Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Partai itu Rujuklah, :D

Posted on November 1, 2012

Minggu ini KPU resmi mengumumkan siapa saja partai yang (untuk sementara) berhak mengikuti Pemilu 2014. Walaupun masih dalam tahap Verifikasi Administratif saja, namun kecil kemungkinan partai-partai yang diloloskan membuat kesalahan yang masiv hingga terpaksa dicoret dari kontestasi politik tahun 2014. Lagipula, KPU juga sudah menggunakan Sistem Informasi untuk membantu proses verifikasi administratif ini, SiPol.

Mencermati pengumuman KPU kemarin sungguh menarik, untuk khasanah politik dunia santri. Tercatat ada 3 partai yang dilahirkan dunia santri yang mencoba ikut ambil serta di seleksi awal Pemilu 2014 ini. Dua partai lama, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pimpinan KH Aziz Mansyur, dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) pimpinan Cak Choirul Anam, dan satu lagi partai baru, Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) pimpinan Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny Wahid).

Dua dari 3 kandidat usungan dunia santri itu akhirnya masuk, cuma PKB dan PKBIB. PKNU gagal masuk karena sejumlah persyaratan yang gagal mereka penuhi. Dua dari kandidat yang masuk itu sama-sama memperjuangkan apa yang disebut kepentingan dan pemikiran dunia santri Indonesia (khususnya Nahdlatul Ulama). Dua-duanya juga mengklaim sebagai anak ideologis dari Gus Dur, sebagai sebuah lembaga politik. Yang satu ngotot sudah ikhlas melakukan islah dengan berinisiatif mengajak pihak yang pernah berseteru beberapa tahun lalu ( beberapa dari mereka yang berseteru kabarnya sudah kembali). Yang satu lagi ngotot, yang pertama itu adalah pengkhianat pemikiran Gus Dur dan menzolimi Gus Dur secara pribadi.

Dari sejarah politik Indonesia, (setahu saya) cuma PDIP yang sukses menjadi partai Pecahan yang mampu menjadi partai besar. Dan term ini tampaknya tidak berlaku buat sejarah PKB. Ada Partai Pergerakan Kebangsaan (PPK), pecahan PKB yang digagas oleh mantan Ketua Tanfidziyah PKB, Mathori Abdul Jalil, yang gagal masuk ke pemilu 2004. Ada pula, Partai Kebangkitan Nasional Ulama yang didirikan oleh 17 Kiai kharismatik NU yang dimotori oleh KH  Abdullah Faqih Langitan, yang sukses ikut pemilu 2009 dengan perolehan sejumlah kursi di DPRD tingkat 1 dan 2 namun 0 kursi di tingkat nasional (DPR). Oh ya, satu lagi, Partai Kemakmuran Bangsa Nusantara (PKBN) yang didirikan oleh Yenny Wahid dengan sejumlah pendukung setia Gus Dur yang memilih keluar dari PKB karena (hanya karena faktor) Muhaimin Iskandar saja. PKBN pada fase pertama pendaftaran di Kemenkumham sudah gagal mendapatkan status Badan Hukum, sehingga terpaksa mereka meleburkan diri (baca: mencaplok) status badan hukum Partai Perjuangan Indonesia Baru (Partai PIB) pimpinan Dr Kartini Syahrir untuk meleburkan kekuatan dan alhasil namanya menjadi PKBIB (Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru).

Dunia Santri Krisis Politik

Jika 2014 adalah pemilu yang menjadi ayakan terakhir dari politik dunia santri, tentunya PKB dan PKBIB-lah yang menjadi beras yang akan diayak. Siapa yang menjadi bulir beras yang paling besar dan berkualitaslah yang akan lolos ditanak sejarah. Tapi jika dua-duanya gagal, maka tamatlah keduanya. Tamatlah daya tawar santri di pemerintahan Indonesia. Mungkin tidak akan ada lagi Ketua MUI dan Anggota MUI yang dominan NU, tidak ada lagi Menteri Agama dari NU (seperti masa Orde Baru), mungkin akan ada perda-perda syariah yang melarang kegiatan tahlilan, maulidan, sholawatan dan istighosah karena tidak modern (itu anggapan dari kaum Islam Modernis) dan dianggap mengada-ada (itu anggapan dari kaum ultra-Salaf/penyuka generasi salaf yang keterlaluan sukanya), tidak akan masiv lagi pendirian MTs, MA, madrasah diniyah, ponpes dan perguruan tinggi NU, karena keburu ditolak oleh orang yang kontra-NU (yang tidak ingin NU berkembang).

Mungkin jika dua-duanya tidak lolos ambang batas karena dilindas Nasdem, Gerindra dan Golkar, mereka akan berkumpul kembali di suatu pondok di ujung desa negeri ini dan mulai sadar akan pentingnya persatuan.

Yah, Dunia tampaknya harus menanti satu tontonan lagi pada tahun 2014, siapakah yang akan terbukti lebih diikuti oleh kebanyakan Nahdliyin. PKB atau PKBIB. Saya harap, PKBIB mau melebur ke PKB, atau sesuai kesepakatan banyak kiai, kembalilah ke susunan Muktamar Semarang, tentunya dengan minus Gus Dur, karena beliau sudah bahagia di sana…

Terbaru

  • SALAH! MIT Ungkap AI Tidak Ganti Karyawan Karena Efisiensi
  • Inilah Inovasi Terbaru Profesor UI: Pelumas Mobil dari Minyak Nabati!
  • Daftar Sekarang! Beasiswa S2 di Italia dari IYT Scholarship 2026 Sudah Dibuka
  • Sejarah Hantavirus dan Perkembangannya Sampai ke Indonesia
  • Kementerian Pendidikan: Mapel Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027!
  • Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak
  • Viral Video Sejoli Di Balai Kota Panggul Trenggalek, Satpol PP Janji Usut
  • Video Viral Wakil Wali Kota Batam Tegur Keras Pasir Ilegal
  • LPDP Buka Peluang Beasiswa S3 Prancis 2026, Simak Syaratnya!
  • Inilah Panduan Lengkap dan Aturan Main Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2026
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar MOFA Taiwan Fellowship 2027
  • RESMI! Inilah Macam Jalur di SPMB Sekolah Tahun Ajaran 2026
  • Ini Loh Rute Terbaru TransJOGJA Per Mei 2026, Jangan Salah Naik!
  • Inilah Jadwal Operasional MRT Jakarta Per Mei 2026, Berubah Dimana?
  • Inilah Syarat dan Mekanisme Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Talenta (OSN, Seniman, Hafidz, Atlet dll) 2026/2027
  • Inilah Daftar Saham Farmasi di BEI Per Mei 2026, Pilih Mana?
  • Kesehatan Mental Itu Penting: Inilah Isi Chat Terakhir Karyawan Minimarket Sukabumi Bundir
  • Inilah Kampus Swasta Terbaik Jurusan Farmasi di Area Malang Raya
  • Cara Login EMIS 4.0 Kemenag Terbaru 2026 Pakai Akun Lembaga dan PTK Guru Madrasah Aktivasi
  • Survei Parpol Terbaru: Gerindra Unggul, PDIP Ketiga, PKB 5%
  • PKB Resmi Jalin Kerjasama dengan Institut Teknologi & Sains NU Kalimantan
  • Inilah Urutan Terbaru Pangkat TNI Angkatan Darat! (Update 2026)
  • Inilah Panduan Lengkap Operator Sekolah Mengelola SPTJM e-Ijazah dan Menghindari Kesalahan Fatal Data Kelulusan
  • Inilah Syarat dan Penilaian Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur UTBK
  • Download Video Viral Guru Bahasa Inggris? Awas Berisi Virus!
  • PKB Minta Kasus C4bul Pendiri Ponpes Pati Tidak Ada Ampunan & Tuntutan Maksimal
  • Inilah Kronologi Video Viral Preman vs Sopir Di Sumedang
  • Ini Alasan UKP Pariwisata Disindir Konten Kreator Drone Gunung Rinjani
  • Inilah Kronologi Viral Video Dugaan Asusila Pegawai Disdik Pasuruan di Mobil Dinas
  • Polisi Polda Sumut Resmi Dipecat: Dari Video Viral Sampai Sidang Etik Ini Kronologinya
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme