Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Aturan BARU Komdigi! Starlink Dilarang Di Mobil Bergerak

Posted on August 5, 2025

Pemerintah kita lewat Kementerian Komunikasi Digital (Komdigi) lagi bikin aturan baru nih buat Starlink. Jadi gini, layanan internet satelit dari Elon Musk ini nggak boleh dipakai buat hal-hal yang bergerak, contohnya di mobil yang lagi jalan. Ini disampaikan langsung sama Pak Wayan Toni Supriyanto, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, pas acara di Tangerang hari Senin, 4 Agustus 2025.

“Kalau dipasang di mobil terus mobilnya jalan, mau pakai Wi-Fi dari Starlink itu nggak boleh,” kata Pak Wayan.

Tapi, ada pengecualian nih buat kapal laut. Kalau di kapal laut yang lagi jalan antarnegara, masih boleh kok pakai Starlink, tapi cuma sampai tujuh hari aja. “Kalau di kapal laut, kita izinin antara negara bergerak selama tujuh hari itu boleh,” tambah Pak Wayan.

Larangan ini bukan asal larang, gaes. Ini udah sesuai sama komitmen regulasi yang disepakati Starlink di Indonesia. Kalau kita lihat di situs resminya Starlink, emang udah ditulis kalau layanan roaming darat nggak tersedia di beberapa negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Jepang, Yordania, sama Meksiko, karena emang dilarang sama aturan setempat.

“Starlink itu buat di rumah aja. Kalau ada yang ketahuan pakai di mobil sambil jelajah, kita cabut izinnya,” tegas Pak Toni. Beliau juga nambahin, perangkat Starlink di Indonesia itu harus dipakai secara tetap alias nggak boleh dibawa-bawa, bahkan perangkat terbaru yang emang bisa buat mobile pun nggak boleh.

Kalau ada yang ngeyel, pemerintah bakal kasih sanksi sesuai aturan telekomunikasi. Tapi tenang aja, sebelum itu, pemerintah bakal ngasih peringatan dulu buat berhenti pakai yang nggak sesuai aturan. “Kita tegur dulu, kita minta dia berhenti sampai dia penuhin syarat,” ujar Pak Toni.

Izin Starlink Baru Diperpanjang, Tapi…

Pak Toni juga ngasih info kalau Starlink baru aja dapat perpanjangan izin buat pakai spektrum E-Band sebesar 5 GB. Spektrum ini dipakainya buat nambah kapasitas hub, bukan buat langsung ke pengguna. “E-Band ini kapasitasnya cuma 5 GB, jadi dia buat hub, nambah hub. Biar nggak ganggu kinerjanya,” jelasnya.

Sekarang ini, Starlink Services Indonesia (SSI) udah bangun sekitar tujuh hub di Indonesia. Semua infrastruktur ini bakal diawasi Komdigi biar pastiin semuanya sesuai standar teknis sama operasional. Pak Toni juga nekanin kalau yang beroperasi di Indonesia itu SSI, bukan Starlink global atau SpaceX.

Makanya, SSI wajib banget patuh sama semua regulasi penyelenggara layanan internet (ISP) di Indonesia, termasuk kewajiban nyewa transponder, bangun infrastruktur hub, sama kerja sama sama penyedia jaringan lokal. “Starlink jangan dipikir Starlink SpaceX ya, tapi ini Starlink Services Indonesia, adalah penyelenggara Indonesia,” kata Pak Toni.

Walaupun pelanggan Starlink kebanyakan masih di kota, pemerintah ngedorong SSI buat ngelebarin sayap layanannya ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). “Kami dukung pemerataan broadband. Tapi semuanya harus sesuai aturan. Jadi nggak ada perlakuan istimewa,” tutup Pak Toni.

Kenapa Sih Harus Dilarang?

Pelarangan Starlink buat dipakai sambil bergerak ini ada alasannya, gaes. Menurut pengamat telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agung Harsoyo, langkah Komdigi ini selaras sama tujuan regulasi buat jaga integritas industri telekomunikasi dan lindungin ekosistem lokal.

“Komdigi sebagai regulator wajib nyimbangin tiga kepentingan sekaligus, yaitu pemerintah, industri, dan pelanggan,” kata Agung.

Di industri telekomunikasi, ada dua jenis layanan: bergerak (mobile) sama nggak bergerak (fixed). Biar konsisten dan adil, klasifikasi ini perlu diatur dan diawasi. Makanya, Pak Agung setuju sama Komdigi, karena izin Starlink itu buat fixed satellite service (FSS).

“Jadi, kalau Starlink kasih layanan mobile, ya kena sanksi [cabut izin],” imbuhnya.

Menurut Agung, langkah ini juga buat jaga kepastian regulasi, lindungin ekosistem industri, dan jaga kedaulatan digital. Tujuan utama Komdigi itu dorong kolaborasi antar pelaku industri biar layanan internet berkualitas, merata, stabil, dan berkelanjutan.

“Larangan Starlink buat kasih layanan mobile terutama di daerah 3T ini, biar nggak matiin ISP lokal yang modalnya relatif kecil. Malah, harapannya ada kolaborasi antara Starlink sama ISP lokal,” tambahnya.

Regulasi yang lindungin operator ISP lokal ini dianggap perlindungan pasar yang tepat. Diharapkan regulasi ini bisa bikin seimbang antara inovasi global sama pemberdayaan ekosistem lokal, tanpa harus ngorbanin tujuan utama, yaitu pemerataan akses internet berkualitas di seluruh Indonesia.

“Jadi, Komdigi dalam hal ini dorong adanya coexistence with fair play. Di sini ada dorongan biar Starlink sama ISP lokal bermitra; jadi dua-duanya untung,” kata Agung.

Sebelumnya, Komdigi emang udah ngasih peringatan bakal cabut izin Starlink kalau nekat jual atau ngoperasiin perangkat jelajah buat penggunaan bergerak di Indonesia. Jadi, intinya, Starlink itu diperuntukkan buat layanan internet di lokasi tetap, kayak di rumah atau kantor. Ini penting buat jaga regulasi dan ekosistem penyedia layanan internet di Indonesia. Kalaupun ada pengecualian, itu sangat terbatas dan harus sesuai aturan yang berlaku.

Sumber: detikInet

Terbaru

  • Kenapa Amerika Melarang Produk Robot Vacuum Cleaner & Produk Robot Lain?
  • Rayap sebagai Tanda Ada Masalah Kelembapan di Bangunan
  • Beli HP Bekas Flagship Oppo? Ini 3 Rekomendasi Terbaik yang Masih Gahar di 2026
  • Cuma 1 Jutaan! Ini 4 Rekomendasi HP POCO yang Performa Tetap Gila di 2026
  • Inilah Rekomendasi Laptop 5-6 Jutaan Paling Worth It di Pertengahan 2026, Spek Mewah Harga Ramah!
  • Inilah Deretan Smartphone Snapdragon 8s Gen 4 yang Bikin Kompetisi HP Menengah Atas Makin Panas!
  • Mengenal Otak di Balik AI: Apa Itu LLM dan Manfaatnya dalam Keseharian Kita Menurut Sebastian Raschka
  • Inilah Rahasia Spasi FF Salin Biar Nickname Kalian Makin Keren dan Unik Tanpa Aplikasi Tambahan
  • Rekomendasi HP Kamera Bagus 2-6 Jutaan Bulan Juli 2026
  • Cuma 2 Jutaan! Ini 6 Rekomendasi HP Paling Worth It Buat Multitasking dan Gaming Ringan
  • Rumor Galaxy Z Flip8 Jadi Seri Terakhir: Mengapa Samsung Mungkin Berhenti Bikin HP Lipat Clamshell?
  • Inilah Cara Registrasi Kartu SIM Pakai Verifikasi Biometrik Mulai 1 Juli 2026, Gak Bisa Lagi Pake Nomor Bodong!
  • Jangan Asal Lap! Inilah Cara Membersihkan Layar TV LED yang Benar Agar Tidak Rusak
  • Realme Narzo 100x 5G Segera Rilis: Baterai 8.000mAh, Layar 144Hz, dan Sertifikasi Militer
  • Waspada Penipuan Akun Mobile Legends: Kenali Pentingnya Marketplace Resmi dan Status PSE
  • Review DJI Osmo Pocket 4P: Kamera Saku Lensa Ganda yang Bikin Kamera Pro Kelihatan Ribet!
  • Samsung Bisa “AirDrop” ke iPhone? Cek Cara Pakai Fitur Quick Share Terbaru Ini!
  • Vivo X Fold 6 Bakal Masuk Indonesia? Speknya Gila, Baterai 7.000 mAh & Kamera 200 MP!
  • Bocoran iPhone Air 2: Akhirnya Apple Nggak Cuma Jual Tipis, Tapi Juga Baterai Awet dan Kamera Oke!
  • Google Search Console rilis fitur Social Media Property, bisa pantau TikTok & Instagram
  • Hati-hati! 22 Platform Digital Terancam Diblokir Pemerintah, Cek Daftar Hotel dan Maskapainya di Sini
  • Baterai 7.000mAh & Standar Militer, Inilah Moto G77 Power
  • Inilah Cara Shopee dan Meta Bikin Kalian Makin Gampang Dapat Cuan Afiliasi Instagram Tanpa Ribet
  • Gila Sih! Vivo Rilis HP Baterai 8.000 mAh di 2026, Nggak Perlu Ribet Bawa Powerbank Lagi?
  • Infinix Hot 70 vs Tecno Spark 50: Pilih Baterai Jumbo 7000 mAh atau Fast Charging 45W di Harga 2 Jutaan?
  • Gak Perlu HP Mahal buat Pake AI: Intip Fitur Canggih di Samsung Galaxy A37 dan A57 yang Bikin Hidup Lebih Gampang
  • Bocoran Galaxy Unpacked Juli 2026: Z Fold 8 & Z Flip 8 Bakal Fokus ke On-Device AI, Makin Canggih atau Cuma Gimmick?
  • Duel Tablet 2 Jutaan: ADVAN Tab Sketsa 3 vs itel VistaTab 30GT, Mana yang Lebih Worth It buat Kerja?
  • Review Asus ExpertBook PM5 G2: Laptop Bisnis Rasa AI, Ringan tapi Gak Kaleng-kaleng
  • Review Redmi Pad 2 9.7 4G: Tablet Murah yang Bisa Pakai Kartu SIM, Worth It Nggak?
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • How to Hardening Journald on Linux Server (Fedora/AlmaLinux)
  • Block Bad USB on Linux Server with USBGuard
  • How to Secure NetworkManager on Fedora/AlmaLinux
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Nungguin jadwal MPL ID Season 18, kapan mulai main dan gimana susunan pemain barunya?
  • Sinyal Telkomsel tiba-tiba berubah jadi E, banyak warga ngeluh internet lemot dari kemarin sore
  • Lagi rame di Threads, artis inisial AZ dituduh nikah cuma buat kedok, siapa sebenarnya?
  • Lagi rame nomor 14082 nelpon terus, ini beneran dari Bank Mandiri atau penipuan?
  • Ternyata Sadie Sink jadi Jean Grey di Spider-Man: Brand New Day, Kok Bisa Jadi Villain?

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme