Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Apa itu NISAR, Kolaborasi Pemantau Bumi dari Amerika-India, Indonesia Ngapain?

Posted on August 7, 2025

WASHINGTON/NEW DELHI – Sebuah satelit inovatif telah berhasil diluncurkan ke orbit untuk memantau perubahan permukaan Bumi yang nyaris tak terdeteksi. Misi ini, yang diberi nama NASA-ISRO Synthetic Aperture Radar (NISAR), merupakan proyek gabungan perdana antara badan antariksa Amerika Serikat (NASA) dan Organisasi Penelitian Antariksa India (ISRO). Peluncuran ini diharapkan dapat membantu respons terhadap bencana alam dan memberikan pemahaman lebih dalam mengenai planet kita.

NISAR dilengkapi dengan dua jenis radar buatan NASA dan ISRO. Radar ini bekerja layaknya radar konvensional yang menggunakan gelombang mikro untuk mendeteksi permukaan dan objek, namun dengan pemrosesan data canggih yang memungkinkan detail terlihat dengan resolusi tinggi. Satelit ini meluncur dari Satish Dhawan Space Centre di pantai tenggara India pada Rabu pukul 08:10 ET (17:40 IST) menggunakan roket ISRO Geosynchronous Satellite Launch Vehicle (GSLV-F16). Peluncuran tersebut disiarkan langsung melalui NASA+ dan kanal YouTube resmi NASA.

Mengapa India dan Amerika Serikat Berkolaborasi dalam Misi Antariksa Ini?

Kerja sama antara India dan Amerika Serikat dalam misi NISAR bukan tanpa alasan. Kolaborasi ini didasari oleh beberapa faktor strategis dan ilmiah:

  • Kepentingan Bersama dalam Pemantauan Bumi: Kedua negara memiliki kepentingan besar dalam memahami dan memitigasi dampak perubahan iklim serta bencana alam. NISAR didesain untuk mengumpulkan data vital yang dapat membantu para ilmuwan memprediksi bencana, memantau sumber daya alam, dan meningkatkan pengelolaan lingkungan.

  • Pembagian Beban dan Keahlian: Misi antariksa berskala besar seperti NISAR membutuhkan sumber daya finansial, teknologi, dan sumber daya manusia yang masif. Dengan berkolaborasi, NASA dan ISRO dapat berbagi beban biaya dan memanfaatkan keahlian unik masing-masing. NASA berkontribusi pada sistem radar L-band, antena reflektor radar, dan subsistem komunikasi, sementara ISRO menyediakan sistem radar S-band, badan satelit, serta layanan peluncuran.

  • Peningkatan Hubungan Diplomatik dan Ilmiah: Kolaborasi dalam proyek-proyek ambisius seperti NISAR juga mempererat hubungan diplomatik dan ilmiah antara kedua negara. Karen St. Germain, Direktur Ilmu Bumi NASA, menegaskan bahwa NISAR menyatukan AS dan India untuk mempelajari planet kita bersama, membangun fondasi kerja sama yang kuat di masa depan. Dr. Jitendra Singh, Menteri Sains dan Teknologi India, bahkan menyebut misi ini sebagai “jabat tangan ilmiah India dengan dunia,” sejalan dengan visi Perdana Menteri Narendra Modi untuk menjadikan India “Vishwa Bandhu” atau mitra global.

  • Pengalaman Sebelumnya: Kerja sama ini bukan yang pertama. Sebelumnya, beberapa instrumen NASA juga diterbangkan dalam misi antariksa dalam India, Chandrayaan-1, yang diluncurkan pada tahun 2008 dan mengorbit Bulan selama hampir dua tahun.

Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana dua negara demokrasi, meskipun terpisah ribuan mil dan zona waktu, dapat bersatu demi tujuan ilmiah dan kesejahteraan global.

Fungsi dan Manfaat NISAR

NISAR akan mengorbit Bumi 14 kali sehari, memindai hampir seluruh permukaan es dan daratan planet dua kali setiap 12 hari. Satelit ini mampu mendeteksi perubahan permukaan Bumi hingga sepersekian inci. Data yang dikumpulkan akan dipublikasikan dan tersedia secara luas.

Fungsi utama NISAR adalah:

  • Pemahaman Bencana Alam: Data NISAR akan memungkinkan pemahaman yang lebih baik tentang tanah longsor, gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir, dan kebakaran hutan. Informasi ini krusial untuk persiapan dan respons bencana.

  • Pemantauan Lingkungan: NISAR akan meningkatkan pemantauan lapisan es, gletser, permafrost, hutan, lahan basah, dan lahan pertanian. Hal ini penting untuk studi perubahan iklim dan pengelolaan sumber daya alam.

  • Sistem Radar Ganda: NISAR memiliki sistem radar L-band (panjang gelombang 25 cm) dari NASA dan S-band (panjang gelombang 10 cm) dari ISRO. L-band dapat menembus kanopi pohon tebal untuk mempelajari struktur hutan, sementara S-band dapat mengukur objek kecil seperti daun dan kekasaran permukaan untuk memantau tanaman. Kedua sistem ini bekerja bersama untuk mencapai tujuan ilmiah yang tidak dapat dicapai sendiri.

  • Deteksi Gerakan: Radar NISAR dapat melihat melalui awan dan hujan, baik siang maupun malam. Pengamatan berkelanjutan ini dapat mendeteksi potensi pergerakan tanah sebelum letusan gunung berapi atau membantu ilmuwan memahami bagaimana pergerakan permukaan Bumi dapat mengganggu infrastruktur seperti tanggul atau bendungan.

Nicky Fox, administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Sains NASA, menyatakan bahwa misi ini akan mengubah cara kita mempelajari planet Bumi dan lebih baik dalam memprediksi bencana alam sebelum terjadi. “Meskipun kita tidak selalu menyadarinya, sebagian besar permukaan daratan Bumi kita terus-menerus bergerak,” ujar Fox. “Perubahan tersebut, bagaimanapun, sangat halus sehingga saat ini hampir tidak terdeteksi.”

NISAR merupakan hasil diskusi antara NASA dan ISRO yang dimulai sebagai respons terhadap survei dekade National Academy of Science tahun 2007. Kedua lembaga ini menandatangani perjanjian pada 30 September 2014 untuk bermitra dalam misi NISAR. Proses pembangunan satelit ini melibatkan kolaborasi intensif melintasi 13 zona waktu dan lebih dari 14.500 kilometer, membutuhkan perjalanan jarak jauh dan banyak panggilan video larut malam atau dini hari. Meskipun menghadapi tantangan, termasuk pandemi global, kolaborasi ini memperkuat hubungan antara NASA dan ISRO.

“Membangun satelit di sisi berlawanan dunia selama pandemi global benar-benar sulit, tetapi itu memperkuat hubungan kami dengan ISRO,” kata Karen St. Germain, direktur ilmu Bumi di NASA. Ia menambahkan bahwa NISAR menyatukan AS dan India untuk mempelajari planet Bumi bersama, dan kolaborasi serta berbagi informasi ini menjadi fondasi yang ingin terus dibangun.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai misi ini, Anda dapat mengunjungi NASA.gov atau kanal YouTube NASA di youtube.com/nasa. Anda juga dapat membaca lebih lanjut tentang Organisasi Penelitian Antariksa India (ISRO) di isro.gov.in dan NASA di wikipedia.org/wiki/NASA.

Terbaru

  • Inilah Cara Mendapatkan Rotten Seed di Fisch Roblox, Lokasi Rahasia di Toxic Grove Buat Unlock Toxic Lotus!
  • Inilah Cara Zakat Crypto Kalian Bisa Jadi Pengurang Pajak Berdasarkan Aturan Resmi Pemerintah!
  • Inilah Perbandingan Airwallex vs Payoneer 2026: Jangan Sampai Profit Kalian Ludes Gara-Gara Biaya Admin!
  • Inilah Roadmap 7 Tahap Bangun Bisnis Digital dari Nol Biar Nggak Cuma Putar-Putar di Tempat!
  • Inilah Cara Tetap Gajian dari YouTube Meski View Masih Ratusan, Penasaran?
  • Inilah Alasan Akun TikTok Affiliate GMV 270 Juta Kena Banned Permanen!
  • Inilah Bahaya Astute Beta Server APK, Jangan Sembarang Klik Link Download FF Kipas 2026!
  • Inilah Bahaya Nonton Film di LK21 dan IndoXXI, Awas Data Pribadi dan Saldo Rekening Kalian Bisa Ludes!
  • Inilah Kronologi & Video Lengkap Kasus Sejoli Tambelangan Sampang Viral, Ternyata Gini Awal Mulanya!
  • Inilah Alasan Kenapa Koin Nego Neko Shopee Nggak Bisa Dipakai Bayar Full dan Cara Rahasia Dapetinnya!
  • Inilah Cara Menjawab Pertanyaan Apakah di Sekolahmu Sudah Ada IFP/PID dengan Benar dan Profesional
  • Inilah Fakta Isu Roblox Diblokir di Indonesia 2026, Benarkah Akan Ditutup Total?
  • Inilah Penyebab dan Cara Mengatasi FF Kipas My ID Verify UID Biar Akun Tetap Aman
  • Inilah Deretan HP RAM 8GB Harga di Bawah 2 Juta Terbaik 2026, Spek Dewa Tapi Nggak Bikin Kantong Jebol!
  • Contoh Cara Buat SK Panitia TKA 2026
  • Inilah Cara Download Point Blank ID Versi Terbaru 2026, Gampang Banget Ternyata!
  • Inilah Persiapan Lengkap Gladi Bersih TKA 2026 SD dan SMP: Jadwal, Teknis Proktor, dan Aturan yang Wajib Kalian Tahu
  • Inilah Aturan Lengkapnya, Apakah Zakat dalam Bentuk Barang Bisa Mengurangi Pajak Penghasilan Kalian?
  • Inilah Kenapa KBLI Sangat Penting Buat Bisnis Digital dan Gini Caranya Biar Kalian Nggak Salah Pilih Kode
  • Inilah Fitur Keren ONLYOFFICE Docs 9.3, Cara Baru Edit PDF dan Dokumen Lebih Efisien!
  • Inilah Cara Banjir Komisi Shopee Affiliate Hanya Dalam 7 Hari Saja
  • Cara Download Aplikasi BUSSID Versi 3.7.1 Masih Dicari dan Link Download Aman Mediafire
  • Inilah Cara Lengkap Mengajukan SKMT dan SKBK di EMIS GTK 2026, Biar Tunjangan Cair Tanpa Drama!
  • Inilah Kenapa Bukti Setor Zakat Kalian Harus Ada NPWP-nya, Jangan Sampai Klaim Pajak Ditolak!
  • Inilah Cara Jadi Clipper Video Sukses Tanpa Perlu Tampil di Depan Kamera
  • Inilah Cara Upload NPWP dan Rekening di EMIS GTK Madrasah Terbaru, Jangan Sampai Tunjangan Terhambat!
  • Inilah Fakta di Balik Video Ukhti Sholat Mukena Pink Viral yang Bikin Geger Media Sosial
  • Belum Tahu? Inilah Langkah Pengisian Survei Digitalisasi Pembelajaran 2026 Biar Nggak Salah
  • Ini Kronologi Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ladang Sawit Tiktok
  • Inilah Caranya Update Chromebook Sekolah Agar Siap Digunakan untuk TKA SD dan SMP
  • How to Run Windows Apps on Linux: A Complete Guide to WinBoat, WINE, and Beyond
  • Build Your Own AI Development Team: Deploying OpenClaw and Claude Code on a VPS!
  • How to Measure Real Success in the Age of AI: A Guide to Software Metrics That Actually Matter
  • Kubernetes Traffic Tutorial: How to Create Pod-Level Firewalls (Network Policies)
  • This Is Discord Malware: Soylamos; How to Detect & Prevent it
  • How to Importing and Exporting Memory in Claude
  • How to Create Professional Business Guides and One-Pagers in Seconds with Venngage AI!
  • How to the OWASP Top 10 Security Risks, Attacking LLM
  • How to Create Visual Storytelling with Higgsfield Soul 2.0
  • How to Use the Tiiny AI Pocket Lab to Run Local Large Language Models
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme