Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Membuat Plugin WordPress

Hook

Hook adalah salah satu fitur inti dari WordPress. Hook sendiri memungkinkan para developer untuk mengembangkan WordPress sesuai kebutuhannya tanpa harus mengubah core WordPress itu sendiri. Dengan tanpa mengubah core inilah, maka pengguna engine WordPress akan selalu dapat menikmati update versi terbaru tanpa khawatir penyesuaian kebutuhan yang dilakukannya akan hilang.

Hook dalam WordPress dibagi menjadi dua, action hook dan filter hook. Action hook adalah hook yang memungkinkan eksekusi fungsi buatan anda pada suatu posisi (sebelum atau sesudah suatu fungsi wordpress dijalankan). Filter hook adalah hook yang memungkinkan anda untuk melakukan modifikasi output sebuah fungsi tanpa melakukan perubahan pada fungsi tersebut.

Action Hook

Action hook adalah hook yang memungkinkan eksekusi fungsi buatan anda pada suatu posisi (sebelum atau sesudah suatu fungsi wordpress dijalankan). Contoh posisi yang dimaksud misalnya, anda menginginkan fungsi anda untuk dieksekusi sebelum atau sesudah sebuah tulisan di simpan.

1. Menambahkan Action hook

untuk menambahkan action hook, gunakan fungsi add_hook():

[sourcecode language=”php”]
add_action( $tag, $function, $priority, $accepted_args );
[/sourcecode]

dimana:
– $tag = nama dari action hook yang akan ditambahkan
– $function = nama fungsi yang akan dieksekusi
– $priority = prioritas posisi, makin kecil makin cepat dieksekusi dibanding hook yang lain
– $accepted_args = argumen fungsi jika fungsi sasaran membutuhkan argumen

Action hook dalam WordPress tidak dibatasi hanya untuk satu action saja. Plugin yang anda kembangkan dapat menambahkan serangkaian action pada suatu action hook. Action hook sendiri tidak membatasi hanya dari plugin anda yang dieksekusi, tapi juga dari plugin lain atau bahkan core dari WordPress sendiri.

Contoh penggunaan fungsi add_action() ini dapat anda temui pada halaman sebelumnya.

[sourcecode language=”php”]
add_action( ‘wp_footer’, ‘footercopyright_add_message’, 100);
function footercopyright_add_message(){
echo "Situs ini dibuat dengan <a href="http://wordpress.org">WordPress</a>. Copyright &copy 2012 by Nama anda";
}
[/sourcecode]

2. Mengeksekusi action hook

Setiap fungsi yang menjadi sasaran sebuah action hook, tidak dipanggil/dieksekusi secara langsung semisal dengan menuliskan nama fungsinya (contoh: simpan_dan_backup_post() ) tapi harus dipanggil/dieksekusi lewat interface hook yang disediakan WordPress, yaitu: do_action();

Pola penggunaan fungsi do_action() adalah:

[sourcecode language=”php”]
do_action( $tag, $arg = ” );
[/sourcecode]

dimana:
– $tag = nama dari action hook itu sendiri,
– $arg = argumen fungsi yang akan dimasukkan pada fungsi sasaran

Pola tersebut juga dapat diperluas jika argumen fungsi yang dibutuhkan lebih dari satu argumen, sehingga polanya menjadi:

[sourcecode language=”php”]
do_action( $tag, $arg_1, $arg_2, $arg_3);
[/sourcecode]

Contoh penggunaan fungsi do_action() dapat anda temui pada core WordPress, seperti pemanggilan fungsi wp_head() yang akan menampilkan tag khusus head WordPress.

[sourcecode language=”php”]
do_action( ‘wp_head’ );
[/sourcecode]

atau untuk pola lebih dari satu argumen fungsi adalah action save_post(), dimana argumen yang disampaikan adalah ID post dan array Post (tulisan), tertulis:

[sourcecode language=”php”]
do_action( ‘save_post’, $post_ID, $post );
[/sourcecode]

Cara Kerjanya dari fungsi do_action sebenarnya cukup sederhana. Ketika fungsi ini dieksekusi, $tag sebagai nama dari action hook tersebut akan dicari referensi action hook apa saja yang terdapat dalam array data action hook WordPress, kemudian dipetakan menurut prioritasnya. WordPress kemudian mengeksekusi fungsi-fungsi yang telah terpetakan untuk action hook tersebut.

Jika argumen yang akan disampaikan berupa array, eksekusi action tidak dilakukan dengan do_action() tapi dengan fungsi do_action_ref_array().

Polanya adalah sebagai berikut:

[sourcecode language=”php”]
do_action_ref_array( $tag, $args );
[/sourcecode]

Contoh penggunaannya dapat anda temui pada action hook pre_get_posts() berikut:

[sourcecode language=”php”]

[/sourcecode]

Fungsi do_action_ref_array() biasanya digunakan pada plugin-plugin atau core WordPress yang ditulis dalam kerangka OOP (Object-oriented Programming).

Pada tutorial selanjutnya, kita akan mempelajari bagaimana cara menghapus sebuah action hook baik itu satu hook, maupun semua hook yang ditujukan pada suatu fungsi, termasuk mengecek apakah sebuah action hook itu ada dan apakah sebuah hook itu telah dilakukan.

Pages: 1 2 3 4 5

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Terbaru

  • Inilah Syarat dan Prosedur Ikut Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Tes Tulis 2026/2027
  • Inilah Kronologi & Latar Belakang Kasus Erin Taulany vs ART Hera: Masalah Facebook Pro?
  • Inilah Alasan Kenapa Ending Film Children of Heaven diubah di Indonesia
  • Ini Alasan Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualaf Richard Lee
  • Inilah Syarat Dokumen SSU ITB 2024-2026 yang Wajib Kalian Siapkan Supaya Nggak Gagal Seleksi Administrasi
  • Inilah Episyrphus Balteatus, Lalat Unik Penyamar yang Sangat Bermanfaat bagi Taman Kalian
  • Inilah Cara Lolos Seleksi Siswa Unggul ITB Lewat Jalur Tes Tulis Biar Jadi Mahasiswa Ganesha
  • Inilah Penemuan Fosil Hadrosaurus yang Ungkap Bahwa Penyakit Langka Manusia Sudah Ada Sejak Zaman Prasejarah
  • Inilah Penemuan Terbaru yang Mengungkap Bahwa Sunburn Ternyata Disebabkan Oleh Kerusakan RNA
  • Inilah Alasan Kenapa Manusia Lebih Sering Hamil Satu Bayi daripada Kembar Menurut Penelitian Terbaru
  • Inilah Syarat dan Cara Pendaftaran IMEI Internasional Mulai Mei 2026
  • Bocoran Spek Samsung Galaxy S27 Ultra Nih, Kamera 3X Hilang + Teknologi AI
  • Inilah Perbedaan Motorola G47 dan Motorola G45, Cuma Kamera 108 Megapiksel Doang?
  • Update Baru Google Gemini: Bisa Bikin File Word, PDF, Excel secara Otomatis
  • Rekomendasi Motor Listrik 2026 Anti Mogok!
  • Ini Loh Honda Vision 110, Motor Baru Seharga Beat & Rangka eSAF Khusus Pasar Eropa
  • Inilah Mobil-Mobil Paling Cocok Transisi ke Bioetanol E20 dan Biodiesel B50!
  • Inilah Ternyata Batas Minimal Daya Cas Mobil Listrik di Rumah
  • DJP Geser Batas Akhir Lapor Pajak Sampai 31 Mei 2026
  • PKB Tanggapi Dingin Usul Yusril Ihza Mahendra Soal Parliamentary Treshold 13 Kursi
  • LPTNU Kritik Keras Rencana Penutupan Prodi: Kenapa Tidak Komprehensi & Berbasis Problematika Nyata?
  • Gus Rozin PWNU Jawa Tengah Setuju Cak Imin, Konflik PBNU bikin Warga Kesal dan Tidak Produktif
  • Pengamat: Prabowo Harus Benahi KAI, Aktifkan juga Jalur Kereta Lama & Baru
  • Sekjend PBNU: Jadwal Muktamar Usulan PWNU Sejalan Hasil Rapat Pleno & Rais Aam
  • PKB Desak Hukuman Maksimal Kasus Little Aresha & Evaluasi Total Sistem Penitipan Anak secara Nasional
  • PKB Usul Modernisasi Sistem Kereta dan CCTV di Kabin Masinis, Setuju?
  • Menteri PPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Polemik Pindah Gerbong Wanita di KRL
  • Cara Kirim Robux Mudah di Roblox Beli Skin Shirt Preview
  • Kronologi kasus dugaan penyebaran konten asusila oleh anak anggota DPRD Kutai Barat?
  • Inilah Alasan Kenapa Gelembung Air di Luar Angkasa Bisa Jadi Eksperimen Fisika yang Keren Banget
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Master Mistral Medium 3.5: A Comprehensive Guide to the 128B Dense Open-Source Giant
  • How to Create Professional YouTube Content Using HeyGen AI Without Showing Your Face
  • How to Boost Your Local AI Speed with Gemma 4 Multi-Token Prediction
  • How to 3x your AI speed with Google’s Gemma 4 MTP Drafters: A step-by-step guide to lightning-fast inference
  • How to Master Google Pomelli: The Ultimate AI Tool for Creating Professional Marketing Content in Minutes
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme