Pernah nggak sih kalian mau mindahin data game tapi malah kena mental gara-gara notifikasi “akses ditolak”? Sejak Android 11 sampai update sistem terbaru di 2026 ini, Google makin ketat menjaga privasi, yang sayangnya malah bikin repot kita sendiri. Tapi tenang, kami punya trik jitu buat tembus folder Android/data tanpa perlu ZArchiver atau akses root yang ribet.
Masalah pembatasan akses folder data ini memang sudah jadi keluhan umum bagi pengguna Android dalam beberapa tahun terakhir. Rasanya Google terlalu protektif sampai-sampai pemilik HP sendiri nggak bisa mengelola file di penyimpanan internal mereka. Padahal, kebutuhan untuk menyalin file OBB, memindahkan data aplikasi, atau sekadar melakukan backup manual itu masih sangat relevan. Dulu, solusi utamanya mungkin melakukan rooting atau menggunakan custom recovery, tapi risikonya terlalu besar buat pengguna awam. Garansi bisa hangus, atau malah sistem jadi tidak stabil. Nah, metode yang akan kami jelaskan ini menggunakan pendekatan yang jauh lebih elegan dan aman.
Kuranglebihnya, kita akan memanfaatkan celah resmi yang disediakan Android untuk pengembang, yaitu fitur Wireless Debugging. Kalian nggak perlu kabel data, nggak perlu PC, dan yang terpenting nggak perlu memodifikasi sistem inti HP kalian. Kuncinya ada di dua aplikasi: iADB dan EX File Manager. Mungkin kedengarannya agak teknis, tapi sepertinya ini jalan satu-satunya yang paling efektif di tahun 2026 untuk membypass restriksi tersebut tanpa merusak sistem keamanan bawaan.
Sebelum kita masuk ke langkah-langkah teknis, penting buat kalian memahami dulu bagaimana logika kerjanya supaya nggak bingung di tengah jalan. iADB bertindak sebagai jembatan. Aplikasi ini memanfaatkan protokol debugging nirkabel untuk memberikan izin tingkat tinggi ke aplikasi lain. Jadi, iADB ini kayak “satpam” yang kita minta tolong buat bukain pintu gerbang sistem. Setelah pintunya terbuka, barulah EX File Manager masuk sebagai eksekutor untuk mengelola file-file yang ada di dalam folder Android/data maupun Android/obb. Tanpa iADB yang berstatus running, EX File Manager cuma bakal jadi file manager biasa yang nggak punya taji buat nembus folder sistem.
Berikut adalah panduan lengkap dan mendetail yang sudah kami susun agar kalian bisa mempraktikkannya dengan mudah. Pastikan kalian mengikuti urutannya dengan teliti, ya.
Langkah 1: Mengaktifkan Mode Pengembang (Developer Options)
Langkah pertama ini wajib hukumnya. Tanpa mode pengembang, fitur debugging tidak akan muncul. Caranya hampir sama di semua merk HP, entah itu Samsung, Xiaomi, Oppo, atau Vivo.
- Buka menu Pengaturan atau Settings di HP kalian.
- Cari dan pilih menu Tentang Ponsel (About Phone).
- Di dalam menu tersebut, cari bagian yang bertuliskan Nomor Build (Build Number). Kalau di Xiaomi biasanya di bagian versi MIUI/HyperOS.
- Ketuk Nomor Build tersebut sebanyak 7 kali secara cepat dan berturut-turut.
- Biasanya akan muncul notifikasi kecil di bawah layar yang bilang “Anda sekarang adalah seorang pengembang!” atau diminta memasukkan pola/PIN kunci layar untuk konfirmasi.
- Setelah berhasil, kembali ke halaman pengaturan utama. Menu baru bernama Opsi Pengembang biasanya akan muncul di bagian paling bawah atau terselip di dalam menu Pengaturan Tambahan.
Langkah 2: Konfigurasi Wireless Debugging dan Pairing iADB
Ini adalah bagian inti dari trik ini. Kita perlu menghubungkan aplikasi iADB dengan sistem Android melalui jaringan WiFi lokal. Jadi, pastikan HP kalian sudah terhubung ke WiFi, ya. Kalau nggak ada WiFi, kalian bisa pakai fitur tethering hotspot dari HP lain, karena fitur ini butuh koneksi jaringan aktif agar bisa jalan.
- Buka menu Opsi Pengembang yang sudah kalian aktifkan tadi.
- Gulir ke bawah sedikit sampai ketemu bagian Debugging.
- Aktifkan toogle pada USB Debugging. Klik OK jika ada peringatan keamanan.
- Selanjutnya, aktifkan toogle pada Wireless Debugging (Debugging Nirkabel). Ingat, ini hanya bisa diaktifkan kalau kalian konek ke WiFi.
- Ketuk teks Wireless Debugging-nya (bukan tombol on/off-nya) untuk masuk ke menu yang lebih dalam.
- Pilih opsi Pasangkan perangkat dengan kode penyambungan (Pair device with pairing code).
- Nanti akan muncul jendela pop-up yang berisi Kode Pairing Wi-Fi (6 digit angka) dan Alamat IP serta Port. Jangan tutup jendela ini! Biarkan menyala.
- Buka aplikasi iADB (kalian bisa pakai fitur split screen atau floating window supaya gampang lihat kodenya).
- Di aplikasi iADB, masuk ke menu pengaturannya atau langsung ke bagian pairing. Masukkan 6 digit angka yang muncul di pengaturan tadi ke kolom yang tersedia di aplikasi iADB.
- Jika diminta memasukkan Port, lihat 5 digit angka terakhir di bagian alamat IP pada pop-up tadi.
- Setelah kode dimasukkan, sistem akan memproses pairing. Tunggu sampai muncul notifikasi “Pairing Successful” atau sejenisnya.
Langkah 3: Menjalankan Layanan iADB
Setelah proses pairing sukses, bukan berarti tugas selesai. Kalian harus memastikan layanannya benar-benar berjalan.
- Kembali ke halaman utama aplikasi iADB.
- Tekan tombol Start atau Run.
- Tunggu beberapa detik. Perhatikan status indikator di aplikasi tersebut.
- Pastikan statusnya berubah menjadi Running atau berwarna hijau.
- Kalau statusnya sudah Running, itu tandanya “pintu gerbang” sistem keamanan Android kalian sudah terbuka sementara untuk sesi ini. Kalian nggak perlu melakukan pairing ulang setiap kali mau pakai, kecuali kalau HP direstart atau pengaturan developer dimatikan.
Langkah 4: Eksekusi Akses dengan EX File Manager
Sekarang saatnya kita beraksi menggunakan EX File Manager untuk mengakses folder yang tadinya terkunci rapat itu.
- Buka aplikasi EX File Manager.
- Saat pertama kali dibuka, berikan semua izin dasar yang diminta aplikasi (akses penyimpanan media, notifikasi, dll).
- Masuk ke menu Internal Storage (Penyimpanan Internal).
- Cari dan buka folder Android.
- Ketuk folder Data.
- Nah, di sinilah momen kebenarannya. Biasanya, di tahap ini akan muncul pop-up permintaan izin khusus dari sistem atau dari iADB/Shizuku (tergantung backend yang dipakai).
- Pilih opsi Allow all the time atau Izinkan untuk memberikan akses penuh. Karena iADB sudah running, sistem tidak akan memblokir permintaan ini seperti biasanya.
- Simsalabim! Folder Data yang tadinya kosong atau menampilkan pesan error, sekarang akan menampilkan deretan folder com.nama.aplikasi milik kalian. Kalian bisa melihat isinya secara transparan.
Langkah 5: Menyalin dan Memasang File (Copy-Paste)
Tujuan utama kita kan biasanya buat mindahin file, entah itu config game atau file obb. Begini cara melakukannya biar nggak error:
- Cari file yang ingin kalian pindahkan di penyimpanan internal (biasanya di folder Download).
- Tekan lama pada file tersebut sampai muncul opsi menu di bawah atau atas layar.
- Pilih Salin (Copy) atau Potong (Cut) kalau mau langsung memindahkan.
- Navigasikan kembali ke Internal Storage -> Android -> Data.
- Cari folder target aplikasi yang kalian tuju. Misalnya mau pasang config game Mobile Legends, cari folder com.mobile.legends.
- Buka folder tersebut sampai kalian menemukan sub-folder yang tepat (biasanya di dalam files).
- Tekan tombol Tempel (Paste).
- Jika ada file dengan nama yang sama, sistem akan bertanya apakah mau ditimpa. Pilih Timpa (Overwrite) atau Ganti jika kalian yakin file baru itu yang benar.
- Tunggu proses penyalinan selesai. Kecepatan salin tergantung pada ukuran file dan kecepatan memori internal HP kalian.
Segitunya aja sebenarnya prosesnya. Memang terlihat agak panjang karena langkah persiapannya, tapi kalau sudah sekali set-up iADB, ke depannya kalian tinggal aktifkan Wireless Debugging dan klik Start di iADB saja. Rasanya cara ini jauh lebih aman daripada harus downgrade versi Android atau melakukan rooting yang berisiko bikin HP bootloop.

Kendala yang mungkin terjadi biasanya ada di proses pairing. Kadang kode pairing berubah kalau kita terlalu lama menutup jendela pop-up, atau WiFi tiba-tiba tidak stabil. Kalau gagal pairing, cukup matikan dan nyalakan lagi Wireless Debugging-nya, lalu minta kode pairing baru. Pastikan juga kalian tidak mematikan Opsi Pengembang setelah proses ini selesai, karena itu akan mematikan layanan iADB juga.
Jadi, buat kalian yang hobi oprek data game atau butuh akses mendalam ke file aplikasi, metode ini adalah penyelamat di tengah gempuran keamanan Android yang makin ketat. Mereka (pihak Google) mungkin menutup pintu depan, tapi kita masih bisa masuk lewat jendela samping dengan cara yang legal dan aman.
Mengelola file sistem di Android versi 2026 ternyata nggak seseram yang dibayangkan, kan? Dengan kolaborasi iADB dan EX File Manager, tembok tebal bernama “Akses Ditolak” itu akhirnya bisa runtuh juga. Kalian sekarang punya kendali lebih atas perangkat yang kalian beli sendiri. Mudah-mudahan langkah-langkah di atas bisa diikuti dengan lancar tanpa ada drama error lagi.
Sekian tutorial kali ini, semoga bermanfaat buat rekan-rekanita semua yang sudah menyempatkan waktu untuk membaca. Selamat mencoba dan semoga sukses ngopreknya!
Google Playstore: https://play.google.com/store/apps/details?id=ru.zdevs.zarchiver&hl=id