Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
facebook link

Facebook Mulai Batasi Link Eksternal Cuma 2 Sebulan! Ini Trik Mengatasinya

Posted on December 25, 2025

Kayaknya kita harus mulai waspada, nih. Meta lagi melakukan eksperimen yang cukup bikin ketar-ketir para kreator dan pebisnis. Kabarnya, mereka mulai membatasi jatah membagikan tautan atau link eksternal di Facebook cuma dua kali sebulan! Kalau mau posting lebih dari itu, opsinya ya harus bayar. Yuk, simak detailnya biar kalian nggak kaget saat aturan ini benar-benar berlaku.

Perubahan ini rasanya menjadi penanda jelas bahwa strategi Meta telah bergeser. Kalau dulu Facebook dikenal sebagai ladang trafik gratis, sekarang mereka sepertinya lebih menekankan pada monetisasi lewat layanan berlangganan Meta Verified. Berdasarkan informasi yang beredar, pengguna yang masuk dalam radar uji coba ini—yang kabarnya mulai dirasakan sejak 16 Desember 2025—hanya diberikan kuota dua link eksternal per bulan untuk postingan organik.

Kalau kalian merasa jatah dua link itu kurang dan ingin membagikan lebih banyak, sistem akan “memaksa” kalian untuk berlangganan Meta Verified. Biayanya? Mulai dari US$14,99 atau sekitar £9,99 per bulan, tergantung di mana kalian tinggal. Meta berdalih bahwa langkah ini adalah eksperimen untuk melihat apakah fitur posting link bebas hambatan ini bisa menjadi nilai tambah yang sepadan bagi pelanggan berbayar mereka.

Namun, kalian nggak perlu panik dulu secara berlebihan, karena tidak semua akun langsung terdampak. Uji coba ini menyasar target spesifik:

  1. Halaman Facebook (Pages)
    Akun jenis ini yang paling umum digunakan oleh bisnis, jenama, atau organisasi. Kalau kalian admin yang mengelola Page untuk mendatangkan trafik ke website jualan, pembatasan ini jelas akan sangat terasa dampaknya.
  2. Mode Profesional
    Banyak profil pribadi yang diubah ke mode ini agar bisa berfungsi layaknya kreator konten dengan jangkauan luas. Sayangnya, fitur ini juga masuk dalam target pembatasan link.

Kabar sedikit melegakan datang bagi para penerbit berita (publishers). Halaman resmi media berita dilaporkan mendapat pengecualian dari aturan main baru ini. Tapi begitunya, trafik mereka tetap berpotensi turun drastis. Kenapa? Karena pengguna biasa (seperti kita) yang ingin membagikan artikel berita tersebut ke feed pribadi tetap akan terkena kuota pembatasan link tadi.

Lantas, apakah jalan menuju trafik eksternal sudah tertutup total? Belum tentu. Masih ada beberapa celah atau alternatif yang bisa kalian manfaatkan tanpa harus buru-buru gesek kartu kredit:

  • Tautan di kolom komentar
    Strategi klasik ini sepertinya bakal makin populer. Kalian masih bebas membagikan link di kolom komentar tanpa batasan kuota. Jadi, postingan utamanya bisa berupa gambar atau teks, lalu arahkan audiens untuk cek komentar.
  • Tautan ke sesama platform Meta
    Meta nggak akan menghalangi kalian kalau link tersebut mengarah ke “saudara” mereka sendiri. Link menuju Instagram, WhatsApp, atau produk Meta lainnya tidak dihitung dalam kuota pembatasan ini.
  • Tautan afiliasi tertentu
    Ada laporan yang menyebutkan kalau beberapa jenis link afiliasi masih lolos dari pembatasan, meskipun detail teknisnya belum sebegitunya jelas.

Langkah Facebook ini sebenarnya mempertegas ambisi mereka untuk mengutamakan konten native. Mereka ingin pengguna betah berlama-lama di dalam aplikasi, bukan sebentar-sebentar keluar gara-gara klik link website lain. Data transparansi Meta bahkan menunjukkan 98% tampilan feed di AS berasal dari postingan tanpa tautan, yang mungkin jadi pembenaran mereka mengambil keputusan ini. Pakar media sosial Matt Navarra menyebut ini sebagai “kenyataan pahit” bagi kita yang selama ini manja dengan trafik gratisan Facebook.

Jadi, begitunya situasinya saat ini. Eksperimen ini adalah sinyal kuat bahwa kemampuan dasar mengarahkan audiens ke website eksternal kini mulai diposisikan sebagai fitur premium. Bagi bisnis kecil dan kreator independen, ketergantungan pada Facebook sebagai sumber trafik utama menjadi semakin berisiko.

Saran kami, mulailah diversifikasi kanal trafik kalian dari sekarang. Jangan cuma mengandalkan satu pintu, apalagi pintu yang kuncinya dipegang orang lain. Kalian bisa mulai fokus membangun database email atau mengoptimalkan platform lain. Rasanya, terlalu berbahaya kalau nasib bisnis kita 100% bergantung pada kebijakan algoritma yang bisa berubah sewaktu-waktu. Bagaimana menurut rekan-rekanita? Apakah kebijakan ini masuk akal atau justru mematikan kreativitas? Terima kasih sudah membaca ulasan ini, semoga bermanfaat bagi strategi digital kalian ke depan.

Terbaru

  • Belum Tahu? Ini Trik Checkout Tokopedia Bayar Pakai Dana Cicil Tanpa Ribet!
  • Benarkah Pinjol Akulaku Sebar Data Jika Gagal Bayar?
  • Paket Nyangkut di CRN Gateway J&T? Tidak Tahu Lokasinya? Ini Cara Mencarinya!
  • Apa itu Nomor 14055? Nomor Call Center Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya
  • Apakah APK Lumbung Dana Penipu & Punya Debt Collector?
  • Ini Ukuran F4 dalam Aplikasi Canva
  • Cara Lapor SPT Tahunan Badan Perdagangan di Coretax 2026
  • Cara Dapetin Saldo DANA Sambil Tidur Lewat Volcano Crash, Terbukti Membayar!
  • Apakah Aplikasi Pinjaman TrustIQ Penipu/Resmi OJK?
  • Cara Menggabungkan Bukti Potong Suami-Istri di Coretax 2026
  • Inilah Cara Cepat Upload Foto Peserta TKA Sekaligus Biar Nggak Perlu Klik Satu Per Satu
  • Apa itu Aplikasi MOVA, Penipuan atau Skema Ponzi Berkedok Aplikasi Belanja?
  • Inilah Cara Menarik Saldo ReelFlick ke DANA
  • Inilah Cara Ternak Akun Mining Bitcoin Pakai Virtual Master Biar Nggak Berat dan Tetap Lancar
  • Cara Mencairkan Koin Melolo Tanpa Invite Kode
  • Cara Mencairkan Saldo Game Sumatra The Island ke e-Wallet
  • Apakah Aplikasi Pinjol AksesDana Penipu/Resmi OJK?
  • Apakah Aplikasi RupiahMaju Pinjol Penipu/Legal?
  • Apakah Aplikasi MBA Itu Ponzi/Penipuan Atau Tidak?
  • Cara Menghilangkan Iklan dari Aplikasi Melolo
  • Cara Atasi Saldo Melolo yang Gagal Cair ke Dompet Digital
  • Cara Mengatasi Kode Undangan/Invite Code Melolo Tidak Berhasil
  • Apakah Aplikasi FreeReels Penipuan?
  • Gini Caranya Nonton Drama Pendek FreeReels dan Dibayar
  • Inilah Panduan Lengkap Persiapan TKA Madrasah 2026 Biar Nggak Ketinggalan!
  • Ini Trik Supaya Gelembung Game Clear Blast Cepat Pecah dan Bisa Withdraw!
  • Cara Main Game Gold Combo, Sampai Cuan ke e-Wallet
  • Update YouTube 2026:Sekilas Tentang Inauthentic Content yang Makin Ketat
  • Inilah Cara Lapor SPT Tahunan di Coretax 2026 Biar Nggak Bingung!
  • Gak Perlu Root! Ini Cara Buka Folder Android/Data Tanpa ZArchiver di HP Android Modern
  • How to Secure Your Moltbot (ClawdBot): Security Hardening Fixes for Beginners
  • Workflows++: Open-source Tool to Automate Coding
  • MiroThinker-v1.5-30B Model Explained: Smart AI That Actually Thinks Before It Speaks
  • PentestAgent: Open-source AI Agent Framework for Blackbox Security Testing & Pentest
  • TastyIgniter: Open-source Online Restaurant System
  • Cara Membuat Pipeline RAG dengan Framework AutoRAG
  • Contoh Sourcecode OpenAI GPT-3.5 sampai GPT-5
  • Cara Mengubah Model Machine Learning Jadi API dengan FastAPI dan Docker
  • Cara Ubah Tumpukan Invoice Jadi Data JSON dengan LlamaExtract
  • Cara Buat Audio Super Realistis dengan Qwen3-TTS-Flash
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme