Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
Windows Error

Cara Mengatasi Error ‘Disk is Full or Read-Only’

Posted on December 12, 2025

Pernah nggak lagi fokus kerja, mau menyimpan file penting, eh tiba-tiba muncul notifikasi menyebalkan: “Disk is either full or read-only”? Rasanya momen seperti ini sukses bikin panik seketika. Jangan buru-buru memvonis hard disk kalian rusak total, karena masalah ini sebenarnya cukup lumrah terjadi di ekosistem Windows dan solusinya seringkali lebih sederhana dari yang kalian bayangkan.

Sebenarnya, apa sih yang terjadi di balik layar komputer kalian saat pesan ini muncul? Secara teknis, Windows sedang memberi sinyal bahwa sistem operasi tidak bisa menulis data baru ke dalam disk. Kuranglebihnya, ada hambatan yang memblokir akses tulis tersebut. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari hal sepele seperti kapasitas penyimpanan yang memang sudah sesak napas, hingga isu yang agak teknis seperti atribut read-only yang aktif secara tidak sengaja. Begitunya juga dengan masalah permission atau izin akses; kadang sistem keamanan Windows menjadi terlalu protektif sehingga kalian dianggap “orang asing” di komputer sendiri.

Kami juga sering menemukan bahwa driver yang usang atau bahkan software pihak ketiga—seperti antivirus yang terlalu agresif—bisa menjadi biang keroknya. Mereka ini kadang memblokir akses tulis demi alasan keamanan, padahal yang kita lakukan hanyalah menyimpan dokumen kerja biasa. Jadi, sebelum kalian memutuskan untuk beli hard disk baru, ada baiknya mencoba langkah-langkah perbaikan yang sudah kami susun di bawah ini. Rasanya sayang kalau harus keluar uang padahal masalahnya cuma di pengaturan software.

Berikut adalah langkah-langkah teknis yang bisa kalian coba satu per satu:

  1. Cek Ketersediaan Ruang Penyimpanan
    Langkah pertama yang paling logis tentu saja memeriksa sisa ruang di hard disk. Buka File Explorer dan lihat bar kapasitas drive kalian. Kalau warnanya sudah merah dan hampir penuh, wajar saja Windows menolak menyimpan data baru. Solusinya simpel: hapus file sampah, kosongkan Recycle Bin, atau pindahkan data besar ke eksternal drive atau cloud. Kayaknya sepele, tapi seringkali kita lupa bersih-bersih file digital.
  2. Jalankan Perintah CHKDSK (Check Disk)
    Kalau space masih lega tapi error tetap muncul, sepertinya ada sektor yang bermasalah di hard disk kalian. Kalian bisa menggunakan fitur bawaan Windows untuk memperbaikinya. Caranya, buka Command Prompt (CMD) namun pastikan kalian membukanya dengan opsi Run as administrator. Ketik perintah chkdsk /f /r C: (ganti huruf C dengan huruf drive yang bermasalah), lalu tekan Enter. Proses ini akan memindai dan memperbaiki bad sector secara otomatis. Kalian mungkin perlu merestart komputer agar proses ini berjalan sempurna.
  3. Verifikasi Izin Akses (Permissions)
    Terkadang masalahnya bukan pada fisik disk, tapi pada rule atau aturan aksesnya. Klik kanan pada folder atau drive yang bermasalah, pilih Properties, lalu masuk ke tab Security. Di sini, periksa apakah akun pengguna kalian ada di dalam daftar. Pastikan opsi Write atau Modify sudah dicentang pada kolom Allow. Kalau belum, klik Edit dan berikan izin tersebut. Tanpa izin ini, Windows akan terus menganggap akses kalian ilegal.
  4. Update atau Instal Ulang Driver Disk
    Driver yang korup atau tidak kompatibel bisa bikin komunikasi antara OS dan hardware jadi ngaco. Masuklah ke Device Manager, cari bagian Disk drives. Klik kanan pada nama hard disk kalian, lalu pilih Update driver. Kalau masih nggak mempan, coba pilih Uninstall device, lalu restart komputer kalian. Windows biasanya akan secara otomatis menginstal ulang driver yang segar dan kompatibel saat booting ulang.
  5. Cek Pengaturan Software Pihak Ketiga
    Kalau semua cara di atas belum berhasil, coba ingat-ingat apakah kalian baru saja menginstal antivirus atau software manajemen disk baru? Mereka kadang memiliki fitur “folder protection” yang memblokir perubahan file. Coba matikan sementara fitur tersebut atau nonaktifkan antivirus sebentar saja untuk mengetes apakah error masih muncul.

Dari perspektif praktis dan pengalaman kami di lapangan, error semacam ini memang seringkali bikin dahi berkerut, tapi jarang sekali menandakan kerusakan hardware yang fatal kecuali hard disk kalian memang sudah berumur tua. Kuncinya adalah sabar menelusuri satu per satu kemungkinan penyebabnya, mulai dari yang paling gampang seperti membuang file sampah, hingga mengutak-atik permission. Begitunya sudah ketemu celahnya, komputer kalian pasti bisa diajak kerja sama lagi.

Terimakasih sudah menyimak pembahasan teknis minggu ini, rekan-rekanita. Semoga tips di atas bisa menjadi solusi jitu buat kalian yang sedang pusing menghadapi hard disk yang “mogok” kerja. Jangan lupa untuk selalu melakukan backup data secara rutin, karena mencegah itu jauh lebih baik daripada panik belakangan. Sampai jumpa di artikel teknologi berikutnya!

Terbaru

  • Apa Itu Extend Volume? Ini Cara Memperluas Drive C di Windows 11
  • Ini Trik AFK Fish It Roblox Pakai LDCloud, Auto Panen Ikan Tanpa Bikin HP Panas!
  • Apa itu Game Zenless Zone Zero (ZZZ) HoYoVerse? Ini Cara Mainnya
  • Cuma Kurang 1 Rupiah! Misteri Lucky Draw Akulaku Rp300 Ribu, Bisa Cair Nggak Sih?
  • Video Melolo Cuma Layar Hitam? Ini Trik Ampuh Mengatasinya, Pasti Berhasil!
  • Mau Simpan Video Twitter dan TikTok Tanpa Aplikasi? Begini Cara Praktis Pakai VidsSave!
  • Mau Gaji Dolar? Gini Caranya Tembus Kerja di Australia, Jangan Sampai Salah Visa!
  • Belum Tahu? Inilah Fakta MigoReels, Katanya Nonton Drama Bisa Dapat Rp700 Ribu!
  • Apa Itu Event Invite Friends CapCut? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya Biar Cuan
  • Apa Itu MJ di FF? Ini Pengertian, Asal-Usul, dan Risiko di Balik Istilah Tersebut
  • Apa Itu Pengertian Penonaktifan SPayLater? Ini Durasi Blokir Akibat Telat Bayar
  • Apa Itu Rasio Gambar Ukuran 1:1 di Canva? Ini Pengertian dan Cara Buatnya
  • Pengiriman Shopee Express Hemat itu Berapa Lama? Ini Pengertian dan Estimasi Sampainya
  • Android 2025: Aplikasi Baru dan Smartphone Impian yang Akan Datang!
  • Apa Itu Google AI Pro Ultra? Ini Pengertian dan Penjelasan Lengkapnya
  • Apa Itu Error Gagal Kirim Nilai RDM 3.1? Ini Pengertian dan Solusi Mengatasinya
  • Facebook Mulai Batasi Link Eksternal Cuma 2 Sebulan! Ini Trik Mengatasinya
  • Cara Nonton Tensura Season 4! Bakal Tayang April 2026 dengan Format 5 Cour
  • Belum Tahu? Inilah Trik Supaya Live TikTok Kalian Aman dan Banjir Cuan
  • Pixel 8 Dapatkan Mode Panorama Baru! Hasil Foto Lebih Luas & Lebih Kreatif
  • Apa Itu AppLocker? Ini Pengertian dan Cara Mengamankan Windows 11 Kalian dari Skrip Jahat
  • Cara Membuat Riwayat Copilot Kamu Tetap Bersih dan Rapi!
  • Game & Aplikasi Android Terbaik Saat Diskon Liburan Natal! Jangan Ketinggalan!
  • Apa Itu Game Prison Escape Journey? Ini Pengertian dan Cara Mainnya untuk Pemula
  • “Listrik Gratis” dari Solar Panel Cuma Mitos?! Ini Sisi Gelap PLTS
  • Samsung Galaxy Z-Fold: Uji Jatuh Bebas yang Mengguncang Keandalan Lipatannya
  • Google One 2026: Apa yang Akan Jadi Fitur Utama dan Harga yang Diharapkan?
  • Apa Itu Error 0x800704f8? Ini Pengertian dan Cara Mengatasinya
  • Android Akhirnya Dapat GPS Darurat di India! Setelah Hampir 10 Tahun
  • Apa Itu GetContact Premium? Ini Pengertian dan Cara Daftarnya
  • Apa itu Cosmic Desktop: Pengertian dan Cara Pasangnya di Ubuntu 26.04?
  • Apa Itu Auvidea X242? Pengertian Carrier Board Jetson T5000 dengan Dual 10Gbe
  • Elementary OS 8.1 Resmi Rilis: Kini Pakai Wayland Secara Standar!
  • Apa Itu Raspberry Pi Imager? Pengertian dan Pembaruan Versi 2.0.3 yang Wajib Kalian Tahu
  • Performa Maksimal! Ini Cara Manual Update Ubuntu ke Linux Kernel 6.18 LTS
  • Prompt AI Tahun Baruan di Bundaran HI
  • Prompt AI Pamer iPhone 17 Pro Max Orange
  • Apa itu GPT 5.2 di Microsoft Copilot? Ini Pengertian dan Keunggulannya
  • Apa Itu Iklan ChatGPT? Mengenal Sponsored Content yang Bakal Muncul di Hasil Pencarian AI
  • Tutorial RAG: Inilah 7 Repository GitHub Terbaik untuk Membangun Sistem AI Sendiri
  • Apa itu CVE-2025-68664? Memahami Celah Keamanan LangGrinch pada LangChain
  • Kronologi Kasus Pencurian Data Karyawan Data Breach Korean Air 2025
  • Ini Kronologi Hack Memalukan Trustwallet di Natal 2025
  • Apa Itu Insiden Eksploitasi Sistem Rainbow Six Siege? Ini Penjelasannya
  • Apa Itu Docker Hardened Images (DHI)? Ini Definisi dan Penjelasannya
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme