Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Jejak Aneh Nisan Makam Gaya Aceh di Pangkep Sulawesi Selatan

Posted on May 29, 2025

Tim peneliti gabungan dari Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru-baru ini membuat penemuan signifikan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, berupa nisan kuno yang diperkirakan berasal dari Aceh. Artefak bersejarah yang berusia sekitar 525 tahun atau lima abad ini ditemukan di kompleks makam Somba Labakkang, Kampung Lembang, Kecamatan Labakkang, dalam rangkaian penelitian yang bertujuan menelusuri toponimi kuno di pesisir Sulawesi Selatan.

Nisan Aceh ini, menjadi bukti langka dari artefak budaya di Sulawesi Selatan, menandai makam I La Upa Bagenda Ali Matinroe ri Sikkiri’na, seorang bangsawan yang dikenal sebagai Somba Labakkang. Sumber lontara La’bakkang mencatat bahwa Bagenda Ali hidup pada pertengahan abad ke-18. Ketua tim peneliti, Profesor Muhlis Hadrawi, menjelaskan bahwa penelitian ini berfokus pada identifikasi nama-nama tempat bersejarah di sepanjang pesisir barat Sulawesi Selatan, dengan Pangkep sebagai salah satu pusat perhatian karena kekayaan sejarah dan warisan budayanya.

Menurut Profesor Muhlis, nisan tersebut tergolong tipe C, yang pada masa lalu umumnya hanya digunakan oleh para bangsawan tinggi atau tokoh penting pada awal masuknya Islam ke Sulawesi Selatan. Catatan arkeologis menunjukkan bahwa nisan tipe C diproduksi di Aceh sekitar tahun 1500-an. Keberadaan nisan Aceh di Sulawesi Selatan sangatlah terbatas, hanya tokoh-tokoh tertentu seperti Sultan Alauddin dan Sultan Hasanuddin dari Kerajaan Gowa, serta La Pareppa To Soppewali yang memiliki nisan serupa. Di Bone, nisan Aceh hanya digunakan oleh Ibunda La Patau Matanna Tikka, Mappolo Bombang, dan ayahandanya, La Pakokoe. Penemuan nisan ini di makam Somba Labakkang mengindikasikan status dan pengaruh penting tokoh tersebut dalam struktur sosial dan politik pada masanya.

Makmur, seorang peneliti di Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN, menambahkan bahwa nisan Aceh tidak hanya menunjukkan status sosial yang tinggi, tetapi juga merupakan bukti penting dalam konteks arkeologi dan sejarah budaya Islam di kawasan ini. Tim peneliti sebelumnya juga telah mengidentifikasi nisan Aceh tipe lain, seperti tipe A, tetapi tipe C yang digunakan Somba Labakkang menunjukkan bahwa ia adalah seorang bangsawan yang memeluk Islam pada masa awal penyebarannya di Sulawesi Selatan. Hal ini bukan hanya sekadar simbol keagamaan, tetapi juga mencerminkan politik dan prestise sosial.

Hasanuddin, seorang dosen arkeologi Unhas yang juga anggota BRIN, menjelaskan bahwa penemuan nisan tipe C ini memperkuat dugaan adanya hubungan erat antara Kesultanan Aceh dan kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan sejak abad ke-17. Hubungan ini tidak hanya terbatas pada perdagangan, tetapi juga mencakup penyebaran agama, pengaruh budaya, dan bahkan pertalian keluarga antar bangsawan. Jenis nisan seperti ini tidak diberikan kepada sembarang orang, melainkan hanya kepada tokoh yang memiliki kharisma keagamaan tinggi serta koneksi politik dan ekonomi yang kuat. Sebagai contoh, Arung Palakka, tokoh besar Bugis, hanya memberikan nisan jenis ini kepada ayah dan ibunya.

Penyebaran nisan Aceh dapat menjadi indikator penting dalam memetakan jalur perdagangan dan penyebaran agama pada masa lalu. Daerah-daerah yang memiliki nisan Aceh dulunya merupakan simpul peradaban, baik dalam konteks spiritual, politik, maupun ekonomi. Dalam konteks ini, Pangkep dapat dianggap memiliki posisi strategis dalam jaringan inter regional antara Sulawesi dan Aceh.

Meskipun makam Somba Labakkang telah diidentifikasi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), situs tersebut belum secara resmi ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah daerah. Sebelumnya, pada bulan April, tim ini juga menemukan batu nisan Aceh pertama di kampung Belang-belang, Kecamatan Lau, Maros. Temuan-temuan ini diharapkan menjadi pertimbangan penting bagi Pemerintah Daerah Pangkep dan Maros untuk menetapkan situs-situs tersebut sebagai bagian dari warisan budaya yang dilindungi negara.

Penelitian toponimi kuno bukan hanya mengungkap asal-usul nama tempat, tetapi juga memberikan wawasan tentang dinamika budaya, politik, dan agama di masa lampau. Diharapkan, dengan adanya penemuan ini, perhatian terhadap pelestarian situs bersejarah di Pangkep dan wilayah lain di Sulawesi Selatan akan semakin meningkat. Temuan ini membuka kembali lembaran sejarah yang selama ini belum banyak diketahui publik dan menunjukkan bahwa Pangkep menyimpan jejak-jejak penting masa lalu yang patut dirawat dan diperkenalkan lebih luas. Nisan ini sangat langka di Sulawesi Selatan, dan hanya bangsawan tinggi serta kerajaan besar yang memilikinya, sehingga menjadikannya artefak yang sangat berharga.

Sumber: suara.com

Terbaru

  • Mau Tarik Saldo Rp700 Ribu di Free Drama tapi Stuck? Ini Cara Cepat Tembus Level 30!
  • Belum Tahu? Ini Trik Checkout Tokopedia Bayar Pakai Dana Cicil Tanpa Ribet!
  • Benarkah Pinjol Akulaku Sebar Data Jika Gagal Bayar?
  • Paket Nyangkut di CRN Gateway J&T? Tidak Tahu Lokasinya? Ini Cara Mencarinya!
  • Apa itu Nomor 14055? Nomor Call Center Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya
  • Apakah APK Lumbung Dana Penipu & Punya Debt Collector?
  • Ini Ukuran F4 dalam Aplikasi Canva
  • Cara Lapor SPT Tahunan Badan Perdagangan di Coretax 2026
  • Cara Dapetin Saldo DANA Sambil Tidur Lewat Volcano Crash, Terbukti Membayar!
  • Apakah Aplikasi Pinjaman TrustIQ Penipu/Resmi OJK?
  • Cara Menggabungkan Bukti Potong Suami-Istri di Coretax 2026
  • Inilah Cara Cepat Upload Foto Peserta TKA Sekaligus Biar Nggak Perlu Klik Satu Per Satu
  • Apa itu Aplikasi MOVA, Penipuan atau Skema Ponzi Berkedok Aplikasi Belanja?
  • Inilah Cara Menarik Saldo ReelFlick ke DANA
  • Inilah Cara Ternak Akun Mining Bitcoin Pakai Virtual Master Biar Nggak Berat dan Tetap Lancar
  • Cara Mencairkan Koin Melolo Tanpa Invite Kode
  • Cara Mencairkan Saldo Game Sumatra The Island ke e-Wallet
  • Apakah Aplikasi Pinjol AksesDana Penipu/Resmi OJK?
  • Apakah Aplikasi RupiahMaju Pinjol Penipu/Legal?
  • Apakah Aplikasi MBA Itu Ponzi/Penipuan Atau Tidak?
  • Cara Menghilangkan Iklan dari Aplikasi Melolo
  • Cara Atasi Saldo Melolo yang Gagal Cair ke Dompet Digital
  • Cara Mengatasi Kode Undangan/Invite Code Melolo Tidak Berhasil
  • Apakah Aplikasi FreeReels Penipuan?
  • Gini Caranya Nonton Drama Pendek FreeReels dan Dibayar
  • Inilah Panduan Lengkap Persiapan TKA Madrasah 2026 Biar Nggak Ketinggalan!
  • Ini Trik Supaya Gelembung Game Clear Blast Cepat Pecah dan Bisa Withdraw!
  • Cara Main Game Gold Combo, Sampai Cuan ke e-Wallet
  • Update YouTube 2026:Sekilas Tentang Inauthentic Content yang Makin Ketat
  • Inilah Cara Lapor SPT Tahunan di Coretax 2026 Biar Nggak Bingung!
  • How to Secure Your Moltbot (ClawdBot): Security Hardening Fixes for Beginners
  • Workflows++: Open-source Tool to Automate Coding
  • MiroThinker-v1.5-30B Model Explained: Smart AI That Actually Thinks Before It Speaks
  • PentestAgent: Open-source AI Agent Framework for Blackbox Security Testing & Pentest
  • TastyIgniter: Open-source Online Restaurant System
  • Cara Membuat Agen AI Otomatis untuk Laporan ESG dengan Python dan LangChain
  • Cara Membuat Pipeline RAG dengan Framework AutoRAG
  • Contoh Sourcecode OpenAI GPT-3.5 sampai GPT-5
  • Cara Mengubah Model Machine Learning Jadi API dengan FastAPI dan Docker
  • Cara Ubah Tumpukan Invoice Jadi Data JSON dengan LlamaExtract
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme