Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Kenapa Ada Wangi Harum Bayi vs Bau Badan Remaja

Posted on April 26, 2025

Pernahkah Kamu bertanya-tanya mengapa bayi memiliki aroma khas yang harum dan menenangkan, sementara remaja yang memasuki masa pubertas seringkali mulai berurusan dengan masalah bau badan yang kurang menyenangkan? Hal ini bukan semata-mata tentang kebersihan, tetapi juga berkaitan erat dengan perubahan hormon dan perkembangan tubuh manusia. Simak penjelasan mendalam dari hasil penelitian berikut ini yang akan mengupas tuntas perbedaan aroma pada anak-anak dan remaja.

Helene Loos, seorang peneliti aroma dari Friedrich Alexander University di Jerman, melakukan penelitian yang mengungkap perbedaan signifikan antara bau badan anak-anak dan remaja yang telah memasuki masa pubertas. Penelitian ini menggunakan metode kromatografi gas untuk menganalisis senyawa kimia dari sampel bau badan kedua kelompok usia tersebut.

Hasil penelitian Loos menunjukkan bahwa bau badan anak-anak cenderung memiliki aroma manis dan lembut, sementara bau badan remaja seringkali kurang menyenangkan, bahkan terkesan seperti bau kambing. Perbedaan ini menarik perhatian para peneliti dan mendorong mereka untuk menyelidiki lebih lanjut faktor-faktor yang menyebabkan perubahan aroma tersebut.

Sebagaimana dilansir oleh laman Live Science, penelitian Loos dan timnya melibatkan 18 anak kecil dengan rentang usia 0-3 tahun dan 18 remaja berusia 14-18 tahun. Para peserta penelitian diminta untuk mengenakan kaos dengan bantalan kapas pada bagian ketiak selama satu malam. Kemudian, zat-zat yang meresap pada bantalan kapas tersebut diekstraksi untuk menganalisis kandungan senyawa kimianya.

Untuk memisahkan bahan kimia dengan sifat yang berbeda, para peneliti menggunakan teknik kromatografi gas. Teknik ini memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi dan mengukur konsentrasi berbagai senyawa kimia yang terdapat dalam sampel bau badan. Setelah bahan kimia terpisah, mereka diidentifikasi dengan mencium dan mendeskripsikan masing-masing bahan kimia tersebut oleh sukarelawan yang terlatih.

Dalam uji coba ini, para peneliti sangat ketat dalam mengontrol berbagai faktor yang dapat mempengaruhi hasil penelitian. Mereka memberikan batasan ketat terkait penggunaan pengharum badan dan konsumsi makanan tertentu kepada para peserta penelitian.

“Kami sangat berhati-hati dalam mempertimbangkan segala macam potensi kontaminasi,” ujar Loos, menekankan pentingnya menjaga keakuratan dan keandalan data penelitian.

Sebelum penelitian dimulai, Loos meminta kepada orang tua bayi dan remaja untuk menghindari makanan berbau kuat seperti rempah-rempah. Peneliti juga menyediakan sabun mandi bebas parfum dan deterjen tanpa pewangi untuk memastikan bahwa bau badan yang dianalisis murni berasal dari tubuh peserta penelitian.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat 42 senyawa kimia yang terdeteksi dalam sampel bau badan anak-anak dan remaja. Setiap bau memiliki pola aktivitas yang kompleks dan unik, yang memengaruhi apakah bau tersebut dianggap baik atau buruk oleh orang yang menciumnya. Berikut adalah beberapa senyawa kimia yang teridentifikasi dalam sampel bau badan beserta aroma yang dihasilkan:

  • Aldehida: Senyawa ini menghasilkan aroma seperti kacang dan gorengan.
  • Steroid: Beberapa steroid mengeluarkan aroma kayu cendana, yang umum digunakan dalam parfum, sementara steroid lainnya berbau seperti keringat.
  • Asam karboksilat: Pada anak-anak, asam karboksilat menghasilkan aroma yang menyenangkan, seperti aroma buah atau buah prem kering. Namun, pada remaja, asam karboksilat cenderung menghasilkan aroma yang kurang menyenangkan, seperti keju, apak, atau seperti kambing.

Penelitian ini juga menemukan bahwa anak-anak memiliki konsentrasi asam karboksilat yang lebih rendah dibandingkan dengan remaja. Diketahui bahwa masa pubertas menyebabkan peningkatan konsentrasi asam karboksilat pada remaja, yang berkontribusi pada perubahan aroma bau badan mereka.

Perubahan aroma yang terjadi saat seseorang memasuki masa pubertas disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk:

  1. Perubahan Hormon: Lonjakan hormon selama pubertas memicu perubahan dalam produksi keringat dan sebum, yang dapat memengaruhi aroma tubuh.
  2. Perubahan Kulit: Kulit mengalami perubahan struktural dan fisiologis selama pubertas, yang dapat memengaruhi mikrobioma kulit dan aroma tubuh.
  3. Perbedaan Mikrobioma Kulit: Mikrobioma kulit, yaitu komunitas mikroorganisme yang hidup di kulit, berbeda antara anak-anak dan remaja. Perbedaan ini dapat memengaruhi produksi senyawa kimia yang berkontribusi pada aroma tubuh.
  4. Aktivitas Kelenjar Keringat dan Kelenjar Sebum: Kelenjar keringat dan kelenjar sebum menjadi lebih aktif selama pubertas, menghasilkan lebih banyak keringat dan sebum, yang dapat memengaruhi aroma tubuh.

Loos dan timnya berencana untuk menggunakan pendekatan lain untuk menangkap lebih banyak variasi bau dan mengeksplorasi bagaimana bau badan berubah pada kelompok usia lain, termasuk orang tua. Mereka juga tertarik untuk mempelajari bau badan yang lebih intens, seperti bau badan setelah berolahraga atau setelah tidur beberapa malam.

Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang kompleksitas aroma tubuh manusia dan bagaimana aroma tersebut berubah seiring dengan perkembangan usia. Memahami faktor-faktor yang memengaruhi aroma tubuh dapat membantu kita mengembangkan strategi untuk mengatasi masalah bau badan dan meningkatkan kesehatan serta kepercayaan diri.

Terbaru

  • Kenapa Amerika Melarang Produk Robot Vacuum Cleaner & Produk Robot Lain?
  • Rayap sebagai Tanda Ada Masalah Kelembapan di Bangunan
  • Beli HP Bekas Flagship Oppo? Ini 3 Rekomendasi Terbaik yang Masih Gahar di 2026
  • Cuma 1 Jutaan! Ini 4 Rekomendasi HP POCO yang Performa Tetap Gila di 2026
  • Inilah Rekomendasi Laptop 5-6 Jutaan Paling Worth It di Pertengahan 2026, Spek Mewah Harga Ramah!
  • Inilah Deretan Smartphone Snapdragon 8s Gen 4 yang Bikin Kompetisi HP Menengah Atas Makin Panas!
  • Mengenal Otak di Balik AI: Apa Itu LLM dan Manfaatnya dalam Keseharian Kita Menurut Sebastian Raschka
  • Inilah Rahasia Spasi FF Salin Biar Nickname Kalian Makin Keren dan Unik Tanpa Aplikasi Tambahan
  • Rekomendasi HP Kamera Bagus 2-6 Jutaan Bulan Juli 2026
  • Cuma 2 Jutaan! Ini 6 Rekomendasi HP Paling Worth It Buat Multitasking dan Gaming Ringan
  • Rumor Galaxy Z Flip8 Jadi Seri Terakhir: Mengapa Samsung Mungkin Berhenti Bikin HP Lipat Clamshell?
  • Inilah Cara Registrasi Kartu SIM Pakai Verifikasi Biometrik Mulai 1 Juli 2026, Gak Bisa Lagi Pake Nomor Bodong!
  • Jangan Asal Lap! Inilah Cara Membersihkan Layar TV LED yang Benar Agar Tidak Rusak
  • Realme Narzo 100x 5G Segera Rilis: Baterai 8.000mAh, Layar 144Hz, dan Sertifikasi Militer
  • Waspada Penipuan Akun Mobile Legends: Kenali Pentingnya Marketplace Resmi dan Status PSE
  • Review DJI Osmo Pocket 4P: Kamera Saku Lensa Ganda yang Bikin Kamera Pro Kelihatan Ribet!
  • Samsung Bisa “AirDrop” ke iPhone? Cek Cara Pakai Fitur Quick Share Terbaru Ini!
  • Vivo X Fold 6 Bakal Masuk Indonesia? Speknya Gila, Baterai 7.000 mAh & Kamera 200 MP!
  • Bocoran iPhone Air 2: Akhirnya Apple Nggak Cuma Jual Tipis, Tapi Juga Baterai Awet dan Kamera Oke!
  • Google Search Console rilis fitur Social Media Property, bisa pantau TikTok & Instagram
  • Hati-hati! 22 Platform Digital Terancam Diblokir Pemerintah, Cek Daftar Hotel dan Maskapainya di Sini
  • Baterai 7.000mAh & Standar Militer, Inilah Moto G77 Power
  • Inilah Cara Shopee dan Meta Bikin Kalian Makin Gampang Dapat Cuan Afiliasi Instagram Tanpa Ribet
  • Gila Sih! Vivo Rilis HP Baterai 8.000 mAh di 2026, Nggak Perlu Ribet Bawa Powerbank Lagi?
  • Infinix Hot 70 vs Tecno Spark 50: Pilih Baterai Jumbo 7000 mAh atau Fast Charging 45W di Harga 2 Jutaan?
  • Gak Perlu HP Mahal buat Pake AI: Intip Fitur Canggih di Samsung Galaxy A37 dan A57 yang Bikin Hidup Lebih Gampang
  • Bocoran Galaxy Unpacked Juli 2026: Z Fold 8 & Z Flip 8 Bakal Fokus ke On-Device AI, Makin Canggih atau Cuma Gimmick?
  • Duel Tablet 2 Jutaan: ADVAN Tab Sketsa 3 vs itel VistaTab 30GT, Mana yang Lebih Worth It buat Kerja?
  • Review Asus ExpertBook PM5 G2: Laptop Bisnis Rasa AI, Ringan tapi Gak Kaleng-kaleng
  • Review Redmi Pad 2 9.7 4G: Tablet Murah yang Bisa Pakai Kartu SIM, Worth It Nggak?
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • How to Hardening Journald on Linux Server (Fedora/AlmaLinux)
  • Block Bad USB on Linux Server with USBGuard
  • How to Secure NetworkManager on Fedora/AlmaLinux
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Nungguin jadwal MPL ID Season 18, kapan mulai main dan gimana susunan pemain barunya?
  • Sinyal Telkomsel tiba-tiba berubah jadi E, banyak warga ngeluh internet lemot dari kemarin sore
  • Lagi rame di Threads, artis inisial AZ dituduh nikah cuma buat kedok, siapa sebenarnya?
  • Lagi rame nomor 14082 nelpon terus, ini beneran dari Bank Mandiri atau penipuan?
  • Ternyata Sadie Sink jadi Jean Grey di Spider-Man: Brand New Day, Kok Bisa Jadi Villain?

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme