TKA 2026 sudah di depan mata dan kayaknya sekolah kalian nggak boleh main-main lagi sama persiapannya. Sistem digital ini ngebikin semua proses jadi terpusat dan sangat ketat alurnya. Kalau kalian sampai keliru satu langkah saja, dampaknya bisa fatal buat status kepesertaan siswa. Yuk, kita bedah bareng alur teknisnya!
Pelaksanaan TKA 2026 ini rasanya bakal jadi tantangan tersendiri buat banyak sekolah. Sebenarnya, sistem digital ini ngebantu banget buat transparansi, tapi ya itu tadi, menuntut ketelitian yang luar biasa tinggi dari pihak sekolah. Kami melihat kalau peran operator dan proktor di sini bener-bener jadi ujung tombak. Mereka bukan cuma ngurusin kabel atau internet doang, tapi harus paham alur birokrasi digital yang saling ngunci satu sama lain. Kalau satu tahap di awal nggak beres, tahap selanjutnya nggak bakal bisa kebuka. Makanya, pemahaman soal urutan waktu dan administrasi itu wajib hukumnya buat mereka yang bertugas di balik layar.
Secara teknis, TKA ini ngebangun ekosistem ujian yang semuanya serba terintegrasi. Mulai dari data siswa yang ditarik dari Dapodik, pendaftaran, sampai nanti urusan cetak sertifikat hasil ujiannya. Transformasi digital ini emang ngebikin pengawasan jadi lebih gampang buat pusat, tapi buat sekolah, ini berarti harus ada tim teknis yang solid. Jangan sampai ada data yang kelewat diinput atau telat nge-upload dokumen penting, karena sistem nggak bakal mentoleransi keterlambatan. Nah, supaya kalian nggak bingung, kami sudah ngerangkum langkah-langkah administrasinya biar prosesnya nggak berantakan.
Berikut adalah urutan langkah teknis yang harus kalian ikuti dari awal sampai akhir pelaksanaan TKA 2026:
- Sinkronisasi Dapodik dan Impor Data Calon Peserta
Langkah paling awal adalah memastikan data di Dapodik sudah bersih dan sinkron. Setelah itu, kalian harus ngelakuin impor data calon peserta ke dalam sistem TKA. Ingat ya, proses ini ada batas waktunya, biasanya sampai akhir Februari. Kalau kalian telat narik data dari Dapodik, otomatis siswa nggak bakal terdaftar di sistem TKA. - Pengisian Data Infrastruktur dan Unggah Surat Kesiapan
Sekolah wajib ngasih laporan soal kondisi lab komputer, jumlah client, dan spesifikasi server (kalau pakai mode semi-online). Setelah datanya diisi, kalian harus ngeprint surat kesiapan, ditandatangani kepala sekolah, lalu di-scan dan diunggah kembali ke sistem. Ini bukti kalau sekolah kalian emang sanggup ngadain ujian. - Pendaftaran Peserta dan Unggah Foto
Setelah data masuk, kalian harus melakukan pendaftaran secara resmi di portal TKA. Jangan lupa buat mengunggah foto peserta didik satu per satu dengan format yang sudah ditentukan. Foto ini penting karena bakal nampil di kartu peserta dan berita acara ujian nantinya. - Pengelolaan DNS (Daftar Nominasi Sementara)
Ini tahap yang sering ngebikin bingung. DNS itu nggak otomatis muncul buat didownload di sistem, tapi biasanya dikirim atau diberikan oleh dinas terkait. Setelah dapat DNS, sekolah wajib ngeprint dokumen tersebut, minta tanda tangan siswa buat verifikasi kebenaran data, lalu di-scan dan diunggah lagi ke sistem. Jangan sampai ada nama atau NISN yang salah di tahap ini. - Penerbitan DNT (Daftar Nominasi Tetap) dan Nomor Peserta
Kalau urusan DNS sudah beres dan disetujui, sistem bakal ngerilis DNT. Dari DNT inilah nomor peserta ujian bakal digenerasi secara otomatis oleh pusat. Kalian bisa ngecek nomor peserta ini di dasbor sistem masing-masing. - Pengaturan Komputer Proktor dan ID Proktor
Proktor harus nambahin data komputer yang bakal dijadiin server atau pengawas. Nantinya bakal muncul ID Proktor dan Password yang dipakai buat login ke aplikasi ujian. Tanpa pengaturan ini, client nggak bakal bisa nyambung ke sistem pusat. - Pelaksanaan Simulasi TKA
Tahap simulasi ini sifatnya cuma uji coba buat ngecek kesiapan server dan jaringan. Di tahap ini, biasanya belum ada pembagian sesi atau gelombang. Tujuannya cuma supaya proktor dan siswa terbiasa sama tampilan aplikasinya aja. - Pengaturan Sesi, Gelombang, dan Cetak Kartu Login
Setelah simulasi selesai, sekolah harus ngatur pembagian sesi (misal sesi 1, 2, atau 3) dan gelombang pelaksanaan. Setelah diatur, barulah kalian bisa ngeprint kartu peserta yang isinya username dan password buat siswa login pas gladi dan TKA utama. - Pelaksanaan Gladi Bersih
Gladi bersih ini ibaratnya “geladi resik” yang bener-bener menyerupai ujian asli. Di sini data siswa sudah asli, sesi sudah jalan, dan proktor wajib mengunggah fakta integritas serta daftar hadir setiap harinya. Kami saranin buat serius di tahap ini supaya pas hari H nggak kagok lagi. - Pelaksanaan TKA Utama
Ini adalah puncaknya. Pelaksanaan TKA utama biasanya pakai pengawas silang dari sekolah lain. Proktor bertugas mastiin semua client lancar, nge-upload berita acara, dan pastiin semua jawaban siswa sudah terkirim ke server pusat. - Verifikasi DKH TKA dan Penerbitan SH TKA
Setelah ujian kelar, sekolah tinggal nunggu hasil keluar berupa Daftar Kolektif Hasil (DKH). Kalian harus teliti lagi datanya, kalau sudah oke, sertifikat hasil (SH) TKA bakal diterbitin sebagai dokumen resmi kelulusan ujian kompetensi tersebut.
Mengenai mode pelaksanaannya, sekolah dikasih pilihan mau pakai mode online atau semi-online. Kalau sekolah kalian punya internet yang stabil dan kencang, mode online rasanya lebih praktis karena nggak butuh server lokal yang speknya tinggi. Tapi kalau internetnya sering naik turun, mode semi-online lebih aman meskipun agak repot karena proktor harus ngelakuin sinkronisasi data (VHD) sebelum ujian dimulai.
Pelaksanaan TKA 2026 ini emang menuntut kedisiplinan tingkat tinggi dari seluruh warga sekolah. Kami sangat menyarankan agar tim teknis melakukan pengecekan berkala pada pengumuman di portal resmi, karena jadwal bisa saja berubah sewaktu-waktu. Kunci suksesnya cuma satu: jangan menunda pekerjaan. Semakin cepat administrasi diselesaikan, semakin tenang kalian menghadapi hari pelaksanaan ujian. Pastikan juga koordinasi dengan dinas pendidikan setempat tetap terjaga supaya kalau ada kendala teknis, kalian nggak nanggung bebannya sendirian.
Begitulah kuranglebihnya gambaran alur TKA tahun depan yang perlu kalian siapkan sejak sekarang. Semoga artikel ini ngebantu ngebuka wawasan rekan-rekanita semua dalam mempersiapkan armada teknis di sekolah masing-masing. Terima kasih sudah membaca sampai selesai, tetap semangat ngebangun pendidikan yang lebih baik!