Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

NU Kembali di Uji di Pilgub Jawa Timur 2013

Posted on December 26, 2012

SURABAYA – Ibarat anak sekolah, Pilgub Jatim 2013 agaknya menjadi ujian bagi Nahdlatul Ulama.

Bahkan, ujian itu merupakan ujian ulangan, karena dalam Pilgub Jatim 2008 terbukti tidak lulus atau lulus dengan nilai pas-pasan.

Dibilang ujian, karena mayoritas masyarakat Jatim adalah “nahdliyyin” (warga NU), karena sepantasnya Gubernur Jatim berasal dari kader NU, apalagi beberapa kader NU sudah menjadi bupati di sejumlah daerah.

Namun, dalam Pilgub Jatim 2008, kader NU hanya menjadi Wagub Jatim yakni H Saifullah Yusuf (mantan Ketua Umum PP GP Ansor) yang berpasangan dengan Soekarwo.

Sementara itu, kader NU Khofifah Indar Parawansa (Ketua Umum PP Muslimat NU) yang menjadi Cagub Jatim berpasangan dengan Mujiono saat itu mengalami “kalah tipis” dari pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf.

Jadi, nilainya pas-pasan, karena potensinya gubernur, tapi hanya mendapat posisi wagub.

Tentu, nilai pas-pasan itu merupakan pelajaran yang berharga, karena itu politisi NU Jatim HM Hasan Aminudin bertekad mengusung “Gubernur NU” dalam Pilgub Jatim 2013.

“Saya sudah ketemu Ketua PKB Jatim, Ketua PPP Jatim, Ketua DPP PKNU HM Choirul Anam, dan Ketua PDIP Jatim untuk mengusung ‘Gubernur NU’,” katanya dalam diskusi rutin Forum Tabayyun ISNU Jatim di Surabaya (9/12).

Bahkan, kata mantan Bupati Probolinggo yang juga A’wan (anggota Dewan Syuriah) PWNU Jatim itu, dirinya juga sudah menghubungi Wagub Jatim H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang juga kader NU.

“Selasa (4/12) malam, saya sudah bertemu Gus Ipul di kediamannya, beliau siap menerima keputusan permusyawaratan ulama NU untuk menetapkan satu kader NU sebagai Cagub Jatim,” katanya.

Bahkan, katanya, Gus Ipul juga siap untuk bersikap “legowo” bila keputusan para ulama tidak memilih dirinya. “Yang jelas, beliau sepakat untuk perlunya Gubernur NU,” katanya.

Hingga kini, dirinya masih belum menemui satu kader NU yang juga diunggulkan yakni Khofifah Indar Parawansa (Ketua Umum PP Muslimat NU). “Tapi, kami sudah menghubungi KH Hasyim Muzadi untuk rencana itu,” katanya.

Satu Calon

Dalam diskusi yang menampilkan dosen sosiologi IAIN Sunan Ampel Surabaya Andri Arianto MA dan juga dihadiri Wakil Sekjen DPP PKB H Malik Haromain itu, Hasan Aminuddin menegaskan bahwa syarat “Gubernur NU” adalah hanya ada satu kader NU yang maju dalam Pilgub Jatim 2013.

“Kalau ada lebih dari satu kader NU yang maju, maka Gubernur NU itu akan sulit terwujud, karena itu saya yang didukung para ulama dan sejumlah pengurus NU akan mengupayakan satu calon NU yang maju dalam Pilgub Jatim 2013,” katanya.

Hingga kini, sejumlah kader NU yang diperhitungkan untuk maju dalam Pilgub Jatim, baik sebagai Cagub maupun Cawagub antara lain Khofifah Indar Parawansa (Ketua Umum PP Muslimat NU), H Saifullah Yusuf (Wagub Jatim/Ketua PBNU/mantan Ketua Umum PP GP Ansor), dan Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi).

Menurut fungsionaris Ormas Nasdem itu, pihaknya akan mudah menyatukan warga NU bila ada satu cagub dari kader NU. “Modalnya juga sudah ada yakni Tapalkuda mulai dari Madura ke Pasuruan hingga ke timur,” katanya.

Oleh karena itu, ia berharap siapa kader NU yang akan “diberangkatkan” ke Pilgub Jatim 2013 sudah diketahui pada Januari 2013. “Kalau permusyawaratan para ulama sudah memutuskan, tentu akan kami antar ke parpol,” katanya.

Khittah NU 1926

Kendati “Gubernur NU” masih sebatas gagasan, namun sejumlah kalangan langsung beramai-ramai menuduh PWNU Jatim telah melakukan pelanggaran Khittah NU 1926 dengan mengusung calon dalam Pilgub Jatim 2013.

“Kami tahu bahwa NU itu tidak boleh berpolitik praktis, tapi kalau calon dari NU dibiarkan lebih dari satu, maka suara akan pecah, karena itu kami mengihtiarkan satu calon, lalu kami tawarkan kepada parpol,” kata Ketua PW LP Maarif NU Jatim Dr Achmad Muzakki di Surabaya (17/12).

Saat mewakili Ketua PWNU Jatim KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah untuk berbicara dalam diskusi bertajuk “NU di Pusaran Pilgub Jatim” yang digelar Gerakan Penyelamat NU (GPNU), ia menegaskan bahwa NU Jatim tidak sedang berpolitik praktis.

“NU ingin menyatukan ‘anak-anaknya’ agar tidak bertengkar, kemudian satu calon yang sudah disepakati para ulama dan tokoh NU, baik struktural maupun kultural, itu ditawarkan kepada parpol berbasis nahdliyyin, seperti PPP, PKB, PKNU, PKBIB, dan sebagainya,” katanya.

Oleh karena itu, NU Jatim itu tidak dapat dituduh telah melanggar Khittah NU 1926. “Kami hanya berkepentingan untuk menjaga NU tidak porak-poranda atau dimanfaatkan orang lain, kemudian hasilnya terserah parpol. Urusan NU adalah kader NU, sedangkan Pilgub itu urusan parpol,” katanya.

Namun, katanya, memang ada tokoh NU yang mengatasnamakan Khittah NU 1926 untuk menyerang NU, padahal dia juga mewakili kepentingan kandidat lain. “Jadi, kami dianggap tidak mengerti Khittah NU 1926 oleh orang-orang yang sebenarnya dagangan Khittah NU 1926,” katanya.

Selain itu, ada juga kepentingan dari organisasi lain yang memanfaatkan tokoh-tokoh NU untuk meminggirkan NU dari pusaran birokrasi, sebab institusi itu ingin mengebiri berbagai kepentingan NU.

“Contoh nyata adalah Bosda untuk madrasah diniah (madin) di kalangan pesantren dan masjid/surau/mushalla yang dikucurkan Gubernur Soekarwo senilai Rp400 miliar per tahun, namun hal itu hendak dihentikan dengan berbagai alasan yang dicari-cari,” katanya.

Hal itu didukung Ketua Gerakan Penyelamat NU (GPNU) M Khoirul Rijal. “Kami tidak mempersoalkan NU untuk memunculkan satu nama, namun bila nama itu sudah muncul, maka harus dijaga agar ‘bendera’ NU tidak digunakan dalam kampanye atau kepentingan tim sukses,” katanya.

Ia mengkritisi sikap tokoh NU yang justru sering berbeda sikap sebagai pengurus dan sebagai pribadi. “Yang harus dijaga itu adalah tokoh NU yang dalam forum rapat bicara Khittah NU 1926, tapi di luar forum rapat justru berbicara kepentingan politik praktis atau kepentingan individu, misalnya untuk membangun pesantrennya,” katanya.

Agaknya, NU memang menghadapi dilema dalam pilkada, termasuk Pilgub Jatim 2013, karena NU terbiasa dengan budaya yang bersifat hirarkhis, sedangkan pilkada justru bersifat demokratis atau tidak hirarkhis dan harus terbiasa dengan kritik.

Oleh karena itu, Pilgub Jatim 2013 merupakan ujian bagi NU untuk menentukan “satu calon” sebagai “Gubernur NU”, namun bila kader NU terpilih atau tidak terpilih dalam Pilgub Jatim 2013, maka NU tetap harus berjalan sesuai “tradisi” NU yakni mengelola demokrasi menjadi lebih baik dengan dukungan kultur NU yang sangat membantu dalam menerima keragaman. Sumber: NU Online

Terbaru

  • Inilah Inovasi Terbaru Profesor UI: Pelumas Mobil dari Minyak Nabati!
  • Daftar Sekarang! Beasiswa S2 di Italia dari IYT Scholarship 2026 Sudah Dibuka
  • Sejarah Hantavirus dan Perkembangannya Sampai ke Indonesia
  • Kementerian Pendidikan: Mapel Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027!
  • Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak
  • Viral Video Sejoli Di Balai Kota Panggul Trenggalek, Satpol PP Janji Usut
  • Video Viral Wakil Wali Kota Batam Tegur Keras Pasir Ilegal
  • LPDP Buka Peluang Beasiswa S3 Prancis 2026, Simak Syaratnya!
  • Inilah Panduan Lengkap dan Aturan Main Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2026
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar MOFA Taiwan Fellowship 2027
  • RESMI! Inilah Macam Jalur di SPMB Sekolah Tahun Ajaran 2026
  • Ini Loh Rute Terbaru TransJOGJA Per Mei 2026, Jangan Salah Naik!
  • Inilah Jadwal Operasional MRT Jakarta Per Mei 2026, Berubah Dimana?
  • Inilah Syarat dan Mekanisme Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Talenta (OSN, Seniman, Hafidz, Atlet dll) 2026/2027
  • Inilah Daftar Saham Farmasi di BEI Per Mei 2026, Pilih Mana?
  • Kesehatan Mental Itu Penting: Inilah Isi Chat Terakhir Karyawan Minimarket Sukabumi Bundir
  • Inilah Kampus Swasta Terbaik Jurusan Farmasi di Area Malang Raya
  • Cara Login EMIS 4.0 Kemenag Terbaru 2026 Pakai Akun Lembaga dan PTK Guru Madrasah Aktivasi
  • Survei Parpol Terbaru: Gerindra Unggul, PDIP Ketiga, PKB 5%
  • PKB Resmi Jalin Kerjasama dengan Institut Teknologi & Sains NU Kalimantan
  • Inilah Urutan Terbaru Pangkat TNI Angkatan Darat! (Update 2026)
  • Inilah Panduan Lengkap Operator Sekolah Mengelola SPTJM e-Ijazah dan Menghindari Kesalahan Fatal Data Kelulusan
  • Inilah Syarat dan Penilaian Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur UTBK
  • Download Video Viral Guru Bahasa Inggris? Awas Berisi Virus!
  • PKB Minta Kasus C4bul Pendiri Ponpes Pati Tidak Ada Ampunan & Tuntutan Maksimal
  • Inilah Kronologi Video Viral Preman vs Sopir Di Sumedang
  • Ini Alasan UKP Pariwisata Disindir Konten Kreator Drone Gunung Rinjani
  • Inilah Kronologi Viral Video Dugaan Asusila Pegawai Disdik Pasuruan di Mobil Dinas
  • Polisi Polda Sumut Resmi Dipecat: Dari Video Viral Sampai Sidang Etik Ini Kronologinya
  • ASUS ExpertBook Ultra: Produk Flagship yang Cerminkan Kepemimpinan ASUS di Pasar Global
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to automate professional video production using OpenAI Codex and HyperFrames for stunning motion graphics
  • How to Master Professional Research and Study Projects Using Local Deep Research and Advanced AI Agents
  • How to build a professional web application using the Verdent AI Manager feature to automate your entire technical workflow
  • Testing Baidu Ernie 5.1, ultra-efficient thinking mode to solve your most complex coding and reasoning challenges with ease
  • How to Evaluate AI Logic Performance Using DeepSeek V4 Flash Think and Gemini 3.1 Flash Light in Complex Reasoning Tests
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme