Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Ulama Banjar (188): KH. Ahmad Bakeri

Posted on April 24, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Redaksi

Ahmad Bakeri ini lebih akrab disapa dengan sebutan Guru Bakri, lahir di Desa Bitin Berjarak 12 kilometer dari kota Alabio. Dia adalah putera dari H. Imanuddin dan Hj. Sapura, dilahirkan tanggal 20 Mei 1959, merupakan anak keempat dari enam orang bersaudara masing-masing Tarsih, KH.A.Tarmizi, Hj.Syamrah, Athiyah, Muhammad soebeli. Dibesarkan di lingkungan keluarga petani yang kental dengan nuansa ketaatan menjalankan ajaran Islam.

Pada usianya yang ke-26, Ahmad Bakeri mengakhiri masa lajangnya dan menikah dengan Hj.Siti Rukayah, gadis pilihannya dari Gambut Kabupaten Banjar. Gadis yang dinikahinya pada tahun 1985 itu adalah anak guru H.Husni Abdullah. Kini dia telah dikaruniai empat orang anak, yaitu Muhammad Rasyid Ridha, Siti Zhafirah, Muhammad Samman, dan Hasan Al Munawwar.

Pada tahun 1967, ketika Ahmad Bakeri masih berusia 7 tahun, dia mulai belajar agama di Madrasah Ibtidaitah Shalatiyyah di Desa Bitin. Setelah menamatkan pendidikan tingkat Ibtidaiyah, dia kemudian melanjutkan ke tingkat Tsanawiyah di tempat yang sama. Semboyan yang popular dikala itu, hanya ada dua jalan untuk mencapai kemuliaan yaitu mencari harta atau mencari ilmu. Ahmad Bakeri memilih mencari ilmu. Sebab dengan ilmu, kemuliaan akan diperoleh di sisi Allah SWT dan di sisi manusia. Dengan ilmu pula, harta benda akan dating dengan sendirinya.
Baca juga:  Ulama Banjar (121): KH. Badaruddin
Ahmad Bakeri suka menirukan ungkapan yang disampaikan gurunya, jika kamu menanam padi niscaya padi yang akan tumbuh. Jika kamu menanam rumput, pastilah padi tak akan tumbuh. Maksudnya, jika kamu mencari ilmu niscaya harta akan kamu dapatkan, jika kamu mencari harta, niscaya ilmu tak akan kamu dapatkan. Berkat keteguhan, disiplin, kerajinan, dan keuletannya dalam menuntut ilmu, setiap tahun Ahmad Bakeri naik kelas. Dia selalu menempati peringkat pertama dikelasnya. Karena keberhasilan itu, ia tak kuasa lagi menahan keinginannya untuk mengaji ke Serambi Mekkah Martapura.

Cita-cita tersebut sempat terpendam hampir setahun, disebabkan alas an ekonomi. Namun pada tahun 1977 Ahmad Bakeri tulus jua berangkat ke Martapura dengan uang yang diperoleh dari menjual sepeda satu-satunya milik ayahnya. Dengan hanya membawa dua lembar baju, satu lembar celana, dan satu buah kopiah jangang, berangkatlah Ahmad Bakeri dengan membawa karung ‘galapung’berisi beras dan ikan sepat kering satu kilogram untuk bekal di perantauan kelak.

Selama belajar di Pondok Pesantren Darussalam Martapura Ahmad Bakeri banyak mendapatkan pengetahuan agama yang bersumber dari kitab-kitab tradisi pesantren yang lazim disebut kitab kuning. Setidaknya ada lima belas kitab yang menjadi makanannya ketika masih duduk di kelas satu Aliyah Pondok Pesantren Darussalam Martapura, dibawah asuhan KH.Syukeri Unus.
Baca juga:  Ulama Banjar (116): KH.M. Suberi Akhyatie
Setelah bertahun-tahun belajar di Pesantren tersebut, tepatnya saat di kelas dua Aliyah mulai terlihat bakat Ahmad Bakeri untuk menjadi seorang juru dakwah. Dalam setiap perlombaan pidato yang diadakan oleh pesantren, Ahmad Bakeri selalu menjadi pemenangnya. Akhirnya pada tahun 1980, anak banuaasal desa Bitin ini berhasil menyelesaikan pendidikannya di Pondok Pesantren Darussalam. Dalam ujian akhir, ia menduduki peringkat kedua.

Tekadnya untuk memperdalam ilmu agama semakin mendorong dirinya untuk mencari guru yang masyhur dan mursyid. Ia sangat menekuni ilmu Nahu dan Sharaf, Fiqh, Tauhid, Tafsir dan Tasawuf. KH.Muhammad Zaini Ghani adalah guru yang banyak membentuk karakternya.

Ahmad Bakeri berpesan pada dirinya sendiri jangan bermimpi jadi pegawai negeri, karena kamu tidak mempunyai diploma. Jangan bermimpi jadi orang kaya, karena kamu tidak mempunyai harta. Maka jadilah orang yang berilmu karena akan mendapat kemuliaan di dunia dan di akhirat.

Beliau meninggal dunia pada hari Jumat, 1 Februari 2013 di RSUD Ulin Banjarmasin dan dimakamkan di Komplek Pemakaman Ponpes Al-Mursyidul Amin Gambut.

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Vidrush, Solusi Produksi Video massal buat Channel Faceless
  • Inilah Higgsfield AI Audio, Trik Canggih Buat Voice Cloning dan Dubbing Video Youtube Otomatis!
  • Everything You Need to Know About Project X and the Rumored AI-Powered Remaster of The Sims 4
  • Inilah Trik Cuan dari Instagram Jadi Affiliator, Tapi Tanpa Perlu Jualan Produk!
  • Inilah 7 Ide Channel YouTube Aneh Tapi Sederhana yang Bisa Kalian Mulai Sekarang Juga!
  • Apa itu Umroh & Keutamaannya: Inspirasi dari pergiumroh.com
  • Belum Tahu? Gini Caranya Dapat Bisnis Sukses Cuma dari Clipping Video Pake AI
  • Inilah Rahasia Perbaiki Algoritma Video YouTube yang Mulai Sepi
  • Kenapa Cicilan di Bank Syariah Itu Tetap?
  • Inilah 7 Produk Digital Paling Realistis untuk Kalian yang Mau Jualan Online Tahun Ini!
  • Inilah 4 Strategi Memilih Niche SEO Terbaik Supaya Blog Kalian Cepat Ranking
  • Ini Trik Supaya Pengunjung Toko Online Kalian Jadi Pembeli Setia Pakai Omnisend!
  • 3 Strategi AI Terbukti Biar Bisnis E-Commerce Kalian Makin Cuan 2026!
  • Inilah 6 Langkah Tembus 5.000 Follower di X, Gini Caranya Supaya Akun Kalian Nggak Stuck Lagi!
  • SEO LinkedIn: Inilah Alasan Kenapa LinkedIn Ads Lebih Efektif Buat Bisnis B2B Dibanding Platform Lain
  • Inilah Alasan Kenapa Kolom Komentar YouTube Kalian Sering Menghilang Secara Misterius!
  • Cara Kelola Auto-Posting Semua Media Sosial Kalian Pakai Metricool
  • Studi Kasus Sukses Instagram Maria Wendt Dapat 12 Juta View Instagram Per Bulan
  • ZenBook S16, Vivobook Pro 15 OLED, ProArt PX13, dan ROG Zephyrus G14, Laptop Bagus dengan Layar OLED!
  • Caranya Ngebangun Website Directory dengan Traffic Tinggi dalam Seminggu!
  • Cara Mengembangkan Channel YouTube Shorts Tanpa Wajah
  • Inilah Cara Menghitung Diskon Baju Lebaran Biar Nggak Bingung Saat Belanja di Mall!
  • Cara Jitu Ngebangun Bisnis SaaS di Era AI Pakai Strategi Agentic Workflow
  • Inilah Rincian Gaji Polri Lulusan Baru 2026, Cek Perbedaan Jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama Sebelum Daftar!
  • Inilah 5 Channel YouTube Membosankan yang Diam-diam Menghasilkan Banyak Uang
  • Inilah Cara Pakai Google Maps Offline Biar Mudik Lebaran 2026 Nggak Nyasar Meski Tanpa Sinyal!
  • Inilah Alasan Mahkamah Agung Tolak Kasasi Google, Denda Rp202,5 Miliar Resmi Menanti Akibat Praktik Monopoli
  • Inilah Cara Daftar dan Syarat SPMB SMK Boarding Jawa Tengah 2026, Sekolah Gratis Sampai Lulus!
  • Inilah Daftar Sekolah Kedinasan 2026 untuk Lulusan SMK, Bisa Kuliah Gratis dan Berpeluang Besar Langsung Jadi CPNS!
  • Inilah Pajak TER: Skema Baru PPh 21 yang Nggak Bikin Pusing, Begini Cara Hitungnya!
  • How to Clear Copilot Memory in Windows 11 Step by Step
  • How to Show Battery Percentage on Windows 11
  • How to Fix VMSp Service Failed to Start on Windows 10/11
  • How to Fix Taskbar Icon Order in Windows 11/10
  • How to Disable Personalized Ads in Copilot on Windows 11
  • How to Use Orbax Checkpointing with Keras and JAX for Robust Training
  • How to Automate Any PDF Form Using the Power of Manus AI
  • How to Training Your Own YOLO26 Object Detection Model!
  • How to Build a Full-Stack Mobile App in Minutes with YouWare AI
  • How to Create Consistent Characters and Cinematic AI Video Production with Seedance
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme