Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
China kembangan Tiruan SpaceX Dragon Capsule Tapi Gagal

Kapsul Luar Angkasa China Ini Bisa Mendarat Selembut Awan, SpaceX Bakal Ketar-ketir?

Posted on January 3, 2026

Kalian mungkin sempat ngelihat video yang agak burem di beberapa bagian ini dan langsung mikir, “Wah, ini sih kapsul Blue Origin punya Jeff Bezos.” Tapi bentar dulu, kalian sepertinya perlu teliti lagi karena ini sebenarnya adalah pesawat luar angkasa berawak terbaru milik China. Kenapa gambarnya dibikin burem di beberapa titik? Ternyata mereka lagi berusaha ngerahasiain teknologi yang mereka sebut sebagai konsep pendaratan kayak awan atau cloudlike landing.

Katanya sih, teknologi ini bakal ngebantu kendaraan luar angkasa mereka buat mendarat dengan sangat lembut, selembut awan gitu. Mungkin kalian bakal nanya, emangnya China punya teknologi kayak gitu? Dan yang lebih bikin penasaran lagi, apa mungkin teknologi ini jauh lebih keren daripada Crew Dragon punyanya SpaceX? Nah, kita bakal ngebahas tuntas soal apa yang sebenarnya lagi mereka kerjain di sana.

Tepat pada tanggal 28 Desember 2025, sebuah perusahaan bernama Beijing Interstellar sukses banget nyelesein uji simulasi dorong statis buat modul uji pesawat luar angkasa CYZ1 mereka. Ini tuh sebenarnya langkah yang gede banget buat sistem bantalan pendaratan pesawat luar angkasa berawak pertama di China yang dikembangin secara mandiri sama Interstellar. Buat ngejalanin tes ini, tim mereka harus kerja keras bareng banyak mitra, mulai dari kru perakitan, pengelola lokasi tes, sampai tim pengumpul data biar bisa nyiptain simulasi pendaratan di darat yang kerasa nyata banget. Tujuan utamanya sih buat ngetes sistem bantalan pendaratan itu sendiri, ngelihat gimana performanya pas nerima dorongan statis, gimana mesin-mesinnya kerja barengan, dan yang paling penting, apakah sistem ini bisa dipake lagi atau nggak di masa depan. Pas tesnya jalan, ada beberapa mesin yang nyala dan mati dengan mulus banget dan barengan, yang akhirnya ngasilin dorongan stabil sambil jagain kapsul tesnya tetap seimbang sepanjang waktu. Hasilnya ternyata pas banget sama apa yang diprediksi sama para insinyur mereka, yang sekaligus ngebuktiin kalo konsep pendaratan dorong balik ini nggak cuma inovatif, tapi juga bener-bener bisa dipraktekin.

Kapsul kru ini emang menarik banget buat kita ulik bareng-bareng. Kalo kita ngebaca detail yang dibagikan di situs resmi mereka, kapsul uji CYZ1 ini ukurannya full-size dengan diameter sekitar 4 meter dan tinggi sekitar 3 meter. Mereka ngerancang kapsul ini supaya bisa dipake berulang kali dengan target tingkat penggunaan kembali sampai 99%. Ini keren sih, apalagi ini jadi upaya pertama China di sektor penerbangan luar angkasa berawak komersial. Kapsulnya pake sistem penyelamatan diri tipe dorong dan sanggup nampung sampai tujuh orang kru dengan total berat nggak lebih dari 8 ton. Salah satu fitur yang paling mencolok menurut kita adalah jendela pengamatannya yang gede banget, ukurannya sekitar 1,2 meter kali 1 meter. Di dalamnya ada ruang sekitar 25 meter kubik, dan mereka sengaja nyisain ruang kosong di tengah kapsul biar para penumpang ngerasa lebih nyaman dan leluasa bergerak. Mereka juga nargetin akurasi pendaratan dalam radius 100 meter doang, dan tiap misinya diperkirain bakal ngasih pengalaman terbang sekitar 20 sampai 30 menit. Karena ukurannya lebih gede dan beratnya lebih mantap, tantangannya juga otomatis makin susah, mulai dari desain sistem yang kompleks sampai tingkat presisi manufaktur yang harus jauh lebih ketat dibanding kapsul-kapsul kecil biasanya.

Desain dinding samping kapsul ini juga nggak sembarangan karena pake bentuk hiperboloid yang perannya penting banget buat ngejaga keseimbangan antara aerodinamika sama kekuatan struktur. Jadi bukannya pake lengkungan tetap yang simpel, bentuknya tuh berubah-ubah secara halus di sepanjang badan kapsul. Hal ini ngebantu banget buat ningkatin performa aerodinamis pas pesawatnya masuk lagi ke atmosfer bumi, sekaligus bikin volume di dalem kapsul jadi lebih maksimal. Hasilnya, ruang yang bisa dipake di dalem jadi lebih lega, jadi kalian atau penumpang lainnya punya ruang lebih buat gerak-gerak pas ngerasain momen tanpa bobot yang singkat tapi berharga itu. Kabinnya sendiri tingginya sekitar 3 meter dan pake desain cangkang kaku satu bagian yang dindingnya tipis tapi kuat. Kayaknya sih ini kombinasi yang susah banget buat dibikin karena harus ringan buat peluncuran tapi juga harus super kuat buat nahan tekanan dan benturan pas mendarat, sambil tetap mastiin semua kru di dalemnya aman-aman aja.

Uji simulasi dorong statis yang mereka lakuin itu emang bagian inti dari pengembangan sistem bantalan pendaratan. Data dari tes ini ngasih validasi kunci buat konsep cloudlike landing yang diusulin buat pesawat CYZ1. Idenya adalah bikin pendaratan jadi jauh lebih aman dan nyaman dengan cara ngatur gimana pesawat itu ngeredam benturan. Dengan teknologi ini, kapsulnya ditargetin buat nyentuh tanah dengan gaya benturan yang sangat rendah, jadi pendaratannya bakal kerasa mulus banget, kayak lagi diangkat sama awan terus turun pelan-pelan lewat kabut. Pas orang ngedenger soal kapsul kru, biasanya yang langsung kepikiran adalah Crew Dragon punya SpaceX. Dan kayaknya emang itu standar yang mau dicapai sama perusahaan China ini. Beijing Interstellar sendiri baru berdiri Januari 2023 dan mereka memposisikan diri sebagai perusahaan komersial pertama di China yang khusus nanganin teknologi penerbangan luar angkasa berawak. Fokus mereka ya ngembangin pesawat yang bisa dipake lagi dan ujung-ujungnya bakal jalanin misi wisata luar angkasa. Target jangka panjang mereka sih pengen ngebangun versi Dragon-nya China dan bikin perjalanan bolak-balik Bumi ke luar angkasa jadi lebih rutin dan murah, baik buat misi nasional maupun pelanggan komersial.

Interstellar ini punya visi pengembangan jangka panjang yang jelas banget dan dibagi jadi tiga tahap besar. Sekarang fokus mereka masih di CYZ1, yaitu pesawat luar angkasa berawak komersial suborbital yang bisa dipake lagi. Tahap ini diperkirain bakal makan waktu sekitar tiga sampai empat tahun, dengan rencana penerbangan suborbital tanpa awak pertama di tahun 2026 dan target nyelesein persiapan buat penerbangan berawak komersial pertama di tahun 2028. Kalo kita ngelihat lebih jauh ke depan, mereka punya rencana buat ngenalin CYZ2, pesawat luar angkasa buat orbit rendah Bumi dalam 6 sampai 10 tahun ke depan. Pesawat ini nantinya bakal ngedukung misi docking atau nempel di stasiun luar angkasa, sampe transportasi dari satu titik ke titik lain di Bumi lewat luar angkasa. Bayangin aja, ini bisa ngebuka peluang buat pembangunan hotel luar angkasa atau perjalanan antarbenua super cepat. Idenya emang mau ngerubah cara kita bepergian jarak jauh di masa depan. Terus buat jangka panjangnya lagi, sekitar 12 sampai 15 tahun ke depan, mereka pengen ngembangin CYZ3 buat misi luar angkasa dalam, termasuk wisata bulan komersial dan ngebangun ekosistem ekonomi antara Bumi dan Bulan. Ambisi mereka ini sejalan banget sama program eksplorasi bulan berawak nasional China yang udah masuk tahap pengembangan prototipe dan nargetin pendaratan manusia pertama di bulan sebelum tahun 2030.

Program CYZ1 ini jalan barengan sama upaya nasional tadi dan sekarang udah resmi masuk ke fase pengembangan teknik, di mana prototipe pesawatnya lagi diproduksi. Di saat yang sama, Interstellar udah ngumpulin tim penerbangan luar angkasa komersial paling lengkap di China saat ini, yang punya kemampuan mulai dari riset, pengembangan, sampai operasional. Setelah setahun lebih ngelakuin studi teknis dan validasi konsep, tim mereka udah nyelesein desain detail buat seluruh konfigurasi pesawat, mulai dari sistem penyelamatan, aerodinamika, lintasan terbang, struktur kapsul, sampai sistem pendukung kehidupan di dalamnya. Mereka juga udah kerjasama sama produsen roket domestik terkemuka buat nyari opsi kendaraan peluncur sama lokasi peluncuran dan pemulihan yang pas, biar fondasi buat misi suborbital masa depan makin kokoh. Tahun 2025 sendiri jadi tahun yang super aktif buat program luar angkasa China, di mana mereka berhasil nyetak rekor baru dan nunjukin kemajuan yang stabil di berbagai sektor.

Dengan total 93 peluncuran orbital yang berhasil diselesaikan sepanjang tahun 2025, China bener-bener nunjukin kematangan operasional sekaligus ambisi yang makin gede. Sektor penerbangan luar angkasa berawak tetep jadi pilar utama, di mana stasiun luar angkasa Tiangong terus-terusan diisi sama kru sepanjang tahun meski sempat ada kejadian darurat yang nggak disangka-sangka. Misi Shenzhou 19 ngebuka tahun itu dengan kegiatan spacewalk buat masang pelindung dari sampah luar angkasa, terus disusul sama kedatangan kru Shenzhou 20 di bulan April. Selama enam bulan, mereka ngelakuin eksperimen sains kehidupan, ngetes sistem asisten AI baru, dan beberapa kali jalan-jalan di luar angkasa. Di bulan Oktober, kru Shenzhou 21 dateng buat rotasi rutin, tapi rencana itu berubah drastis di bulan November setelah ada sampah luar angkasa yang nabrak jendela pesawat Shenzhou 20. Sebagai langkah pencegahan, kru Shenzhou 20 pulang lebih awal pake Shenzhou 21, yang akhirnya maksa peluncuran darurat Shenzhou 22 buat balikin kemampuan rotasi kru jadi normal lagi. Meskipun ada insiden kayak gitu, operasional di Tiangong tetep jalan lancar, yang ngebuktiin kalo sistem mereka emang tangguh dan fleksibel banget.

Nggak cuma di orbit Bumi, China juga makin maju dalam ambisi luar angkasa dalam mereka lewat peluncuran misi pengembalian sampel asteroid Tianwen-2 di bulan Mei. Pesawat itu udah mulai perjalanan panjangnya menuju asteroid Kamo’oalewa dan udah ngirim balik foto-foto Bumi sama Bulan nggak lama setelah berangkat. Di akhir tahun 2025, Tianwen-2 udah berada di jalur yang bener dengan rencana pendaratan di tahun 2026, ngumpulin sampel di 2027, dan balik ke Bumi tahun 2029 sebelum lanjut lagi ke asteroid kedua. Misi ini jadi langkah gede banget buat kemampuan ilmu pengetahuan planet China. Selain itu, kemajuan signifikan juga kerasa di misi bulan berawak. Ada tes sukses sistem penyelamatan peluncuran kapsul kru Mengzhou, simulasi pendaratan dan lepas landas buat pendarat bulan Lanyue, sampai beberapa kali uji pembakaran statis buat roket Long March 10 yang kuat banget. Semua pencapaian ini makin ngebuktiin kalo target mereka buat naruh astronot di bulan sebelum 2030 itu bukan sekadar omong kosong, tapi dikerjain secara metodis dan stabil.

Masalah roket yang bisa dipake lagi atau reusable launch vehicles juga jadi tema besar di tahun 2025. Meskipun jumlah yang terbang nggak sebanyak yang diperkirain di awal, ada dua misi debut bersejarah di bulan Desember. Roket Zhuque-3 punya LandSpace sama roket Long March 12A dari Shanghai Academy of Spaceflight Technology sama-sama berhasil nyampe orbit dan nyoba buat ngelakuin pemulihan booster. Walaupun nggak ada booster yang mendarat utuh, kedua penerbangan itu nunjukin kemajuan yang nyata banget dan nempatin China di jalur yang bener menuju sistem peluncuran rutin yang bisa dipake lagi. Di orbit Bumi sendiri, aktivitas satelit juga makin rame. Armada satelit komunikasi TJSW jumlahnya jadi dua kali lipat, terus China sepertinya juga udah berhasil ngebuktiin pengisian bahan bakar otonom di luar angkasa lewat pesawat Shiyan 25 dan Shiyan 21. Kemampuan kayak gini bisa ngerubah cara satelit dirawat dan bikin umurnya jadi lebih panjang. Satelit-satelit dalam jumlah besar atau konstelasi juga makin gencar diluncurin, dengan hampir 200 satelit buat broadband, IoT, navigasi, dan jaringan komputer yang dipimpin sama sistem Guo Wang milik pemerintah.

Kalo kita nengok ke tahun 2026, momentum ini kayaknya nggak bakal melambat. Program luar angkasa China bakal makin sibuk lagi. Salah satu perkembangan paling gede yang bakal muncul adalah debut versi kargo yang bisa dipake lagi dari kendaraan peluncur kru terbaru China. Pejabat di sana udah ngasih kode kalo peluncuran pertamanya bisa kejadian di paruh pertama tahun ini, yang jadi langkah penting buat ningkatin frekuensi peluncuran sekaligus nekan biaya. Perusahaan China Rocket juga udah ngonfirmasi di pertengahan Desember kalo mereka nargetin buat nerbangin roket bahan bakar cair baru yang bisa dipake lagi dengan diameter 5 meter di awal tahun 2026. Meskipun detailnya masih pelan-pelan keluar, roket ini jelas dibangun pake teknologi yang dikembangin buat Long March 10A, yaitu roket yang emang dirancang buat ngeluncurin pesawat berawak Mengzhou ke stasiun Tiangong. Long March 10A sendiri diperkirain bakal terbang perdana di 2026 dan punya peran kunci dalam tujuan jangka panjang China ngirim astronot ke bulan.

Keluarga roket Long March 10 ini sebenernya punya akar dari Long March 5 yang pertama kali terbang tahun 2016. Versi yang lebih gede lagi direncanain buat misi bulan di masa depan buat bawa kru sekaligus pendaratnya. Dalam waktu dekat, varian yang sering disebut Long March 10B kayaknya bakal dioptimalin buat bawa muatan gede ke orbit. Dari informasi yang dibagikan di forum kedirgantaraan internasional, versi ini bisa ngangkat sekitar 11.000 kg ke orbit setinggi 900 km, jadi cocok banget buat masang satelit-satelit konstelasi Guo Wang. Roket ini rencananya bakal diluncurin dari Wenchang dan mungkin bakal pake mesin tahap kedua berbahan bakar metana dan oksigen cair, yang merupakan upgrade dari mesin minyak tanah yang dipake di varian lain. Buat ngedukung upaya penggunaan kembali roket ini, mereka juga udah ngenalin kapal pemulihan baru yang dirancang buat nangkep bagian roket yang balik pake sistem jaring, yang nunjukin kalo rencana mereka emang makin ambisius. Semua ini nyambung ke ambisi China buat ningkatin jadwal peluncuran mereka secara drastis. Konstelasi satelit gede harus dipasang sesuai jadwal ketat buat menuhi regulasi internasional, dan roket yang bisa dipake lagi adalah kunci dari strategi itu.

Selain masalah roket peluncur, tahun 2026 juga bakal bawa banyak tonggak sejarah lainnya. Misi Chang’e 7 bakal berangkat menuju kutub selatan bulan, pesawat Mengzhou bakal ngelakuin penerbangan orbital pertamanya, dan stasiun Tiangong bakal kedatangan tamu internasional pertama mereka barengan sama astronot yang bakal tinggal di sana selama satu tahun penuh, yang bakal mecahin rekor. Ada juga harapan kalo teleskop luar angkasa Xuntian yang udah lama ditunda akhirnya bisa diluncurin. Sementara itu, roket Zhuque-3 dijadwalin buat balik terbang dan lanjutin percobaan pemulihan booster mereka di akhir tahun. Intinya sih, China lagi bener-bener ngegas di luar angkasa, dan kita sebagai penonton cuma bisa nunggu kejutan-kejutan apa lagi yang bakal mereka kasih.

Oke, itu tadi pembahasan kita soal ambisi luar angkasa China yang makin hari makin nggak masuk akal kerennya. Dari pendaratan selembut awan sampai rencana bikin hotel di luar angkasa, semuanya nunjukin kalo masa depan eksplorasi luar angkasa nggak cuma didominasi sama satu atau dua pihak aja. Kita lihat aja nanti gimana persaingannya sama SpaceX atau Blue Origin di tahun-tahun mendatang. Makasih banyak udah nyimak sampai habis, semoga info ini bermanfaat buat nambah wawasan kalian semua. Sampai ketemu di tulisan atau bahasan seru lainnya ya, rekan-rekanita!

Terbaru

  • Perkuat Kemandirian Industri Alat Kesehatan Nasional, Astra Komponen Indonesia Hadirkan Alat Kesehatan Berbasis Teknologi Digital
  • Vidrush, Solusi Produksi Video massal buat Channel Faceless
  • Inilah Higgsfield AI Audio, Trik Canggih Buat Voice Cloning dan Dubbing Video Youtube Otomatis!
  • Everything You Need to Know About Project X and the Rumored AI-Powered Remaster of The Sims 4
  • Inilah Trik Cuan dari Instagram Jadi Affiliator, Tapi Tanpa Perlu Jualan Produk!
  • Inilah 7 Ide Channel YouTube Aneh Tapi Sederhana yang Bisa Kalian Mulai Sekarang Juga!
  • Apa itu Umroh & Keutamaannya: Inspirasi dari pergiumroh.com
  • Belum Tahu? Gini Caranya Dapat Bisnis Sukses Cuma dari Clipping Video Pake AI
  • Inilah Rahasia Perbaiki Algoritma Video YouTube yang Mulai Sepi
  • Kenapa Cicilan di Bank Syariah Itu Tetap?
  • Inilah 7 Produk Digital Paling Realistis untuk Kalian yang Mau Jualan Online Tahun Ini!
  • Inilah 4 Strategi Memilih Niche SEO Terbaik Supaya Blog Kalian Cepat Ranking
  • Ini Trik Supaya Pengunjung Toko Online Kalian Jadi Pembeli Setia Pakai Omnisend!
  • 3 Strategi AI Terbukti Biar Bisnis E-Commerce Kalian Makin Cuan 2026!
  • Inilah 6 Langkah Tembus 5.000 Follower di X, Gini Caranya Supaya Akun Kalian Nggak Stuck Lagi!
  • SEO LinkedIn: Inilah Alasan Kenapa LinkedIn Ads Lebih Efektif Buat Bisnis B2B Dibanding Platform Lain
  • Inilah Alasan Kenapa Kolom Komentar YouTube Kalian Sering Menghilang Secara Misterius!
  • Cara Kelola Auto-Posting Semua Media Sosial Kalian Pakai Metricool
  • Studi Kasus Sukses Instagram Maria Wendt Dapat 12 Juta View Instagram Per Bulan
  • ZenBook S16, Vivobook Pro 15 OLED, ProArt PX13, dan ROG Zephyrus G14, Laptop Bagus dengan Layar OLED!
  • Caranya Ngebangun Website Directory dengan Traffic Tinggi dalam Seminggu!
  • Cara Mengembangkan Channel YouTube Shorts Tanpa Wajah
  • Inilah Cara Menghitung Diskon Baju Lebaran Biar Nggak Bingung Saat Belanja di Mall!
  • Cara Jitu Ngebangun Bisnis SaaS di Era AI Pakai Strategi Agentic Workflow
  • Inilah Rincian Gaji Polri Lulusan Baru 2026, Cek Perbedaan Jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama Sebelum Daftar!
  • Inilah 5 Channel YouTube Membosankan yang Diam-diam Menghasilkan Banyak Uang
  • Inilah Cara Pakai Google Maps Offline Biar Mudik Lebaran 2026 Nggak Nyasar Meski Tanpa Sinyal!
  • Inilah Alasan Mahkamah Agung Tolak Kasasi Google, Denda Rp202,5 Miliar Resmi Menanti Akibat Praktik Monopoli
  • Inilah Cara Daftar dan Syarat SPMB SMK Boarding Jawa Tengah 2026, Sekolah Gratis Sampai Lulus!
  • Inilah Daftar Sekolah Kedinasan 2026 untuk Lulusan SMK, Bisa Kuliah Gratis dan Berpeluang Besar Langsung Jadi CPNS!
  • How to Fix Excel Formula Errors: Quick Fixes for #NAME
  • How to Clear Copilot Memory in Windows 11 Step by Step
  • How to Show Battery Percentage on Windows 11
  • How to Fix VMSp Service Failed to Start on Windows 10/11
  • How to Fix Taskbar Icon Order in Windows 11/10
  • How to Use Orbax Checkpointing with Keras and JAX for Robust Training
  • How to Automate Any PDF Form Using the Power of Manus AI
  • How to Training Your Own YOLO26 Object Detection Model!
  • How to Build a Full-Stack Mobile App in Minutes with YouWare AI
  • How to Create Consistent Characters and Cinematic AI Video Production with Seedance
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme