Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Ketika Non Muslim Ikut Mudik Lebaran: Cerita Warga Kampung Harapan Jaya dalam Merawat Keberagaman (1)

Posted on May 27, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Adrian

Dalam benak Ipalko Tumanan, anak muda Kristen asal Toraja, perayaan Idulfitri di Kampung Harapan Jaya adalah momen penuh kegembiraan yang tak boleh dilewatkan. Saking pentingnya Idulfitri, seperti halnya umat muslim, Ipalko merasa sedih jika tak bisa mudik.

“Saya kan kuliah di Samarinda. Nah, kalau Lebaran itu saya pasti mudik. Saya kalau tidak mudik saat Idulfitri itu, entah kenapa rasanya saya kayak sedih gitu. Mungkin karena faktor sudah terbiasa ikut merayakan Idulfitri sejak dulu ya? Padahal itu kan bukan hari raya agama saya,” tutur Ipalko pada Senin (16/5/22) silam.

Dengan semangatnya, suara agak meninggi dan senyum tak putus-putus, dia menceritakan keseruan merayakan hari raya di kampungnya. Saat Idulfitri, ia dan anak muda Toraja lainnya kerap berkunjung ke rumah teman mereka yang Muslim. Kalau Natal tiba, giliran teman-temannya yang Muslim datang berkunjung.

“Ini sudah berlangsung sejak saya masih kecil, orangtua kami sudah melakukan dan mencontohkannya sejak lama. Kami selalu diajarkan untuk saling menghargai perbedaan dan mencintai antarsesama. Salah satu caranya dengan menghargai dan ikut merayakan Idulfitri. Jadi toleransinya di sini (Kampung Harapan Jaya) masih sangat kuat,” ungkapnya.

Pemuda 24 tahun itu mengenang masa kecilnya yang bahagia turut merayakan Idulfitri bersama teman-teman. Biasanya mereka saat ber-Lebaran diberi uang oleh warga muslim yang dikunjungi. Setelah seharian keliling kampung, meraka saling bertanya berapa jumlah uang yang masing-masing kami dapatkan. Siapa yang paling banyak dapat uang akan merasa lebih hebat.
Baca juga:  Kisah PKI Takut Setan
Selain dapat uang jajan, Ipalko dan teman-temannya gembira diperbolehkan mengantongi makanan dan minuman milik warga muslim yang dikunjungi. Dia mengenang serunya mereka makanan itu dibawa pulang atau dimakan di jalan, sambil berjalan ke rumah warga lainnya.

“Kadang kami bawa kresek untuk menyimpan makanan atau minuman yang kami suka, dan tidak jarang kami rebutan. Sampai kadang ditegur juga sama yang punya rumah, agar tidak berebut,” ucapnya lalu tertawa terbahak-bahak.

Seiring waktu, kini Ipalko dan temannya di kampung punya kesibukan masing-masing. Mereka jarang kumpul bersama seperti dahulu. Meski begitu, bagi Ipalko kegembiraan merayakan Lebaran tidak berkurang sama sekali.

“Saya selalu gembira, dan yang lebih membuat gembira itu, dari dulu sampai sekarang warga tidak berubah. Masih menyambut kami dengan baik tanpa membeda-bedakan suku dan agama. Meskipun di daerah lain banyak terjadi konflik, tapi di sini masih sama seperti dulu,” tuturnya.

Meski makin meluas sikap sebagian masyarakat Indonesia yang melarang ucapan selamat Natal dan saling berkunjung saat Natal, hal itu tak berlaku di Kampung Harapan Jaya. Mereka lebih memilih tetap menjalankan sikap dan tradisi saling berkunjung saat perayaan hari besar agama yang beragam.

“Ketika hari raya Natal, warga muslim juga ikut memeriahkan dengan datang ke rumah mereka. Misalnya seperti istri saya beberapa kali datang memenuhi undangan dari warga nonmuslim di Trans Timur saat Natal,” kata M Ridwan, tokoh Agama Islam di Kampung Harapan Jaya saat ditemui pada pertengahan Maret 2022 lalu.
Baca juga:  Wawancara Santai dengan Gus Mus 27 Tahun Silam: Bagaimana Santri yang Ideal di Era Globalisasi?
Menurut dia, setelah Salat Idulfitri, masyarakat akan mendatangi rumah-rumah warga untuk lahir batin (maaf-memaafkan), dan ini berjalan selama tiga hari. Jadi selama itu masyarakat akan ada di rumah untuk menunggu tamu yang datang dari berbagai penganut agama.

Bertani Bersama

Kampung Harapan Jaya yang terletak di Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, memiliki nilai-nilai “khas” yang mampu menjadikan masyarakatnya harmonis di tengah keberagaman. Sebagai warga daerah transmigrasi, mereka menerapkan prinsip kesetaraan, saling percaya, dan saling memiliki dalam merawat keharmonisan di tengah beragam perbedaan.

Pertanian menjadi sektor pendapatan andalan bagi masyarakat Kampung Harapan Jaya. Uniknya, pertanian yang diterapkan tidak mengedepankan kepemilikan pribadi. Melainkan mengusung konsep pertanian dengan prinsip kerjasama antar-individu, sehingga mampu mempererat hubungan antar-masyarakat lintas suku dan agama.

Yohanes Tuerah, Pendeta sekaligus Pembina Umat Kristen, mengatakan bahwa di Kampung Harapan Jaya terdapat kearifan lokal yang dikenal dengan istilah pengelolaan kebun bersama. Dalam proses pengelolaan kebun bersama, terlebih dahulu akan dilakukan proses tawar-menawar antara pemilik kebun dan si pengelola kebun. Hingga diperoleh kesepakatan dalam perjanjian berdasarkan prinsip saling menguntungkan.

“Jadi mau dia suku dan agama apapun, orang terlebih dahulu akan memberi penawaran agar kebun dikelola secara bersama. Sehingga ini mampu menyatukan masyarakat di sini (Kampung Harapan Jaya),” tuturnya pada Selasa, (15/3/22).
Baca juga:  PCINU Sudan Rayakan Maulid Nabi Bersama Syaikh Idris Abu Qurun
Selain itu masyarakat membentuk kelompok tani yang terdiri dari berbagai latar belakang suku dan agama. Para anggota bertani secara bersama-sama dalam satu lokasi lahan. Menurut Yohanes, kelompok tani menjadi ruang perjumpaan sebagai sarana efektif membangun komunikasi lintas-agama dan suku.

“Biasanya kan warga muslim ada kecenderungan tidak mau makan makanan yang dimasak oleh warga yang bukan Islam, karena takut perabotan atau lainnya bekas masak makanan tidak halal. Tapi di sini enggak seperti itu. Beberapa kali anggota kelompok tani rapat di rumah saya, saya suguhkan makanan dan minuman itu, semuanya habis dimakan,” tutur Yohanes.

Bertani bersama dan makan bersama menjadi aktivitas sehari-hari warga lintas suku dan agama. Kesetaraan menjadi nilai-nilai dasar yang diterapkan. Sebagaimana cerita Aminah, petani perempuan di Kampung Harapan Jaya.

“Lahan pertanian di sini dikenal dengan sebutan persawahan. Jadi di persawahan itu kita bertani secara bersama-sama. Ada dari suku Bugis, Jawa, Toraja, Lombok dan lain-lain. Saat menanam padi kita bersama-sama, dan makan pun secara bersama di tengah sawah,” ujarnya.

Dia menuturkan bahwa warga lintas agama bersikap saling percaya. “Jadi tidak ada yang namanya kita merasa takut makan. Karena mereka yang bukan Muslim pasti mengerti, tidak mungkin masak makanan yang tidak dimakan oleh warga Muslim,” tegas Aminah.

Bersambung.

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Apa itu Aturan Waktu Futsal dan Extra Time di Permainan Futsal?
  • Contoh Jawaban Refleksi Diri “Bagaimana Refleksi tentang Praktik Kinerja Selama Observasi Praktik Kinerja”
  • Main Telegram Dapat Uang Hoax atau Fakta?
  • Apa itu Lock iCloud? Ini Artinya
  • Integrasi KBC dan PM di Madrasah? Ini Pengertian dan Contoh Praktiknya
  • Ini Trik Input Pelaksana PBJ di Dapodik 2026.C Biar Info GTK Langsung Valid dan Aman!
  • Apa Maksud Hukum Dasar yang Dijadikan Pegangan dalam Penyelenggaraan Suatu Negara? Ini Jawabannya
  • Apakah Apk Puskanas Penipuan?
  • Inilah 10 Alternatif Mesin Pencari Selain Yandex yang Anti Blokir dan Aman Digunakan
  • Caranya Supaya WhatsApp Nggak Kena Spam Terus Meski Sudah Ganti Nomor, Ternyata Ini Rahasianya!
  • Jangan Tergiur Harga Murah! Inilah Deretan Risiko Fatal Membeli iPhone Lock iCloud
  • Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026? Ini Pengertian dan Alur Lengkapnya
  • Inilah Cara Cek KIS Aktif Atau Tidak Lewat HP dan Solusi Praktis Jika Kepesertaan Nonaktif
  • Apa tiu Keberagaman? dan Kenapa Kita Butuh Perbedaan
  • Inilah Rekomendasi Tablet RAM 8 GB Paling Murah 2026 Buat Kerja dan Kuliah!
  • Ini Bocoran Honorable Mention TOTY FC Mobile OVR 117 dan 34 Kode Redeem Paling Baru!
  • Inilah Cara Memilih Smartband GPS Terbaik Biar Olahraga Kalian Makin Efektif!
  • Cara Cek Garansi iPhone dengan Benar, Penting Banget Buat yang Mau Beli HP Baru atau Bekas!
  • Inilah Infinix Note 60 Pro, HP Midrange yang Punya Desain Mirip iPhone dan Fitur Unik ala Nothing Phone!
  • Cara Mengatasi Digi Bank BJB Error dan Nggak Bisa Dibuka!
  • Inilah Kronologi & Kenapa Link Video Viral Andira McQueen di Dalam Mobil yang Bikin Geger Netizen Makassar
  • Cara Input Dapodik 2026 Biar Sekolah Masuk Prioritas Revitalisasi 2026
  • Apa Itu Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)? Ini Penjelasan dan Cara Penerapannya
  • Inilah Cara Mengurus SKTM KIP Kuliah 2026 yang Benar Agar Lolos Seleksi!
  • Kapan Waktu Resmi Jam Maintenance Livin Mandiri?
  • WiFi Sudah Nyambung Tapi Internet Kok Nggak Jalan? Ini Cara Supaya Koneksi Kalian Lancar Lagi!
  • Inilah Kumpulan Cheat GTA San Andreas Terlengkap 2026!
  • Belum Kebagian Tiket Mudik? Inilah Bocoran Jadwal Tiket Kereta Tambahan Lebaran 2026!
  • Apa itu Pengertian Web Scraping?
  • Cara Isi Instrumen Pengelolaan Pengawas TKA Lancar Jaya Tanpa Masalah
  • pGrok: Personal Ngrok Alternative with Dashboard & HTTP Request Inspect
  • Is the Raspberry Pi Still an Affordable SBC? 2026 Update
  • How to Launch Your Own Cloud Hosting Platform with ClawHost
  • Notepad Remote Code Execution CVE-2026-20841 Explained
  • Crossover 26 Released: New Features for Linux Users
  • Prompt AI untuk Merancang Karakter Brand yang Ikonik
  • Prompt AI Audit Konten Sesuai Karakter Brand
  • Prompt AI Merubah Postingan LinkedIn Jadi Ladang Diskusi dengan ChatGPT
  • Prompt AI: Paksa Algoritma LinkedIn Promosikan Konten Kalian
  • Inilah Cara Bikin Postingan Viral Menggunakan AI
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme