PALANGKA RAYA – Langkah strategis dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Bumi Tambun Bungai resmi diambil oleh jajaran kepemimpinan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam sebuah momentum yang sarat akan nilai kolaborasi antara dunia politik dan dunia pendidikan, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Kalimantan Tengah secara resmi telah menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITS NU) Kalimantan.
Prosesi penandatanganan perjanjian kerja sama yang monumental ini berlangsung dengan khidmat di Hotel Luwansa, yang berlokasi di Jalan G. Obos Induk, Kota Palangka Raya, pada Kamis (7/5/2026). Agenda ini bukan sekadar seremoni formalitas belaka, melainkan sebuah manifestasi nyata dari visi jangka panjang untuk memperkuat sinergi lintas sektor, khususnya dalam mencetak generasi muda Kalimantan Tengah yang kompeten, berintegritas, dan memiliki keunggulan akademis di masa depan.
Acara yang menjadi sorotan publik ini dihadiri oleh deretan tokoh penting dan pemangku kepentingan dari berbagai elemen masyarakat. Tampak hadir jajaran pengurus DPW PKB se-Kalimantan Tengah yang menunjukkan soliditas partai. Selain itu, civitas akademika dari ITS NU Kalimantan turut hadir untuk menyambut era baru kolaborasi ini. Kehadiran tokoh-tokoh dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalteng, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalteng, serta perwakilan dari Kepolisian Daerah (Polda) Kalteng dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kalimantan Tengah, semakin mempertegas bahwa kerja sama ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai lini otoritas di provinsi tersebut.
Ketua DPW PKB Kalteng, Rahmanto Muhidin, S.H.I., M.H., dalam pidato sambutannya, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian integral dari misi besar partai untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas SDM. Menurutnya, pendidikan adalah kunci utama kemajuan sebuah bangsa, dan PKB merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terlibat aktif dalam memajukan sektor ini, baik bagi kader internal partai maupun bagi masyarakat luas yang menempuh pendidikan di ITS NU Kalimantan.
Dalam kesempatan tersebut, Rahmanto juga memberikan penekanan khusus pada aspek historis dan ideologis yang menjadi fondasi kuat antara PKB dan Nahdlatul Ulama (NU). Ia mengingatkan kembali kepada seluruh hadirin bahwa hubungan antara kedua institusi ini bukanlah hubungan biasa, melainkan sebuah ikatan batin yang sangat dalam.
“Kita harus menyadari dan memahami bahwa PKB lahir dari rahim NU. Oleh karena itu, terdapat ikatan emosional dan historis yang sangat khusus di antara keduanya. Hubungan ini bukan sekadar hubungan organisasi, melainkan hubungan keluarga besar yang saling menguatkan,” ujar Rahmanto dengan nada tegas.
Lebih lanjut, Rahmanto menyatakan bahwa sebagai bentuk tanggung jawab terhadap ikatan tersebut, PKB berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada institusi pendidikan di bawah naungan nilai-nilai NU. Dukungan yang dimaksud mencakup aspek materiel maupun non-materiel, yang akan digerakkan secara sistematis mulai dari tingkat wilayah hingga ke tingkat kabupaten dan kota di seluruh pelosok Kalimantan Tengah.
Sebagai langkah konkret dan tindak lanjut nyata dari penandatanganan MoU ini, Rahmanto Muhidin mengumumkan sebuah instruksi strategis. Ia menyatakan bahwa DPW PKB Kalteng akan segera menginstruksikan seluruh kader partai serta anggota dewan yang tergabung dalam fraksi PKB di DPRD se-Kalimantan Tengah untuk mengambil peran aktif. Peran tersebut mencakup upaya mendorong para pemuda dan calon mahasiswa di berbagai daerah agar memilih ITS NU Kalimantan sebagai destinasi utama untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Tidak hanya berhenti pada imbauan sosial, para legislator dari fraksi PKB juga akan mengawal kebijakan anggaran. Rahmanto menegaskan bahwa pihaknya akan memperjuangkan dukungan anggaran yang memadai guna memastikan keberlangsungan dan pengembangan fasilitas pendidikan di ITS NU Kalimantan, sehingga kampus tersebut dapat terus berkembang menjadi pusat keunggulan teknologi dan sains di Kalimantan.
Menanggapi langkah proaktif dari pihak PKB, Rektor ITS NU Kalimantan, Dr. Syamsuri, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi yang mendalam. Ia menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan angin segar bagi dunia pendidikan di Kalimantan Tengah. Menurutnya, dukungan dari partai politik yang memiliki basis massa besar seperti PKB akan memberikan dampak signifikan terhadap akselerasi pembangunan kampus.
“Kami menghaturkan salam hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran DPW PKB atas inisiatif dan kemauan untuk menjalin kerja sama ini. MoU ini bukan sekadar dokumen di atas kertas, melainkan wujud nyata dari komitmen sinergi positif kita bersama untuk membangun fondasi pendidikan yang lebih kokoh di Provinsi Kalimantan Tengah,” tutur Dr. Syamsuri.
Senada dengan Rektor, tokoh masyarakat Dr. H. M. Wahyudie F. Dirun, S.P., M.M., yang turut hadir dalam acara tersebut, juga memberikan pandangan positifnya. Ia menilai bahwa kolaborasi antara institusi politik dan lembaga pendidikan tinggi adalah kombinasi yang sangat dibutuhkan untuk menciptakan perubahan sosial yang konstruktif.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terjalinnya kerja sama ini. Kolaborasi antara kekuatan politik dan kekuatan intelektual adalah kunci kemajuan daerah. Harapan kami, MoU ini dapat menjadi tonggak sejarah baru atau titik awal bagi kemajuan dunia pendidikan di Kalimantan Tengah. Kami berharap ITS NU Kalimantan dapat terus berkembang pesat dan menjadi mercusuar ilmu pengetahuan bagi masyarakat luas,” ungkap Dr. Wahyudie.
Secara keseluruhan, penandatanganan kerja sama antara DPW PKB Kalteng dan ITS NU Kalimantan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas. Dengan adanya dukungan dari sisi kebijakan, politik, maupun anggaran, ITS NU Kalimantan diproyeksikan akan mampu mencetak lulusan-lulusan yang tidak hanya unggul dalam penguasaan sains dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
Langkah ini juga dipandang sebagai strategi cerdas dalam menghadapi tantangan global di era digital, di mana penguasaan teknologi menjadi syarat mutlak. Dengan memperkuat institusi pendidikan lokal, Kalimantan Tengah secara tidak langsung sedang membangun benteng pertahanan kualitas SDM yang akan menentukan daya saing daerah di tingkat nasional maupun internasional dalam beberapa dekade mendatang.
Sinergi ini diharapkan tidak berhenti pada tahap penandatanganan saja, namun terus berlanjut dalam bentuk program-program nyata, seperti pemberian beasiswa bagi kader, program pelatihan keterampilan bagi pemuda daerah, hingga riset-riset terapan yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kalimantan Tengah.
Partai Kebangkitan Bangsa melalui DPW Kalteng telah menunjukkan bahwa politik tidak harus selalu bicara tentang perebutan kekuasaan, namun juga bisa menjadi instrumen untuk kemajuan peradaban melalui jalur pendidikan. Sementara itu, ITS NU Kalimantan telah membuktikan kesiapannya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dan partai politik dalam mencerdaskan kehidupan bangsa di Bumi Tambun Bungai.