Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar dalam Surah Al-Qadr

Posted on April 29, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Afrizal El Adzim Syahputra

Malam lailatul qadar merupakan momen spesial yang hanya dapat diraih pada bulan Ramadan. Menurut pendapat beberapa ulama’, malam yang mulia ini muncul pada sepuluh akhir bulan Ramadan. Salah satu surah yang menjelaskan tentang eksistensi malam ini adalah Q.S: al-Qadr : 1-5 :

 إِنَّا أَنْزَلْناهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَما أَدْراكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ ‌خَيْرٌ ‌مِنْ ‌أَلْفِ شَهْرٍ. تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيها بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ .سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ.

Artinya: Sesungguhnya kami telah menurunkan (Al-Quran) pada malam qadar. Dan taukah kamu apakah malam kemuliaan itu. Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turunlah malaikat dan Ruh (jibril) dengan zin tuhanya untuk mengatur semua urusan. Sejahterahlah (malam itu) sampai terbit fajar.

Menurut Sayyid Tantawi dalam Tafsir al-Wasit (15/463), kata qadr yang dinisbatkan pada kata lail (malam) dalam ayat ini diartikan sebagai kemuliaan dan keagungan, sebagaimana ungkapan orang Arab: “li Fulan qadr ‘inda Fulan” (seseorang yang memiliki kedudukan yang mulia dan terhormat). Dengan demikian, ungkapan “lailah al-qadr” mengisyaratkan bahwa malam tersebut merupakan malam yang dipenuhi dengan kemuliaan dan keagungan.

Berdasarkan ayat ini, penulis dapat mengklasifikasi keistimewaan malam lailatul qadr menjadi tiga: Pertama, malam yang lebih mulia dari seribu bulan. Kedua, para malaikat diturunkan pada malam itu. Ketiga, malam yang dipenuhi kesejahteraan. Berikut penjelasan secara terperinci mengenai dua keistimewaan malam lailatul qadar.
Baca juga:  Keistimewaan Kesusastraan Al-Quran dan Kitab Asy-Syamil fi-Balaghatil Quran Karya Gus Awis

Keistimewaan Pertama

Para ulama berbeda pendapat mengenai keistimewaan malam ini. Ada yang berpendapat bahwa malam ini hanya terjadi sekali dan tidak akan ada lagi sesudahnya. Menurut Ibnu Hajar dalam kitab Fath al-Bari (4/263), argumentasi ulama yang berpendapat demikian didasarkan pada sebuah riwayat yang dinisbatkan kepada Rasul Saw. Beliau Saw. menyatakan bahwa “innaha rufi’at” (sesungguhnya malam al-qadr telah terangkat, dalam arti sudah tidak akan datang lagi).

Namun, Ibnu Hajar tidak sepakat dengan pendapat ulama ini. Menurutnya, pendapat ini tidak dapat diterima kecuali jika yang dimaksud dengannya adalah hari pertama turunnya al-Qur’an. Sebab, mayoritas ulama berpendapat bahwa setiap tahun terjadi lailatul qadar. Malam ini menjadi mulia bukan saja karena al-Qur’an turun ketika itu, tetapi malam itu sendiri memiliki kemuliaan, yang kemudian kemuliaannya bertambah dengan turunnya al-Qur’an.

Quraish Shihab juga tidak sepakat dengan pendapat ulama ini. Dalam Tafsir al-Misbah (15/425), beliau berpendapat bahwa seandainya kehadiran lailatul qadar hanya ketika turunnya al-Qur’an pertama kali, tentu Nabi Saw. tidak akan menganjurkan para umatnya untuk berusaha mendapatkannya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, sebagaimana yang terdapat dalam beberapa riwayat hadis.

Bahkan di dalam al-Qur’an ditemukan isyarat yang menunjukkan bahwa lailatul qadar datang secara berkesinambungan setiap tahun. Isyarat tersebut antara lain dengan penggunaan bentuk kata kerja yang berbentuk masa kini dan akan datang (mudhari’) pada kata: tanazzalu al-mala’ikatu (ayat 4) yang menunjukkan bahwa turunnya malaikat itu, bersinambung secara terus-menerus.
Baca juga:  Pentingnya Mempelajari Waqf dan Ibtida’
Kemuliaan dan nilai seribu bulan itu dapat diperoleh seseorang sebagai hasil ibadah dan pendekatan kepada Allah selama bulan Ramadan. Ibadah-ibadah yang dilakukannya secara tulus dan ikhlas itu akan dapat berbekas dalam jiwanya, sehingga pada akhirnya ia mendapatkan kedamaian, ketenangan, sehingga mengubah secara total sikap hidupnya. Keadaan demikian merupakan bukti bahwa ia telah mendapatkan lailatul qadar.

Keistimewaan Kedua

Beberapa ulama enggan menjelaskan apa makna turunnya malaikat pada malam itu. Mereka Berpendapat bahwa dalam ayat ini Allah menyatakan bahwa para malaikat turun dari alam ruhani sehingga nampak oleh Nabi, terutama malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu. Kita tidak perlu menyelidiki bagaimana cara dan rahasianya, cukuplah kita beriman saja. Sebab, yang dapat diketahui manusia tentang rahasia alam ini hanya sedikit sekali.

Namun ada pula yang berpendapat bahwa arti turunnya malaikat adalah seseorang yang mendapatkan lailatul qadar dan akan semakin kuat dorongan dalam jiwanya untuk melakukan berbagai macam kebajikan pada sisa hidupnya sehingga ia merasakan kedamaian abadi. Pendapat ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Muhammad Rasyid Ridha, yang mengutip pendapat gurunya Muhammad ‘Abduh, yang menjelaskan dalam Tafsir al-Manar (1/223) tentang malaikat yang menurutnya sejalan dengan pendapat Imam al-Ghazali :

“Dirasakan oleh mereka yang mengamati dirinya atau membanding-bandingkan pikiran atau kehendaknya yang mempunyai dua sisi — baik dan buruk — dirasakan oleh mereka bahwa dalam batinnya terjadi pertentangan seakan-akan apa yang terlintas dalam pikiran atau kehendaknya itu sedang diajukan ke suatu sidang. Ini menerima dan itu menolak, ini berkata ‘lakukan’ dan yang itu berkata ‘jangan’. Demikian halnya sehingga pada akhirnya salah satu pihak memperoleh kemenangan. Hal seperti itu sering terjadi dalam diri setiap manusia. Kita tidak mengetahui hakikat hal tersebut tetapi tidak mustahil itulah yang dinamai oleh Allah dengan malaikat ataukah dinamai (oleh-Nya) penyebab yang menimbulkan dorongan dalam hati untuk melakukan kebajikan.”
Baca juga:  Tafsir Ayat Ayat Moderat

Keistimewaan Ketiga

Kata “salam” diartikan sebagai kebebasan dari segala macam kekurangan, apapun bentuk kekurangan tersebut baik lahir maupun batin, sehingga seseorang yang hidup dalam “salam” akan terbebaskan dari penyakit, kemiskinan, kebodohan dan segala sesuatu yang termasuk dadam pengertian kekurangan lahir dan batin. Keadaan demikian merupakan pertanda bahwa seseorang itu mendapatkan kesejahteraan.

Malam lailatul qadar tersebut disifati dengan kata “salam” mengisyaratkan bahwa malam tersebut dipenuhi dengan kesejahteraan dan rasa aman secara terus menerus sampai terbit waktu fajar. Keadaan demikian ini hanya dapat diraih oleh seorang mukmin yang taat kepada Allah, yang benar-benar mampu menghidupkan malam tersebut dengan berbagai amal dan ibadah.

Wallahu A’lam 

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Belum Tahu? Inilah Suku Bajau Punya Gen “Mutan” Mirip Fishman One Piece, Ini Faktanya!
  • Inilah Paket PLTS Hybrid 6kVA Aspro DML 600 yang Paling Powerful!
  • Suku Tsaatan: Suku Mongolia Penggembala Rusa Kutub
  • Game Happy Rush Terbukti Membayar atau Cuma Scam Iklan?
  • Cara Nonton Drama Dapat Duit di Free Flick, Tapi Awas Jangan Sampai Tertipu Saldo Jutaan!
  • APK Pinjol Rajindompet Penipu? Ini Review Aslinya
  • Keganggu Iklan Pop-Up Indosat Pas Main Game? Ini Trik Ampuh Matikannya!
  • Belum Tahu? Inilah Cara Upload Reels Instagram Sampai 20 Menit, Konten Jadi Lebih Puas!
  • Apa itu Negara Somaliland? Apa Hubungannya dengan Israel?
  • Apa itu Game TheoTown? Game Simulasi Jadi Diktator
  • Inilah Rekomendasi 4 HP Honor Terbaik – Prosesor Snapdragon Tahun 2026
  • Lagi Nyari HP Gaming Murah? Inilah 4 HP Asus RAM 8 GB yang Recomended
  • Ini Trik Main Game Merge Cats Road Trip Sampai Tarik Saldo ke DANA
  • Mau Jadi Digital Writer Pro? Ini Caranya Buat Portofolio Pakai Blog!
  • Ini Cara Login Banyak Akun FB & IG di Satu HP Tanpa Diblokir!
  • Inilah Cara Mengatasi Verval Siswa Silang Merah di RDM versi Hosting
  • HP Tertinggal? Inilah Caranya Login PDUM Langsung dari Laptop, Lebih Praktis!
  • Inilah Cara Tarik Dana dari APK Drama Rush
  • Inilah Cara Mudah Tarik Uang Kertas Biru di Merge Cats ke DANA dan OVO Tanpa Ribet!
  • Apakah Aplikasi Pinjaman KlikKami Penipu? Ada DC Penagih?
  • Kenapa Tentara Romawi Hanya Pakai Armor Kaki Saja?
  • Inilah Alasan Kenapa Beli Follower IG itu TIDAK AMAN!
  • EPIK! Kisah Mesin Bor Tercanggih Takluk di Proyek Terowongan Zojila Himalaya
  • Bingung Cari Lokasi Seseorang? Cek Cara Melacak Pemilik Nomor HP Tanpa Bayar Ini, Dijamin Akurat!
  • Apa itu Logis? Kenapa Logika Bisa Berbeda-beda?
  • Ini Alasan Kenapa Fitur Bing AI Sedang Trending dan Dicari Banyak Orang
  • Sejarah Kerajaan Champa: Bangsa Yang Hilang Tanpa Perang Besar, Kok Bisa?
  • Gini Caranya Dapat Weekly Diamond Pass Gratis di Event M7 Pesta, Ternyata Nggak Pake Modal!
  • Inilah Trik Rahasia Panen Token dan Skin Gratis di Event Pesta Cuan M7 Mobile Legends!
  • Apakah Apk Pinjaman Cepat Galaxy Pinjol Penipu?
  • Why Storage & Memory Price Surges | Self-hosting Podcast January 14th, 2026
  • Tailwind’s Revenue Down 80%: Is AI Killing Open Source?
  • Building Open Cloud with Apache CloudStack
  • TOP 1% AI Coding: 5 Practical Techniques to Code Like a Pro
  • Why Your Self-Hosted n8n Instance Might Be a Ticking Time Bomb
  • Cara Membuat AI Voice Agent Cerdas untuk Layanan Pelanggan Menggunakan Vapi
  • Inilah Cara Belajar Cepat Model Context Protocol (MCP) Lewat 7 Proyek Open Source Terbaik
  • Inilah Cara Menguasai Tracing dan Evaluasi Aplikasi LLM Menggunakan LangSmith
  • Begini Cara Menggabungkan LLM, RAG, dan AI Agent untuk Membuat Sistem Cerdas
  • Cara Buat Sistem Moderasi Konten Cerdas dengan GPT-OSS-Safeguard
  • Apa itu CVE-2020-12812? Ini Penjelasan Celah Keamanan Fortinet FortiOS 2FA yang Masih Bahaya
  • Apa itu CVE-2025-14847? Ini Penjelasan Lengkap MongoBleed
  • Ini Kronologi & Resiko Kebocoran Data WIRED
  • Apa itu Grubhub Crypto Scam? Ini Pengertian dan Kronologi Penipuan yang Catut Nama Grubhub
  • Apa Itu CVE-2025-59374? Mengenal Celah Keamanan ASUS Live Update yang Viral Lagi
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme