Doa masuk pasar adalah sebuah amalan sunah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam ketika hendak memasuki area pasar atau pusat perbelanjaan. Amalan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud permohonan kepada Allah SWT agar diberikan kebaikan, perlindungan dari keburukan, serta keberkahan dalam setiap transaksi yang dilakukan. Pasar, sebagai pusat interaksi ekonomi, seringkali diwarnai oleh berbagai godaan dan potensi kerugian, sehingga doa ini menjadi benteng spiritual bagi seorang Muslim.
Mengapa Doa Masuk Pasar Penting?
Dalam ajaran Islam, setiap aktivitas yang kita lakukan hendaknya dimulai dengan mengingat Allah SWT. Pasar, meskipun merupakan tempat transaksi duniawi, tetap harus diisi dengan nilai-nilai spiritual. Doa masuk pasar memiliki beberapa tujuan dan harapan yang fundamental:
- Memohon Kebaikan dan Keberkahan: Dengan berdoa, seorang Muslim memohon agar rezeki yang didapatkan di pasar adalah rezeki yang halal dan berkah, serta terhindar dari segala bentuk penipuan atau transaksi yang merugikan. Ini adalah bentuk tawakal, menyerahkan segala urusan kepada Allah setelah berusaha.
- Perlindungan dari Keburukan Pasar: Pasar seringkali menjadi tempat yang ramai, penuh hiruk pikuk, dan berpotensi menimbulkan kelalaian dari mengingat Allah. Di sana, godaan untuk berbuat curang, berdusta dalam transaksi, atau bahkan terlibat dalam sumpah palsu bisa saja terjadi. Doa ini berfungsi sebagai “perisai” spiritual yang melindungi seorang Muslim dari godaan-godaan negatif tersebut. Selain itu, pasar juga bisa menjadi tempat terjadinya fitnah, perselisihan, atau perilaku yang tidak pantas. Dengan berdoa, kita meminta perlindungan agar tidak terjerumus dalam hal-hal negatif ini.
- Meningkatkan Kesadaran Spiritual: Mengucapkan doa sebelum masuk pasar membantu seorang Muslim untuk tetap menjaga kesadaran akan kehadiran Allah SWT, bahkan di tengah keramaian dunia. Ini mengingatkan bahwa setiap aktivitas, termasuk berbelanja atau berdagang, harus dilakukan dalam koridor syariat dan dengan niat yang benar. Kesadaran ini membantu seseorang untuk tidak terlena oleh gemerlap dunia dan tetap fokus pada tujuan akhirat.
- Mengharap Pahala dari Allah SWT: Sebagaimana yang akan dijelaskan lebih lanjut, ada janji pahala yang besar bagi mereka yang mengamalkan doa ini. Ini menjadi motivasi tambahan bagi seorang Muslim untuk tidak melewatkan amalan sunah ini. Pahala yang dijanjikan bukan hanya sekadar angka, tetapi cerminan dari betapa Allah menghargai hamba-Nya yang senantiasa mengingat-Nya dalam segala situasi.
- Menjaga Integritas Diri: Dengan memohon perlindungan dari sumpah palsu dan transaksi yang merugikan, seorang Muslim dilatih untuk senantiasa jujur dan amanah dalam setiap interaksi bisnisnya. Ini adalah prinsip dasar dalam muamalah Islam yang mengedepankan kejujuran, keadilan, dan transparansi. Doa ini menjadi pengingat diri agar selalu menjaga integritas dan etika bermuamalah.
Maka dari itu, doa masuk pasar bukan sekadar hafalan lisan, melainkan sebuah ikrar hati untuk senantiasa berada dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT di tengah dinamika kehidupan duniawi.
Dasar Hukum dan Keutamaan Doa Masuk Pasar
Anjuran untuk melafalkan doa saat memasuki pasar memiliki dasar yang kuat dalam Hadis Nabi Muhammad SAW. Hadis ini menjelaskan tentang besarnya pahala dan manfaat yang akan didapatkan bagi mereka yang mengamalkan doa tersebut.
Hadis yang dimaksud adalah:
مَنْ دَخَلَ سُوقاً مِنَ الأَسْوَاقِ، فَقَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ
Artinya: “Barang siapa masuk pasar, kemudian dia membaca (doa masuk pasar), siapa yang membaca doa tersebut ketika masuk pasar, Allah akan mencatat untuknya satu juta kebaikan, dan menghapuskan darinya satu juta keburukan.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad-Darimi, Al-Hakim).
Hadis ini menunjukkan keutamaan yang luar biasa dari bacaan doa ini:
- Pahala yang Berlipat Ganda: “Allah akan mencatat untuknya satu juta kebaikan.” Angka “satu juta” dalam konteks ini menunjukkan kuantitas yang sangat besar, menggambarkan betapa Allah melipatgandakan pahala bagi hamba-Nya yang berzikir di tempat yang sering melalaikan. Ini adalah salah satu bentuk kemurahan Allah yang sangat besar. Membaca doa ini, yang singkat namun padat makna, dapat mendatangkan ganjaran pahala yang tidak terbayangkan.
- Penghapusan Dosa: “Dan menghapuskan darinya satu juta keburukan.” Selain mendapatkan pahala, doa ini juga menjadi sebab diampuninya dosa-dosa. Ini adalah rahmat Allah yang luar biasa, di mana dengan amalan ringan namun penuh keikhlasan, dosa-dosa seorang hamba dapat diampuni. Ini menunjukkan bahwa meskipun pasar adalah tempat duniawi, dengan niat yang benar dan zikir kepada Allah, tempat tersebut dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan membersihkan diri dari dosa.
- Pengingat Tauhid di Lingkungan Duniawi: Inti dari doa ini adalah kalimat tauhid, “Lā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lahu, lahul mulku wa lahul ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.” Mengucapkan kalimat tauhid di tengah hiruk pikuk pasar adalah bentuk penguatan iman dan pengakuan akan keesaan Allah, yang merupakan pondasi utama agama Islam. Ini menunjukkan bahwa seorang Muslim tidak boleh terlarut dalam urusan duniawi hingga melupakan Sang Pencipta.
Hadis ini menjadi motivasi kuat bagi setiap Muslim untuk senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap keadaan, termasuk saat berinteraksi di pasar. Ini adalah bentuk ibadah yang sederhana namun memiliki dampak pahala yang sangat besar.
Ini Bunyi Bacaan Doa Masuk Pasar
Meskipun hadis sebelumnya fokus pada kalimat tauhid, ada juga doa lain yang lebih komprehensif yang diajarkan dalam Islam untuk dibaca saat memasuki pasar. Doa ini mencakup permohonan kebaikan, perlindungan dari keburukan, dan terhindar dari sumpah palsu serta kerugian.
Berikut adalah bacaan doa masuk pasar yang diajarkan dalam agama Islam, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim:
بِسْمِ اللهِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ السُّوقِ وَخَيْرَ مَا فِيهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَذِهِ السُّوقِ وَشَرِّ مَا فِيهَا، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُصِيبَ فِيهَا يَمِيناً فَاجِرَةً أَوْ صَفْقَةً خَاسِرَةً
Transliterasi Latin: Bismillahi, Allahumma innii as’aluka khoiro haadzihis suuqi wa khoiro maa fiihaa, wa a’udzu bika min syarri haadzihis suuqi wa syarri maa fiihaa, Allahumma innii a’udzu bika an ushiiba fiihaa yamiinan faajirotan au shofqotan khaasiroh.
Artinya: “Dengan nama Allah ya Allah aku memohon pada-Mu kebaikan pasar ini dan kebaikan yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pasar ini dan dari keburukan yang ada di dalamnya. Dan aku berlindung pada-Mu dari sumpah palsu dan dari suatu pembelian atau penjualan yang merugikan.” (HR. Hakim).
Mari kita bedah makna setiap bagian doa ini:
- “Bismillahi” (Dengan nama Allah): Ini adalah permulaan yang umum dalam setiap amalan Muslim. Memulai dengan nama Allah berarti mencari keberkahan dan memohon pertolongan-Nya dalam setiap langkah. Ini menunjukkan bahwa setiap tindakan, bahkan berbelanja atau berdagang, harus diniatkan karena Allah dan dalam pengawasan-Nya.
- “Allahumma innii as’aluka khoiro haadzihis suuqi wa khoiro maa fiihaa” (Ya Allah aku memohon pada-Mu kebaikan pasar ini dan kebaikan yang ada di dalamnya): Bagian ini adalah permohonan kebaikan secara umum. Kebaikan pasar bisa berarti ketersediaan barang yang dibutuhkan, harga yang wajar, interaksi yang baik dengan pedagang dan pembeli, serta rezeki yang halal dan berkah. Ini adalah doa untuk mendapatkan manfaat optimal dari kunjungan ke pasar.
- “Wa a’udzu bika min syarri haadzihis suuqi wa syarri maa fiihaa” (Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pasar ini dan dari keburukan yang ada di dalamnya): Setelah memohon kebaikan, seorang Muslim juga memohon perlindungan dari keburukan. Keburukan pasar bisa bermacam-macam, seperti penipuan, perselisihan, barang palsu, harga yang tidak jujur, atau bahkan perilaku tidak senonoh. Ini adalah bentuk pengakuan bahwa pasar juga memiliki potensi negatif yang harus dihindari.
- “Allahumma innii a’udzu bika an ushiiba fiihaa yamiinan faajirotan” (Ya Allah aku berlindung pada-Mu dari sumpah palsu): Sumpah palsu (sumpah serapah yang digunakan untuk menipu) adalah dosa besar dalam Islam. Dalam konteks pasar, ini sering terjadi ketika pedagang bersumpah atas nama Allah untuk meyakinkan pembeli tentang kualitas barang, padahal ia tahu itu bohong. Doa ini menunjukkan kesadaran seorang Muslim untuk menjaga lisannya dan integritas dalam berdagang. Ini juga mencerminkan upaya untuk menjauhi segala bentuk kebohongan yang bisa merusak nama baik dan pahala.
- “Au shofqotan khaasiroh” (Atau dari suatu pembelian atau penjualan yang merugikan): Kerugian dalam transaksi bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti harga yang terlalu mahal, barang cacat, atau tertipu. Doa ini adalah permohonan agar Allah melindungi dari segala bentuk kerugian, baik bagi pembeli maupun penjual. Ini menunjukkan keinginan untuk melakukan transaksi yang adil dan saling menguntungkan, serta terhindar dari penyesalan di kemudian hari.
Dengan membaca doa ini, diharapkan seorang Muslim dapat terjaga dari segala hal buruk yang ada di pasar dan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Doa ini juga mengukuhkan pentingnya kejujuran dan keadilan dalam setiap interaksi ekonomi.
Keutamaan Berzikir di Pasar
Selain manfaat langsung dari doa masuk pasar, ada keutamaan umum berzikir di tempat-tempat yang cenderung melalaikan, seperti pasar. Al-Qur’an Surat An-Nuur ayat 37-38 secara tidak langsung menguatkan pentingnya menjaga zikir (mengingat Allah) bahkan di tengah kesibukan duniawi.
Allah SWT berfirman:
{رِجَالٌ لا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالأبْصَارُ، لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ}.
Artinya: “Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan membayarkan zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS. An-Nuur: 37-38).
Ayat ini menguatkan beberapa poin penting terkait aktivitas di pasar:
- Prioritas Zikir dan Ibadah: Ayat ini memuji laki-laki (dan perempuan) yang tidak dilalaikan oleh kegiatan ekonomi (perniagaan dan jual beli) dari mengingat Allah (zikrullah), mendirikan salat, dan menunaikan zakat. Ini menegaskan bahwa meskipun mencari nafkah adalah penting, ia tidak boleh menggeser prioritas ibadah kepada Allah. Pasar adalah ujian seberapa kuat iman seseorang dalam menjaga ketaatan di tengah godaan dunia.
- Rasa Takut akan Hari Kiamat: “Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.” Rasa takut akan hari kiamat dan pertanggungjawaban di hadapan Allah adalah motivasi utama bagi seorang Muslim untuk menjaga kejujuran dan tidak melalaikan ibadah, bahkan di pasar. Ketakutan ini menjaga mereka dari perilaku curang atau zalim.
- Balasan Berlipat Ganda dari Allah: “Supaya Allah memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” Ini adalah janji Allah bagi mereka yang mampu menjaga imannya di tengah kesibukan dunia. Balasan yang lebih baik dan karunia yang terus bertambah menunjukkan betapa Allah menghargai upaya mereka untuk tetap terhubung dengan-Nya. Rezeki yang diberikan tanpa batas juga merupakan manifestasi dari kemurahan Allah bagi hamba-Nya yang taat.
Dengan demikian, membaca doa masuk pasar adalah salah satu bentuk konkret dari “mengingat Allah” yang disebut dalam ayat ini. Ini membantu seorang Muslim untuk tetap fokus pada tujuan akhirat sambil menjalankan urusan dunia. Hal ini juga mengajarkan disiplin diri dan pengendalian diri di tengah lingkungan yang seringkali tidak terkontrol.
Adab Ketika Masuk Pasar
Selain berdoa, ada beberapa adab (etika) yang dianjurkan bagi umat Islam ketika masuk pasar. Adab-adab ini bertujuan untuk menjaga kehormatan diri, menjaga hubungan baik dengan sesama, serta menghindari hal-hal yang tidak disukai dalam syariat.
Berikut adalah adab ketika masuk pasar seperti dikutip dari buku Pelajaran Adab Islam 2 oleh Suhendri, Ahmad Syukri, Abdul Fatah (2022):
Berdoa kepada Allah SWT:
Ini adalah adab yang paling utama dan telah dijelaskan sebelumnya. Memulai segala sesuatu dengan doa adalah bentuk penyerahan diri dan permohonan pertolongan kepada Allah. Doa ini menjadi pondasi spiritual yang menjaga hati dan pikiran tetap terarah kepada kebaikan. Dengan berdoa, kita mengakui bahwa setiap keberhasilan dan perlindungan datang dari-Nya.
Tidak Menyaringkan Suara:
Pasar adalah tempat yang ramai, namun bukan berarti kita harus ikut-ikutan berteriak atau meninggikan suara secara berlebihan. Berbicara dengan suara yang tenang dan sopan adalah bentuk adab yang baik. Menyaringkan suara tanpa perlu dapat mengganggu orang lain, menimbulkan keributan, dan mengurangi ketenangan. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk menjaga ketenangan dan menghindari kegaduhan yang tidak perlu.
Menjaga Kebersihan Pasar:
Kebersihan adalah sebagian dari iman. Seorang Muslim hendaknya turut serta menjaga kebersihan lingkungan pasar dengan tidak membuang sampah sembarangan atau meninggalkan kotoran. Ini menunjukkan tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan bersama. Pasar yang bersih akan lebih nyaman bagi semua orang, baik pedagang maupun pembeli.
Memenuhi Akad (Kesepakatan):
Dalam setiap transaksi, baik jual beli atau sewa menyewa, seorang Muslim wajib memenuhi akad atau kesepakatan yang telah dibuat. Ini berarti menepati janji, membayar sesuai harga yang disepakati, dan menyerahkan barang sesuai deskripsi. Pelanggaran akad adalah bentuk ketidakjujuran yang sangat dibenci dalam Islam. Memenuhi akad adalah cerminan dari integritas dan kepercayaan.
Bersikap Ramah:
Interaksi di pasar melibatkan banyak orang. Bersikap ramah, sopan, dan santun kepada pedagang, pembeli, atau siapa pun yang ditemui adalah cerminan akhlak mulia seorang Muslim. Senyum, ucapan salam, dan sikap yang menyenangkan dapat menciptakan suasana yang positif dan menghindarkan dari perselisihan. Keramahan juga dapat menarik keberkahan dalam berinteraksi.
Menundukkan Pandangan Mata:
Pasar seringkali menjadi tempat di mana banyak hal yang tidak pantas dilihat atau godaan visual yang bisa merusak pandangan. Seorang Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, dianjurkan untuk menundukkan pandangan mata dari hal-hal yang diharamkan atau yang dapat menimbulkan fitnah. Ini adalah bentuk menjaga kesucian diri dan menjauhkan hati dari godaan.
Tidak Berlama-lama:
Meskipun pasar adalah tempat penting untuk memenuhi kebutuhan, seorang Muslim dianjurkan untuk tidak berlama-lama tanpa tujuan yang jelas. Pasar adalah tempat duniawi yang penuh godaan dan potensi kelalaian dari mengingat Allah. Menghabiskan waktu terlalu lama di sana dapat membuat seseorang terlena dengan urusan duniawi dan melupakan ibadah. Selesaikan urusan dengan efisien dan segera kembali setelah kebutuhan terpenhi.
Masuk Karena Kebutuhan:
Tujuan utama masuk pasar adalah untuk memenuhi kebutuhan, baik berbelanja kebutuhan pokok atau berdagang. Seorang Muslim hendaknya masuk pasar dengan niat yang jelas dan bukan untuk sekadar “jalan-jalan” atau menghabiskan waktu tanpa tujuan yang syar’i. Ini membantu menjaga fokus pada tujuan yang produktif dan menghindari pemborosan waktu serta energi.
Harus Amanah dan Jujur:
Ini adalah prinsip fundamental dalam muamalah Islam. Baik sebagai pedagang maupun pembeli, kejujuran adalah kunci. Pedagang harus jujur dalam menjelaskan kualitas barang, harga, dan tidak menipu. Pembeli juga harus jujur dalam membayar dan tidak berupaya menipu pedagang. Amanah berarti dapat dipercaya dalam setiap kesepakatan dan janji. Kejujuran akan mendatangkan keberkahan, sementara ketidakjujuran akan menghilangkan keberkahan dan mendatangkan dosa.
Mengamalkan adab-adab ini di pasar tidak hanya menunjukkan ketaatan kepada ajaran Islam, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih baik, lebih bermoral, dan lebih berkah bagi semua pihak yang berinteraksi di dalamnya.
Kesimpulan
Doa masuk pasar adalah amalan sunah yang memiliki keutamaan dan manfaat besar bagi seorang Muslim. Dengan melafalkan doa ini, seorang hamba memohon kebaikan, perlindungan dari keburukan, dan terhindar dari perilaku tercela seperti sumpah palsu atau transaksi yang merugikan. Hadis Nabi Muhammad SAW dan ayat-ayat Al-Qur’an menguatkan pentingnya menjaga zikir kepada Allah SWT bahkan di tengah kesibukan duniawi seperti di pasar, serta menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi mereka yang melakukannya.
Selain doa, mengamalkan adab-adab saat di pasar seperti menjaga suara, kebersihan, memenuhi akad, bersikap ramah, menundukkan pandangan, tidak berlama-lama, masuk karena kebutuhan, serta bersikap amanah dan jujur, akan menambah keberkahan dan kebaikan bagi seorang Muslim. Dengan demikian, pasar bukan hanya sekadar tempat transaksi, tetapi juga medan ujian keimanan dan kesempatan untuk meraih pahala serta keberkahan dari Allah SWT. Mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam setiap aspek kehidupan, termasuk di pasar, adalah ciri seorang Muslim yang bertakwa.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai adab-adab dalam Islam, Anda bisa merujuk ke Wikipedia.org tentang Adab dalam Islam. Video-video ceramah mengenai keutamaan doa ini juga banyak tersedia di YouTube.