Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Ekonomi Tak Tumbuh Merata, Radikalisme Agama Subur

Posted on December 2, 2015

Bandung,
Direktur The Nuindo Institute Bandung yang juga penggagas gerakan Civic Islam, Faiz Manshur mengatakan, urusan keadilan ekonomi menjadi isu terpenting yang harus diselesaikan negara-negara terbelakang.

Menurutnya, banyak negara yang penduduknya mayoritas muslim, termasuk Indonesia aspek keadilan ekonomi sangat sulit didapat karena terhalang oleh pemerintah yang kurang peduli masalah ini.

“Saya mendata sejumlah cara pandang sejumlah intelektual yang bekerja dalam pergulatan langsung di lapangan. Kesemuanya mengatakan, ekonomi bisa membaik. Tetapi yang mudah untuk tumbuh hanya pada level menengah ke atas,” ujarnya dalam diskusi fokus grup di Nuindo Institue, Jalan Sancang Senin, 30 November 2015.

Menurut Faiz golongan masyarakat yang mudah mendapatkan kemakmuran dari usaha ekonominya tersebut antara lain adalah 1) mereka  yang memiliki kemampuan modal lamanya untuk bertransformasi dalam pengembangan. Mereka mudah melakukan inprovisasi pengembangan usaha dan tenang dalam bisnisnya karena kekuatan ekonomi rumah tangganya sudah tidak terbebani dalam kurun massa dua tahun. Seandainya dalam dua tahun seret penghasilan sekalipun mereka tetap tenang dan tidak gulung tikar. 2) Pelaku ekonomi dengan modal sosial dan punya kemauan melakukan coba-coba bisnis. Dan 3), pemegang kapital besar,” ujarnya.

Menurut Faiz Manshur, ketiga golongan tersebut adalah golongan minoritas. Maka kalau kemudian muncul istilah kesenjangan, ketidakadilan ekonomi merupakan problem utama kesuksesan negara-bangsa sebagaimana yang pernah mengemuka di Forum Ekonomi Islam Dunia di Malaysia awal November lalu itu wajar adanya.

“Warga negara biasa paling sulit melakukan transformasi ekonomi karena pintu-pintu kemajuan ditutup. Di sejumlah negara maju dengan birokrasi yang sudah lumayan waras hal ini bisa diatasi secara cepat. Di negara-negara yang buruk birokrasinya, dan ironinya itu banyakan negara-negara berbasis penduduk muslim, termasuk Indonesia, proses pertumbuhan ekonomi secara merata itu sangat sulit karena kebobrokan birokrasi. Kalau dasarnya birokrasi yang bobrok, ada anggaran pun sulit menjadi modal pemerataan karena untuk menyerap anggaran saja negara tidak bisa melakukan,” terangnya.

Radikalisme Agama

Gagalnya modal finansial untuk ekonomi warga ini menurut Alumni Perguruan Tinggi Islam Pesantren Al-Munawwir Krapyak ini bisa mengakibatkan beberapa resiko seperti kelemahan sumberdaya manusia akibat tidak bisa bertransformasi melalui pendidikan yang lebih tinggi, keterasingan karena tergilas oleh kemajuan industri dan tidak bisa menikmatinya, dan yang paling parah adalah frustasi kemudian timbul kriminal, termasuk senang berperang atas nama ideologi agama.

“Di Timur Tengah beberapa negara gagal karena pemerintahannya gagal kemudian rakyat frustasi lalu menggagalkan setiap pemerintahan dan sekarang bangsa-bangsa itu terjebak pada peperangan. Yang tidak perang, seperti Indonesia sering muncul letupan-letupan kriminal non ideologis, dan juga ada kriminal bermerek agama. Ini adalah efek otomatis di  jika ekonomi tidak berkeadilan dengan pertumbuhan yang merata ke level warga bawah, maka sejalan dengan itu akan muncul pertumbuhan radikalisme agama,” terangnya.

Menurut Faiz Manshur, sekarang ini agama menjadi senjata atau alat perjuangan kaum tertindas karena tidak ada lagi sosialisme atau komunisme yang menawarkan gagasan perang terbuka melawan ketidakadilan yang diakibatkan oleh negara. Negara yang sibuk melayani kepentingan pemodal besar dan lupa memberikan jaminan keadilan ekonomi dan kesejahteraan sosial akan terjebak pada situasi kriminal.

“Kenapa agama? karena sekarang ideologi yang bisa memayungi gerakan orang frustasi ini adalah agama. Agama telah menjadi ideologi, senjata bagi orang-orang yang tak mendapatkan keadilan ekonomi sehingga berdampak hilangnya hak/status sosial. Seruan-seruan agamawan seperti Paus dalam perdamaian dan keadilan ekonomi, atau Gus Mus di Kecamatan Gunem yang menyapa warga menolak pendirian pabrik semen adalah tindakan yang patut diteladani agar agama bisa menjawab problem riil masyarakat,” ujarnya.

Faiz menambahkan, seandainya pemerintahan Jokowi tidak cepat menyerap anggaran negara untuk upaya pemerataan ekonomi itu bisa mengakibatkan pertumbuhan radikalisme berbaju agama. Salah satu ciri negara gagal adalah birokrasi tidak bisa bekerja untuk mengabdi, dan bukan semata karena kekurangan anggaran.

“Kalau anggaran sudah ada tetapi pejabatnya tidak tidak mampu memaksimalkan penyerapan, jangan salahkan jika makin banyak kriminal termasuk teroris-teroris ideologis. Sebab dengan mandegnya anggaran itu kemudian roda ekonomi lumpuh dan rakyat bawah semakin tersudut karena ketubuhan dasar mereka tidak terpenuhi,” terangnya. (Satar Sakri/Nita/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

Terbaru

  • Inilah Penemuan Terbaru yang Mengungkap Bahwa Sunburn Ternyata Disebabkan Oleh Kerusakan RNA
  • Inilah Alasan Kenapa Manusia Lebih Sering Hamil Satu Bayi daripada Kembar Menurut Penelitian Terbaru
  • Inilah Syarat dan Cara Pendaftaran IMEI Internasional Mulai Mei 2026
  • Bocoran Spek Samsung Galaxy S27 Ultra Nih, Kamera 3X Hilang + Teknologi AI
  • Inilah Perbedaan Motorola G47 dan Motorola G45, Cuma Kamera 108 Megapiksel Doang?
  • Update Baru Google Gemini: Bisa Bikin File Word, PDF, Excel secara Otomatis
  • Rekomendasi Motor Listrik 2026 Anti Mogok!
  • Ini Loh Honda Vision 110, Motor Baru Seharga Beat & Rangka eSAF Khusus Pasar Eropa
  • Inilah Mobil-Mobil Paling Cocok Transisi ke Bioetanol E20 dan Biodiesel B50!
  • Inilah Ternyata Batas Minimal Daya Cas Mobil Listrik di Rumah
  • DJP Geser Batas Akhir Lapor Pajak Sampai 31 Mei 2026
  • PKB Tanggapi Dingin Usul Yusril Ihza Mahendra Soal Parliamentary Treshold 13 Kursi
  • LPTNU Kritik Keras Rencana Penutupan Prodi: Kenapa Tidak Komprehensi & Berbasis Problematika Nyata?
  • Gus Rozin PWNU Jawa Tengah Setuju Cak Imin, Konflik PBNU bikin Warga Kesal dan Tidak Produktif
  • Pengamat: Prabowo Harus Benahi KAI, Aktifkan juga Jalur Kereta Lama & Baru
  • Sekjend PBNU: Jadwal Muktamar Usulan PWNU Sejalan Hasil Rapat Pleno & Rais Aam
  • PKB Desak Hukuman Maksimal Kasus Little Aresha & Evaluasi Total Sistem Penitipan Anak secara Nasional
  • PKB Usul Modernisasi Sistem Kereta dan CCTV di Kabin Masinis, Setuju?
  • Menteri PPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Polemik Pindah Gerbong Wanita di KRL
  • Cara Kirim Robux Mudah di Roblox Beli Skin Shirt Preview
  • Kronologi kasus dugaan penyebaran konten asusila oleh anak anggota DPRD Kutai Barat?
  • Inilah Alasan Kenapa Gelembung Air di Luar Angkasa Bisa Jadi Eksperimen Fisika yang Keren Banget
  • Inilah Contoh Naskah Doa Upacara Hardiknas 2026 yang Syahdu dan Penuh Makna
  • Inilah 10 Peringkat SMP di Daerah Istimewa Yogyakarta Berdasarkan Hasil TKA TKAD 2025/2026 Terbaru
  • Inilah Cara Download FF Beta Versi Terbaru 2026, Lengkap Dengan Cara Daftar Advanced Server Resmi
  • Inilah Cara Menghilangkan YouTube Shorts di Beranda Biar Nggak Menghambat Scrolling Kalian!
  • Inilah Kabar Gembira Program Magang Nasional 2026, Kuota Naik Drastis Jadi 150 Ribu Peserta!
  • Inilah House of Amartha: Mengenal Bisnis Thariq Halilintar di Balik Pernikahan Mewah El Rumi dan Syifa Hadju
  • Inilah Cara Kuliah S1-S2-S3 Gratis dan Cepat Lewat Beasiswa BIB Kemenag Jalur Akselerasi 2026
  • Inilah Aturan Baru Penugasan Guru Non-ASN 2026, Nasib Kalian Ditentukan Sampai Tanggal Ini!
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Transform Your Windows 11 Interface into a Sleek and Modern Aesthetic Masterpiece
  • How to Create Viral Motivational YouTube Videos Using Only Free AI
  • How to Create High-End Cinematic Ads and Viral Content with Seedance 2.0
  • How OpenAI is Taking the Lead Again with GPT 5.5 and Codex
  • How to Run a 27B Parameter AI Model on a Single Consumer GPU with Llama DeFlash
  • This is Elon Musk’s Massive Grok 5 and AGI Roadmap
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme