Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Presiden Harus Turun Tangan Soal Pemanfaatan Open Source

Posted on March 14, 2012

Jakarta – Open source sukses menekan biaya komputasi Pemda Pekalongan hingga Rp 32 miliar. Jika bisa menghemat pengeluaran demikian besar, mengapa program go open source ini tak diikuti oleh seluruh instansi pemerintah lainnya?

Niat ini sejatinya sudah digaungkan sejak 2005 lalu. Bahkan, Kementerian Kominfo sempat bertekad untuk memigrasikan seluruh operating system yang ada di semua departemen dan instansi pemerintah ke open source pada akhir 2011 kemarin.

“Sudah berlangsung migrasi di banyak instansi pemerintah, tetapi belum full applicable,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto, usai IOSA 2012, Selasa (13/3/2012).

“Misalnya, kementerian ‘A’ sudah ada yang gunakan open source, tetapi hanya minoritas. Karena yang mayoritas tetap yang proprietary,” lanjut Gatot.

Ia pun berpendapat, agar open source bisa ‘dipaksakan’ jadi OS wajib di pemerintahan, salah satu terobosannya bisa dipertegas melalui peraturan pengadaan barang dan jasa.

“Selama ini memang netral teknologinya, jadi bisa dua-duanya digunakan. Kuncinya, tergantung political will bersama,” kata dia.

Lebih ekstrimnya lagi, jika mau benar-benar melakukan penghematan luar biasa besar–seperti yang dilakukan Pemda Pekalongan — instruksi untuk migrasi go open source seharusnya datang dari presiden.

“Instruksinya presiden kan sudah ada di Inpres No. 1 tahun 2001 dan No. 6 tahun 2001. Tetapi hanya berupa pemberdayaan TIK, tidak spesifik harus open source,” kata Gatot.

Namun, dengan adanya Surat Edaran (SE) Menpan No. SE/01/M-PAN/3/2009 yang intinya memerintahkan pengecekan perangkat lunak yang digunakan, dan memberi batas waktu 31 Desember 2011 bagi seluruh instansi untuk harus sudah menerapkan perangkat lunak legal, bisa menjadi entry point bagi open source.

“Idealnya memang harus melalui tataran peraturan yang lebih tinggi biar ngefek banget,” Gatot terkekeh.

“Ya, gugus tugas anti pornografi saja bisa disusun. Masa untuk urusan open source saja tidak bisa. Kita tunggu sinyal dan inisiatif dari Menpan, kami di Kominfo pasti dukung mumpung gejala e-Gov sedang sangat kenceng,” pungkasnya.

Sumber: detikINET

Terbaru

  • Inilah Rahasia ReciMe, Potensi Sukses dari Aplikasi Resep Sederhana
  • Perkuat Kemandirian Industri Alat Kesehatan Nasional, Astra Komponen Indonesia Hadirkan Alat Kesehatan Berbasis Teknologi Digital
  • Vidrush, Solusi Produksi Video massal buat Channel Faceless
  • Inilah Higgsfield AI Audio, Trik Canggih Buat Voice Cloning dan Dubbing Video Youtube Otomatis!
  • Everything You Need to Know About Project X and the Rumored AI-Powered Remaster of The Sims 4
  • Inilah Trik Cuan dari Instagram Jadi Affiliator, Tapi Tanpa Perlu Jualan Produk!
  • Inilah 7 Ide Channel YouTube Aneh Tapi Sederhana yang Bisa Kalian Mulai Sekarang Juga!
  • Apa itu Umroh & Keutamaannya: Inspirasi dari pergiumroh.com
  • Belum Tahu? Gini Caranya Dapat Bisnis Sukses Cuma dari Clipping Video Pake AI
  • Inilah Rahasia Perbaiki Algoritma Video YouTube yang Mulai Sepi
  • Kenapa Cicilan di Bank Syariah Itu Tetap?
  • Inilah 7 Produk Digital Paling Realistis untuk Kalian yang Mau Jualan Online Tahun Ini!
  • Inilah 4 Strategi Memilih Niche SEO Terbaik Supaya Blog Kalian Cepat Ranking
  • Ini Trik Supaya Pengunjung Toko Online Kalian Jadi Pembeli Setia Pakai Omnisend!
  • 3 Strategi AI Terbukti Biar Bisnis E-Commerce Kalian Makin Cuan 2026!
  • Inilah 6 Langkah Tembus 5.000 Follower di X, Gini Caranya Supaya Akun Kalian Nggak Stuck Lagi!
  • SEO LinkedIn: Inilah Alasan Kenapa LinkedIn Ads Lebih Efektif Buat Bisnis B2B Dibanding Platform Lain
  • Inilah Alasan Kenapa Kolom Komentar YouTube Kalian Sering Menghilang Secara Misterius!
  • Cara Kelola Auto-Posting Semua Media Sosial Kalian Pakai Metricool
  • Studi Kasus Sukses Instagram Maria Wendt Dapat 12 Juta View Instagram Per Bulan
  • ZenBook S16, Vivobook Pro 15 OLED, ProArt PX13, dan ROG Zephyrus G14, Laptop Bagus dengan Layar OLED!
  • Caranya Ngebangun Website Directory dengan Traffic Tinggi dalam Seminggu!
  • Cara Mengembangkan Channel YouTube Shorts Tanpa Wajah
  • Inilah Cara Menghitung Diskon Baju Lebaran Biar Nggak Bingung Saat Belanja di Mall!
  • Cara Jitu Ngebangun Bisnis SaaS di Era AI Pakai Strategi Agentic Workflow
  • Inilah Rincian Gaji Polri Lulusan Baru 2026, Cek Perbedaan Jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama Sebelum Daftar!
  • Inilah 5 Channel YouTube Membosankan yang Diam-diam Menghasilkan Banyak Uang
  • Inilah Cara Pakai Google Maps Offline Biar Mudik Lebaran 2026 Nggak Nyasar Meski Tanpa Sinyal!
  • Inilah Alasan Mahkamah Agung Tolak Kasasi Google, Denda Rp202,5 Miliar Resmi Menanti Akibat Praktik Monopoli
  • Inilah Cara Daftar dan Syarat SPMB SMK Boarding Jawa Tengah 2026, Sekolah Gratis Sampai Lulus!
  • How to Fix Excel Formula Errors: Quick Fixes for #NAME
  • How to Clear Copilot Memory in Windows 11 Step by Step
  • How to Show Battery Percentage on Windows 11
  • How to Fix VMSp Service Failed to Start on Windows 10/11
  • How to Fix Taskbar Icon Order in Windows 11/10
  • How to Use Orbax Checkpointing with Keras and JAX for Robust Training
  • How to Automate Any PDF Form Using the Power of Manus AI
  • How to Training Your Own YOLO26 Object Detection Model!
  • How to Build a Full-Stack Mobile App in Minutes with YouWare AI
  • How to Create Consistent Characters and Cinematic AI Video Production with Seedance
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme