Pernah ngerasa panik pas lagi di rumah sakit tapi tiba-tiba petugas bilang kartu KIS kalian nggak aktif? Rasanya pasti campur aduk, apalagi kalau lagi butuh penanganan cepat. Biar kejadian kayak gitu nggak menimpa kalian, mending simak cara praktis cek status KIS lewat HP yang kami rangkum di bawah ini.
Memasuki tahun 2026, banyak banget masyarakat yang kaget karena tiba-tiba status bantuan kesehatan mereka berubah. Kayaknya masalah ini makin sering muncul karena adanya perombakan besar-besaran dalam sistem data bantuan sosial nasional. Pemerintah kita memang lagi gencar-gencarnya ngelakuin pembaruan data biar bantuan itu tepat sasaran. Mereka ngebikin sistem baru yang ngebuat jutaan peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran) terdampak langsung.
Kalau ngomongin penyebabnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf sempat nyebutin kalau ada sekitar 7,3 juta peserta PBI yang dinonaktifkan. Hal ini terjadi karena mereka nggak lagi tercantum dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) atau masuk dalam kategori ekonomi Desil 6 sampai 10 yang dianggap sudah mampu. Perubahan ini didasarin sama Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 dan SK Mensos Nomor 3/HUK/2026. Jadi, kalau kalian ngerasa dulu dapet bantuan tapi sekarang kartunya mati, sepertinya kalian perlu ngecek status terbaru di sistem.
Selain karena perubahan data pusat, ada beberapa faktor teknis lain yang bikin KIS nggak aktif. Misalnya aja data NIK kalian yang belum sinkron antara pihak Dukcapil sama BPJS Kesehatan. Kadang juga karena peserta mandiri yang lupa bayar tunggakan, atau mungkin kalian baru pindah kerja sehingga statusnya berubah dari PBI ke PPU (Pekerja Penerima Upah). Makanya, kami sangat nyaranin buat kalian ngecek status kepesertaan minimal sebulan sekali biar nggak kaget pas lagi butuh layanan medis.
Berikut ini adalah beberapa langkah teknis yang bisa kalian lakuin buat ngecek status KIS secara mandiri lewat HP:
- Pengecekan Melalui Aplikasi Mobile JKN
Aplikasi ini adalah kanal utama yang paling disaranin sama BPJS Kesehatan karena fiturnya lengkap banget.- Pertama, kalian harus unduh dulu aplikasinya di Google Play Store atau App Store.
- Silakan login pakai NIK atau nomor kartu BPJS beserta kata sandi yang sudah didaftarin.
- Buat kalian yang belum punya akun, pilih menu “Daftar” dan ikuti proses registrasinya sampai selesai.
- Setelah berhasil masuk ke halaman utama, klik menu bertuliskan “Peserta”.
- Sistem bakal nampilin kartu digital kalian. Perhatiin status di bawah nama; kalau warnanya hijau dan ada tulisan “AKTIF”, berarti aman. Kalau merah, berarti ada masalah yang harus segera kalian urus.
- Pengecekan Melalui Website Resmi BPJS Kesehatan
Cara ini cocok buat kalian yang males instal aplikasi tambahan karena memori HP penuh.- Buka browser di HP kalian, terus kunjungi alamat bpjs-kesehatan.go.id.
- Cari dan pilih menu untuk cek status kepesertaan atau cek iuran yang biasanya terpampang di halaman depan.
- Ketikkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau nomor kartu KIS kalian dengan teliti.
- Masukkan tanggal lahir dan isi kode captcha yang muncul buat verifikasi keamanan.
- Klik tombol cek, dan sistem bakal ngasih tahu status kalian beserta kelas rawatnya secara detail.
- Layanan Chat WhatsApp PANDAWA
Kalau kalian lebih suka komunikasi via chat, BPJS punya layanan PANDAWA yang responsif banget buat ngelayanin peserta.- Simpan dulu nomor resmi PANDAWA di 0811-8750-400 pada kontak HP kalian.
- Kirim pesan singkat kayak “Halo” atau “Menu” buat mulai percakapan.
- Nanti bot bakal ngasih pilihan menu, kalian pilih aja opsi “Cek Status Kepesertaan”.
- Ikuti instruksi buat masukin NIK dan tanggal lahir kalian.
- Perlu diingat, layanan ini cuma beroperasi di jam kerja, yaitu Senin sampai Jumat jam 08.00–15.00 waktu setempat.
- Menghubungi Care Center 165
Metode ini paling pas kalau kalian pengen nanya-nanya lebih detail langsung ke petugas.- Telepon ke nomor 165 dari HP kalian (siapkan pulsa karena ini layanan berbayar).
- Tekan angka 1 buat milih layanan pengecekan status secara otomatis atau tunggu buat ngomong sama operator.
- Sebutin atau masukkan NIK kalian sesuai instruksi suara yang ada.
- Petugas bakal ngejelasin kenapa status kalian aktif atau nggak, bahkan mereka bisa ngasih tahu kalau ada data yang nggak sinkron.
Waktu kalian ngecek, mungkin kalian bakal nemuin beberapa istilah status. “Aktif” artinya kalian bisa pake kartunya kapan aja. “Suspended” atau ditangguhkan biasanya karena ada iuran yang belum dibayar buat peserta mandiri. “Nonaktif” bisa berarti kalian udah dihapus dari data DTSEN atau mungkin ada data ganda. Kalau muncul “Registrasi Ulang”, itu tandanya kalian harus update data ke kantor cabang terdekat karena NIK belum sinkron sama Dukcapil.
Ada juga mitos yang bilang kalau KIS bakal mati kalau nggak dipake selama 3 bulan. Kami tegaskan kalau info itu cuma hoax alias nggak bener. Berdasarkan aturan Permensos Nomor 21 Tahun 2019, kartu kalian nggak bakal nonaktif cuma gara-gara jarang sakit atau jarang ke puskesmas. Penonaktifan itu murni karena urusan administratif atau perubahan status ekonomi, bukan frekuensi pemakaian.
Kalau ternyata KIS kalian nonaktif, jangan langsung nyerah. Buat peserta PBI, kalian bisa lapor ke Dinas Sosial setempat dengan bawa KTP dan KK asli. Nanti petugas di sana bakal ngecek di sistem SIKS-NG apakah kalian masih layak dapet bantuan atau nggak. Kalau emang masih layak, mereka bakal bantu proses reaktivasi. Tapi kalau kalian peserta mandiri, solusinya jauh lebih simpel; kalian tinggal bayar aja tunggakan iurannya lewat ATM atau e-wallet. Biasanya statusnya langsung aktif lagi dalam waktu 1×24 jam setelah pembayaran masuk.
Memastikan KIS tetap aktif itu kayak sedia payung sebelum hujan. Kami sangat nyaranin buat kalian selalu ngecek secara berkala, apalagi dengan adanya kebijakan DTSEN yang baru di tahun 2026 ini. Jangan sampai pas kondisi darurat, kita malah pusing mikirin administrasi yang sebenernya bisa diantisipasi dari awal. Kalau statusnya nonaktif, segera urus ke Dinas Sosial atau lunasi iuran kalau kalian peserta mandiri. Tetap waspada juga sama segala bentuk penipuan yang minta duit buat aktifin kartu, karena layanan PBI itu gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun. Semoga informasi ini ngebantu kalian semua biar lebih tenang dalam dapetin akses kesehatan.
Terima kasih sudah membaca, rekan-rekanita sekalian. Mari kita simpulkan bahwa kesehatan adalah investasi paling berharga, dan menjaga status perlindungannya adalah kewajiban kita bersama.