Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Sejarah Cordoba dan Islam Andalusia: Pluralitas dan Akulturasi Budaya

Posted on May 23, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Fildzah Tsani Anastasyia

Peninggalan peradaban islam di sepanjang tempat peradabannya memiliki daya tarik tersendiri. Di antaranya ciri khas bangunan yang megah, yang mempunyai seni arsitektur yang luar biasa. Keindahan setiap ukirannya serasa mengajak untuk mengunjungi dan mengabadikan momen bersama.

Di beberapa  Negara Eropa yang mayoritas penduduknya bukan pemeluk agama islam, nyatanya memiliki segudang sejarah peradaban islam setiap zamannya. Negara Spanyol yang dikenal dalam sejarah dengan nama Andalusia menjadi pijakan awal islam berkembang di Eropa. Kota Cordoba dan Granada menjadi pusat-pusat peradaban islam yang sangat penting. Peradaban Islam di Spanyol memainkan banyak peran yang tak hanya terfokus pada perluasan dan penaklukan wilayah, islam memberikan sumbangsih dalam bidang intelektual dan infrastruktur berupa bangunan megah yang  terpusat pada kota Cordoba dan Granada.

Awal Masa Islam di Andalusia

Perluasan wilayah islam  di Andalusia pada tahun 711 M. Dimulai sejak zaman Bani Umayyah tepatnya pada pertengahan kekhalifahan Al Walid bin Abd Malik (705-715 M). Pada masa pemerintahannya, khalifah Al Walid mencapai masa kemenangan, kemakmuran, dan kejayaan. Beliau meluaskan wilayah kekuasaan Islam ke daerah Timur dan Barat. Dari perluasan daerah kekuasaan tersebut, menjadikan dinasti umayyah mendapatkan banyak harta rampasan  dari daerah bagian yang dikuasainya. Disamping itu,  pembangunan dalam kota mendapatkan perhatian yang cukup serius seperti masjid, gedung-gedung umum, jalan raya, dan lainnya (Rahmani, Skripsi, 2019 : 31).

Kedatangan islam di Andalusia bermula sejak pasukan tentara Thariq bin Ziyyad menyebrangi lautan Gibralta menuju ke Semenanjung Ilberia, Pasukan Thariq yang hanya berjumlah 7000 orang itu behadapan dengan tentera Visigoth Andalusia yang berkekuatan 100.000 tentera lengkap bersenjata (Nor, 2011:15).  Sehingga ketimpangan atau ketidakseimbangan pasukan menjadi hambatan dalam penaklukan ini, namun hal itu tidak melunturkan semangat Thariq bin ziyyad dan pasukannya dalam melawan tentara Visighot.
Baca juga:  Pesantren Pada Masa Kolonial (4): Pesantren Sebagai Basis Pendidikan Nasional Indonesia
Penyerangan Thariq bin Ziyyad berujung kemenangan dan berhasil mengalahkan tentara Visighot, kemenangan mengambil celah permasalahan internal pemerintahan Rom Andalusia, yang mana saat itu tengah terjadi pertikaian agama kristen dan yahudi yang sama-sama berkeinginan untuk berkuasa di tahta. Hal ini mengakibatkan peluang kelemahan yang besar sehingga Islam telah membuka ruang keemasaan baru saat itu. Tidak puas sampai disitu, Thariq bin ziyyad tetap memanfaatkan kesempatan untuk meneruskan penguasaan ke Cordoba dan Toledo. Ia mengambil banyak harta rampasan di perkemahan dan ia juga berhasil mengambil alih kerajaan di Andalusia (Nor, 2011:17). Kemudian berkuasalah umat Islam di Andalusia dan berhasil menyebarkan agama Islam di daratan Eropa.

Akulturasi Budaya dan Toleransi Beragama

Memasuki era setelah khalifah Al Walid tepatnya 750 M. Abbasiyah menjatuhkan pemerintahan Umayyah di Damaskus, dan merebut kekuasaan daerah-daerah Arabia. Namun pada tahun 756 M, pangeran Umayyah Abdrurrahman Al-Dakhil yang berada di pengasingan masuk ke wilayah Spanyol dan berhasil merebut 8 kekuasaan di seluruh Andalusia. Dan ia  memerintah sebagai Amir (pangeran) di Andalusia dari tahun 756 sampai 788. (Jong, Jurnal Gema Teologi, April 2010: 7-8) . Sebagai peguasa pemerintahan saat itu,  Al-Dakhil telah memperlihatkan perkembangan ketamadunan, capaiannya terpusat pada Cordoba dan berbagai kota lainnya serta melakukan pembinaan yang massif, yang mana pemimpinnya berjaya membentuk satu masyarakat yang dinamis dan harmonis dalam keberagaman latarbelakang penduduknya.
Baca juga:  Meletusnya Fitnah Kubra, Menantu Rasul Dianggap Yahudi
Dalam sejarah Cordoba, dampak dari perluasan dan penaklukan wilayah menimbulkan korelasi antara agama dan budaya, menurut Robert Hillenbrand (dalam Jong, Jurnal Gema Teologi, April 2010: 15) bahwa  “Peranan orang-orang bukan Muslim penting sekali dalam perkembangan kebudayaan Cordoba ini, khususnya karena orang Arab, orang Kristen dan orang Yahudi dapat berbicara dalam dua bahasa yang mereka menguasai penuh, yakni Bahasa Arab dan Bahasa Spanyol Latin setempat,”. Dari sini dapat didentifikasi bahwasanya peradaban Cordoba tidak terlepas dari hubungan antar agama dan budaya yang sangat erat. Dari agama-agama tersebut masing-masing membawa budaya yang terakulturasi membentuk peradaban-peradaban yang baru.

Pada masa Abdurrahman I (Al-Dakhil) telah memperlihatkan suatu ikatan sosial keagamaan yang berupa sikap toleransi yang besar, yang mana sikap itu merupakan bagian inti dari tradisi Daulah Umayyah. Al-Dakhil menggunakan separoh gereja St. Vinsensius sebagai masjid, dan separuh yang lain dipakai secara bebas oleh umat Kristiani. Hal itu sebagai lambang toleransi religius antar umat  beragama (Jong, Jurnal Gema Teologi, April 2010: 17).

Dalam kebudayaannya, terjadi akulturasi yang mana budaya di luar Cordoba masuk dan berkembang untuk saling bertukar peran dan saling melengkapi dengan kebudayaan masing-masing agama tetap dijalankan. Dalam sejarah, Masjid-Katedral Cordoba merupakan bukti dua agama dan budaya yang membentuk Andalusia. Masjid-Katedral itu juga mempengaruhi kesenian islam dan barat, dari segi teknik pembangunannya,  dan gaya arsitektur yang menggabungkan budaya timur dan barat.

Masyarakat Sipil Pluralistik yang Berperadaban

Masjid-Katedral awalnya adalah sebuah gereja St. Vinsensius yang kemudian digunakan sebagi tempat ibadah dua agama (islam dan Kristen), setelah itu dirubah lagi menjadi masjid pada tahun 784 M. Dan pada saat Cordoba diambil alih oleh orang-orang kristen, Raja ferdinan III  mengubah menjadi gereja. Selanjutnya raja-raja kristen berikutnya mengubah dan menambahkan fitur masjid tanpa menghancurkan bangunan awal sedikitpun. Alhasil masjid Cordoba yang dibangun pada awal masa Abdurrahman I berubah menjadi Masjid-Katedral Cordoba (Republika, akses 25 Juli 2020). Inilah yang menjadi bukti toleransi yang besar antar umat bergama tanpa saling menjatuhkan agama satu dengan yang lainnya.
Baca juga:  Sejarah yang Hilang dalam Penulisan Rasm Mushaf Al-Qur’an
Kepluralitasan bangsa-bangsa saat itu menjadi bukti bahwasannya islam dan agama lainnya memiliki toleransi yang tinggi dan kebudayaan yang beradab. Hal itu menjadi karakteristik masyarakat al-Andalus di bawah pimpinan Daulah Umayyah yang benar-benar menjadi suatu masyarakat sipil pluralistik yang berperadaban (Jong, Jurnal Gema Teologi, April 2010: 21-22)

Saat ini, masyarakat yang pluralitas hampir di setiap negara memilikinya. Indonesia contohnya, di Indonesia memiliki keragaman budaya, ras, agama, etnis, dan suku. Tetapi saat ini kelompok-kelompok beragama kerap kali merasa diancam oleh kelompok agama yang lain. Bukan hanya berbeda agama, sesama agama pun masih saling menggolong-golongkan dan membeda-bedakan.  Isu-isu tentang islamisasi atau kristenisasi masih terus bermunculan. Hal itu menandakan, bahwa belum adanya suasana aman dan toleran. Sejarah Al-Andalus ini memperlihatkan, bahwa manusia dengan latar belakang agama yang  berbeda pun tetap  bersama-sama dalam membangun suatu masyarakat yang pluralistik.

 

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Inilah Daftar Link Nonton Film Ilegal yang Diblokir Komdigi dan Alasan Kenapa Kalian Harus Waspada
  • Inilah Lenovo Legion Y70 (2026), HP Gaming yang Siap Guncang Pasar dengan Teknologi AI
  • Inilah Rekomendasi HP Oppo Murah Spek Mewah Tahun 2026 yang Nggak Bakal Bikin Kantong Kalian Jebol!
  • Inilah 15 Situs Nonton Film Gratis Legal 2026, Bye-Bye Iklan Ganggu dan Drama Situs Ilegal!
  • Inilah Beasiswa Bekraf Digital Talent 2026: Solusi Buat Kalian yang Mau Jago AI dan Makin Produktif
  • Inilah Cara Memilih Power Bank yang Aman Dibawa ke Pesawat Agar Tidak Disita Petugas
  • Inilah Bocoran Harga dan Spesifikasi Redmi K90 Max, HP Gaming Dimensity 9500 Termurah yang Segera Dirilis!
  • Inilah RedMagic Gaming Tablet 5 Pro, Monster Gaming dengan Layar 185Hz dan Chipset Snapdragon 8 Elite yang Bikin Melongo!
  • Inilah Kenapa IGRS Trending di X, Bocorkan Spoiler Penting Game 007 First Light Hingga Ending!
  • Inilah 5 HP Murah Terbaru dengan Baterai Jumbo yang Siap Masuk Indonesia 2026, Ada yang Sampai 7.800 mAh!
  • Inilah Alasan Kenapa Samsung Galaxy S27 Bakal Pakai 50 Persen Chipset Exynos, Qualcomm Mulai Ditinggalkan?
  • Inilah Vivo Y31d Pro, Smartphone “Badak” dengan Baterai 7000mAh dan Ketahanan Standar Militer
  • Inilah 11 Game Penghasil Saldo DANA Tercepat 2026, Cara Asyik Cari Cuan Sambil Rebahan!
  • Inilah Motorola Edge 70 Pro, HP Midrange Gahar dengan Baterai 6500 mAh yang Siap Meluncur!
  • Inilah Kode Redeem FF Max 15 April 2026, Buru Skin Undersea Splatter dan Item Eksklusif Bawah Laut Sekarang!
  • Inilah Bocoran Vivo X500 Series dan Kamera Vlogging Saku yang Bakal Bikin DJI Ketar-ketir!
  • Inilah 6 Rekomendasi HP Gaming Paling Murah April 2026, Main Game Berat Nggak Pake Lag!
  • Inilah Caranya Manfaatin SPayLater di Aplikasi ShopeePay Biar Keuangan Tetap Aman Saat Tanggal Tua
  • Inilah Perbedaan Durasi Reels IG dan FB Terbaru 2026, Ternyata Bisa Sampai 20 Menit Lho!
  • Inilah Cara Mengurus Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN), Syarat Lengkap, Biaya, dan Lokasi Pembuatannya
  • Inilah Cara Pakai Panel Zurra v2 FF Aim Lock Headshot, Simak Fitur dan Risikonya Sebelum Pakai!
  • Inilah Alasan Kenapa Sesi Akhir UTBK 2026 Nggak Lebih Sulit dan Penjelasan Lengkap Sistem Penilaiannya
  • Inilah Kenapa Tidak Bisa Login WA Web dan Solusi Paling Ampuh Biar Langsung Connect Lagi
  • Inilah Cara Mengatasi MyTelkomsel Oops Terjadi Kesalahan, Jangan Panik Dulu!
  • Inilah Cara Mengisi SKP Satpol PP dan Pranata Trantibum 2026 di e-Kinerja My ASN, Dijamin Anti Ribet!
  • Inilah Cara Akses IPTV Playlist M3U Indonesia Terbaru 2026, Nonton Ribuan Channel Tanpa Biaya!
  • Tutorial SEO Anchor Link: Cara Dapat Ranking di Google Lewat Strategi Link Building yang Aman
  • Inilah Huawei Pura 90 Pro, HP Flagship dengan Desain Kamera Segitiga Unik dan Performa Kirin yang Makin Gahar
  • Inilah 5 Rekomendasi Kipas Tangan Portable Cas Tahan Lama Biar Kalian Tetap Adem Saat Cuaca Panas Ekstrem
  • Inilah MacBook Neo, Laptop Termurah Apple yang Ternyata Punya Performa Gaming Gila!
  • Is it Time to Replace Nano? Discover Fresh, the Terminal Text Editor You Actually Want to Use
  • How to Design a Services Like Google Ads
  • How to Fix 0x800ccc0b Outlook Error: Step-by-Step Guide for Beginners
  • How to Fix NVIDIA App Error on Windows 11: Simple Guide
  • How to Fix Excel Formula Errors: Quick Fixes for #NAME
  • How to use the Wan 2.7 AI model: A complete walkthrough
  • How to Run Minimax M2-7 Locally: A Step-by-Step Guide for Beginners
  • How to Build Self-Driving Codebases with Async Agents and NVIDIA Hardware
  • How to create a professional AI influencer using Apob AI
  • How to Use AI-Powered Tools to Level Up Your Stock Market Research Game with Claude Code
  • New Text Document
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme