Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Review Suzuki eVitara 2025

Posted on May 16, 2025

Suzuki Evitara, mobil listrik terbaru dari pabrikan otomotif asal Jepang ini, hadir dalam versi All-Wheel Drive (AWD) yang siap diuji. Meski sempat melihatnya di Milan pada akhir tahun lalu, kesan pertama terhadap mobil ini tidak terlalu menggembirakan. Namun, harapan tetap ada bahwa pengalaman berkendara langsung dapat mengubah penilaian tersebut.

Suzuki dikenal dengan keunggulan dalam menciptakan kendaraan tangguh dan mumpuni di medan off-road. Jimny, salah satu produk ikonik mereka, menjadi bukti nyata. Pertanyaan yang muncul, mengapa Suzuki tidak membuat Jimny versi listrik? Mengapa justru memilih Vitara? Jawabannya terletak pada strategi penghematan biaya, di mana Evitara berbagi platform dengan Toyota Urban Cruiser, meski dengan perbedaan pada emblem.

Dengan panjang kurang dari 4,3 meter, Evitara bersaing dengan berbagai mobil di kelasnya, mulai dari Jeep Avenger hingga Hyundai Kona, Ford Puma, EV3, dan Skoda Lrock. Mobil ini menawarkan pilihan baterai LFP 49 kWh atau 61 kWh, dengan jarak tempuh WLTP hingga 267 mil untuk baterai yang lebih besar dan 214 mil untuk baterai yang lebih kecil.

Dari segi performa, Evitara dengan baterai kecil dan penggerak roda depan (Front-Wheel Drive/FWD) menghasilkan tenaga 142 horsepower. Sementara itu, varian dengan baterai lebih besar tersedia dalam opsi FWD atau AWD, dengan tenaga masing-masing 172 atau 181 brake horsepower. Ground clearance Evitara mencapai 185 mm, yang sebenarnya kurang ideal untuk mobil off-road. Angka ini lebih tinggi dari Puma, tetapi lebih rendah dari Jeep Avenger yang hanya tersedia dalam versi FWD. Evitara lebih cocok untuk medan seperti gravel atau salju, bukan untuk off-road ekstrem seperti Toyota BZ4X atau Subaru Solterra.

Pengisian daya Evitara diklaim dapat mencapai puncak 150 kW, dengan waktu pengisian dari 15% hingga 70% dalam 30 menit. Namun, angka ini mengindikasikan bahwa kecepatan pengisian sebenarnya mungkin lebih lambat dari 150 kW. Keunggulan utama yang ditawarkan adalah garansi 10 tahun, mencakup seluruh mobil, bukan hanya baterai. Syaratnya, pemilik harus melakukan servis di dealer resmi Suzuki.

Interior Evitara memiliki beberapa detail yang mungkin mengganggu bagi sebagian orang yang menyukai simetri. Varian yang dipamerkan di Milan memiliki interior cokelat yang menarik, tetapi hanya tersedia untuk mobil berwarna putih atau hijau. Karena unit yang diuji berwarna merah, interiornya didominasi warna hitam, yang membuatnya terlihat lebih sederhana. Desain ventilasi udara vertikal menjadi salah satu elemen yang cukup menarik. Interior menggunakan berbagai jenis material plastik, termasuk plastik hitam mengkilap.

Dari segi harga, Evitara akan bersaing dengan mobil-mobil seperti Peugeot e-2008, Kia EV3, Ford Puma, Fiat 600, Opel Mokka, dan Jeep Avenger. Harga resmi belum diumumkan, tetapi diperkirakan berada di kisaran akhir 20.000 hingga awal 30.000 poundsterling. Agar kompetitif, Evitara harus ditawarkan dengan harga yang lebih rendah dari Ford Puma, yang saat ini menjadi salah satu yang termurah di kelasnya.

Salah satu hal yang cukup mengganggu adalah desain dasbor yang tidak simetris. Layar infotainment 10,25 inci dipisahkan dari layar informasi pengemudi oleh panel kosong yang cukup lebar. Selain itu, posisi ventilasi udara di tengah juga tidak sejajar dengan konsol tengah. Untungnya, Evitara masih dilengkapi dengan tombol fisik untuk pengaturan suhu dan volume. Varian dengan baterai lebih besar juga dilengkapi dengan fitur pengisian daya nirkabel. Ruang penyimpanan di dalam kabin cukup standar, dengan cup holder, ruang di konsol tengah, dan kantong pintu yang cukup besar.

Atap Evitara dilengkapi dengan sunroof, bukan panoramic roof, yang tidak dapat dibuka. Mobil ini juga dilengkapi dengan tombol fisik untuk berbagai fungsi, yang cukup menyenangkan. Namun, tombol-tombol tersebut menggunakan finishing hitam mengkilap yang mudah meninggalkan bekas sidik jari.

Di bagian belakang, ruang kaki cukup memadai untuk orang dewasa dengan tinggi badan rata-rata. Namun, posisi lantai yang agak tinggi mungkin membuat lutut terasa kurang nyaman bagi penumpang dengan kaki panjang. Terdapat kantong di belakang kursi penumpang depan, tetapi tidak ada di belakang kursi pengemudi. Penumpang belakang juga mendapatkan akses ke port USB dan USB-C. Sandaran tangan tengah dapat dibuka untuk mengakses cup holder dan ruang bagasi, solusi yang cukup unik.

Kapasitas bagasi Evitara bervariasi tergantung posisi kursi belakang. Dengan kursi belakang dalam posisi normal, kapasitas bagasi mencapai 238 liter. Jika kursi belakang dimajukan, kapasitas bagasi meningkat menjadi 306 liter, lebih besar dari Jeep Avenger, tetapi lebih kecil dari Fiat 600E dan Ford Puma. Terdapat ruang di bawah lantai bagasi untuk menyimpan kabel pengisian daya. Suzuki tidak menyertakan frunk (bagasi depan) karena dianggap tidak terlalu penting.

Performa Evitara tidak terlalu istimewa. Varian AWD dapat berakselerasi dari 0 hingga 62 mph dalam 7,4 detik, sedangkan varian FWD membutuhkan waktu 9,6 detik. Jarak tempuh varian AWD dengan baterai 61 kWh mencapai 246 mil, sedangkan varian FWD dapat mencapai 247 mil. Ford Puma diklaim lebih efisien dibandingkan Evitara. Evitara memiliki konsumsi energi sekitar 3,7-3,8 mil per kWh, sedangkan Puma mencapai 4,7 mil per kWh. Perbedaan ini dapat berdampak pada biaya pengisian daya.

Pengalaman berkendara Evitara terbilang biasa saja. Kabin cukup bising, dengan suara ban dan suara dari luar yang cukup mengganggu. Selain itu, kemudi terasa kurang responsif. Mobil yang diuji merupakan unit prototipe yang belum sepenuhnya legal untuk jalan raya.

Evitara dilengkapi dengan beberapa mode berkendara, yaitu Eco, Sport, Normal, dan Trail. Mode Trail cocok digunakan untuk medan off-road ringan seperti jalan berlumpur atau bersalju. Mobil ini juga dilengkapi dengan fitur one-pedal driving yang memungkinkan mobil berhenti sepenuhnya hanya dengan melepas pedal gas. Tingkat pengereman regeneratif dapat diatur melalui menu di layar infotainment, tetapi hanya dapat dilakukan saat mobil berhenti.

Visibilitas dari dalam kabin cukup baik berkat jendela yang besar. Namun, lingkar kemudi terasa agak besar untuk mobil seukuran Evitara. Body roll juga terasa cukup signifikan saat menikung.

Secara keseluruhan, Suzuki Evitara terbilang “fine” atau biasa saja. Keunggulan utama mobil ini terletak pada kemampuan off-road dan sistem AllGrip. Jika memilih varian FWD, mungkin ada pilihan lain yang lebih menarik seperti Ford Puma atau Jeep Avenger. Harga akan menjadi faktor penentu keberhasilan Evitara di pasar. Jika harganya berada di kisaran 20.000 poundsterling, mobil ini mungkin akan menarik. Namun, jika harganya mendekati 30.000 poundsterling, Evitara akan kesulitan bersaing dengan kompetitornya.

sumber: https://www.electrifying.com/reviews/suzuki/e-vitara/review

Terbaru

  • Inilah Cara Mengatasi OneDrive yang Suka Mengubah atau Menghapus Metadata File Kalian
  • Inilah Cara Menonaktifkan Antivirus Pihak Ketiga di Windows 11 dengan Aman
  • Inilah Cara Mengatur Raspberry Pi 5 dengan Ubuntu Server untuk Python dan Desktop GUI Tanpa Ribet
  • Inilah Alasan Kenapa Galaxy Z Fold 8 Ultra Bisa Jadi Produk yang Mengecewakan
  • Inilah Alasan Intel Merilis Raptor Lake Next di Socket LGA 1700, Masih Setia dengan DDR4!
  • Gini Caranya Menghilangkan Recycle Bin dari Desktop Windows 11 Supaya Lebih Bersih!
  • Inilah Huawei AirEngine 8771-X1T, Solusi Wi-Fi 7 Super Cepat untuk Bisnis Masa Kini
  • Inilah Cara Mengatasi Error Koneksi VMware Horizon Akibat Intersepsi SSL Proxy
  • Inilah Cara Mengatasi Connection Server Authentication Failed di VMware Horizon Client
  • Cara Laptop Nggak Lemot Pas Colok SD Card, Gampang Banget!
  • Inilah Caranya Mengatasi SD Card Reader yang Tidak Terbaca di Laptop
  • Inilah Cara Ampuh Atasi Perangkat USB yang Sering Terputus di Windows 10 dan 11
  • Cara Atasi USB Error dengan Update USB Root Hub dan Chipset Driver
  • Inilah Cara Mengatasi Unknown USB Device Descriptor Request Failed yang Paling Ampuh
  • Inilah 20 Kampus Swasta Terbaik di Bandung Versi EduRank 2026 untuk Referensi Kuliah Kalian
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar Sekolah Kedinasan STPN 2026, Kuota Terbatas!
  • Inilah Cara Daftar PPKB UI 2026 Lengkap dengan Rincian Uang Pangkal Semua Jurusan S1
  • Inilah Aturan Resmi MPLS 2026 dari Kemendikdasmen, Guru dan Sekolah Wajib Catat Pedoman Lengkap Ini!
  • Inilah Cara Daftar Beasiswa S1/D4 Guru Kemendikdasmen 2026, Masa Pendaftaran Diperpanjang!
  • Inilah Cara Mengatasi Unknown USB Device (Device Descriptor Request Failed) dan Penjelasan Lengkapnya
  • Inilah Cara Membuat File Koneksi RDP Secara Manual Biar Akses Remote Kalian Nggak Error Lagi
  • Inilah Cara Clear RDP Cache dan Registry MRU Biar Remote Desktop Kalian Kembali Segar
  • Cara Restore File Association .rdp Agar Remote Desktop Bisa Terbuka Otomatis Lagi
  • Apa itu Probabilistic Methods dalam Klasifikasi Data?
  • Apa itu Klasifikasi Data dengan Metode Feature Selection?
  • Inilah Panduan Lengkap Jalur Afirmasi Disabilitas SPMB Kota Malang 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya!
  • Inilah Cara Lengkap Daftar UM Undip 2026: Panduan Teknis, Jadwal, dan Syarat Biar Nggak Salah Langkah!
  • Inilah Daftar Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026 Versi Webometrics dan QS WUR, Nggak Kalah Sama Negeri!
  • Inilah Cara Daftar PPKB UI 2026, Kesempatan Emas Masuk Kampus Jaket Kuning Tanpa Tes!
  • Inilah Tampilan Baru Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026, Cara Cek Status dan Nominal Bantuan yang Cair!
  • Block Bad USB on Linux Server with USBGuard
  • How to Secure NetworkManager on Fedora/AlmaLinux
  • How to Secure DNS and NTP in Fedora Linux
  • How to Hardening DNF on Fedora/Almalinux
  • How to Masking & Secure Daemon in Linux Server
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Inilah Update Pasar Saham AS 31 Mei 2026: Menakar Peluang S&P 500 dan Nasib Sektor Teknologi Saat Inflasi Belum Jinak
  • Sinyal Update Kondisi Pasar IHSG 31 Mei 2026: Strategi Cerdas Menghadapi Gejolak IHSG dan Rupiah di Awal Juni
  • Inilah Alasan Ilmiah Kenapa Kita Menguap, Ternyata Bukan Cuma Kurang Oksigen!
  • Inilah Alasan China Larang PR Berlebihan dan Ujian Berat, Ternyata Demi Kesehatan Mental Siswa!
  • Inilah Cara Cek Peluang Lolos SNBT Unair 2026 dan Daftar Lengkap Daya Tampungnya

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme