Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Cara Ibnu Rusyd Menafsirkan Al-Qur’an

Posted on May 24, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Moh. Rofqil Bazikh

Membahas nama yang satu ini biasanya diatribusikan sebagai lawan polemik hujjatul Islam, al-Ghazali. Dalam diskursus filsafat Islam, kedua nama ini sering disebut dan diperbincangkan. Seringkali, perbincangan nama Ibnu Rusyd tatkala mengulik buku kritik baliknya atas buku al-Ghazali, Tahafut al-Falasifah. Dalam kacamata sebagian pemikir Muslim belakangan, itu dianggap sebagai pertaruangan gagasan yang sehat. Al-Ghazali yang mengkritik keras filsuf Muslim sebelumnya, lantas dibantah kembali oleh Ibnu Rusyd dalam Tahafut at-Tahafut.

Inspirator Ibnu Rusyd tidak lain juga berasal dari Yunani, Aristoteles. Ia menjadi komentator sekaligus juru bicara Aristoteles beserta gagasannya. Bahkan Ibnu Rusyd sendiri dinilai sebagai orang yang mengoreksi penyimpangan filsuf sebelumnya yang merepresentasikan filsafat Aristoteles. Ia adalah pengagum Aristoteles selain juga sebagai komentatornya. Sebagian sarjana mengatakan kekaguman Ibnu Rusyd sampai mendudukkan Aristoteles pada taraf sebagai manusia yang maksum.

Memang di dalam khazanah keislaman kita ia lebih masyhur dengan label filsufnya. Kendati demikian, tidak ada orang yang menafikan Ibnu Rusyd sendiri sebagai seolah fakih. Ia selain sebagai orang yang begelut di dunia filsafat, juga berkutat di bidang fikih—secara spesifik fikih nalar ikhtilaf. Salah satu bukunya yang membahas nalar ikhtilaf di dalam hukum Islam adalah Bidayat al-Mujtahid wa Nihaya al-Muqtashid. Sebuah buku babon yang kerap digunakan ketika membahas fikih komparatif (fiqh al-muqaran).
Baca juga:  Hikayat Walisongo (1): Sunan Gresik, Kakek Bantal dan Spirit Moderasi
Ternyata tidak cukup sampai di situ, Aksin Wijaya justru mengkaji Ibnu Rusyd dari aspek kemufasirannya. Dalam bukunya Menalar Kalam Tuhan, Aksin memberkan banyak hal yang terkait dengan metode penafsiran Ibnu Rusyd atas teks. Teks yang dimaksud di dalam bagian ini adalah (ayat) al-Qur’an. Ada empat unsur hermeneutis dalam metode interpretasi yang dilakukan Ibnu Rusyd. Mulai dari penggagas, teks, pembaca, hingga penerima wacana, yang keempatnya ini berkelindan erat. Selain hal tersebut, Ibnu Rusyd juga membagi masyaraat ke dalam dua kelompok, awam dan pelajar. Masyarakat pelajar diklasifikasikan kembali dalam dua kelompok, filsuf dan juga nonfilsuf.

Kategorisasi masyarakat yang dilakukan Ibnu Rusyd ini penting terkait siapa yang menerima wacana dan siapa sebagai pembaca (interpretator). Itu kemudian dilanjutkan sampai dua kategorisasi lagi dilihat dari sudut metode berpikir. Masyarakat yang nonrasional(terdiri dari ahli retorika) dan rasional(ahli dialektika dan demonstratif). Kedua pakar yang terakhir ini, pakar dialektika dan demonstratif, dianggap sebagai orang yang boleh terlibat pembacaan al-Qur’an. Sedangkan yang pertama hanya boleh menerima secara lahiriah [Aksin Wijaya, 2021: 146]

Intinya, ada tiga kategorisasi teks yang dilakukan oleh Ibnu Rusyd. Pertama, teks yang secara definitif punya makna lahiriah saja. Terlarang untuk manakwil teks kategori yang pertama ini. Bahkan Ibnu Rusyd melabeli kafir orang yang menakwilnya jika itu terkait dengan hal yang prinsipil dalam syariat. Juga masuk dalam taraf bidah jika itu terkait dengan hal yang nonprinsipil dalam syariat. Intinya, teks yang pertama ini dibawa kepada maknanya yang lahiriah saja. Tidak lebih dan tak boleh ditakwil.
Baca juga:  Selamat Jalan, Pak M. Nashihin Hasan
Kedua, adalah teks yang secara analitis mempunya dua makna: lahiriah dan batiniah. Artinya, ayat kategori yang kedua ini boleh ditakwil. Lalu, siapa yang berhak menakwil ayat tersebut? Ibnu Rusyd menjawab, tidak lain adalah ahli demonstratif. Mengarah kepada kekafiran jika teks ketegori ini justru dibawa ke dalam makna lahirih saja, sebagaimana kekafiran orang yang bukan pakar demonstratif dalam menakwil teks model ini. Penakwilan itu dimaksudkan untuk mengahdirkan makna yang hakiki, misal ayat bersemayam dan turunnya Allah.

Ketiga, teks yang secara definitif tidak mempunyai makna lahiriah juga batiniah. Ini ayat yang dalam kategorisasi yang disebut Aksin dalam bukunya bersifat subjektif. Disebut subjektif musabab ayat dalam kategori yang ketiga ini bergantung pada subjek pembaca. Salah satu ayat yang masuk kategori ini adalah yang berbicara tentang hari kebangkitan. Teks yang berbicara sesuatu yang ada di alam yang tidak nyata dan tidak ada kesamaaannya, kemudian dicarikan dan diungkapkan dengan wujud yang ada di alam nyata. Barangkali ini juga nanti berkaitan dengan pandangan entitas yang bangkit di hari akhir, apakah jiwa atau jasad, atau bahkan keduanya sekaligus.

Jelasnya, sedikit pembacaan Ibnu Rusyd terkait dengan al-Qur’an juga menegaskan dirinya tidak hanya sebagai fakih sekaligus filsuf, melainkan mufasir juga. Kendati hierarki kemufasiran dan kefakihannya masih diletakkan di bawah ia sebagai filsuf. Membawa atribut filsuf, ia tidak hanya masyhur di masyrik, tetapi juga magrib. Inilah Averroes!
Baca juga:  Ulama Banjar (23): Tuan Guru H. Muhammad Yusuf
 

Rujukan

Aksin Wijaya, Menafsir Kalam Tuhan, IRCiSoD 2021.

Muhammad Atif al-Iraqi, Metode Kritik Filsafat Ibnu Rusyd, IRCiSoD 2020.

 

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Inilah Trik Supaya Koneksi Indosat Makin Kencang, Tutorial Setting APN Terbaru 2026!
  • Inilah 7 HP Xiaomi NFC Termurah 2025, Dompet Aman Aktivitas Tetap Lancar!
  • Inilah 5 Rekomendasi HP Samsung dengan Fitur NFC Termurah dan Terbaik untuk Kebutuhan Harian Kalian
  • Inilah Rekomendasi HP Vivo Harga 2 Jutaan dengan Fitur Stabilizer Kamera Terbaik untuk Konten Kreator
  • Inilah 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Bikin Konten Jadi Makin Estetik!
  • Inilah Alasan Kenapa Lenovo Yoga Tab Bakal Jadi Tablet AI Paling Gahar di Tahun 2026
  • Inilah Bocoran Tecno Pova 8 dan Spark 50 Pro, HP dengan Baterai Monster Sampai 7.750mAh!
  • Inilah Alasan Kenapa Poco X8 Pro Series Ludes Terjual 30 Ribu Unit dalam Sehari, Performanya Benar-Benar Naik Kelas!
  • Inilah Rekomendasi HP Samsung dengan Kamera Terbaik 2025, Hasil Foto Dijamin Kayak Profesional!
  • Inilah Kemudahan Belanja Elektronik Lewat Kolaborasi Strategis Indodana Finance dan Sharp Indonesia
  • Inilah Rekomendasi Smartwatch Mirip Apple Watch Termurah 2026 yang Bikin Gaya Makin Maksimal
  • Inilah Cara Cek Lokasi UTBK 2026 Agar Tidak Salah Alamat dan Terlambat
  • Inilah Realme Narzo 100 Lite 5G, Smartphone Baterai 7000mAh yang Siap Meluncur dengan Spesifikasi Gahar dan Layar Super Smooth
  • Inilah Alasan Kenapa Aplikasi MOVA Berbahaya dan Bukan Cara Cepat Kaya yang Aman
  • Inilah Huawei Watch GT Runner 2, Smartwatch Keren yang Siap Bikin Lari Kalian Makin Kencang dan Presisi!
  • Inilah Panduan Lengkap Mengunduh dan Mencetak Kartu Peserta UTBK 2026 Biar Nggak Salah Langkah
  • Apa itu Satgas PKH? Tim Khusus yang Bakal Sikat Penguasaan Hutan Ilegal di Indonesia
  • Inilah REDMI Pad 2 SE, Tablet Murah dengan Layar 2K yang Siap Bikin Nyaman Mata Kalian
  • Apa itu msgstore.db.crypt14 di WhatsApp? Jangan Asal Hapus Kalau Nggak Mau Chat Hilang!
  • Inilah Fakta di Balik Kasus Siswi 15 Tahun di Langkat yang Viral Jadi Tersangka Usai Bela Ayahnya
  • Inilah 7 HP Redmi Kamera Terbaik 2026 dengan Resolusi 200 MP, Kualitas Flagship Harga Tetap Irit!
  • Inilah Bahaya dan Cara Kerja Unlock FF Beta Server Account Apk Mobilitado yang Lagi Viral
  • Inilah 5 Laptop Lenovo Paling Awet dan Tangguh Buat Investasi Jangka Panjang Kalian
  • Inilah Kronologi Tragis Mahasiswa PNP Padang Ditemukan Meninggal di Kamar Kos 11 April 2026
  • Inilah Kenapa Akun WhatsApp Kalian Sedang Ditinjau dan Cara Mengatasinya Biar Normal Lagi
  • Inilah Kronologi Gadis Lampung Nekat Menyamar Jadi Pria Demi Lamar Kekasih di Sinjai yang Berujung Urusan Polisi
  • Inilah Kronologi Kecelakaan Beruntun Jalur Purworejo-Magelang 11 April 2026: Berawal Dari Rem Mendadak Karena Kucing Melintas
  • Inilah Kabar Mengejutkan OTT KPK Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Begini Kronologi dan Profil Lengkapnya
  • Inilah Mod HUD Minecraft 2026 yang Bikin Tampilan Game Kalian Makin Keren dan Informatif
  • Inilah Panduan Lengkap UM-PTKIN 2026: Jadwal, Cara Daftar, dan Tips Strategis Memilih Jurusan di UIN IAIN STAIN
  • Is it Time to Replace Nano? Discover Fresh, the Terminal Text Editor You Actually Want to Use
  • How to Design a Services Like Google Ads
  • How to Fix 0x800ccc0b Outlook Error: Step-by-Step Guide for Beginners
  • How to Fix NVIDIA App Error on Windows 11: Simple Guide
  • How to Fix Excel Formula Errors: Quick Fixes for #NAME
  • How to Use VoxCPM2: The Complete Tutorial for Professional Voice Cloning and AI Speech Generation
  • Complete tutorial for Creao AI: How to build smart AI agents that automate your daily tasks
  • How to Streamline Your Digital Workflow with TeraBox AI: A Complete Tutorial for Beginners
  • How to Run Google Gemma 4 Locally: A Beginner’s Guide to Tiny but Mighty AI Models
  • A Beginner Tutorial on Cloning Website Source Code Using ChatGPT and AI Logic Reconstruction
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme