Cirebon – Meskipun beberapa kalangan memandang sebelah mata dunia pesantren, namun peran signifikan lembaga pendidikan kaum sarungan ini tidak bisa diremehkan. Pesantren telah memberikan kontribusi luar biasa bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia, terutama dalam mengawal moralitas dan religiuitas masyarakat.
Hal ini ditegaskan kembali dalam Halaqoh Nasional bertajuk “Pesantren Model Pendidikan Karakter”, dalam rangka peringatan Maulid Nabi & Haul XIV Al Maghfurlah KH. Syaerozie bin KH. Abdurrohim, pendiri Pondok Pesantren Putra Putri Assalafie Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat di pesantren setempat, Jumat (7/2).
Hadir sebagai pembicara utama Dr H Sumanta, pembantu rektor I IAIN Syaikh Nurjati Cirebon, yang juga alumni pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin; serta Ahmad Baso, dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta, yang juga penulis buku Pesantren Studies.