Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Bicara Keindonesiaan di Majelis Ta’lim Al-Hikam Manado

Posted on September 7, 2015

Manado, NU Online
Majelis ta’lim Al-Hikam Cinta Indonesia di Manado, Sulawesi Utara, tak sekadar tempat membaca Barzanji, mengaji, atau bermain rebana, tapi sebagai ajang pertemuan ragam etnis, agama, budaya, dan bahasa. Seperti namanya, majelis tersebut cermin dari keindonesiaan yang memang beragam.  

Majelis itu juga rutin jadi tempat kumpulnya anak-anak muda NU yang tergabung di Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU. Pada Sabtu malam, misalnya, di majelis tersebut mengadakan diskusi santai dengan peserta AICIS Kemenag yang kebetulan digelar di kota tersebut.

Didaulat sebagai narasmuber pertama adalah doesen Universitas Gajah Mada Yogyakarta Syamsul Ma’arif. Pada diskusi bertajuk “Menakar Indonesia dari Sisi Budaya” tersebut, ia mengatakan bahwa Indonesia terbuka dari hal yang baru, tapi tetap bertahan dengan apa yang sudah ada dalam dirinya, jati dirinya. Agama-agama, ragam budaya sejak berabad-abad  lalu datang ke sini kemudian turut mewarnai keindonesian.

Karena itulah, menurutnya, Indonesia adalah nama lain keragaman. Sesuatu yang tak dapat dipisahkan. Namun demikian, keragaman bukan berarti tak ada ancaman keretakkan. Tapi Indonesia terbukti mampu melewatinya. “Transisi yang dilewati masa Reformasi diprediksi akan rusuh. Gejolak dimana-mana, tapi ada kecendurangan tetap bertahan. Kebertahanan, itu perlu kita jaga,” ajaknya.

Cara mempertahankan itu, bisa melalui hal yang sederhana dan bisa dilakukan siapa saja dengan syarat siap berdamai dengan siapa pun, siap dialog kalangan mana pun. Sikap itu akan membuat merasa saudara dengan semua orang.

Hal itu, lanjut dia, tampak pada Majelis Ta’lim Al-Hikam Cinta Indonesia. Majelis tersebut berdampingan dengan rumah tokoh Muhammadiyah Sulut. Di sekelilingnya berpenduduk Kristen. Tak heran yang datang ke situ, tak hanya orang muslim dengan berbagai macam tujuan.

Di majelis yang diasuh Habib Muhsin Bilfaqih tersebut, kata Syamsul, luas ruangannya hanya beberapa meter, tapi rutinitasnya, sangat berpengaruh besar sebagai tempat berkumpul saling mengenal, saling menjaga silaturahim.

“Ruang-ruang pertemuan menjadi jantung reproduksi keindonesiaan,” pungkasnya.

Warisan nenek moyang

Sementara Suhadi, menceritakan kakek-nenek moyang bangsa Indonesia yang mengglobal sejak berabad-abad lalu. Ia pernah ke Tanzania yang menceritakan hal itu. Belum ada teknologi canggih seperti sekarang nenek moyang kita sudah ke Afrika Timur,” katanya.  

Ia menambahkan, sejak abad 8, nenek moyang orang Bugis menyebarkan Islam di Australia. Cuma corak Islamnya mengalami keterputusan. Islam yang ada sekarang di negeri Kanguru tersebut adalah penyebaran yang relatif baru.

Keberislaman orang Nusantara ditunjukkan dengan hasil karyanya dalam bentuk tulisan. Ia pernah ke Islamic Center di Jepang. Di situ ditunjukkan kitab-kitab Syekh Nawawi Albantani. Karya-karya Syekh Ihsan Jampes Kediri, sampai sekarang kitabnya dipakai di madrasah-madrasah di Timur Tengah.”

“Budaya kita sudah mengglobal, Karena kolonial terpuruk.”

Kita menjalankan budaya yg telah dibuka generasi bangsa Indonesia sebelumnya. Anak-anak muda harus menjadi pelayan, punya kecintaan terhadap ilmu pengetahuan atau khadimul ilmi. Bukan hanya ilmu diniyah, tapi kebudayaan, teknologi.

Kedua, anak muda NU kalau sudah menjadi khadimul ilmi, jangan berada di menara gading, tapi ilmu yang bisa melayani umat. “Jangan berdiam diri, tapi menggerakkan masyarakat. Itulah santri!” tegasnya.  

Ia menggaristebali pernyatannya, bahwa santri, mulanya mengabdi kepada kiai, kepada ilmu, kemudian di masyarakat mengabdi kepada masyarakat.

Aktivis muda NU, Hamzah Sahal menambahkan warisan nenek moyang bangsa Inonesia yang sangat berharga. Misalnya keramahan. Ia menceritakan pengalamannya yang disambut hangat anak-anak muda Manado.

“Sama hangatnya ketika datang ke tetangga saya. Padahal jaraknya ratusan km dari Jawa. Di organisasi NU ada kehangatan, warisan agung silaturahim. Prasangka itu dari yang datang sama yang menerima seolah nggak ada,” ungkapnya.  

Menurut dia, dari silaturahim itu menjelma pada jejaring yang kuat. Hal ini kentara di NU yang modal utamanya bukan uang. Dengan adanya teknologi, jaringan silaturahim itu bisa dimaksimalkan melalui media sosial.  

Sementara pengasuh Majelis Ta’lim Alhikam Cinta Indonesia Habib Muhsin Bilfaqih mengatkan, manusia diciptkan memiliki 3 tugas, yaitu hablum minallah. “Maka pendekatan yang harus dibangun adalah ibadah. Tidak ada tawar-menawar,” katanya.

Kedua, hablum minan nas, pendekatan yang hars dibangun antarsesama manusia dengan akhlak. Dan ketiga, hablum minal alam, bumi, flora, dan fauna dengan pendekatan teknologi. “Jika ketiganya tertata dan terbangun dengan baik, maka itulah sorga di bumi,” ujarnya.

Diskusi yang dimoderatori Ketua PW Lesbumi Sulut, Taufik, tersebut dihadiri puluhan anak muda NU. Mereka saling melontar pendapat dan pertanyaan. Kemudian diakhiri doa bersama yang dipimpin Habib Muhsin. Diskusi yang dimulai sekitar pukul 21.00 Wita tersebut berakhir pukul 01.00 dini hari. Tapi obrolan santai tetap saja berlanjut. (Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

Terbaru

  • Inilah Alasan Raja Ampat Disebut Surga Terakhir di Bumi dengan Biodiversitas Laut Paling Gokil di Dunia
  • Inilah Tanggapan PKB Soal KPK Usul Syarat Capres Harus Kader Partai
  • Inilah 5 Calon Ketua DPC PKB Timor Tengah Selatan dan Perubahan Aturan Seleksi yang Perlu Kalian Perhatikan
  • Inilah 51 Kode Redeem FF Terbaru 29 April 2026, Ada Gintoki Bundle dan Skin Eksklusif!
  • Inilah Profil Abdul Kadir Karding, Politikus PKB yang Resmi Dilantik Menjadi Kepala Badan Karantina Nasional!
  • Inilah 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru Mei 2026, Ada Trik Rahasia Dapetin Pemain OVR 119 di Event TOTS!
  • Inilah iPhone Ultra, Bocoran Ponsel Lipat Pertama Apple dan MacBook Ultra Layar Sentuh yang Siap Mengguncang Pasar!
  • Inilah Bocoran Tanggal Rilis dan Gameplay EA Sports UFC 6 yang Paling Dinantikan
  • Inilah Arti Move WA dalam Bahasa Gaul yang Sering Muncul di Aplikasi Kencan dan Media Sosial
  • Inilah realme C100, Smartphone dengan Baterai Titan 8000mAh Pertama yang Garansi Awet Sampai 7 Tahun!
  • Inilah Cara Mengatasi Third Party Software Is Interfering With Roblox yang Sering Muncul Tiba-Tiba
  • Inilah Penyebab Data Seluler Tidak Bisa Digunakan Padahal Sudah Aktif dan Solusi Praktis Mengatasinya
  • Inilah Kenapa Canva Error 503 Tidak Bisa Dibuka Hari Ini dan Cara Mengatasinya Sampai Layanan Kembali Normal
  • Inilah Cerita Hangat di Balik Muscab PKB Kebumen: Dari Urusan Dapur Hingga Strategi Pemenangan 2029!
  • Inilah Kronologi dan Identitas 4 WNI yang Disandera Perompak Somalia di Kapal MT Honour 25
  • Inilah Alasan PKB Kaji Ulang Ambang Batas DPRD Biar Sejalan Sama Putusan MK
  • Inilah Jadwal Pengumuman Hasil TKA SD dan SMP 2026 dan Cara Cek Skor Kalian Secara Online
  • Inilah HP Gaming Vivo Terbaik 2026 yang Paling Gahar, Main Game Berat Nggak Pake Ngelag!
  • Inilah Potensi Pajak Selat Malaka yang Bikin Rame, Ternyata Gini Cara Mainnya Biar Nggak Melanggar Hukum Internasional
  • Inilah Alasan Kenapa Sinkhole Sering Muncul di Indonesia dan Cara Mengenali Tanda-Tandanya Supaya Kalian Tetap Aman
  • Inilah Program PJJ 2026 untuk Anak Tidak Sekolah, Cara Mudah Masuk SMA Tanpa Harus ke Kelas Tiap Hari!
  • Inilah Program SPMB 2026 PJJ Khusus Anak Tidak Sekolah, Solusi Buat yang Pengen Balik Belajar!
  • Inilah Cara Kuliah di Al-Azhar Mesir Lewat Jalur Kemenag 2026, Lengkap dengan Syarat dan Jadwalnya!
  • Inilah Jadwal Lengkap Jalur Mandiri Unud 2026, Persiapkan Diri Kalian Sebelum Menyesal!
  • Inilah 8 Universitas Swasta Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026 yang Bisa Jadi Pilihan Kuliah Kamu
  • Inilah Jadwal Terbaru SSU ITB 2026 yang Diperpanjang, Lengkap dengan Syarat dan Rincian Biayanya!
  • Inilah 10 Jurusan Kuliah Paling Dicari Perusahaan Tahun 2026, Cek Daftarnya Biar Nggak Salah Pilih!
  • Inilah Cara Daftar Beasiswa Tut Wuri Handayani 2026, Kesempatan Emas Buat PNS Kemendiktisaintek Tingkatkan Karier!
  • Inilah Ketentuan Lengkap TKA Susulan 2026 SD dan SMP, Cek Syarat dan Jadwal Resminya Di Sini!
  • Inilah Kurikulum Berbasis Cinta Madrasah: Panduan Lengkap dan Link Download PDF Terbaru 2026
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Transform Your Windows 11 Interface into a Sleek and Modern Aesthetic Masterpiece
  • How to Understand Google’s New TPU 8 Series for Massive AI Training and Inference
  • How to Level Up Your PC Gaming Experience with the New Valve Steam Controller and Its Advanced Features
  • Is it Time to Replace Nano? Discover Fresh, the Terminal Text Editor You Actually Want to Use
  • How to Create Professional Movies and Advertisements Automatically Using the 50 Plus Artificial Intelligence Models in Studio by Abacus AI
  • How to use ChatGPT Images 2.0 to transform your creative ideas into professional visual assets
  • How to Use Dreamina SeaDance 2.0 to Create Professional Motion Graphics and Viral Videos Like a Pro
  • How to Automate Your Daily Digital Chores Using the Powerful Combination of Claude Co-work and Ollama
  • How to access over 500 AI models and build professional automation workflows using WaveSpeed Desktop for free
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme