Kiai asal Cirebon ini menilai, pementasan para santri dengan sangat fasih, mendendangkan madah-madah kenabian Muhammad, kritik-kritik sosial-politik yang menggugah.
Seharusnya, dia menambahkan, karya kreatif seni budaya semacam ini, menjadi model dakwah ke depan, menggantikan dakwah orasi yang agitatif, kering makna dan provokatif. “Publik yang belum nonton, dianjurkan menontonnya nanti malam di tempat yang sama,” imbaunya.
Sementara sang sutradara, Ken Zuraida, mengemukakan kaget dengan capaian para santri yang tak biasa dengan pementasan seperti ini, “Bayangkan mereka hanya berlatih 10 jam dalam seminggu. Saya biasanya melatih untuk pementasan, 6 jam sehari,” ungkapanya, selepas pementasa, di TIM, Jakarta, Jumat (7/2).
HTM pementasan: Balkon 50rbu Kursi bawah 100 rbu, VIP 250rbu, CP: Alice 0852 2377 3456. Informasi pemesanan tiket juga bisa melalui: TIM (021) 3193 7325 / 3193 7357 Untung: 9735 9735, Hemma 0857 1935 1935.
Sumber: NU Online