Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
Cara Menghapus Data KTP di Pinjol

Malware Glassworm Serang Lagi VSCode, Hati-hati!

Posted on December 2, 2025

Malware Glassworm kembali muncul dengan gelombang ketiga serangan, kali ini melalui paket-paket VSCode (Visual Studio Code) yang terinfeksi. Menurut laporan terbaru dari BleepingComputer, ini menandai peningkatan signifikan dalam taktik yang digunakan oleh pelaku kejahatan siber dalam menyebarkan Glassworm, sebuah malware yang terkenal karena kemampuannya untuk menginfeksi sistem Windows dan melakukan aktivitas berbahaya seperti pencurian data dan kompromi sistem.

Gelombang pertama serangan Glassworm pada tahun 2022, dan gelombang kedua pada tahun 2023, memanfaatkan paket VSCode yang tampak sah untuk menarik perhatian pengguna. Kali ini, pelaku kejahatan siber telah meningkatkan upaya mereka dengan menyematkan Glassworm ke dalam paket VSCode yang lebih banyak dan lebih halus, sehingga mempersulit deteksi oleh perangkat lunak antivirus tradisional. Para penyerang menggunakan teknik ‘packing’ untuk mengemas malware ke dalam file yang terkompresi, menyembunyikannya dari deteksi. Ketika pengguna membuka paket VSCode yang terinfeksi, malware tersebut dieksekusi dan mulai menginfeksi sistem.

Glassworm adalah bagian dari keluarga malware yang lebih besar, yang sering disebut sebagai ‘vsCode’ atau ‘Glassworm’, karena keterkaitannya dengan paket VSCode yang digunakan untuk distribusi. Setelah masuk ke sistem, Glassworm melakukan beberapa tindakan berbahaya. Pertama, ia mengunduh dan menjalankan program berbahaya lainnya, yang dikenal sebagai ‘dropper’, yang menginstal lebih banyak malware ke sistem. Kedua, ia membuat koneksi ke server Command & Control (C&C) yang dikendalikan oleh penyerang, memungkinkan penyerang untuk mengendalikan sistem yang terinfeksi dan menginstruksikannya untuk melakukan aktivitas berbahaya.

Tindakan berbahaya yang dilakukan oleh Glassworm termasuk mencuri kredensial login, menginstal keylogger untuk mencatat ketikan pengguna, mengunduh dan menjalankan ransomware, dan bahkan menggunakan sistem yang terinfeksi sebagai bagian dari botnet untuk meluncurkan serangan siber lainnya. Selain itu, Glassworm dapat mengubah pengaturan sistem, menginstal backdoor, dan menghapus file penting, menyebabkan kerusakan sistem yang signifikan.

BleepingComputer merekomendasikan beberapa langkah untuk melindungi diri dari serangan Glassworm dan malware serupa. Pertama, hanya unduh paket VSCode dari sumber resmi dan tepercaya. Kedua, selalu berhati-hati saat membuka file yang diunduh dari internet, terutama jika sumbernya tidak dikenal. Ketiga, pastikan perangkat lunak antivirus dan firewall selalu aktif dan diperbarui. Keempat, pantau aktivitas sistem Anda untuk tanda-tanda infeksi, seperti proses yang tidak dikenal atau lalu lintas jaringan yang mencurigakan. Terakhir, pertimbangkan untuk menggunakan solusi keamanan tambahan, seperti anti-malware berbasis cloud, untuk memberikan perlindungan tambahan. Penting untuk diingat bahwa pencegahan adalah kunci untuk melindungi diri dari serangan malware. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat secara signifikan mengurangi risiko menjadi korban serangan Glassworm atau malware berbahaya lainnya.

Sumber: https://fluidattacks.com/blog/glassworm-vs-code-extensions-supply-chain-attack https://www.bleepingcomputer.com/news/security/glassworm-malware-returns-in-third-wave-of-malicious-vs-code-packages/

Terbaru

  • Boxville 2 Gratis di Playstore, Plus Diskon Lainnya!
  • Cara Atasi Masalah Pembacaan Suara (Read Aloud) di Windows Copilot Tidak Berfungsi
  • Kementerian Kesehatan Inggris Akui Data Breach, Akibat Zero-day Oracle DB?
  • Google Akan Perkenalkan Autofill Google Wallet di Chrome untuk Pembayaran Lebih Mudah
  • Google Pixel Akan Perkenalkan Launcher Device Search Baru, Lebih Cepat dan Pintar
  • Hacker Serang Bug VPN di ArrayOS AG untuk Menanam Web Shell
  • Cara Menonaktifkan Error “ITS Almost time to restart in Windows”
  • Google Fi Mendukung Panggilan Telepon RCS Melalui Web, Lebih Mudah dan Efisien
  • Data Breach Marquis: Hajar Lebih Dari 74 Bank dan Koperasi AS
  • Google Search Akan Adopsi ‘Continuous Circle’ untuk Hasil Pencarian Terjemahan, Lebih Cerdas dan Kontekstual
  • Rusia Memblokir Roblox Karena Distribusi ‘Propaganda LGBT’
  • Google Gemini Redesain Web Total di Desember 2025, Fokus UX yang Lebih Baik
  • Apa itu Google Workspace Studio? Tool Baru untuk Pembuat Konten?
  • Cara Menggunakan Xbox Full-Screen Experience di Windows
  • Korea Tahan Tersangka Terkait Penjualan Video Intim dari Kamera CCTV yang Diretas
  • Kebocoran Galaxy Buds 4 Mengungkap Desain dan Fitur Baru, Mirip Apple?
  • Sudah Update Windows KB5070311 dan Apa Saja Yang Diperbaiki?
  • Cara Menonaktifkan Fitur AI Actions (Tindakan AI) di Menu Windows Explorer
  • Microsoft Edge AI vs. OpenAI’s Atlas Browser: Perbandingan dan Perbedaan Utama
  • Cara Memasang Folder Sebagai Drive di Windows 11
  • Cara Memperbaiki Error 0xC1900101 0x40021 pada Update Windows 11
  • Malware Glassworm Serang Lagi VSCode, Hati-hati!
  • Walmart dan Google Bermitra untuk Kamera Rumah Google Home: Pengalaman Langsung
  • Gemini Dapat Bisa Atur Perangkat Rumah Melalui Home Assistant Pakai Suara, Desember 2025
  • Asahi, Produsen Bir Jepang, Akui Kebocoran Data 15 Juta Pelanggan
  • Google Messages Ada Fitur Baru: Pesan Grup, Mode Gelap dan Integrasi dengan Google Duo
  • 5 Laptop ASUS Terbaik dengan Tampilan Mewah dan Build Quality Premium
  • Pria di Balik Serangan ‘Twin Wifi’ Mencuri Wifi, Dikenakan Hukuman 7 Tahun Penjara
  • Google Kembangkan Fitur Baru untuk Tugas di Keep, Lebih Terintegrasi dengan Kalender
  • Google Akan Luncurkan Laptop dan Ponsel Android Baru di Tahun 2025: Murah & Spesifikasi Tinggi
  • Boxville 2 Gratis di Playstore, Plus Diskon Lainnya!
  • Cara Atasi Masalah Pembacaan Suara (Read Aloud) di Windows Copilot Tidak Berfungsi
  • Kementerian Kesehatan Inggris Akui Data Breach, Akibat Zero-day Oracle DB?

©2025 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme