiumroh.com
  • Belum Tahu? Gini Caranya Dapat Bisnis Sukses Cuma dari Clipping Video Pake AI
  • Inilah Rahasia Perbaiki Algoritma Video YouTube yang Mulai Sepi
  • Kenapa Cicilan di Bank Syariah Itu Tetap?
  • Inilah 7 Produk Digital Paling Realistis untuk Kalian yang Mau Jualan Online Tahun Ini!
  • Inilah 4 Strategi Memilih Niche SEO Terbaik Supaya Blog Kalian Cepat Ranking
  • Ini Trik Supaya Pengunjung Toko Online Kalian Jadi Pembeli Setia Pakai Omnisend!
  • 3 Strategi AI Terbukti Biar Bisnis E-Commerce Kalian Makin Cuan 2026!
  • Inilah 6 Langkah Tembus 5.000 Follower di X, Gini Caranya Supaya Akun Kalian Nggak Stuck Lagi!
  • SEO LinkedIn: Inilah Alasan Kenapa LinkedIn Ads Lebih Efektif Buat Bisnis B2B Dibanding Platform Lain
  • Inilah Alasan Kenapa Kolom Komentar YouTube Kalian Sering Menghilang Secara Misterius!
  • Cara Kelola Auto-Posting Semua Media Sosial Kalian Pakai Metricool
  • Studi Kasus Sukses Instagram Maria Wendt Dapat 12 Juta View Instagram Per Bulan
  • ZenBook S16, Vivobook Pro 15 OLED, ProArt PX13, dan ROG Zephyrus G14, Laptop Bagus dengan Layar OLED!
  • Caranya Ngebangun Website Directory dengan Traffic Tinggi dalam Seminggu!
  • Cara Mengembangkan Channel YouTube Shorts Tanpa Wajah
  • Inilah Cara Menghitung Diskon Baju Lebaran Biar Nggak Bingung Saat Belanja di Mall!
  • Cara Jitu Ngebangun Bisnis SaaS di Era AI Pakai Strategi Agentic Workflow
  • Inilah Rincian Gaji Polri Lulusan Baru 2026, Cek Perbedaan Jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama Sebelum Daftar!
  • Inilah 5 Channel YouTube Membosankan yang Diam-diam Menghasilkan Banyak Uang
  • Inilah Cara Pakai Google Maps Offline Biar Mudik Lebaran 2026 Nggak Nyasar Meski Tanpa Sinyal!
  • Inilah Alasan Mahkamah Agung Tolak Kasasi Google, Denda Rp202,5 Miliar Resmi Menanti Akibat Praktik Monopoli
  • Inilah Cara Daftar dan Syarat SPMB SMK Boarding Jawa Tengah 2026, Sekolah Gratis Sampai Lulus!
  • Inilah Daftar Sekolah Kedinasan 2026 untuk Lulusan SMK, Bisa Kuliah Gratis dan Berpeluang Besar Langsung Jadi CPNS!
  • How to Fix Excel Formula Errors: Quick Fixes for #NAME
  • How to Clear Copilot Memory in Windows 11 Step by Step
  • How to Show Battery Percentage on Windows 11
  • How to Fix VMSp Service Failed to Start on Windows 10/11
  • How to Fix Taskbar Icon Order in Windows 11/10
  • How to Use Orbax Checkpointing with Keras and JAX for Robust Training
  • How to Automate Any PDF Form Using the Power of Manus AI
  • How to Training Your Own YOLO26 Object Detection Model!
  • How to Build a Full-Stack Mobile App in Minutes with YouWare AI
  • How to Create Consistent Characters and Cinematic AI Video Production with Seedance
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme