Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

PAN, PKB, dan PKS: Setgab tidak Aspiratif lagi

Posted on October 30, 2011

JAKARTA – Ketua DPP PAN Bima Aria mengatakan saatnya Sekretariat Gabungan (Setgab) dievaluasi total. Sebab, partai besar seperti Golkar dan Demokrat sudah tidak akomodatif terutama saat membahas isu-isu besar seperti RUU Pemilu.

“Setgab perlu dievaluasi total sebab tujuannya tidak tercapai. Sebab, kepentingan partai kecil nyaris tidak dibicarakan,” ujarnya, saat dihubungi, Minggu (30/10).

Partai besar dalam Setgab, menurutnya, sering berlaku diskriminatif atau tidak adil. Dalam pembahasan RUU pemilu, tampak terlihat partai besar tidak peduli dengan nasib partai kecil, seperti PPP, PAN atau PKB.

“Untuk apalagi kita menjadi anggota Setgab kalau tidak diakomodasi? Pembahasan PT (parliamentary threshold) erat kaitannya dengan hidup mati partai kecil. Ini saatnya untuk evaluasi total,” tegasnya.

Padahal, menurut Bima, beberapa bulan lalu Setgab sudah membuat komitmen baru yakni lebih akomodatif.

“Setgab tidak akomodatif, ini sudah beberapa kali terjadi dan beberapa bulan lalu sudah ada komitmen ulang. Tapi tidak ada hasilnya. Makanya, ini momentum untuk kaji ulang,” terangnya.

Ketua DPP PKB Abdul Malik Haramain juga mengatakan perlu evaluasi, terutama tentang agenda setgab yang seringkali diskriminatif, terutama kalau menyangkut kepentingan partai menengah dan kecil.

Tentang persoalan PT, misalnya, partai-partai besar di Setgab sering kali tidak berusaha mengambil jalan tengah tentang perbedaan angka PT.

“Kami minta setgab dievaluasi,” ujarnya.

Menurutnya, kalau situasi ini tidak berubah, jelas akan memengaruhi soliditas anggota setgab. Karena itu, PKB minta agar anggota setgab, terutama partai-partai besar tidak egois hanya berpikir kepntingan partainya.

“Kami bisa dibunuh dengan cara seperti ini,” ujarnya.

Sementara, politisi PKS Abdul Hakim mengatakan pola komunikasi dalam Setgab sangat buruk. Komunikasi lebih didominasi oleh partai besar dan mengabaikan kepentingan partai kecil. Dirinya meminta partai-partai besar lebih terbuka terutama saat membahas isu penting yang menyangkut hidup mati partai kecil.

“Harus terbuka dan jangan egois,” jelasnya.

Sumber: MediaIndonesia

Terbaru

  • Inilah Higgsfield AI Audio, Trik Canggih Buat Voice Cloning dan Dubbing Video Youtube Otomatis!
  • Everything You Need to Know About Project X and the Rumored AI-Powered Remaster of The Sims 4
  • Inilah Trik Cuan dari Instagram Jadi Affiliator, Tapi Tanpa Perlu Jualan Produk!
  • Inilah 7 Ide Channel YouTube Aneh Tapi Sederhana yang Bisa Kalian Mulai Sekarang Juga!
  • Apa itu Umroh & Keutamaannya: Inspirasi dari pergiumroh.com
  • Belum Tahu? Gini Caranya Dapat Bisnis Sukses Cuma dari Clipping Video Pake AI
  • Inilah Rahasia Perbaiki Algoritma Video YouTube yang Mulai Sepi
  • Kenapa Cicilan di Bank Syariah Itu Tetap?
  • Inilah 7 Produk Digital Paling Realistis untuk Kalian yang Mau Jualan Online Tahun Ini!
  • Inilah 4 Strategi Memilih Niche SEO Terbaik Supaya Blog Kalian Cepat Ranking
  • Ini Trik Supaya Pengunjung Toko Online Kalian Jadi Pembeli Setia Pakai Omnisend!
  • 3 Strategi AI Terbukti Biar Bisnis E-Commerce Kalian Makin Cuan 2026!
  • Inilah 6 Langkah Tembus 5.000 Follower di X, Gini Caranya Supaya Akun Kalian Nggak Stuck Lagi!
  • SEO LinkedIn: Inilah Alasan Kenapa LinkedIn Ads Lebih Efektif Buat Bisnis B2B Dibanding Platform Lain
  • Inilah Alasan Kenapa Kolom Komentar YouTube Kalian Sering Menghilang Secara Misterius!
  • Cara Kelola Auto-Posting Semua Media Sosial Kalian Pakai Metricool
  • Studi Kasus Sukses Instagram Maria Wendt Dapat 12 Juta View Instagram Per Bulan
  • ZenBook S16, Vivobook Pro 15 OLED, ProArt PX13, dan ROG Zephyrus G14, Laptop Bagus dengan Layar OLED!
  • Caranya Ngebangun Website Directory dengan Traffic Tinggi dalam Seminggu!
  • Cara Mengembangkan Channel YouTube Shorts Tanpa Wajah
  • Inilah Cara Menghitung Diskon Baju Lebaran Biar Nggak Bingung Saat Belanja di Mall!
  • Cara Jitu Ngebangun Bisnis SaaS di Era AI Pakai Strategi Agentic Workflow
  • Inilah Rincian Gaji Polri Lulusan Baru 2026, Cek Perbedaan Jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama Sebelum Daftar!
  • Inilah 5 Channel YouTube Membosankan yang Diam-diam Menghasilkan Banyak Uang
  • Inilah Cara Pakai Google Maps Offline Biar Mudik Lebaran 2026 Nggak Nyasar Meski Tanpa Sinyal!
  • Inilah Alasan Mahkamah Agung Tolak Kasasi Google, Denda Rp202,5 Miliar Resmi Menanti Akibat Praktik Monopoli
  • Inilah Cara Daftar dan Syarat SPMB SMK Boarding Jawa Tengah 2026, Sekolah Gratis Sampai Lulus!
  • Inilah Daftar Sekolah Kedinasan 2026 untuk Lulusan SMK, Bisa Kuliah Gratis dan Berpeluang Besar Langsung Jadi CPNS!
  • Inilah Pajak TER: Skema Baru PPh 21 yang Nggak Bikin Pusing, Begini Cara Hitungnya!
  • Inilah Jadwal Resmi Jam Buka Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Purwomartani Saat Mudik Lebaran 2026
  • How to Show Battery Percentage on Windows 11
  • How to Fix VMSp Service Failed to Start on Windows 10/11
  • How to Fix Taskbar Icon Order in Windows 11/10
  • How to Disable Personalized Ads in Copilot on Windows 11
  • What is the Microsoft Teams Error “We Couldn’t Connect the Call” Error?
  • How to Use Orbax Checkpointing with Keras and JAX for Robust Training
  • How to Automate Any PDF Form Using the Power of Manus AI
  • How to Training Your Own YOLO26 Object Detection Model!
  • How to Build a Full-Stack Mobile App in Minutes with YouWare AI
  • How to Create Consistent Characters and Cinematic AI Video Production with Seedance
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme