Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Ubuntu 25.04 Siap Meluncur dengan Software JPEG-XL

Posted on April 11, 2025

Siap-siap untuk gebrakan baru dari Ubuntu! Versi terbaru, Ubuntu 25.04, yang akan dirilis bulan ini, hadir dengan kejutan menarik: dukungan penuh untuk format gambar JPEG-XL secara bawaan. Apa artinya ini untuk Kamu? Mari kita bahas lebih dalam.

Apa Itu JPEG-XL dan Mengapa Ini Penting?

JPEG-XL adalah format gambar modern yang menjanjikan peningkatan signifikan dibandingkan JPEG, format yang sudah sangat familiar bagi kita semua. Keunggulan utamanya terletak pada efisiensi kompresi yang jauh lebih baik. Artinya, gambar dengan kualitas yang sama bisa disimpan dengan ukuran file yang lebih kecil. Ini tentu saja kabar baik bagi siapa saja yang sering berurusan dengan gambar, baik untuk keperluan pribadi maupun profesional.

Selain itu, JPEG-XL juga bersaing ketat dengan format modern lainnya seperti AVIF dan WebP. Ketiganya menawarkan fitur-fitur canggih dan performa yang lebih baik dibandingkan JPEG, tetapi JPEG-XL memiliki beberapa keunggulan tersendiri yang membuatnya layak diperhatikan.

Perjalanan Panjang Menuju Dukungan Bawaan

Sebenarnya, upaya untuk mengintegrasikan dukungan JPEG-XL ke dalam Ubuntu sudah berlangsung cukup lama. Akhirnya, setelah melalui berbagai pertimbangan dan persetujuan di menit-menit terakhir, tim pengembang Ubuntu berhasil mewujudkannya. Ini adalah pencapaian yang patut diapresiasi, mengingat kompleksitas dalam menambahkan fitur baru ke dalam sistem operasi yang sudah mapan seperti Ubuntu.

Jeremy Bicha, seorang insinyur desktop di Canonical (perusahaan di balik Ubuntu), mengumumkan kabar gembira ini. Berkat kerja keras dan dedikasi tim, dukungan JPEG-XL kini menjadi bagian integral dari Ubuntu 25.04.

Mengapa Ini Jadi Kabar Baik untuk Pengguna Ubuntu?

Dukungan JPEG-XL secara bawaan di Ubuntu 25.04 membawa sejumlah keuntungan bagi pengguna:

  • Kualitas Gambar Lebih Baik dengan Ukuran File Lebih Kecil: Ini berarti Kamu bisa menyimpan lebih banyak gambar di perangkat Kamu tanpa mengorbankan kualitas. Selain itu, waktu unggah dan unduh gambar juga bisa lebih cepat, terutama saat berurusan dengan gambar beresolusi tinggi.
  • Kompatibilitas yang Lebih Baik: Dengan dukungan bawaan, Kamu tidak perlu lagi menginstal codec atau software tambahan untuk membuka dan melihat gambar JPEG-XL. Ini tentu saja lebih praktis dan nyaman.
  • Pengalaman Multimedia yang Lebih Mulus: Jika Kamu seorang editor foto, desainer grafis, atau content creator, dukungan JPEG-XL bisa mempercepat workflow Kamu. Kamu bisa bekerja dengan gambar berkualitas tinggi tanpa khawatir tentang ukuran file yang besar atau masalah kompatibilitas.
  • Mengikuti Perkembangan Teknologi: Dengan mengadopsi format gambar modern seperti JPEG-XL, Ubuntu menunjukkan komitmennya untuk selalu menghadirkan teknologi terbaru kepada penggunanya. Ini juga membantu mendorong adopsi format ini secara lebih luas di kalangan pengembang dan penyedia konten.

Sempat Tertunda, Kini Hadir dengan Kejutan

Perlu diketahui, perjalanan JPEG-XL tidak selalu mulus. Google Chrome, salah satu browser web paling populer di dunia, sempat menghentikan dukungannya untuk format ini. Hal ini tentu saja menjadi pukulan bagi adopsi JPEG-XL secara luas. Namun, Ubuntu tetap berkomitmen untuk mendukung format ini, dan akhirnya berhasil mewujudkannya di Ubuntu 25.04.

Sebelumnya, pengguna Ubuntu yang ingin menikmati keunggulan JPEG-XL harus menginstal paket “jpeg-xl” dari repository Ubuntu Universe. Sekarang, dengan dukungan bawaan, prosesnya menjadi jauh lebih mudah dan praktis.

Siapa yang Akan Mendapatkan Manfaat Terbesar?

Secara umum, semua pengguna Ubuntu 25.04 akan merasakan manfaat dari dukungan JPEG-XL. Namun, ada beberapa kelompok pengguna yang mungkin akan lebih merasakan dampaknya:

  • Fotografer dan Videografer: JPEG-XL menawarkan kompresi yang lebih baik dengan kualitas yang tetap terjaga. Ini sangat penting bagi fotografer dan videografer yang sering bekerja dengan gambar dan video beresolusi tinggi.
  • Desainer Grafis: Dengan ukuran file yang lebih kecil, desainer grafis dapat bekerja dengan lebih efisien dan mengirimkan file ke klien atau kolega dengan lebih cepat.
  • Web Developer: JPEG-XL dapat membantu mengoptimalkan ukuran gambar di website, sehingga mempercepat waktu loading halaman dan meningkatkan pengalaman pengguna.
  • Content Creator: Bagi content creator yang sering mengunggah gambar ke media sosial atau platform lainnya, JPEG-XL dapat membantu mengurangi ukuran file tanpa mengorbankan kualitas visual.
  • Pengguna dengan Ruang Penyimpanan Terbatas: Jika Kamu memiliki perangkat dengan ruang penyimpanan yang terbatas, JPEG-XL dapat membantu Kamu menyimpan lebih banyak gambar tanpa harus mengorbankan kualitas.

Bagaimana Cara Memastikan Dukungan JPEG-XL di Ubuntu 25.04?

Jika Kamu berencana untuk meng-upgrade ke Ubuntu 25.04, dukungan JPEG-XL seharusnya sudah aktif secara otomatis. Namun, untuk memastikan, Kamu bisa melakukan beberapa langkah berikut:

  1. Periksa Versi Ubuntu: Buka terminal dan ketik perintah lsb_release -a. Pastikan versi Ubuntu Kamu adalah 25.04.
  2. Perbarui Sistem: Pastikan sistem Kamu sudah diperbarui dengan update terbaru. Buka terminal dan ketik perintah sudo apt update && sudo apt upgrade.
  3. Periksa Software: Pastikan software yang Kamu gunakan untuk membuka dan mengedit gambar mendukung JPEG-XL. Beberapa software populer yang mendukung JPEG-XL antara lain:
    • GIMP
    • Krita
    • ImageMagick
    • XnView MP
  4. Uji Coba dengan Gambar JPEG-XL: Unduh atau buat gambar dalam format JPEG-XL, lalu coba buka dengan software yang Kamu gunakan. Jika gambar terbuka dengan benar, berarti dukungan JPEG-XL sudah aktif.

Apa Dampaknya bagi Masa Depan JPEG-XL?

Keputusan Ubuntu untuk mendukung JPEG-XL secara bawaan adalah langkah yang signifikan. Ini menunjukkan bahwa format ini memiliki potensi yang besar dan layak untuk dipertimbangkan sebagai alternatif pengganti JPEG. Dengan semakin banyak sistem operasi dan aplikasi yang mendukung JPEG-XL, adopsi format ini diharapkan akan semakin meluas di masa depan.

Tentu saja, JPEG-XL masih memiliki beberapa tantangan yang harus diatasi. Salah satunya adalah kurangnya dukungan dari browser web populer seperti Google Chrome. Namun, dengan semakin banyak pengembang dan penyedia konten yang menyadari keunggulan JPEG-XL, bukan tidak mungkin dukungan untuk format ini akan kembali hadir di Chrome dan browser lainnya.

Kesimpulan

Dengan dukungan JPEG-XL secara bawaan, Ubuntu 25.04 membuka pintu untuk era baru gambar digital yang lebih efisien, berkualitas, dan kompatibel. Ini adalah langkah maju yang patut diapresiasi, dan diharapkan dapat mendorong adopsi JPEG-XL secara lebih luas di masa depan.

Jadi, tunggu apa lagi? Siapkan diri Kamu untuk menyambut Ubuntu 25.04 dan nikmati pengalaman multimedia yang lebih baik dengan JPEG-XL.

Terbaru

  • Worth It! Switching from Fedora KDE to Kubuntu
  • I’m Happy Using ‘Herdr’, The Fastest Growing Devtool written in Rust
  • Testing Goose on Omarchy Linux (App & CLI): The Open-Source Solution for Daily Task Automation
  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Siapa Sosok Dibalik Video Kerudung Biru Di Mobil? Ini Konteks Asli Rekamannya
  • Bantah Menteri Kesehatan Sesak Nafas di Kalimantan, Netizen Tidak Percaya
  • Download Full Link Video Kakak vs Adik 17 Menit Viral, A Day In My Life? Hati-hati Virus!
  • Nasib Veda Ega di Moto3 Australia 2026: Sudah dapat pole position malah dihambat hujan deras
  • Lagi rame dicari link download Dopamine TV APK, warga diingatkan hati-hati soal keamanan data

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme