Belakangan ini, nama TrustIQ lagi sering banget diomongin di berbagai forum diskusi pinjaman online. Banyak dari kalian yang merasa khawatir dan bertanya-tanya, apakah platform ini punya tim penagih lapangan atau tidak? Yuk, kami bantu bedah tuntas biar kalian nggak bingung lagi menghadapi sistem penagihan mereka.
Mengenal lebih jauh soal TrustIQ, platform ini sebenarnya adalah salah satu pemain di industri fintech lending Indonesia yang sudah mengantongi izin resmi. Per Januari 2024, mereka tercatat sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Status legal ini tentu ngebuat mereka punya aturan main yang beda kalau kita ngebandingin dengan pinjol ilegal yang seringkali ngebikin resah masyarakat dengan cara-cara nggak manusiawi. Tapi, ada satu data menarik yang perlu kalian perhatikan, yaitu tingkat wanprestasi atau gagal bayar (TWP90) mereka yang menyentuh angka 11,1%. Angka ini tergolong cukup tinggi, yang artinya risiko gagal bayar di platform ini memang ada dan nyata, baik buat pemberi pinjaman maupun kalian sebagai penerima dana.
Ngomongin soal DC (Debt Collector) lapangan, ini adalah ketakutan terbesar bagi banyak pengguna. Sampai saat ini, sepertinya belum ada bukti konkret atau laporan yang valid dari pengguna yang menyatakan kalau TrustIQ mengirimkan DC lapangan langsung ke alamat rumah atau kantor. Rasanya, mereka masih lebih fokus pada penagihan secara digital atau melalui telepon. Meskipun begitu, sebagai pinjol yang legal, mereka secara teori punya hak untuk bekerja sama dengan pihak ketiga dalam urusan penagihan kalau utang sudah sangat menunggak lama. Tapi perlu diingat, sampai detik ini, praktik kirim orang ke rumah nasabah bukanlah kebijakan standar yang sering mereka lakukan kayak beberapa aplikasi pinjol besar lainnya.
Lalu, gimana dengan masalah sebar data? Ini juga sering jadi bahan omongan. Sejauh yang kami pantau, TrustIQ nggak secara otomatis melakukan sebar data ke seluruh kontak di handphone kalian kalau kalian masih dalam batas kewajaran. Namun, kuranglebihnya risiko penagihan yang agresif tetap bisa muncul kalau terjadi wanprestasi yang berat atau kalau nasabah memang terlihat sengaja menghilang dan nggak ada itikad baik buat membayar. Di sinilah pentingnya kalian buat tetap kooperatif. Kalaupun ada ancaman sebar data atau penagihan fisik yang kasar, kalian berhak lapor karena itu melanggar aturan OJK.
Berikut adalah langkah-langkah atau prosedur resmi penagihan yang biasanya dijalankan oleh TrustIQ biar kalian nggak kaget:
- Pengiriman Notifikasi Pengingat
Beberapa hari sebelum jatuh tempo, sistem mereka biasanya akan ngasih pengingat melalui SMS, WhatsApp, atau notifikasi di aplikasi. Di tahap ini, bahasanya masih sangat sopan karena tujuannya cuma buat ngeingetin kalian agar nggak lupa bayar. - Penagihan Lewat Telepon (Desk Collection)
Kalau kalian sudah telat satu sampai beberapa hari, tim desk collection mereka bakal mulai rajin menelepon. Mereka akan menanyakan alasan keterlambatan dan meminta komitmen kapan kalian bakal bayar. Proses ini dilakukan secara repetitif setiap hari sampai ada kejelasan pembayaran. - Penggunaan Nomor Virtual Account Resmi
Kalian harus hati-hati dan teliti. TrustIQ cuma menerima pembayaran melalui nomor virtual account yang muncul di aplikasi atau dikirim lewat SMS resmi. Jangan pernah mau kalau ada orang yang ngaku-ngaku dari TrustIQ terus minta transfer ke rekening pribadi. Ini penting banget biar kalian nggak kena tipu oknum. - Pelaporan ke SLIK OJK
Karena mereka adalah pinjol legal, konsekuensi paling nyata kalau kalian nggak bayar adalah data kalian bakal masuk ke hitam atau skor kredit kalian jadi buruk di SLIK OJK (sebelumnya dikenal sebagai BI Checking). Hal ini bakal ngebikin kalian susah buat dapet pinjaman lagi di bank atau lembaga keuangan mana pun di masa depan. - Layanan Pengaduan Nasabah
Jika dalam prosesnya kalian merasa mendapatkan perlakuan yang nggak sesuai aturan, kayak ancaman fisik atau teror yang nggak masuk akal, kalian bisa langsung menghubungi customer service resmi mereka. Simpan semua bukti percakapan atau rekaman buat jadi bahan laporan kalian ke pihak berwenang.
Ngebangun kebiasaan finansial yang sehat itu emang nggak gampang, tapi sangat perlu dilakukan. Menggunakan pinjol kayak TrustIQ ini sebenarnya kayak pisau bermata dua. Kalau kalian bijak, ini bisa membantu kebutuhan mendesak. Tapi kalau kalian nggak perhitungan, ini justru bakal ngebikin hidup kalian pusing karena dikejar-kejar tagihan. Jadi, pastikan kalian selalu ngukur kemampuan kantong sendiri sebelum mutusin buat klik tombol pinjam.
Intinya, TrustIQ sejauh ini belum terbukti punya DC lapangan yang massif kayak beberapa kompetitor besarnya. Namun, status legal mereka ngebuat kalian tetap harus waspada sama skor kredit di SLIK OJK yang bisa rusak kalau kalian galbay. Kami sangat menyarankan buat tetap berkomunikasi dengan pihak aplikasi kalau emang lagi ada kendala keuangan, daripada kalian menghilang tanpa kabar yang justru memicu penagihan lebih agresif. Selalu gunakan platform pinjol dengan rasa tanggung jawab yang tinggi ya.
Terimakasih sudah membaca sampai selesai, rekan-rekanita sekalian. Semoga informasi ini bisa ngebuat kalian lebih tenang dan bijak dalam mengambil keputusan finansial.