Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

PCNU Kediri Berharap Muktamar NU 33 Tidak Dikotori Politik Uang

Posted on May 4, 2015

Kediri : Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Kediri Kiai Haji Ahmad Subakir berharap pelaksanaan Muktamar NU ke-33 di Jombang, 1-5 Agustus 2015, tak dikotori politik uang dalam pemilihan ketuanya. NU juga diminta lebih independen terhadap pemerintah, sehingga tak mudah diintervensi.

Ahmad Subakir mengatakan potensi terjadinya politik uang oleh tim sukses kandidat calon ketua umum dalam muktamar nanti sangat terbuka. Mereka akan mengincar para muktamirin, yang menjadi perwakilan cabang, untuk mendukung calon tertentu. “Peluang politik uang selalu ada,” kata Bakir, Kamis 30 April 2015.

Hal itulah yang membuat Bakir dan beberapa pengurus cabang NU di wilayah bekas Karisidenan Kediri cemas. Mereka berharap pelaksanaan muktamar kali ini bisa benar-benar bersih, tanpa campur tangan kekuatan uang. Proses pemilihan yang melibatkan politik uang sudah pasti akan menghasilkan pemimpin yang buruk bagi NU.

Menurut Bakir, satu-satunya cara untuk mencegah terjadinya politik uang adalah mengembalikan mekanisme pemilihan ketua NU ke cara lama. Pemilihan ketua umum harus dikembalikan ke masing-masing muktamirin tanpa ada lagi penunjukan wakil melalui Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa).

Mekanisme Ahwa, menurut Bakir, justru dipertanyakan karena akan membuka lebih luas potensi transaksi uang. “Setiap muktamirin sudah mewakili cabang, kenapa masih harus diwakilkan lagi melalui Ahwa?” katanya.

Kebebasan menentukan calon ketua umum, menurut Bakir, adalah hak setiap muktamirin dan tak bisa diwakilkan. Muktamirin pula yang bisa membendung gerakan politik uang dengan tetap berpegang teguh pada kepentingan organisasi yang lebih besar. Karena itu seluruh 7 PCNU di bekas Karisidenan Kediri terus melakukan konsolidasi tiap bulan. Mereka bersepakat tak akan membicarakan sosok calon ketua umum hingga pada saat keberangkatan mendatang. Hal ini untuk menekan masuknya manuver tim sukses yang bisa merusak proses pemilihan secara demokratis.

Selain pemilihan yang bersih, Ahmad Subakir, yang juga bekas Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri, berharap NU jadi lebih mandiri di depan pemerintah. NU juga diminta tak gampang meminta sesuatu kepada pemerintah untuk menghindari intervensi sebagai kompensasi. “Kalau kita meminta, mereka (pemerintah) pasti akan meminta imbal balik,” katanya.

Sebelumnya sesepuh NU KH Salahudin Wahid meminta seluruh dana pelaksanaan Muktamar NU yang merupakan bantuan pemerintah dipergunakan sebagaimana mestinya. Panitia Muktamar menerima bantuan dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur sebesar Rp 4,9 Miliar untuk perhelatan tersebut.

Menurut Gus Solah, panggilan Salahudin Wahid, Anggaran Dasar dan Rumah Tangga NU tidak melarang organisasi menerima sumbangan dari pemerintah selama tidak mengikat.

Sumber: Tempo

Terbaru

  • Khaby Lame’s $957M Digital Identity Deal Explained
  • Cek HP Anak, Apakah Ada Video Viral Cukur Kumis Bawah
  • Jika ATM Terpelanting, Apakah Saldo Aman?
  • Inilah 5 Rekomendasi Smartwatch Terbaik di Bawah Rp1 Jutaan
  • Siapa Daud Tony yang Ramal Jatuhnya Saham & Harga Emas-Perak?
  • Berapa Cuan Dari 1.000 Tayangan Reels Facebook Pro?
  • Apakah Jika Ganti Baterai HP, Data akan Hilang?
  • Apa itu Game Sakura School Simulator Solwa?
  • Hasil Benchmark Xiaomi Pad 8 Global Bocor! Siap-siap Masuk Indonesia Nih
  • KAGET! Ressa Rizky Rossano Akui Sudah Nikah & Punya Anak
  • Inilah Kronologi Ledakan Bom Rakitan SMPN 3 Sungai Raya, Kubu Raya Kalbar
  • Cara Mengatasi Error 208 BCA Mobile
  • Hapus Sekarang! Inilah Hornet, App LGBTQ Tembus Indonesia, Hati-hati
  • Berapa Lama Sih Ngecas HP 33 Watt? Ini Dia Penjelasannya!
  • Cara Cek Saldo Hana Bank Lewat SMS
  • Update Sistem Google Februari 2026: Apa yang Baru dan Perlu Kalian Tahu?
  • Membership FF Bulanan & Mingguan: Berapa DM yang Harus Kalian Siapkan?
  • Maksimal Ngecas HP Berapa Kali Sehari? Boleh 2 Kali Nggak, Sih?
  • Cara Mengatasi Error “Try Again, Open in Another App”
  • Sideload Android: Cara Pasang APK Tanpa Google Play Store (Panduan Lengkap 2026)
  • iPhone Jadi Kamera Vintage Modular? Proyek Kickstarter Ini Bikin Kagum!
  • Cara Mengatasi Video Nest Cam Bermasalah dan Video Hilang
  • iTunes Masih Jadi Rajanya Music? Ini Faktanya!
  • Google Home Smart Button Makin Canggih: Kini Otomatisasi Lebih Fleksibel!
  • F1: The Movie Raih Grammy! Tak Terduga, Kalahkan Bintang Country Ternama
  • Blokir Situs Judi Online: Lindungi Diri & Keluarga dari Dampak Negatif
  • Belanda Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial: Ini Detailnya!
  • Gemini Live Mendapat Desain Ulang ‘Floating UI’ yang Super Keren!
  • Galaxy S26 Kehilangan Magnet Qi2? Kebocoran Terbaru Bikin Penasaran!
  • DCT Coin: Crypto Legitim atau Penipuan? Bedah Tuntas, Harga & Fakta Penting!
  • Cosmic Desktop 1.0.5: New Features Explained!
  • Libreboot 26.01 Released With New Board Support Explained
  • Adobe Animate Discontinued: What’s Next for Animators?
  • Notepad Vulnerable, Update Now!
  • 3 Way to Overcome AI Fatigue as a Cloud Engineer
  • Cara Buat AI Asisten Pribadi dengan Teknik RAG
  • Cara Membuat Podcast dari PDF dengan NotebookLlama dan Groq
  • Tutorial Membuat Sistem Automatic Content Recognition (ACR) untuk Deteksi Logo
  • Apa itu Google Code Wiki?
  • Cara Membuat Agen AI Otomatis untuk Laporan ESG dengan Python dan LangChain
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme