Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Peringati Hari Bumi, Para Pemuda Lintas Agama Serukan Transisi Energi

Posted on April 24, 2022

Kliping Gusdurian, Ditulis oleh Faiq Murtadho

Dalam rangka memperingati Hari Bumi pada 22 April 2022, Yayasan Desantara Depok dan Pesantren Ekologi Misykat al-Anwar Bogor menggelar webinar bertema “Hari Bumi: Ayo Transisi Energi”.

Kegiatan yang diselenggarakan secara daring tersebut tidak hanya dihadiri oleh para santri, tapi juga para pemuda lintas agama dan alumni pelatihan Yayasan Desantara “Kemah Ekologi” dari berbagai kota, di antaranya dari Jakarta, Semarang, Banyuwangi, Buleleng, Makassar, dan Ternate.

Dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai pemantik diskusi, Faiqotul Mutia (Enter Nusantara), Roy Murtadho (peneliti Desantara), Kinanti Guritwening (Santri Pesantren Ekologi Misykat al-Anwar), dan Ardhiatama Purnama Aji (mahasiswa UNNES Semarang).

Diskusi ini dibuka dengan pemaparan dari Faiqotul Mutia dari Enter Nusantara, terkait bagaimana krisis iklim, serta apa yang harus dilakukan dalam menyikapi persoalan tersebut. Mutia mengatakan, “Dalam menyikapi krisis iklim ini, transisi energi menjadi penentu keberhasilan dan kegagalan umat manusia menanggulangi krisis iklim. Tanpa transisi energi dari energi fosil yang kotor ke energi terbarukan yang bersih, tidak akan mungkin kita mampu menahan laju pemanasan bumi”.

Tidak hanya itu, Mutia juga menambahkan bahwa yang diperluan bukan hanya transisi energi pada sumbernya saja, tetapi juga mencakup tata kelola yang demokratis dan berkeadilan. Tata kelola dengan prinsip demokratis dan berkeadilan menjadi penting, sebab jika tidak, maka transisi energi tersebut hanya akan berorientasi pertumbuhan ekonomi yang hanya menguntungkan segelintir orang saja, tanpa mempedulikan aspek keadilan, keberlanjutan, serta keselamatan bersama.  

Sedangkan Gus Roy, sapaan akrab Roy Murtadho menjelaskan bahwa mencegah kerusakan bumi dan menjaga kelestarian seluruh kehidupan di atasnya merupakan tugas profetik seluruh umat manusia saat ini, khususnya kaum muslim yang menjunjung tinggi nilai Islam rahmatan lil alamin, yang menjadikan agama Islam sebagai jalan keselamatan bagi seluruh alam. “Saat ini, di tengah krisis iklim”, kata Gus Roy, “komitmen kaum muslim untuk menyelamatkan bumi sedang diuji.”

Gus Roy juga menambahkan, dalam kaidah fiqih Jalbul masalih wa daf’ul mafasid kaum muslim dianjurkan untuk mengambil kemaslahatan dan menolak kemafsadatan. Dan dalam konteks krisis iklim saat ini, transisi energi merupakan bentuk dari sikap kaum muslim mengambil kemaslahatan yaitu berpindah ke energi bersih dan menolak kemafsadatan yaitu meninggalkan energi fosil yang kotor dan berbahaya bagi kehidupan.

Lebih lanjut Ia menambahkan, “Islam mengajarkan untuk mengkomsumsi sesuatu yang Halalan Toyyiban. Mungkin apa yang kita konsumsi, yang kita kendarai, kita pakai adalah halal. Misalnya kita membeli makanan dengan cara halal dan dari uang halal, kita membeli pakaian dengan cara halal dan dari uang halal, kita membeli mobil dengan cara halal dan dari uang halal, tapi belum tentu yang halal tadi, makanan, pakaian, dan mobil yang kita pakai bisa dikategorikan baik sebagaimana perintah Allah. Karena makanan yang kita makan, pakaian yang kita pakai, selain ada keringat buruh di dalamnya juga ada jejak karbon yang merusak kehidupan. Bahkan mobil, sejak dari proses produksinya hingga yang kita kendarai, mengandung jejak karbon dan menghasilkan emisi karbon. Problem ini mesti menjadi refleksi mendalam bagi kaum muslim yang hidup di akhir zaman seperti sekarang.”

Menambahi apa yang telah disampaikan Mutia, mahasiswa UNNES Semarang yang juga alumnus pelatihan Pesantren Ekologi yang diselenggarakan Yayasan Desantara, Ardhiatama Purnama Aji, menyatakan perlunya transisi energi serta sistem tata kelola yang adil dan demokratis, sehingga peralihan energi ini tidak hanya menguntungkan segelintir pihak. Dan pemantik diskusi terakhir, Kinanti Guritwening, Santri Pesantren Ekologi Misykat al-Anwar berpendapat bahwa, banyak hal yang tampak sederhana dan tidak merusak, tapi sebenarnya merusak lingkungan, seperti penggunaan batubara seperti saat ini. Ia berharap pemerintah segera, tanpa basa-basi membuktikan komitmennya untuk secara bertahap meninggalkan energi batubara.

“Krisis iklim ini” imbuh Kinanti, “adalah sesuatu nyata, bukan hoaks. Ia telah mewujud sebagai peristiwa paling mengerikan yang hadapi manusia saat ini. Mungkin belum banyak orang yang tahu, sejak 2016 lalu, suhu udara di Kuwait mulai mencapai 50°C dan terus meningkat hingga pernah mencapai suhu terpanas 70°C. Demikian juga dengan di India, saat diterpa gelombang panas yang cukup ekstrem, suhu harian rata-ratanya 42°C. Bahkan, di beberapa tempat, seperti di kota Ahmedabad suhu bisa mencapai 48°C. Sedangkan di Pakistan, pada saat dilanda gelombang panas pada 2015, suhu di kota Karachi bisa mencapai 45°C dan menewaskan ribuan orang.”

Di kesempatan lainnya, Siti Barokah, selaku panitia diskusi, mengatakan mengapa transisi energi dipilih sebagai tema diskusi hari bumi kali ini, menurutnya, karena energi merupakan kata kunci penting dalam isu krisis iklim. Di satu sisi, energi merupakan elemen penting dalam kehidupan manusia, karena tanpa energi, seluruh aktivitas—terutama ekonomi—akan terhenti. Namun di sisi lainnya, karena energi yang menopang seluruh aktivitas manusia masih memakai energi fosil, khususnya minyak bumi dan batubara, yang menghasilkan karbon dioksida telah menimbulkan kerusakan lingkungan yang demikian besar yang pernah ada dalam sejarah umat manusia. 

“PLTU batubara yang kita pakai saat ini”, lanjut Oka, sapaan akrab Siti Barokah, “merupakan salah satu kontributor utama emisi gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim. Bahkan, organisasi lingkungan, Greenpeace, menyebut PLTU sebagai kontributor terburuk tunggal yang bertanggungjawab atas hampir setengah (46%) dari emisi karbon dioksida dunia. Jadi tak ada pilihan lain. Kalau mau mengatasi krisis iklim yang harus ditempuh segera adalah transisi energi”.

Faiq Murtadho

Artikel ini di kliping dari Gusdurian.net sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Belum Tahu? Ini Trik Checkout Tokopedia Bayar Pakai Dana Cicil Tanpa Ribet!
  • Benarkah Pinjol Akulaku Sebar Data Jika Gagal Bayar?
  • Paket Nyangkut di CRN Gateway J&T? Tidak Tahu Lokasinya? Ini Cara Mencarinya!
  • Apa itu Nomor 14055? Nomor Call Center Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya
  • Apakah APK Lumbung Dana Penipu & Punya Debt Collector?
  • Ini Ukuran F4 dalam Aplikasi Canva
  • Cara Lapor SPT Tahunan Badan Perdagangan di Coretax 2026
  • Cara Dapetin Saldo DANA Sambil Tidur Lewat Volcano Crash, Terbukti Membayar!
  • Apakah Aplikasi Pinjaman TrustIQ Penipu/Resmi OJK?
  • Cara Menggabungkan Bukti Potong Suami-Istri di Coretax 2026
  • Inilah Cara Cepat Upload Foto Peserta TKA Sekaligus Biar Nggak Perlu Klik Satu Per Satu
  • Apa itu Aplikasi MOVA, Penipuan atau Skema Ponzi Berkedok Aplikasi Belanja?
  • Inilah Cara Menarik Saldo ReelFlick ke DANA
  • Inilah Cara Ternak Akun Mining Bitcoin Pakai Virtual Master Biar Nggak Berat dan Tetap Lancar
  • Cara Mencairkan Koin Melolo Tanpa Invite Kode
  • Cara Mencairkan Saldo Game Sumatra The Island ke e-Wallet
  • Apakah Aplikasi Pinjol AksesDana Penipu/Resmi OJK?
  • Apakah Aplikasi RupiahMaju Pinjol Penipu/Legal?
  • Apakah Aplikasi MBA Itu Ponzi/Penipuan Atau Tidak?
  • Cara Menghilangkan Iklan dari Aplikasi Melolo
  • Cara Atasi Saldo Melolo yang Gagal Cair ke Dompet Digital
  • Cara Mengatasi Kode Undangan/Invite Code Melolo Tidak Berhasil
  • Apakah Aplikasi FreeReels Penipuan?
  • Gini Caranya Nonton Drama Pendek FreeReels dan Dibayar
  • Inilah Panduan Lengkap Persiapan TKA Madrasah 2026 Biar Nggak Ketinggalan!
  • Ini Trik Supaya Gelembung Game Clear Blast Cepat Pecah dan Bisa Withdraw!
  • Cara Main Game Gold Combo, Sampai Cuan ke e-Wallet
  • Update YouTube 2026:Sekilas Tentang Inauthentic Content yang Makin Ketat
  • Inilah Cara Lapor SPT Tahunan di Coretax 2026 Biar Nggak Bingung!
  • Gak Perlu Root! Ini Cara Buka Folder Android/Data Tanpa ZArchiver di HP Android Modern
  • How to Secure Your Moltbot (ClawdBot): Security Hardening Fixes for Beginners
  • Workflows++: Open-source Tool to Automate Coding
  • MiroThinker-v1.5-30B Model Explained: Smart AI That Actually Thinks Before It Speaks
  • PentestAgent: Open-source AI Agent Framework for Blackbox Security Testing & Pentest
  • TastyIgniter: Open-source Online Restaurant System
  • Cara Membuat Pipeline RAG dengan Framework AutoRAG
  • Contoh Sourcecode OpenAI GPT-3.5 sampai GPT-5
  • Cara Mengubah Model Machine Learning Jadi API dengan FastAPI dan Docker
  • Cara Ubah Tumpukan Invoice Jadi Data JSON dengan LlamaExtract
  • Cara Buat Audio Super Realistis dengan Qwen3-TTS-Flash
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme