Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Pendidikan Agama Jaga Eksistensi NKRI di Perbatasan

Posted on November 1, 2011

Jakarta, NU Online
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa pendidikan agama dan keagamaan menjadi elemen penting dalam menjaga eksistensi ke-Indonesiaan di wilayah perbatasan. Sebab, selain mengajarkan kebajikan, persaudaraan, dan kemanusiaan, nilai-nilai agama sarat dengan pesan kedamaian serta cinta sesama dan Tanah Air.

“Pendidikan agama dan keagaman menjadi niscaya untuk betul-betul mendapat perhatian utama pemerintah dan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan agar eksistensi ke-Indonesiaan tetap bisa dijaga dan dipelihara,” tegas Menag saat memberikan sambutan pada Seminar  Nasional Pendidikan Agama dan Keagamaan di Wilayah Perbatasan Negara, Jakarta, Kamis (05/11), seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Menurut Menag,  dalam konteks ke-Indonesiaan, nilai-nilai agama  terbukti telah menjadi faktor perekat keragaman bangsa. “Nilai agama lah yang mampu menjalin keragaman kita, tidak hanya dalam etnis, suku, budaya, tradisi, tapi juga agama,” terangnya.

Sebagai bangsa, masyarakat Indonesia  sejak dulu dikenal  religius, sangat memegangi nilai agama dalam mengatur kehidupan keseharian di tengah keragaman. Apapun etnisnya, masyarakat Indonesia dikenal sangat menjunjung tinggi  nilai agama. Di sinilah menurut Menag Lukman, nilai agama menjadi perekat meski Indonesia adalah bangsa majemuk. 

“Para pendiri bangsa begitu arif meletakkan agama sebagai perekat yang mampu menjaga keutuhan kita sebagai bangsa besar,” tegasnya.

Meski demikian, Menag mengaku bahwa berdasarkan hasil penelitian Puslitbang Kemenag, tertangkap kesan kuat bahwa  pendidikan agama dan keagamaan di wilayah perbatasan masih kurang.  

Kepala Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Hamdar Arraiyyah dalam laporannya menyampaikan, pada tahun 2012 dan 2013, Puslitbang telah melakukan penelitian tentang penyelenggaraan pendidikan agama dan keagamaan di wilayah perbatasan negara. Penelitian ini dilakukan di wilayah Indonesia Timur  dan Barat, tepatnya di Provinsi NTT (berbatasan dengan Timor Leste dan Australia), Papua (berbatasan dengan Papua Nugini), Sulawesi Utara (berbatasan dengan Filipina), Kaltim (berbatasan dengan Malaysia), Riau (berbatasan dengan Malaysia), Kepri (Singapura), dan Kalbar (berbatasan dengan Malaysia).

Temuan pokok penelitian ini, penyelenggaraan pendidikan agama di sekolah rata-rata masih kekurangan tenaga guru. Penyelenggaraan pendidikan  di madrasah rata-rata kekurangan sarana dan prasarana, serta tenaga pendidik dan kependidikan. Sedangkan penyelenggaraan pendidikan keagamaan, khususnya Islam rata-rata kekurangan lembaga dan tenaga pendidik.

Terkait hasil penelitian ini, Menag memandang perlunya upaya strategis dalam melakukan penguatan  lembaga pendidikan agama dan  keagaman di wilayah perbatasan. 

“Hanya melalui penguatan itu maka nilai-nilai agama tetap bisa terjaga sehingga, baik langsung atau tidak langsung, eksistensi keindonesia bisa tetap terjaga,” kata Menag.

Pernah bekerja hampir 2 tahun di wilayah Jayawijaya, Papua, Menag mengaku merasakan betul bagaimana kondisi pendidikan di wilayah Indonesia timur itu. Menurutnya, jangankan guru agama, tenaga pendidikan lain praktis tidak ada sehingga guru-guru yang mengajar di wilayah pedalaman adalah siapa saja orang dewasa yang punya kesadaran tinggi agar generasi Indonesia di sana bisa lebih baik kualitasnya. 

Untuk itu, melalui seminar ini, Menag berharap setidaknya ada kesepakatan menyangkut tiga hal, yaitu:

Pertama, pentingnya menjaga dan memeliharahal baik yang sudah dilakukan Pemerintah dan sejumlah kalangan di luar Pemerintah. 

“Banyak lembaga swadaya masyarakat  yang telah melakukan banyak hal terkait penguatan lembaga pendidikan agama dan keagamaan dan  hal yang sudah baik ini bisa terjaga dan terpelihara,” terang Menag.

Kedua, pentingnya sinergitas, kerja sama, koordinasi antar Kementerian/Lembaga Negara (K/L) dan semua institusi yang peduli terhadap upaya penguatan lembaga pendidikan agama dan keagamaan. Menurut Menag, beberapa K/L mempunyai concern dengan wilayah perbatasan karena permasalahannya yang kompleks. Karenanya, tidak akan efektif jika setiap K/L bekerja sendiri-sendiri. 

“Kita harus membangun kebersamaan dan memperkuat sinergi antar kementerian demi tujuan bersama. Tidak elok jika kita punya lembaga pendidikan keagaman yang bagus di perbatasan, tapi tidak ada listrik, tidak ada akses jalan, tidak ada sinyal dan lainnya. Karenanya, sinergitas antar berbagai Kementerian dan Lembaga menjadi niscaya,” ujar Menag.

Ketiga, upaya dan program apapun yang akan dilakukan harus melibatkan masyarakat. Dengan begitu, pembangunan yang akan dilakukan tidak utopis, tetapi riil dan membumi sesuai problem yang dihadapi. 

“Pelibatan masyarakat setempat menjadi mutlak agar kesinambungan yang kita upayakan tetap terjaga dan terpelihara,” tandas Menag.

Seminar  Nasional Pendidikan Agama dan Keagamaan di Wilayah Perbatasan Negara menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain: Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jakfar, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Malik Haramain, Kepala Balitbang Diklat Kemenag Abd. Rahman Mas’ud, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, serta dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan. 

Seminar ini diikuti sekitar 300 peserta, terdiri dari utusan majelis agama, organisasi keagamaan, perguruan tinggi, LSM, peneliti di lembaga penelitian, guru pendidikan agama di sekolah, guru madrasah, dan pesantren. Red: Mukafi Niam

Sumber: NU Online

Terbaru

  • Inilah Higgsfield AI Audio, Trik Canggih Buat Voice Cloning dan Dubbing Video Youtube Otomatis!
  • Everything You Need to Know About Project X and the Rumored AI-Powered Remaster of The Sims 4
  • Inilah Trik Cuan dari Instagram Jadi Affiliator, Tapi Tanpa Perlu Jualan Produk!
  • Inilah 7 Ide Channel YouTube Aneh Tapi Sederhana yang Bisa Kalian Mulai Sekarang Juga!
  • Apa itu Umroh & Keutamaannya: Inspirasi dari pergiumroh.com
  • Belum Tahu? Gini Caranya Dapat Bisnis Sukses Cuma dari Clipping Video Pake AI
  • Inilah Rahasia Perbaiki Algoritma Video YouTube yang Mulai Sepi
  • Kenapa Cicilan di Bank Syariah Itu Tetap?
  • Inilah 7 Produk Digital Paling Realistis untuk Kalian yang Mau Jualan Online Tahun Ini!
  • Inilah 4 Strategi Memilih Niche SEO Terbaik Supaya Blog Kalian Cepat Ranking
  • Ini Trik Supaya Pengunjung Toko Online Kalian Jadi Pembeli Setia Pakai Omnisend!
  • 3 Strategi AI Terbukti Biar Bisnis E-Commerce Kalian Makin Cuan 2026!
  • Inilah 6 Langkah Tembus 5.000 Follower di X, Gini Caranya Supaya Akun Kalian Nggak Stuck Lagi!
  • SEO LinkedIn: Inilah Alasan Kenapa LinkedIn Ads Lebih Efektif Buat Bisnis B2B Dibanding Platform Lain
  • Inilah Alasan Kenapa Kolom Komentar YouTube Kalian Sering Menghilang Secara Misterius!
  • Cara Kelola Auto-Posting Semua Media Sosial Kalian Pakai Metricool
  • Studi Kasus Sukses Instagram Maria Wendt Dapat 12 Juta View Instagram Per Bulan
  • ZenBook S16, Vivobook Pro 15 OLED, ProArt PX13, dan ROG Zephyrus G14, Laptop Bagus dengan Layar OLED!
  • Caranya Ngebangun Website Directory dengan Traffic Tinggi dalam Seminggu!
  • Cara Mengembangkan Channel YouTube Shorts Tanpa Wajah
  • Inilah Cara Menghitung Diskon Baju Lebaran Biar Nggak Bingung Saat Belanja di Mall!
  • Cara Jitu Ngebangun Bisnis SaaS di Era AI Pakai Strategi Agentic Workflow
  • Inilah Rincian Gaji Polri Lulusan Baru 2026, Cek Perbedaan Jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama Sebelum Daftar!
  • Inilah 5 Channel YouTube Membosankan yang Diam-diam Menghasilkan Banyak Uang
  • Inilah Cara Pakai Google Maps Offline Biar Mudik Lebaran 2026 Nggak Nyasar Meski Tanpa Sinyal!
  • Inilah Alasan Mahkamah Agung Tolak Kasasi Google, Denda Rp202,5 Miliar Resmi Menanti Akibat Praktik Monopoli
  • Inilah Cara Daftar dan Syarat SPMB SMK Boarding Jawa Tengah 2026, Sekolah Gratis Sampai Lulus!
  • Inilah Daftar Sekolah Kedinasan 2026 untuk Lulusan SMK, Bisa Kuliah Gratis dan Berpeluang Besar Langsung Jadi CPNS!
  • Inilah Pajak TER: Skema Baru PPh 21 yang Nggak Bikin Pusing, Begini Cara Hitungnya!
  • Inilah Jadwal Resmi Jam Buka Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Purwomartani Saat Mudik Lebaran 2026
  • How to Show Battery Percentage on Windows 11
  • How to Fix VMSp Service Failed to Start on Windows 10/11
  • How to Fix Taskbar Icon Order in Windows 11/10
  • How to Disable Personalized Ads in Copilot on Windows 11
  • What is the Microsoft Teams Error “We Couldn’t Connect the Call” Error?
  • How to Use Orbax Checkpointing with Keras and JAX for Robust Training
  • How to Automate Any PDF Form Using the Power of Manus AI
  • How to Training Your Own YOLO26 Object Detection Model!
  • How to Build a Full-Stack Mobile App in Minutes with YouWare AI
  • How to Create Consistent Characters and Cinematic AI Video Production with Seedance
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme