Memasuki semester genap, rasanya tugas kalian sebagai operator sekolah makin menumpuk saja ya. Apalagi hadirnya Dapodik 2026 versi B dan C yang niatnya ngebantu malah ngebikin pusing karena banyak kendala teknis. Kalau kalian lagi bingung ngadepin sinkronisasi yang gagal terus, tenang saja, kami punya panduan lengkapnya di sini.
Sepertinya hampir semua sekolah lagi ngerasain hal yang sama sejak pembaruan sistem Dapodik 2026 dirilis. Masuknya semester genap ini memang krusial banget buat pendataan, tapi sayangnya aplikasi versi terbaru ini membawa perubahan yang cukup drastis di sisi manajemen akun. Kami melihat banyak banget keluhan soal sistem peran yang makin ketat, yang kalau nggak teliti sedikit saja, menu-menu penting kayak validasi atau sinkronisasi malah nggak muncul sama sekali. Masalahnya seringkali bukan karena server pusat yang lagi down, tapi lebih ke konflik data lama yang masih nyangkut di sistem baru kalian.
Perubahan sistem ini sebenarnya ditujukan untuk ngebangun keamanan data yang lebih baik, tapi buat mereka yang terbiasa dengan sistem lama, transisi ini rasanya berat banget. Banyak sekolah yang main asal update tanpa ngebersihin cache atau menyesuaikan akun pengguna, yang akhirnya malah ngebikin aplikasi jadi lemot atau bahkan error saat mau ngirim data. Padahal kita semua tahu, data Dapodik itu nyawanya sekolah buat dapetin bantuan, akreditasi, sampai laporan ke pusat. Makanya, kalian perlu paham langkah-langkah teknis buat ngatasin masalah-masalah yang sering muncul secara mandiri.
Berikut ini adalah beberapa langkah teknis yang bisa kalian lakukan buat ngeberesin masalah di Dapodik 2026:
1. Mengatasi Tombol Simpan yang Hilang di Menu Data Internet
Masalah ini sepertinya sepele, tapi sukses ngebikin banyak operator bingung karena mereka pikir aplikasinya rusak atau belum terinstal sempurna. Padahal, ini cuma masalah tampilan layar saja.
- Buka menu Data Internet di aplikasi Dapodik kalian.
- Cek bagian bawah form isian, kalau tombol “Simpan” nggak kelihatan, jangan panik.
- Tekan tombol “Ctrl” dan tanda minus “-” secara bersamaan pada keyboard kalian buat ngecilin skala tampilan browser (zoom out).
- Lakukan terus sampai ukuran layar mengecil dan tombol “Simpan” yang tersembunyi di bawah muncul.
- Kalau sudah kelihatan, tinggal klik simpan dan kembalikan resolusi layar ke normal dengan menekan “Ctrl” dan angka “0”.
2. Solusi Gagal Tukar Akses Pengguna
Banyak dari kalian yang ngeluh nggak bisa pindah ke akun guru atau kepala sekolah buat ngecek data. Biasanya ini terjadi karena sistem nggak ngenalin password lama atau datanya belum sinkron di aplikasi lokal.
- Masuk dulu ke akun operator sekolah kalian.
- Pilih menu GTK, lalu cari nama guru atau kepala sekolah yang mau ditukar aksesnya.
- Klik pada nama tersebut, lalu pilih menu “Penugasan”.
- Pilih fitur “Buat/Ubah Akun”, lalu masukkan kembali password yang sama atau baru sekalian buat mastiin sistem ngebaca perubahan datanya.
- Klik simpan dan coba lakukan tukar akses kembali lewat menu pengaturan.
- Kalau tetap gagal, kayaknya kalian harus coba instal ulang aplikasi ke versi 2026.C karena bisa jadi ada file sistem yang korup.
3. Memunculkan Menu Sinkron yang Hilang di Akun Kepala Sekolah
Ini masalah yang paling sering ditanyain: kenapa di akun kepala sekolah cuma ada menu “Tarik Data” tapi nggak ada tombol “Sinkronisasi”? Kuranglebihnya, ini karena peran (role) belum diatur dengan benar.
- Login ke akun operator, lalu buka menu “Pengaturan” dan pilih “Manajemen Pengguna”.
- Masukkan kode registrasi sekolah kalian dengan teliti.
- Cari akun kepala sekolah di daftar yang muncul.
- Klik akun tersebut dan pastikan kalian sudah “Tambah Peran” sebagai “Kepala Sekolah”.
- Satu hal penting, pastikan di data PTK, kepala sekolah tersebut sudah diinputkan “Tugas Tambahan” sebagai kepala sekolah yang masih aktif. Tanpa tugas tambahan ini, sistem nggak bakal ngasih akses buat sinkronisasi.
4. Mengatasi Akun Terdeteksi Ganda yang Menghambat Sinkronisasi
Kalau semua data sudah valid tapi tombol sinkron tetap nggak muncul, ada kemungkinan akun kepala sekolah kalian terdeteksi ganda di server pusat. Ini ngebuat sistem bingung harus ngasih akses ke akun yang mana.
- Kalian harus ngecek status akun di sistem manajemen sekolah lewat web resmi.
- Kalau ada dua akun dengan email yang sama atau peran yang sama, nonaktifkan salah satu akun yang nggak kepakai.
- Tunggu proses sinkronisasi server (biasanya butuh waktu beberapa jam).
- Lakukan “Tarik Data” di aplikasi lokal buat narik perubahan status tadi.
- Coba login langsung pakai akun kepala sekolah tanpa lewat fitur tukar akses buat mastiin tombol sinkron sudah muncul.
5. Cara Melakukan Registrasi Offline yang Stabil
Kalau kalian ngerasa aplikasi sudah terlalu banyak error atau sinkronisasi selalu macet di tengah jalan, menggunakan registrasi offline rasanya jadi pilihan paling aman ngebangun ulang basis data kalian.
- Unduh file prefill terbaru dari portal resmi Dapodik sesuai dengan wilayah kalian.
- Copy file prefill tersebut ke folder “C:\prefill_dapodik”.
- Instal aplikasi Dapodik versi terbaru secara bersih (hapus versi lama dulu).
- Buka aplikasi, lalu pada menu awal pilih jenis registrasi “Offline”.
- Masukkan kode registrasi, email, dan password sekolah kalian.
- Tunggu sampai proses generate data selesai. Cara ini biasanya lebih ampuh buat ngatasin akun yang nggak terdaftar atau data yang nggak mau masuk lewat tarik data biasa.
Segala kendala yang muncul di Dapodik 2026 versi B dan C ini memang ngebikin kerjaan kita jadi lebih berat, tapi hampir semua masalah teknis tersebut sebenarnya punya solusi yang bisa kita kerjakan sendiri tanpa harus nunggu bantuan teknis pusat. Kami menyarankan kalian untuk selalu melakukan pengecekan berkala pada pengaturan manajemen pengguna dan jangan ragu buat ngelakuin instal ulang kalau sistem dirasa sudah terlalu berantakan. Tetap teliti dalam menginput data karena kualitas kebijakan pendidikan kita bergantung pada apa yang kalian kerjakan di aplikasi ini.
Semangat terus dalam menjalankan tugas mulia ini, rekan-rekanita sekalian. Semoga pendataan semester ini lancar tanpa hambatan berarti. Terimakasih sudah membaca sampai selesai, kalau ada yang masih bingung, yuk kita simpulkan bareng-bareng di kolom komentar!