Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Beban Berat Perempuan di Daerah Perang

Posted on April 16, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Muallifah

Jika ada yang denial untuk mengakui bahwa perempuan dan anak adalah kelompok yang amat rentan menjadi korban dalam konflik, pasti belum membaca sejarah bagaimana posisi perempuan dalam konflik. Semua kelompok masyarakat menjadi korban, memang iya. Namun, perempuan mengalami diskriminasi jauh lebih parah daripada kelompok masyarakat lainnya.

Selain faktor biologis yang membedakan antara laki-laki dan perempuan, beban biologis yang dikodratkan kepada perempuan, menjadi alasan mengapa perempuan memiliki beban berat ketika hidup di daerah konflik. Posisi haidh, melahirkan dan masa kehidupan memiliki bayi membutuhkan ruang yang aman untuk membesarkan anak-anaknya. Namun, perempuan pada daerah konflik tidak mendapatkan itu. Mereka tidak mendapatkan ketenangan, tidak mendapatkan kehidupan yang layak, dan sengsara.

Kebanyakan, perempuan tidak dibunuh untuk digantikan kekerasan lainnya, seperti: pemerkosaan, perdagangan perempuan, dll. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Pemerkosaan menjadi bagian dari kejahatan

Ada banyak sekali perempuan yang diperkosa dalam daerah perang, diantaranya:  Pertama, selama kependudukan tentang Jepang di Malaya dan Indonesia, banyak sekali perempuan yang menjadi budak seks dan diperkosa untuk melayani hawa nafsu. Tidak hanya dijadikan budak seks, mereka juga menjadi wanita penghibur untuk melayana tentara Jepang.

Kedua, pasca perang dunia kedua, ketika tentara Australia di Jepang. Banyak perempuan yang diculik pada masa tersebut untuk dijadikan budak seks. Tentara Amerika juga menjadikan perempuan di Jepang untuk dijadikan wanita penghibur. Ketiga, Selama peperangan di antara pihak militer Amerika dengan pihak komunis yang berasal dari Vietnam Utara pada sekitar tahun 1955 hingga 1975. Banyak perempuan yang diperkosa dan diculik dengan tujuan untuk melayani hawa nafsu.
Baca juga:  Dakwah dan Pers-delicht: Kisah Haji Abdul Mu’thi dari Muhammadiyah Kudus
Tidak hanya itu, kita tentu masih ingat kasus perkosaan  massal  di  Bosnia  Herzegovina  memperlihatkan  pada  dunia  bahwa  tindakan kekerasan  terhadap  perempuan  dalam  perang  bukanlah  aksi  agresif  individu  (prajurit  yang  sedang berperang), melainkan sebuah aksi yang dilakukan secara sistematis dan terencana, bukan hanya sekadar sexual crime, tetapi hate crime dan ini adalah kategori kejahatan perang. Dengan demikian, pemerkosaan perempuan pada terjadinya perang, merupakan bagian dari tindakan perang tersebut yang dilakukan atas dasar rencana, bukan karena kesempatan yang disebabkan ketidakberdayaan perempuan pada daerah konflik.

Selain konflik peperangan di atas, posisi perempuan dalam daerah perang, ketika mencari tempat yang aman untuk mengungsi, justru mendapatkan kekejaman yang lebih parah, yakni menjadi korban perdagangan manusia. Fenomena itu terjadi di negara-negara besar, mereka didistribusikan ke Tokyo, Sydney, London, Paris, Frankfurt, Munich, New York, Chicago, Los Angeles, Atlanta, Milan, Roma, Amsterdam, Jenewa, dan negara -negara lain.

Lain halnya dengan cerita di atas, Perempuan yang berasal dari konflik, salah satunya dari Thailand Utara, dimana hampir tidak memiliki pekerjaan sama sekali lantaran konflik yang tidak berkesudahan. Para perempuan menjadi pekerja di Kamboja. Mereka menjadi pekerja di pabrik Garmen di Kamboja. Tanggung jawab untuk mengirimkan uang kepada orang tuanya, tidak sebanding dengan penghasilan dari pekerjaan yang didapatkan. Alhasil, mereka memilih untuk menjual diri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Baca juga:  Kisah Gus Dur bersama Seorang Wali dari Aceh
Dengan pelbagai fenomena di atas, dapat kita pahami bahwa, perempuan dalam ranah konflik, baik ketika konflik ataupun pasca konflik, mengalami banyak sekali tekanan, serta tuntunan dan dampak yang negatif bagi kehidupannya. Kelompok kaya dan miskin, dalam konteks ini terlihat jelas adanya jarak yang cukup jauh. Kelompok kaya memiliki keinginan untuk semakin memperbanyak kekayaannya, sedang kelompok miskin selalu berusaha untuk tidak terus menerus terjerat dalam kemiskinan. Meskipun demikian, akses yang dimiliki sangat terbatas. Sehingga pilihan yang diambil terkadang di luar norma yang berlaku.

Perempuan adalah bagian inferior dalam komoditi masyarakat

Kasus pemerkosaan perempuan pada saat terjadinya perang, bukanlah hal baru dalam relasi yang timpang. Mengapa hal itu terjadi?  Relasi yang timpang yang tercipta pada dua negara tersebut menyebabkan adanya superior dan inferior. Negara yang memiliki kekuasaan lebih terhadap negara lain, menjadikan perempuan sebagai subjek dalam perang. Padahal, semestinya perempuan menjadi kelompok yang dilindungi.

Dengan fenomena tersebut, penting kiranya untuk mendorong kelompok sipil serta masyarakat agar lebih aware tentang posisi perempuan ketika konflik terjadi. Hal ini sebagai upaya preventif dalam mencegah terjadinya pemerkosaan, perdagangan manusia, serta budak seks. Upaya tersebut juga harus didukung dengan kesadaran perempuan agar mandiri dan berdikari untuk menjunjung tinggi kemampuan yang dimiliki sebagai manusia.
Baca juga:  Kala Kiai As’ad Dikriminalisasi

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Cek HP Anak, Apakah Ada Video Viral Cukur Kumis Bawah
  • Jika ATM Terpelanting, Apakah Saldo Aman?
  • Inilah 5 Rekomendasi Smartwatch Terbaik di Bawah Rp1 Jutaan
  • Siapa Daud Tony yang Ramal Jatuhnya Saham & Harga Emas-Perak?
  • Berapa Cuan Dari 1.000 Tayangan Reels Facebook Pro?
  • Apakah Jika Ganti Baterai HP, Data akan Hilang?
  • Apa itu Game Sakura School Simulator Solwa?
  • Hasil Benchmark Xiaomi Pad 8 Global Bocor! Siap-siap Masuk Indonesia Nih
  • KAGET! Ressa Rizky Rossano Akui Sudah Nikah & Punya Anak
  • Inilah Kronologi Ledakan Bom Rakitan SMPN 3 Sungai Raya, Kubu Raya Kalbar
  • Cara Mengatasi Error 208 BCA Mobile
  • Hapus Sekarang! Inilah Hornet, App LGBTQ Tembus Indonesia, Hati-hati
  • Berapa Lama Sih Ngecas HP 33 Watt? Ini Dia Penjelasannya!
  • Cara Cek Saldo Hana Bank Lewat SMS
  • Update Sistem Google Februari 2026: Apa yang Baru dan Perlu Kalian Tahu?
  • Membership FF Bulanan & Mingguan: Berapa DM yang Harus Kalian Siapkan?
  • Maksimal Ngecas HP Berapa Kali Sehari? Boleh 2 Kali Nggak, Sih?
  • Cara Mengatasi Error “Try Again, Open in Another App”
  • Sideload Android: Cara Pasang APK Tanpa Google Play Store (Panduan Lengkap 2026)
  • iPhone Jadi Kamera Vintage Modular? Proyek Kickstarter Ini Bikin Kagum!
  • Cara Mengatasi Video Nest Cam Bermasalah dan Video Hilang
  • iTunes Masih Jadi Rajanya Music? Ini Faktanya!
  • Google Home Smart Button Makin Canggih: Kini Otomatisasi Lebih Fleksibel!
  • F1: The Movie Raih Grammy! Tak Terduga, Kalahkan Bintang Country Ternama
  • Blokir Situs Judi Online: Lindungi Diri & Keluarga dari Dampak Negatif
  • Belanda Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial: Ini Detailnya!
  • Gemini Live Mendapat Desain Ulang ‘Floating UI’ yang Super Keren!
  • Galaxy S26 Kehilangan Magnet Qi2? Kebocoran Terbaru Bikin Penasaran!
  • DCT Coin: Crypto Legitim atau Penipuan? Bedah Tuntas, Harga & Fakta Penting!
  • Apple Rilis Update Terbaru untuk iOS, macOS, watchOS & Lainnya!
  • Arch Linux February ISO Released with Kernel Updates and Security Fixes
  • Fish Shell 4.4 Released: Enhanced Vi Mode & New Themes Explained
  • How to Create Local User Accounts in Windows 11 Without an Online Account 2026
  • How to Game on an ARM-Based Computer/Arduino
  • Minisforum MS-S1 MAX – 128GB RAM Review
  • Cara Membuat Podcast dari PDF dengan NotebookLlama dan Groq
  • Tutorial Membuat Sistem Automatic Content Recognition (ACR) untuk Deteksi Logo
  • Apa itu Google Code Wiki?
  • Cara Membuat Agen AI Otomatis untuk Laporan ESG dengan Python dan LangChain
  • Cara Membuat Pipeline RAG dengan Framework AutoRAG
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme