Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Makalah
  • Ke-NU-an
  • Kabar
  • Search
Menu

Apa Saja Negara-negara Berpenduduk Paling Sedikit di Dunia?

Posted on August 6, 2025

Dalam kehidupan modern yang serba cepat dan penuh hiruk pikuk, seringkali kita merasa jenuh dan membutuhkan sebuah pelarian. Keramaian kota besar, dengan segala kebisingan dan kepadatan penduduknya, bisa menimbulkan rasa lelah yang mendalam. Bagi sebagian orang, keinginan untuk menemukan tempat yang lebih tenang, di mana interaksi sosial dapat dikurangi dan privasi lebih terjaga, menjadi sebuah impian. Mereka mencari ketenangan dan kesempatan untuk menikmati waktu sendiri, jauh dari keramaian yang membanjiri kehidupan sehari-hari.

Menjawab kebutuhan akan ketenangan tersebut, dunia ini ternyata menyimpan banyak kejutan. Ada negara-negara di berbagai belahan bumi yang secara resmi diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memiliki populasi yang sangat kecil, bahkan ada yang hanya dihuni oleh beberapa ratus jiwa saja. Negara-negara mikro ini menawarkan pengalaman yang unik, di mana konsep privasi dan komunitas erat terasa begitu nyata. Bayangkan sebuah tempat di mana setiap orang saling mengenal, dan ketenangan menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap sehari-hari. Keberadaan negara-negara ini menjadi oase bagi mereka yang mendambakan kedamaian dan ingin rehat sejenak dari interaksi sosial yang berlebihan. Berikut adalah daftar sepuluh negara dengan populasi terkecil di dunia, yang mungkin bisa menjadi destinasi impian bagi Anda yang mencari ketenangan dan privasi di tengah kebisingan global. Data populasi yang disajikan diambil dari perkiraan terbaru PBB untuk tahun 2025.

1. Vatikan

Vatikan, atau dikenal juga sebagai Kota Vatikan, adalah negara independen terkecil di dunia, baik dari segi luas wilayah maupun jumlah penduduk. Negara-kota ini menjadi pusat spiritual bagi jutaan umat Katolik di seluruh dunia. Menurut data PBB, populasi Vatikan diperkirakan hanya berjumlah sekitar 517 jiwa pada tahun 2025, menjadikannya negara dengan populasi paling sedikit di muka bumi. Luas total wilayahnya juga sangat mungil, hanya sekitar 0,44 kilometer persegi, sebuah ukuran yang bisa dibilang lebih kecil dari sebagian besar taman kota di dunia.

Keberadaan Vatikan sebagai sebuah negara berdaulat adalah hasil dari Perjanjian Lateran pada tahun 1929 antara Takhta Suci dan Kerajaan Italia. Perjanjian ini secara resmi mengakui Vatikan sebagai entitas politik yang merdeka, menjamin kedaulatannya, dan menetapkan hubungannya dengan Italia. Meskipun kecil, Vatikan memiliki kekuasaan dan pengaruh yang besar dalam urusan global, khususnya dalam hal keagamaan dan moral. Sebagai pusat Gereja Katolik Roma, Vatikan adalah kediaman Paus, yang merupakan kepala negara dan pemimpin spiritual bagi umat Katolik sedunia. Paus memegang otoritas penuh, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, dalam pemerintahan Vatikan.

Wilayah Vatikan dipenuhi dengan bangunan-bangunan bersejarah dan keagamaan yang megah, termasuk Basilika Santo Petrus yang ikonik, salah satu gereja terbesar di dunia dan sebuah mahakarya arsitektur Renaisans. Di dalamnya terdapat juga Kapel Sistina, yang terkenal dengan lukisan langit-langitnya yang menakjubkan karya Michelangelo. Selain itu, Vatikan juga memiliki Museum Vatikan, yang menyimpan koleksi seni dan artefak kuno yang luar biasa, menarik jutaan pengunjung setiap tahunnya. Keamanan negara ini dijaga oleh Garda Swiss, sebuah unit militer seremonial yang memiliki sejarah panjang dan seragam khas berwarna-warni. Meskipun ukurannya sangat kecil, Vatikan adalah sebuah pusat kebudayaan, sejarah, dan spiritualitas yang tak tertandingi, menjadi saksi bisu dari ribuan tahun sejarah keagamaan dan politik Eropa.

Vatikan tidak memiliki ekonomi tradisional dalam pengertian industri atau pertanian. Sumber pendapatan utamanya berasal dari sumbangan yang dikenal sebagai “Peter’s Pence” dari umat Katolik di seluruh dunia, penjualan prangko dan suvenir, tiket masuk museum, serta hasil investasi. Anggaran negara ini sangat bergantung pada dukungan finansial dari Gereja Katolik global. Sistem ekonomi Vatikan diatur secara ketat untuk mendukung misi spiritual dan pemeliharaan warisan budayanya. Meskipun jumlah penduduknya sangat sedikit, dan sebagian besar di antaranya adalah pendeta, biarawan, biarawati, atau anggota Garda Swiss, Vatikan tetap menjalankan fungsi layaknya sebuah negara berdaulat dengan layanan pos, sistem perbankan, dan stasiun radio sendiri. Bagi mereka yang mencari ketenangan spiritual dan ingin merasakan pengalaman hidup di pusat kekuasaan agama terbesar di dunia, Vatikan menawarkan pengalaman yang tak terlupakan.

Informasi lebih lanjut mengenai Vatikan dapat ditemukan di Wikipedia Bahasa Indonesia: Kota Vatikan.

2. Tuvalu

Tuvalu adalah negara kepulauan mikro yang terletak di Oseania, tepatnya di Samudra Pasifik bagian barat. Negara ini terdiri dari sembilan pulau atol kecil yang tersebar di wilayah laut yang luas. Dengan populasi sekitar 11.387 jiwa berdasarkan perhitungan terbaru PBB, Tuvalu menduduki peringkat kedua sebagai negara dengan penduduk paling sedikit di dunia. Luas total daratannya sangat terbatas, hanya sekitar 26 kilometer persegi, menjadikannya salah satu negara terkecil di dunia dari segi luas wilayah. Keunikan geografis Tuvalu, yang merupakan atol dataran rendah, membuatnya sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim global.

Salah satu isu paling mendesak yang dihadapi Tuvalu adalah kenaikan permukaan laut. Sebagai negara dengan ketinggian rata-rata hanya beberapa meter di atas permukaan laut, Tuvalu berada di garis depan krisis iklim. Kenaikan permukaan air laut mengancam keberadaan pulau-pulau ini secara fisik, menyebabkan erosi pantai, intrusi air asin ke dalam sumber air tawar, dan mengganggu pertanian. Masyarakat Tuvalu telah merasakan langsung dampak perubahan iklim ini, dan kekhawatiran akan tenggelamnya negara mereka di masa depan menjadi isu nasional dan global yang serius. Banyak diskusi telah dilakukan mengenai kemungkinan migrasi penduduk Tuvalu ke negara lain jika kondisi semakin memburuk.

Meskipun menghadapi ancaman lingkungan yang serius, budaya Tuvalu tetap lestari. Masyarakatnya menganut budaya Polinesia yang kaya, dengan tradisi, lagu, dan tarian yang diwariskan secara turun-temurun. Kehidupan di Tuvalu sebagian besar masih sangat tradisional, berpusat pada pertanian subsisten, perikanan, dan kehidupan komunal. Kava, minuman tradisional yang terbuat dari akar tanaman kava, sering dikonsumsi dalam upacara sosial dan ritual. Komunitas yang erat dan nilai-nilai kekeluargaan yang kuat menjadi pilar utama kehidupan sosial di negara ini.

Ekonomi Tuvalu sangat terbatas, sebagian besar bergantung pada perikanan, pertanian skala kecil (terutama kopra dari kelapa), dan pendapatan dari domain internet .tv. Domain .tv menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi Tuvalu karena popularitasnya di kalangan stasiun televisi dan platform streaming di seluruh dunia. Selain itu, Tuvalu juga menerima bantuan pembangunan dari negara-negara lain, seperti Australia, Selandia Baru, dan Jepang, untuk mendukung infrastruktur dan layanan publik. Pariwisata masih dalam tahap awal pengembangan karena keterbatasan akses dan fasilitas, namun keindahan alamnya yang alami dan kehidupan bawah lautnya yang menakjubkan memiliki potensi besar. Bagi pecinta alam dan mereka yang ingin menyaksikan langsung dampak perubahan iklim, Tuvalu menawarkan pengalaman yang mendalam dan reflektif.

Informasi lebih lanjut mengenai Tuvalu dapat ditemukan di Wikipedia Bahasa Indonesia: Tuvalu.

3. Nauru

Nauru adalah sebuah negara pulau kecil yang terletak di Samudra Pasifik bagian selatan, di timur laut Papua Nugini dan selatan Kepulauan Marshall. Negara ini dikenal sebagai pulau terkecil di Oseania dan republik berdaulat terkecil di dunia. Menurut PBB, populasi Nauru diperkirakan sebanyak 12.769 jiwa, menjadikannya negara terkecil ketiga dalam hal jumlah penduduk. Dengan luas wilayah hanya 21 kilometer persegi, Nauru juga menjadi negara terkecil kedua di dunia dari segi luas, setelah Vatikan.

Sejarah modern Nauru sangat didominasi oleh penemuan dan eksploitasi cadangan fosfat yang melimpah. Pada abad ke-20, Nauru menjadi salah satu negara terkaya di dunia per kapita berkat penambangan fosfat. Tanah Nauru kaya akan guano burung laut yang selama ribuan tahun telah berubah menjadi deposit fosfat berkualitas tinggi, yang sangat berharga sebagai pupuk pertanian. Kekayaan yang dihasilkan dari penambangan ini memungkinkan pemerintah Nauru untuk memberikan layanan publik yang sangat baik dan tunjangan besar kepada warganya, bahkan tidak ada pajak pendapatan. Banyak warga Nauru hidup dalam kemewahan dengan kekayaan fosfat ini.

Namun, keberhasilan ini berumur pendek dan membawa dampak lingkungan yang serius. Penambangan fosfat secara intensif telah menyebabkan degradasi lingkungan yang parah, menghancurkan 80% dari lahan subur pulau dan meninggalkan lanskap yang berlubang-lubang dan tidak produktif. Ketika cadangan fosfat mulai menipis pada akhir abad ke-20, ekonomi Nauru mengalami kemunduran drastis. Negara ini menghadapi tantangan besar dalam mendiversifikasi ekonominya dan memulihkan lingkungannya. Setelah kemerdekaan, Nauru berjuang untuk mencari sumber pendapatan alternatif dan menghadapi kesulitan finansial yang signifikan.

Saat ini, ekonomi Nauru sangat bergantung pada bantuan asing, khususnya dari Australia. Nauru menjadi lokasi pusat pemrosesan pengungsi (offshore detention center) bagi Australia, yang menjadi sumber pendapatan utama bagi negara tersebut, meskipun juga menjadi kontroversi internasional. Selain itu, Nauru juga mencari pendapatan dari penjualan izin penangkapan ikan. Nauru tidak memiliki ibu kota resmi, dan gedung-gedung pemerintahan serta lembaga-lembaga penting tersebar di berbagai distrik. Meskipun menghadapi tantangan besar, masyarakat Nauru terus berusaha untuk bangkit dan membangun masa depan yang lebih berkelanjutan. Keunikan Nauru sebagai negara yang pernah sangat kaya namun kini menghadapi krisis lingkungan dan ekonomi menjadikannya studi kasus yang menarik dalam pembangunan berkelanjutan.

Informasi lebih lanjut mengenai Nauru dapat ditemukan di Wikipedia Bahasa Indonesia: Nauru.

4. Palau

Palau adalah negara kepulauan yang terletak di Samudra Pasifik bagian barat, di antara Filipina dan Papua Nugini. Negara ini terdiri dari sekitar 340 pulau, sebagian besar tidak berpenghuni, yang tersebar di wilayah laut yang luas. Dengan populasi 18.058 jiwa, Palau menempati posisi keempat sebagai negara berpenduduk paling sedikit di dunia. Meskipun populasinya tergolong sedikit, Palau memiliki wilayah yang cukup luas, sekitar 459 kilometer persegi, terutama jika memasukkan wilayah perairannya. Keindahan alam bawah laut dan keanekaragaman hayati yang luar biasa adalah daya tarik utama Palau.

Palau terkenal sebagai salah satu surga bagi penyelam dan pecinta alam bawah laut di seluruh dunia. Perairan di sekitarnya kaya akan kehidupan laut yang spektakuler, terumbu karang yang berwarna-warni, gua bawah air yang menakjubkan, dan bangkai kapal dari Perang Dunia II yang menjadi habitat bagi berbagai spesies ikan dan biota laut. Rock Islands Southern Lagoon, yang merupakan gugusan pulau-pulau kapur berhutan lebat dengan bentuk jamur yang unik, telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Kawasan ini tidak hanya menawarkan pemandangan yang indah, tetapi juga merupakan rumah bagi berbagai spesies endemik dan danau ubur-ubur yang unik (Jellyfish Lake), di mana ribuan ubur-ubur tidak menyengat dapat berenang bebas.

Sejarah Palau sangat dipengaruhi oleh berbagai kekuatan kolonial, termasuk Spanyol, Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Setelah Perang Dunia II, Palau menjadi bagian dari Wilayah Perwalian Kepulauan Pasifik di bawah administrasi Amerika Serikat. Palau mencapai kemerdekaannya pada tahun 1994, menjadikannya salah satu negara termuda di dunia. Meskipun merdeka, Palau memiliki hubungan khusus dengan Amerika Serikat melalui Compact of Free Association (COFA), yang memberikan bantuan finansial dan pertahanan sebagai imbalan atas hak militer AS di wilayah tersebut.

Ekonomi Palau sebagian besar bergantung pada pariwisata, khususnya ekoturisme dan penyelaman. Sektor jasa, terutama yang terkait dengan pariwisata, menjadi tulang punggung perekonomian. Selain itu, pertanian subsisten dan perikanan juga berperan penting bagi masyarakat lokal. Pemerintah Palau sangat berkomitmen untuk melestarikan lingkungan lautnya yang rapuh. Mereka telah menerapkan berbagai kebijakan konservasi yang ketat, termasuk mendirikan Palau National Marine Sanctuary, salah satu cagar laut terbesar di dunia. Upaya ini menunjukkan kesadaran tinggi Palau akan pentingnya menjaga warisan alamnya untuk generasi mendatang, menjadikannya model bagi negara-negara kepulauan lainnya.

Informasi lebih lanjut mengenai Palau dapat ditemukan di Wikipedia Bahasa Indonesia: Palau.

5. San Marino

San Marino adalah salah satu negara mikro tertua dan terkecil di dunia, yang sepenuhnya dikelilingi oleh wilayah Italia. Terletak di Semenanjung Italia bagian tengah, San Marino adalah negara pegunungan yang bertengger di lereng Gunung Titano. Menurut data PBB, populasi San Marino diperkirakan sekitar 33.644 jiwa. Dengan luas wilayah sebesar 61 kilometer persegi, negara ini menempati posisi sebagai negara terkecil ketiga di Eropa setelah Vatikan dan Monako. San Marino dikenal karena sejarahnya yang panjang sebagai republik merdeka dan pemandangannya yang indah.

Republik San Marino mengklaim sebagai republik tertua yang masih ada di dunia, didirikan pada tahun 301 Masehi oleh Santo Marinus, seorang tukang batu yang melarikan diri dari penganiayaan agama. San Marino berhasil mempertahankan kemerdekaannya selama berabad-abad, bahkan di tengah gejolak politik di Semenanjung Italia dan tekanan dari kekuatan besar. Keberadaan benteng-benteng yang kuat di puncak Gunung Titano menjadi simbol pertahanan dan kemerdekaan mereka. Meskipun dikelilingi oleh Italia, San Marino memiliki pemerintahan, sistem hukum, dan ekonomi sendiri yang terpisah.

Pemandangan San Marino didominasi oleh Gunung Titano dan tiga menara benteng bersejarah yang ikonik: Guaita, Cesta, dan Montale. Menara-menara ini menawarkan pemandangan panorama yang menakjubkan ke seluruh wilayah San Marino dan lanskap Italia di sekitarnya. Kota San Marino, ibu kota negara ini, adalah Situs Warisan Dunia UNESCO, dengan jalan-jalan batu yang berkelok-kelok, bangunan-bangunan abad pertengahan, dan banyak museum serta toko-toko suvenir. Pariwisata menjadi salah satu pilar utama ekonomi San Marino, menarik pengunjung yang ingin menjelajahi sejarahnya, menikmati keindahan alamnya, dan membeli barang-barang bebas pajak.

Ekonomi San Marino sangat bergantung pada pariwisata, perbankan, dan produksi barang-barang industri kecil. Penjualan prangko dan koin koleksi juga menjadi sumber pendapatan yang signifikan, terutama bagi kolektor di seluruh dunia. San Marino memiliki tingkat pengangguran yang rendah dan standar hidup yang tinggi. Meskipun kecil, negara ini memiliki sistem kesehatan dan pendidikan yang baik, serta tingkat kejahatan yang sangat rendah. Kemerdekaan dan netralitasnya telah menjadi bagian integral dari identitas San Marino, menjadikannya contoh bagaimana sebuah negara kecil dapat mempertahankan kedaulatannya di tengah dominasi negara-negara besar.

Informasi lebih lanjut mengenai San Marino dapat ditemukan di Wikipedia Bahasa Indonesia: San Marino.

6. Monako

Monako adalah sebuah negara-kota berdaulat yang terletak di Riviera Prancis, di sepanjang pantai Laut Mediterania. Negara ini adalah salah satu yang terkecil dan terpadat di dunia, dengan populasi sekitar 36.313 jiwa. Monako memiliki luas total hanya dua kilometer persegi, menjadikannya negara terkecil kedua di dunia setelah Vatikan. Meskipun ukurannya sangat kecil, Monako dikenal sebagai simbol kemewahan, kekayaan, dan gaya hidup glamor.

Monako telah diperintah oleh Keluarga Grimaldi sejak abad ke-13, dan hingga kini tetap menjadi kepangeranan konstitusional. Statusnya sebagai negara berdaulat independen menarik banyak individu kaya dari seluruh dunia, terutama karena kebijakan pajak yang menguntungkan, termasuk tidak adanya pajak pendapatan pribadi bagi penduduk. Hal ini menjadikan Monako surga bagi para miliarder, selebriti, dan atlet profesional, yang berkontribusi pada reputasinya sebagai pusat keuangan dan pariwisata mewah. Lanskap Monako dicirikan oleh bangunan-bangunan tinggi modern yang menjulang di lereng-lereng bukit yang curam, menawarkan pemandangan Mediterania yang spektakuler.

Salah satu daya tarik utama Monako adalah Kasino Monte Carlo yang legendaris, sebuah ikon arsitektur Belle Époque dan pusat hiburan bagi para penjudi kelas atas. Selain itu, Monako juga terkenal dengan Grand Prix Monako, balapan Formula 1 yang paling bergengsi dan menantang, yang melewati jalan-jalan sempit di kota. Acara ini menarik ribuan pengunjung setiap tahun dan menjadi salah satu sorotan utama dalam kalender olahraga global. Pelabuhan-pelabuhan Monako juga dipenuhi dengan yacht-yacht mewah, menambah kesan eksklusif dan kemewahan.

Ekonomi Monako didorong oleh sektor pariwisata, perbankan dan keuangan, serta real estat. Meskipun ukurannya kecil, Monako memiliki layanan keuangan yang canggih dan industri jasa yang berkembang pesat. Pemerintah Monako juga sangat berinvestasi dalam infrastruktur dan pengembangan teknologi untuk menjaga daya saingnya. Monako juga memiliki budaya yang kaya, dengan banyak museum, galeri seni, dan Opera House Monte Carlo. Meskipun Monako seringkali diidentikkan dengan kemewahan yang tak terjangkau, negara ini juga memiliki komunitas lokal yang erat dan tradisi yang kuat. Bagi mereka yang mencari pengalaman hidup mewah di tepi Mediterania, Monako menawarkan gaya hidup yang tak tertandingi.

Informasi lebih lanjut mengenai Monako dapat ditemukan di Wikipedia Bahasa Indonesia: Monako.

7. Liechtenstein

Liechtenstein adalah sebuah kepangeranan kecil yang terletak di Eropa Tengah, di antara Swiss dan Austria. Negara ini adalah salah satu dari hanya dua negara di dunia yang “terkurung daratan ganda” (double-landlocked), yang berarti negara ini dikelilingi oleh negara-negara yang juga terkurung daratan. Dengan populasi sekitar 39.558 jiwa, Liechtenstein menempati posisi ketujuh sebagai negara berpenduduk paling sedikit di dunia. Luas wilayahnya adalah sekitar 160 kilometer persegi, dengan dua pertiga di antaranya merupakan kaki bukit dan pegunungan Alpen yang memukau.

Pemandangan Liechtenstein didominasi oleh Pegunungan Alpen, termasuk puncak Grauspitz setinggi 2.599 meter, yang merupakan titik tertinggi di negara tersebut. Karena letaknya di pegunungan Alpen, Liechtenstein menawarkan lanskap yang sangat cantik dan memukau, dengan lembah-lembah hijau, sungai yang jernih, dan puncak-puncak gunung yang tertutup salju. Keindahan alam ini menjadikannya destinasi yang populer untuk aktivitas luar ruangan seperti ski, hiking, dan bersepeda gunung. Kota-kota dan desa-desa di Liechtenstein seringkali memiliki kastil-kastil kuno dan arsitektur tradisional yang menambah pesona pedesaan Eropa.

Meskipun kecil, Liechtenstein memiliki ekonomi yang sangat maju dan berorientasi ekspor. Negara ini dikenal sebagai pusat keuangan dan perbankan internasional, dengan undang-undang pajak yang menarik dan kerahasiaan bank yang ketat. Sektor manufaktur juga sangat penting, menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi seperti peralatan gigi, komponen presisi, dan elektronik. Perusahaan-perusahaan multinasional besar seringkali memiliki kantor pusat atau cabang di Liechtenstein karena lingkungan bisnis yang stabil dan menguntungkan. Liechtenstein memiliki salah satu PDB per kapita tertinggi di dunia, mencerminkan kemakmuran dan efisiensi ekonominya.

Liechtenstein adalah monarki konstitusional yang diperintah oleh Pangeran Liechtenstein, yang memiliki kekuasaan politik yang signifikan. Negara ini memiliki sejarah panjang yang terkait erat dengan Kekaisaran Romawi Suci dan kemudian dengan Konfederasi Jerman. Liechtenstein menjaga netralitasnya dalam konflik internasional dan tidak memiliki angkatan bersenjata sendiri sejak tahun 1868. Pertahanan negara ini dijamin oleh perjanjian dengan Swiss. Warga Liechtenstein menikmati standar hidup yang sangat tinggi, dengan layanan sosial yang komprehensif, pendidikan berkualitas, dan tingkat kejahatan yang sangat rendah. Keunikan Liechtenstein sebagai negara pegunungan yang makmur dengan sejarah panjang menjadikannya permata tersembunyi di jantung Eropa.

Informasi lebih lanjut mengenai Liechtenstein dapat ditemukan di Wikipedia Bahasa Indonesia: Liechtenstein.

8. Kepulauan Marshall

Kepulauan Marshall adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di Samudra Pasifik bagian tengah, di sebelah timur Mikronesia. Negara ini terdiri dari 29 atol karang dan lima pulau besar, yang tersebar di wilayah laut yang luas. Dengan populasi sekitar 41.952 jiwa, Kepulauan Marshall menempati posisi kedelapan sebagai negara berpenduduk paling sedikit di dunia. Luas total seluruh daratan negara ini adalah 181 kilometer persegi, namun wilayah perairannya sangat luas, mencapai lebih dari 2 juta kilometer persegi.

Sejarah Kepulauan Marshall pasca-Perang Dunia II sangat lekat dengan Amerika Serikat, terutama terkait dengan uji coba nuklir. Selama periode 1946 hingga 1958, Amerika Serikat melakukan serangkaian uji coba nuklir di Atol Bikini dan Atol Enewetak, yang merupakan bagian dari Kepulauan Marshall. Uji coba ini, termasuk ledakan bom hidrogen pertama di dunia, “Castle Bravo” pada tahun 1954, memiliki dampak yang menghancurkan bagi lingkungan dan kesehatan penduduk lokal. Banyak pulau yang terkontaminasi radiasi, dan penduduknya terpaksa dievakuasi dan direlokasi, menghadapi masalah kesehatan jangka panjang. Warisan uji coba nuklir ini masih menjadi isu penting bagi Kepulauan Marshall hingga saat ini.

Meskipun memiliki sejarah yang kelam, Kepulauan Marshall adalah rumah bagi budaya Pasifik yang kaya dan kehidupan laut yang indah. Masyarakatnya memiliki tradisi navigasi laut yang kuat, dan pengetahuan tentang bintang dan arus laut diwariskan secara turun-temurun. Kerajinan tangan tradisional, seperti tenun tikar dan ukiran kayu, masih dipraktikkan secara luas. Kehidupan di atol-atol ini sebagian besar berpusat pada perikanan subsisten dan pertanian skala kecil. Terumbu karang yang sehat di beberapa wilayah masih menjadi habitat bagi beragam spesies laut, menarik minat penyelam dan ilmuwan kelautan.

Ekonomi Kepulauan Marshall sangat bergantung pada bantuan finansial dari Amerika Serikat melalui Compact of Free Association (COFA), yang juga memberikan warga Marshall hak untuk bekerja dan tinggal di AS. Selain itu, sumber pendapatan lainnya berasal dari penjualan izin penangkapan ikan kepada kapal-kapal asing, khususnya tuna. Sektor pariwisata masih berkembang, dengan fokus pada ekoturisme dan pariwisata sejarah terkait Perang Dunia II. Tantangan besar yang dihadapi Kepulauan Marshall adalah dampak perubahan iklim, terutama kenaikan permukaan laut dan cuaca ekstrem, yang mengancam keberadaan pulau-pulau dataran rendah ini. Pemerintah Marshall aktif dalam forum-forum internasional untuk menyuarakan masalah perubahan iklim dan mencari dukungan global.

Informasi lebih lanjut mengenai Kepulauan Marshall dapat ditemukan di Wikipedia Bahasa Indonesia: Kepulauan Marshall.

9. Saint Kitts dan Nevis

Saint Kitts dan Nevis adalah sebuah negara kepulauan berdaulat yang terletak di Karibia bagian timur, di wilayah Antillen Kecil. Negara ini dikenal sebagai negara merdeka terkecil di Belahan Bumi Barat, baik dari segi luas wilayah maupun jumlah penduduk. Menurut perkiraan PBB, populasi Saint Kitts dan Nevis adalah sekitar 47.745 jiwa. Dengan luas daratan sebesar 261 kilometer persegi, negara ini terdiri dari dua pulau utama yang berbeda karakter, yaitu Saint Kitts yang lebih besar dan Nevis yang lebih kecil, dipisahkan oleh selat sempit yang disebut The Narrows.

Kedua pulau ini memiliki sejarah yang kaya sebagai koloni Inggris pertama di Karibia, dengan ekonomi yang didominasi oleh perkebunan tebu selama berabad-abad. Perkebunan tebu adalah tulang punggung ekonomi hingga akhir abad ke-20, namun industri ini telah berhenti dan digantikan oleh pariwisata sebagai sektor ekonomi utama. Pulau Saint Kitts dikenal dengan pegunungannya yang vulkanik dan hutan hujan lebat, sementara Nevis menawarkan pemandangan gunung yang lebih terpencil dengan pantai-pantai yang tenang dan vegetasi tropis yang rimbun. Keindahan alam kedua pulau ini menjadikannya destinasi yang menarik bagi wisatawan.

Saint Kitts dan Nevis menawarkan beragam daya tarik wisata, mulai dari pantai berpasir putih yang indah, perairan biru jernih yang ideal untuk menyelam dan snorkeling, hingga situs-situs sejarah yang terpelihara dengan baik. Salah satu landmark paling terkenal adalah Benteng Brimstone Hill Fortress National Park di Saint Kitts, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO. Benteng abad ke-17 ini adalah salah satu contoh terbaik arsitektur militer di Karibia dan menawarkan pemandangan panorama pulau-pulau di sekitarnya. Di Nevis, pengunjung dapat menjelajahi perkebunan tebu tua yang diubah menjadi hotel butik dan merasakan suasana yang lebih tenang.

Ekonomi Saint Kitts dan Nevis saat ini sangat bergantung pada pariwisata. Program kewarganegaraan dengan investasi (Citizenship by Investment/CBI) juga menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi pemerintah. Program ini memungkinkan investor asing untuk mendapatkan kewarganegaraan sebagai imbalan atas investasi substansial di negara tersebut. Meskipun sektor pertanian masih ada dalam skala kecil, fokus utama pemerintah adalah pada pengembangan pariwisata berkelanjutan dan diversifikasi ekonomi. Dengan infrastruktur pariwisata yang terus berkembang dan keindahan alam yang memukau, Saint Kitts dan Nevis menjadi pilihan populer bagi mereka yang mencari liburan tropis yang santai dan otentik di Karibia.

Informasi lebih lanjut mengenai Saint Kitts dan Nevis dapat ditemukan di Wikipedia Bahasa Indonesia: Saint Kitts dan Nevis.

10. Dominika

Dominika, yang secara resmi dikenal sebagai Persemakmuran Dominika, adalah sebuah negara pulau yang terletak di Laut Karibia, di tengah-tengah antara Puerto Riko dan Trinidad dan Tobago. Negara ini sering disebut sebagai “Pulau Alam Karibia” (Nature Isle of the Caribbean) karena lanskapnya yang spektakuler, yang didominasi oleh pegunungan vulkanik, hutan hujan tropis yang lebat, dan beragam flora serta fauna. Menurut PBB, jumlah populasi Dominika adalah sekitar 73.006 jiwa. Dominika memiliki luas wilayah sebesar 751 kilometer persegi, menjadikannya salah satu negara yang relatif lebih besar dalam daftar ini.

Dominika adalah pulau termuda di Antillen Kecil, dan aktivitas vulkaniknya masih terlihat jelas melalui adanya danau mendidih (Boiling Lake), mata air panas belerang, dan gunung-gunung berapi yang menawan. Hutan hujannya yang murni adalah rumah bagi berbagai spesies endemik, termasuk burung beo Sisserou (Imperial Amazon), yang merupakan burung nasional Dominika. Keindahan alam yang luar biasa ini menjadikan Dominika destinasi utama bagi ekoturisme, menarik petualang dan pecinta alam yang ingin menjelajahi jalur hiking yang menantang, air terjun yang megah, dan keajaiban alam bawah airnya. Taman Nasional Morne Trois Pitons, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO, adalah salah satu daya tarik utamanya, dengan danau kawah, air terjun, dan hutan yang masih perawan.

Sejarah Dominika ditandai oleh percampuran budaya Karibia, Eropa, dan Afrika. Negara ini adalah satu-satunya pulau di Karibia Timur yang masih memiliki populasi signifikan dari suku Kalinago (dulunya disebut Karib), penduduk asli pulau tersebut. Wilayah Kalinago di pantai timur Dominika adalah salah satu dari sedikit wilayah yang tersisa bagi masyarakat adat di Karibia. Pengaruh kolonial Inggris dan Prancis juga terlihat dalam bahasa, arsitektur, dan tradisi lokal. Dominika memperoleh kemerdekaannya dari Britania Raya pada tahun 1978.

Ekonomi Dominika sebagian besar bergantung pada pertanian, terutama ekspor pisang, jeruk, dan kakao. Namun, ekoturisme telah menjadi sektor yang semakin penting dan berkembang pesat, didukung oleh upaya pemerintah untuk mempromosikan pariwisata berkelanjutan. Dominika juga dikenal karena produksi air botolan dan energi panas buminya. Seperti banyak negara Karibia lainnya, Dominika rentan terhadap badai tropis dan angin topan, yang seringkali menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan pertanian. Meskipun demikian, masyarakat Dominika menunjukkan ketahanan luar biasa dalam menghadapi tantangan alam dan terus membangun kembali negara mereka. Bagi mereka yang mencari pengalaman alam yang autentik dan belum terjamah di Karibia, Dominika menawarkan petualangan yang tak terlupakan.

Informasi lebih lanjut mengenai Dominika dapat ditemukan di Wikipedia Bahasa Indonesia: Dominika.

Penutup

Negara-negara dengan populasi terkecil di dunia ini menawarkan gambaran yang menarik tentang keragaman geografis, budaya, dan tantangan yang dihadapi oleh komunitas-komunitas kecil di planet kita. Dari pusat spiritual Vatikan yang megah hingga atol-atol dataran rendah Tuvalu yang terancam oleh kenaikan permukaan laut, dan dari surga penyelam Palau hingga Monako yang glamor, setiap negara memiliki kisah uniknya sendiri. Mereka menunjukkan bahwa ukuran sebuah negara tidak selalu mencerminkan kekayaan sejarah, keragaman alam, atau dampak yang dapat diberikannya di panggung dunia. Bagi mereka yang mendambakan ketenangan dan ingin menjelajahi sudut-sudut bumi yang belum terlalu padat, negara-negara ini menawarkan kesempatan untuk mengalami kehidupan yang lebih intim dengan alam dan komunitas, jauh dari kebisingan dan keramaian dunia modern.

Sumber: wikipedia

Terbaru

  • Apa itu Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOP Pantura)?
  • Contoh Makalah K3: Apa itu Sertifikasi K3?
  • Cara Cek Bansos September 2025
  • Ini Jadwal Kereta Bandara Adi Soemarmo Agustus 2025
  • Apa itu Jabatan Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pertama?
  • Cagongjok: Budaya Memalukan Korea, Ketika Kafe Jadi Kantor dan Ruang Belajar
  • Pengertian Anomali Brainrot
  • Penemuan DNA Denisovan Manusia Purba Amerika
  • SpaceX Akan Luncurkan Pesawat Rahasia X-37B Space Force Amerika
  • Biawak: Antara Hama dan Penjaga Ekosistem
  • Ini Profil Komjend Dedi Prasetyo Wakapolri Baru
  • Fraksi PKB DPRD Pati Tetap Selidiki Dugaan Pelanggaran Kasus RSUD Pati
  • Fraksi PKB Kritik Penggunaan Anggaran Prabowo, Fokus pada Fasilitas Publik
  • Inilah Syarat Nilai Minimal Raport Pendaftar SNBP 2026
  • Kemendikdasmen Sangkal Isu PPG Guru Tertentu Tidak Ada Lagi
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 5 SD/MI Sederajat Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 3 dan 4 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Inilah Struktur Kurikulum Kelas 3 dan 4 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ilmuwan Colorado University Bikin Particle Collider Mini, Bisa Atasi Kanker
  • Inilah Susunan Upacara Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus di Istana Negara
  • FAKTA: Soeharto Masih Komandan PETA Saat Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945
  • Materi Tes CPNS 2025: Fungsi dan Wewenang DPR/DPD
  • Cara Menjadi Siswa Eligible Daftar SNBP 2026 Terbaru!
  • Pendaftaran PPG Guru Tertentu 2025 Diperpanjang, Ini Syarat dan Caranya!
  • Struktur Kurikulum Kelas 2 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 1 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum PAUD & TK Sederajat Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Butuh Beasiswa? Ini Beasiswa Alternatif KIP Kuliah Tahun 2025 untuk Jenjang S1
  • Butuh Bantuan SPP? Ini 5 Beasiswa SMA/SMK 2025 Yang Bisa Kamu Coba
  • Apa itu Beasiswa Mutual+ 2025, Syarat, Ketentuan dan Cara Daftarnya
  • Apa itu Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOP Pantura)?
  • Contoh Makalah K3: Apa itu Sertifikasi K3?
  • Cara Cek Bansos September 2025

©2025 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme