Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
Pixel Watch 4

Mous Pixel Watch 4 Akan Hadir dengan Charger Baru dan Fitur-Fitur Terbaru

Posted on December 16, 2025

Rumor soal gadget wearable memang nggak ada habisnya, dan kali ini giliran Google yang bikin heboh jagat teknologi. Berdasarkan laporan terbaru yang kami pantau dari 9to5Google, Google tampaknya sedang bersiap meluncurkan Pixel Watch 4 dengan segudang pembaruan. Rasanya sayang banget kalau kalian melewatkan info soal perombakan sistem pengisian daya dan sensor kesehatannya yang diklaim makin canggih ini.

Mari kita bedah satu per satu, dimulai dari apa yang paling mencolok mata, yaitu sistem pengisian dayanya. Google sepertinya benar-benar mendengar keluhan pengguna terdahulu dengan menghadirkan apa yang mereka sebut sebagai ‘Pixel Watch Charger’. Desainnya nggak lagi kaku, melainkan jauh lebih ramping dan minimalis. Jika dilihat dari bocorannya, charger ini menggunakan teknologi nirkabel yang didesain untuk menutupi seluruh permukaan belakang jam. Secara estetika, ini memberikan tampilan yang jauh lebih terpadu dan “bersih” saat jam sedang diisi daya.

Kalian mungkin berpikir, “Ah, cuma charger doang.” Tapi tunggu dulu, kepraktisannya justru ada pada detail kecilnya. Charger ini kabarnya dilengkapi dengan kabel USB-C. Artinya, kira-kiranya kalian nggak perlu lagi ribet bawa banyak jenis kabel saat bepergian; satu kabel USB-C bisa dipakai bergantian untuk ponsel, tablet, dan sekarang jam tangan pintar kalian. Begitunya Google mendesain ekosistem, tujuannya jelas untuk memangkas kerumitan.

Bergeser ke bagian dalam, ada peningkatan yang kuranglebihnya bakal bikin para pegiat olahraga tersenyum lebar. Google mengklaim telah meningkatkan akurasi sensor detak jantung pada Pixel Watch 4 ini. Kami tahu, akurasi adalah isu sensitif di dunia wearable, dan peningkatan ini diklaim membuat perangkat jauh lebih andal dibandingkan generasi sebelumnya. Bagi kalian yang menjadikan data kesehatan sebagai patokan harian, sepertinya fitur ini bakal jadi nilai jual utama.

Nggak berhenti di situ, Pixel Watch 4 juga digadang-gadang bakal mendukung pemantauan kadar oksigen darah (SpO2) secara berkelanjutan. Ini bukan fitur gimik semata. Dengan kemampuan memantau secara real-time, kalian bisa mendapatkan gambaran kesehatan yang lebih utuh. Rasanya fitur ini akan sangat krusial, terutama bagi kalian yang tinggal di area perkotaan dengan kualitas udara yang buruk atau bagi mereka yang memang punya concern khusus pada kesehatan pernapasan. Data yang disajikan nantinya bisa jadi alarm awal jika ada yang nggak beres dengan tubuh kalian.

Lalu bagaimana dengan performanya? Kami mendapatkan info bahwa perangkat ini akan ditenagai oleh chipset yang jauh lebih bertenaga. Implikasinya jelas: kecepatan dan responsivitas. Nggak ada lagi cerita jam tangan lemot saat membuka aplikasi berat atau sekadar scrolling menu. Pengalaman penggunaannya dijanjikan bakal jauh lebih mulus dan nyaman, atau setidaknya, segitunya lah harapan kita semua terhadap upgrade hardware ini.

Tentu saja, performa tinggi biasanya memakan daya besar. Namun, Google berjanji untuk meningkatkan efisiensi daya pada seri ini. Walaupun angka pastinya belum mereka buka ke publik, ada indikasi kuat bahwa masa pakai baterai akan lebih awet. Jadi, kalian nggak perlu sebegitunya khawatir kehabisan daya di tengah hari saat aktivitas sedang padat-padatnya.

Terakhir, soal gaya. Google diperkirakan akan meluncurkan berbagai macam strap atau tali jam baru. Ini memungkinkan kalian untuk melakukan mix and match sesuai outfit atau acara, entah itu untuk lari pagi atau meeting formal. Variasi ini menambah daya tarik visual yang membuat Pixel Watch 4 nggak cuma pintar, tapi juga modis.

Dari perspektif kami di meja redaksi, Pixel Watch 4 ini sepertinya bukan sekadar update minor, melainkan sebuah lompatan yang cukup signifikan untuk memperbaiki kelemahan generasi sebelumnya. Dengan kombinasi charger yang lebih praktis, sensor kesehatan yang lebih valid, serta jeroan mesin yang lebih ngebut, perangkat ini punya potensi besar untuk mendominasi pasar. Bagi rekan-rekanita yang sedang mencari upgrade atau baru mau terjun ke ekosistem Google, rasanya perangkat ini layak masuk dalam radar belanja kalian tahun ini. Terima kasih sudah menyimak ulasan mingguan ini, sampai jumpa di artikel berikutnya!

Terbaru

  • Testing Goose on Omarchy Linux (App & CLI): The Open-Source Solution for Daily Task Automation
  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Misteri Red John di serial The Mentalist, siapa sih sebenarnya sosok pembunuh yang bikin Patrick Jane frustrasi selama enam musim?
  • David Da Silva sama Ciro Alves kok belum masuk Timnas ya? Padahal sudah urus naturalisasi
  • Lagi-lagi rame soal video kakak adik di mobil, warga diingatkan jangan asal klik link sembarangan
  • Lagi rame cari download FF Astute Beta OB52 APK, mending hati-hati jangan asal instal biar akun aman
  • Reza Auditore kena meme jadi Duta Besar Israel? Cek faktanya biar nggak kemakan shitpost netizen

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme