Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Wakapolda Jatim Minta Maaf ke PBNU terkait Penembakan Kader Ansor

Posted on November 6, 2011

Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan telah ditelepon oleh Wakapolda Jatim Brigjen Pol Eddi Sumantri terkait kasus penembakan kader Ansor Riyadhus Sholikin (40), oleh Briptu Eko Ristanto.

“Beliau menelpon saya dan meminta maaf atas kejadian tersebut dan mengakui bahwa tindakan anak buahnya berlebihan dan berjanji akan memproses secara hukum tindakan tersebut,” katanya, Jum’at.

Kepada Kiai Said, Eddi juga menyatakan akan memberikan santunan kepada keluarga korban serta mengakui bahwa polisi yang menembak tersebut baru keluar dari kafe.

Kang Said menyatakan dirinya telah melakukan komunikasi dengan Kapolri Timur Pradopo agar oknum yang bersalah diberi hukuman yang setimpal serta menjaga agar suasana Jawa Timur tetap kondusif.

“Kita berusaha menjaga nama baik institusi polisi dengan mendorong agar mereka yang bersalah dihukum,” terangnya.

Sebelumnya, seperti dilaporkan Antara Wakapolda Jatim telah bersilaturrahmi ke rumah keluarga korban di Sidoarjo itu, pihaknya kini memperkuat bukti-bukti tentang kejanggalan celurit itu dengan mendalami saksi-saksi pendukung dan melakukan pemeriksaan sidik jari.

“Karena pengakuan Briptu Eko itu ada kejanggalan, maka hal-hal yang tidak masuk akal tidak akan kami kejar, penyidik justru akan mengejar keterangan saksi lain yang langsung melihat, karena Riyadhus Sholikin saat dikejar polisi dan beberapa warga setelah menabrak Briptu Widianto,” katanya.

Selain itu, katanya, keterangan Briptu Eko tentang cara penembakan juga ada kejanggalan, karena keterangan pertama dari Briptu Eko bahwa penembakan dilakukan saat mobil korban sudah berhenti setelah ban mobil ditembak, tapi keterangan berikutnya dari Briptu Eko bahwa penembakan dilakukan saat berada dalam posisi sejajar antara mobil yang dikendarai korban dengan motor tersangka.

“Keterangan tersangka bahwa penembakan dilakukan saat dirinya memperlambat motor dalam posisi sejajar dengan korban itu tidak masuk akal, karena tersangka melakukan penembakan dengan tangan kanan dan hal itu tidak mungkin dilakukan sambil jalan, karena itu kita pakai keterangan pertama, sedangkan keterangan berikutnya akan kita abaikan,” katanya.

Ditanya kronologis kejadian yang sebenarnya, Wakapolda Jatim menjelaskan korban memang melarikan mobilnya setelah menabrak Briptu Widianto, lalu Briptu Eko dan sejumlah rekannya serta beberapa anggota masyarakat yang melihat pun melakukan pengejaran.

“Tersangka mengaku telah memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali dan korban tetap tidak menghentikan mobilnya, lalu ban mobil korban ditembak hingga akhirnya berhenti. Saat itu, korban mengaku telah menabrak ketika ditanya tersangka, kemudian terjadi penembakan itu. Proses penembakan itulah yang sedang kami telusuri,” katanya.

Mengenai kondisi tersangka yang sedang mabuk, ia mengatakan pihaknya telah melakukan tes urin setelah ada informasi bahwa Briptu Eko dan rekannya baru saja keluar dari kafe saat terjadi tabrakan itu, namun hasil tes urin itu tidak akan dipakai, karena hasilnya negatif dan tes urin dilakukan setelah beberapa hari dari kejadian.

“Yang jelas, kami akan mengembangkan pemeriksaan pada saksi-saksi lain yang mendukung. Hingga kini, kami masih memeriksa seorang tersangka, seorang saksi dari polisi, dan dua orang saksi dari masyarakat umum,” katanya yang juga didampingi Pjs Kabid Humas Polda Jatim AKBP Elijas Hendrajana.

Selain itu, penyidik juga sudah menyita sejumlah barang bukti yakni mobil korban, celurit, senjata api revolver beserta empat amunisi. “Tim tidak akan dibatasi dengan tenggat waktu, tapi mereka akan berusaha untuk bekerja secepatnya, karena Kapolda Jatim sudah memberi atensi kasus itu,” katanya.

Almarhum Riyadhus Sholikin adalah warga RT 01/01, Sepande Kauman, Candi, Sidoarjo, yang tewas pada Jumat (28/10) pukul 02.30 WIB. Ia tewas akibat ditembak polisi, karena sempat melarikan diri setelah mobil antarjemput buruh pabrik PT Ecco Indonesia yang dikendarai menabrak polisi hingga jatuh dan terluka.

Terbaru

  • Inilah Higgsfield AI Audio, Trik Canggih Buat Voice Cloning dan Dubbing Video Youtube Otomatis!
  • Everything You Need to Know About Project X and the Rumored AI-Powered Remaster of The Sims 4
  • Inilah Trik Cuan dari Instagram Jadi Affiliator, Tapi Tanpa Perlu Jualan Produk!
  • Inilah 7 Ide Channel YouTube Aneh Tapi Sederhana yang Bisa Kalian Mulai Sekarang Juga!
  • Apa itu Umroh & Keutamaannya: Inspirasi dari pergiumroh.com
  • Belum Tahu? Gini Caranya Dapat Bisnis Sukses Cuma dari Clipping Video Pake AI
  • Inilah Rahasia Perbaiki Algoritma Video YouTube yang Mulai Sepi
  • Kenapa Cicilan di Bank Syariah Itu Tetap?
  • Inilah 7 Produk Digital Paling Realistis untuk Kalian yang Mau Jualan Online Tahun Ini!
  • Inilah 4 Strategi Memilih Niche SEO Terbaik Supaya Blog Kalian Cepat Ranking
  • Ini Trik Supaya Pengunjung Toko Online Kalian Jadi Pembeli Setia Pakai Omnisend!
  • 3 Strategi AI Terbukti Biar Bisnis E-Commerce Kalian Makin Cuan 2026!
  • Inilah 6 Langkah Tembus 5.000 Follower di X, Gini Caranya Supaya Akun Kalian Nggak Stuck Lagi!
  • SEO LinkedIn: Inilah Alasan Kenapa LinkedIn Ads Lebih Efektif Buat Bisnis B2B Dibanding Platform Lain
  • Inilah Alasan Kenapa Kolom Komentar YouTube Kalian Sering Menghilang Secara Misterius!
  • Cara Kelola Auto-Posting Semua Media Sosial Kalian Pakai Metricool
  • Studi Kasus Sukses Instagram Maria Wendt Dapat 12 Juta View Instagram Per Bulan
  • ZenBook S16, Vivobook Pro 15 OLED, ProArt PX13, dan ROG Zephyrus G14, Laptop Bagus dengan Layar OLED!
  • Caranya Ngebangun Website Directory dengan Traffic Tinggi dalam Seminggu!
  • Cara Mengembangkan Channel YouTube Shorts Tanpa Wajah
  • Inilah Cara Menghitung Diskon Baju Lebaran Biar Nggak Bingung Saat Belanja di Mall!
  • Cara Jitu Ngebangun Bisnis SaaS di Era AI Pakai Strategi Agentic Workflow
  • Inilah Rincian Gaji Polri Lulusan Baru 2026, Cek Perbedaan Jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama Sebelum Daftar!
  • Inilah 5 Channel YouTube Membosankan yang Diam-diam Menghasilkan Banyak Uang
  • Inilah Cara Pakai Google Maps Offline Biar Mudik Lebaran 2026 Nggak Nyasar Meski Tanpa Sinyal!
  • Inilah Alasan Mahkamah Agung Tolak Kasasi Google, Denda Rp202,5 Miliar Resmi Menanti Akibat Praktik Monopoli
  • Inilah Cara Daftar dan Syarat SPMB SMK Boarding Jawa Tengah 2026, Sekolah Gratis Sampai Lulus!
  • Inilah Daftar Sekolah Kedinasan 2026 untuk Lulusan SMK, Bisa Kuliah Gratis dan Berpeluang Besar Langsung Jadi CPNS!
  • Inilah Pajak TER: Skema Baru PPh 21 yang Nggak Bikin Pusing, Begini Cara Hitungnya!
  • Inilah Jadwal Resmi Jam Buka Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Purwomartani Saat Mudik Lebaran 2026
  • How to Show Battery Percentage on Windows 11
  • How to Fix VMSp Service Failed to Start on Windows 10/11
  • How to Fix Taskbar Icon Order in Windows 11/10
  • How to Disable Personalized Ads in Copilot on Windows 11
  • What is the Microsoft Teams Error “We Couldn’t Connect the Call” Error?
  • How to Use Orbax Checkpointing with Keras and JAX for Robust Training
  • How to Automate Any PDF Form Using the Power of Manus AI
  • How to Training Your Own YOLO26 Object Detection Model!
  • How to Build a Full-Stack Mobile App in Minutes with YouWare AI
  • How to Create Consistent Characters and Cinematic AI Video Production with Seedance
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme