Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Sajak dalam Perspektif Al-Ghazali (2): Sajak Penggugah dan Pemicu Semangat

Posted on June 8, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Alwi Jamalulel Ubab

Masih berkaitan dengan sajak, kali ini saya akan mencantumkan dua bagian dari tujuh bagian yang disebutkan Al-Ghazali dalam Ihya. Karena menurut saya keduanya, meskipun berbeda latar belakang, tapi sebenarnya hakikat keduanya itu sama yakni sebagai “penggugah” dan “pemicu” spiritualitas.

Kedua tempat sajak tersebut dituliskan oleh Al-Ghazali dengan tulisannya berikut ini:

مَا يَعْتَادُهُ الْغُزَّاةُ لِتَحْرِيْضِ النَّاسِ عَلَى الْغَزْوِ وَذَلِكَ اَيْضًا مُبَاحٌ كَمَا لِلْحَاجِّ

Sajak (kata-kata) yang biasa digunakan oleh pemimpin perang untuk menyemangati pasukannya.

Dan yang keduanya ialah:

الرَّجَزِيَّاتُ الَّتِي يَسْتَعْمِلُهَا الشَّجْعَانُ فِى وَقْتِ اللِّقَاءِ

Sajak (kata-kata) yang digunakan oleh para pemberani (di medan perang) pada saat bertemu musuh di medan perang.

Kedua bagian yang disebutkan oleh Al-Ghazali tersebut memiliki dua kesamaan. Pertama, keduanya sama membahas peperangan. Kedua, sama-sama digunakan sebagai pemicu dan penyemangat jiwa.

Saya akan membahasnya satu-persatu. Sajak yang pertama berkaitan dengan bagaimana seorang pemimpin perang menyemangati rakyatnya agar ikut berperang. Perlu digaris bawahi, bahwa maksud dari kata “ sajak perang” tersebut pada saat situasi dan kondisi zaman peperangan, bukan pada situasi damai seperti sekarang. Artinya sajak ini digunakan ketika akan melakukan peperangan dengan harbi (pasukan non muslim yang memusuhi dan memerangi Islam).

Sajak ini dihukumi mubah oleh Al-Ghazali. Al-Ghazali menjelaskan, yang artinya kira-kira seperti ini: “sajak jenis ini mubah hukumnya, akan tetapi seyogyanya bentuk syiir serta ritme/melodi lagunya berbeda dengan syiir-syiir yang biasa dinyanyikan pada saat musim haji, karena pendorong untuk kemenangan peperangan itu adalah kata-kata yang dapat memberikan efek tasyji’ (kendel;berani), menggerakkan rasa marah terhadap lawan”. Tidak sama dengan sajak/lagu nyanyian haji yang isinya tasywiq (membuat rindu).
Baca juga:  “Taksu Ubud” Geliat Seniman dan Budayawan Ubud di Masa Pandemi
Contoh dari sajak tersebut ialah seperti ucapan Al-Mutanabbi (920-965 M), dengan bahar at-Thawil dan al-Wafir berikut ini:

وَاِلَّا تَمُتْ تَحْتَ السُّيُوْفِ مُكَرَّمًا * تَمُتْ وَتُقَاسِ الذُّلَّ غَيْرَ مُكَرَّمِ

Jika engkau tidak mati di bawah kelebatan pedang dengan mulia maka engkau akan mati, mendapatkan kehinaan dalam keadaan tidak mulia.

يَرَى الْجُبَنَاءُ اَنَّ الْجُبْنَ حَزْمٌ * وَ تِلْكَ خَدِيْعَةُ الطَّبْعِ اللَّئِيْمِ

Orang-orang pengecut melihat bahwa kepengecutannya itu adalah suatu ketetapan, itu adalah tipuan watak yang tercela.

Atau bait nadzamAl-Fiyah Ibnu Malik ini:

لَا اَقْعُدُ الْجُبْنَ عَنِ الْهَيْجَاءِ *  وَلَوْ تَوَالَتْ زُمَرُ الْاَعْدَاءِ

Aku tidak akan duduk diam (menjadi pengecut) karena takut berperang meski kelompok musuh telah menghadang

Situasi perang adalah situasi yang mencekam dan menakutkan. Takut akan kehilangan nyawa atau takut meninggalkan keluarga, semuanya sama. Oleh karenanya, pendorong seperti kata-kata yang dapat memicu semangat sangat diperlukan, baik saat sebelum berperang maupun ketika berhadapan dengan musuh.

Membahas hal ini jadi mengingatkan saya dengan hadis Nabi yang sering disalah pahami oleh banyak orang al-Jannah tahta Dzilal As-Suyuf, “surga ada di bawah kelebatan pedang”.

Banyak masyarakat terutama non muslim salah kaprah mengartikan hadis tersebut. Dengan hanya bertendensi dengan hadis tersebut mereka menghakimi agama Islam sebagai agama perang, tanpa tahu bagaimana konteks pengucapan hadis Nabi (asbab al-wurud) bagaimana ayat tersebut diturunkan.
Baca juga:  Ada Apa dengan Puisi Paskah Ulil Abshar Abdalla yang Viral Itu?
Kembali pada pembahasan, apa yang diutarakan Al-Ghazali pada dua bagian tempat tadi memiliki konteks hubungan dengan peperangan, lantas bagaimana korelasinya dengan kondisi saat ini?.

Jihad dalam artian lebih luas tidak hanya melulu soal berperang dengan orang kafir. Bahkan dalam satu hadis disebutkan bahwa “jihad perang” termasuk jihad yang kecil. Jihad terbesar, menurut beberapa ulama, adalah menuntut ilmu. Apakah kemudian menggunakan lagu dan sajak untuk memberi semangat para penuntut ilmu juga diharamkan?

Tentu saja jawabannya tidak demikian. Bisa jadi hukumnya menjadi sunah karena termasuk salah satu wasilah/perantara dan pendorong belajar. Misalnya ada banyak sekali lagu/sajak baik yang klasik maupun modern yang isinya justru membuat semangat untuk belajar.

Lagu atau sajak klasik cukup mudah ditemukan di lingkungan pesantren, salah satunya nadzamanAlala. Nadzaman Alala sangat populer bagi santri-santri pondok pesantren. Hampir semua mengenal bait bait nadzam ini. Nadzaman yang berisi 37 bait dengan bahar at-Thawil itu berisi motivasi belajar, mulai dari syarat-syarat mencari ilmu, cara memilih teman yang baik, etika terhadap guru dan lain sebagainya yang dibahas dengan indah sekali.

Lantas bagaimana dengan musik musik modern yang juga tak jarang dapat menumbuhkan semangat untuk melakukan hal yang positif, sebut saja lagu lagunya Laskar Pelangi atau Nidji? Jika kita sudah paham asal muasal diharamkannya lagu tertentu, maka jika terdapat musik yang kehadirannya tidak menimbulkan kemudharatan bagi pendengarnya tentu saja diperbolehkan.
Baca juga:  Gus Mus dan Umi Kultsum: Tentang Kultur Musik Kaum Santri
Apalagi jika lagu-lagu atau sajak-sajak itu hanya digunakan sebagai wasilah atau perantara pembangkit spirit untuk belajar, saya rasa tidak ada masalah sama sekali. Bisa jadi justru dihukumi sama dengan hukum belajarnya jika melihat kaidah “lil-wasail hukmu-l-maqasid”, perantara memiliki hukum yang sama dengan tujuannya. Bukankah begitu?

Referensi:

Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali. Ihya Ulum Ad-Din. 2011. KSA: Daar Al-Minhaj.

 

 

 

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • LPTNU Kritik Keras Rencana Penutupan Prodi: Kenapa Tidak Komprehensi & Berbasis Problematika Nyata?
  • Gus Rozin PWNU Jawa Tengah Setuju Cak Imin, Konflik PBNU bikin Warga Kesal dan Tidak Produktif
  • Pengamat: Prabowo Harus Benahi KAI, Aktifkan juga Jalur Kereta Lama & Baru
  • Sekjend PBNU: Jadwal Muktamar Usulan PWNU Sejalan Hasil Rapat Pleno & Rais Aam
  • PKB Desak Hukuman Maksimal Kasus Little Aresha & Evaluasi Total Sistem Penitipan Anak secara Nasional
  • PKB Usul Modernisasi Sistem Kereta dan CCTV di Kabin Masinis, Setuju?
  • Menteri PPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Polemik Pindah Gerbong Wanita di KRL
  • Cara Kirim Robux Mudah di Roblox Beli Skin Shirt Preview
  • Kronologi kasus dugaan penyebaran konten asusila oleh anak anggota DPRD Kutai Barat?
  • Inilah Alasan Kenapa Gelembung Air di Luar Angkasa Bisa Jadi Eksperimen Fisika yang Keren Banget
  • Inilah Contoh Naskah Doa Upacara Hardiknas 2026 yang Syahdu dan Penuh Makna
  • Inilah 10 Peringkat SMP di Daerah Istimewa Yogyakarta Berdasarkan Hasil TKA TKAD 2025/2026 Terbaru
  • Inilah Cara Download FF Beta Versi Terbaru 2026, Lengkap Dengan Cara Daftar Advanced Server Resmi
  • Inilah Cara Menghilangkan YouTube Shorts di Beranda Biar Nggak Menghambat Scrolling Kalian!
  • Inilah Kabar Gembira Program Magang Nasional 2026, Kuota Naik Drastis Jadi 150 Ribu Peserta!
  • Inilah House of Amartha: Mengenal Bisnis Thariq Halilintar di Balik Pernikahan Mewah El Rumi dan Syifa Hadju
  • Inilah Cara Kuliah S1-S2-S3 Gratis dan Cepat Lewat Beasiswa BIB Kemenag Jalur Akselerasi 2026
  • Inilah Aturan Baru Penugasan Guru Non-ASN 2026, Nasib Kalian Ditentukan Sampai Tanggal Ini!
  • Inilah Cara Daftar Pra SPMB Banten 2026 Biar Proses Masuk Sekolah Jadi Makin Lancar
  • Inilah Rincian Biaya Jalur Mandiri Untirta 2026 Lengkap Per Fakultas dan Program Studi
  • Inilah Cara Daftar Pra SPMB Kota Semarang 2026 untuk Calon Siswa SD, Jangan Sampai Ketinggalan!
  • Inilah Cara Daftar PPOP DKI Jakarta 2026: Persiapkan Diri Kalian Jadi Calon Atlet Elite Ibu Kota!
  • Inilah Alasan Raja Ampat Disebut Surga Terakhir di Bumi dengan Biodiversitas Laut Paling Gokil di Dunia
  • Inilah Tanggapan PKB Soal KPK Usul Syarat Capres Harus Kader Partai
  • Inilah 5 Calon Ketua DPC PKB Timor Tengah Selatan dan Perubahan Aturan Seleksi yang Perlu Kalian Perhatikan
  • Inilah 51 Kode Redeem FF Terbaru 29 April 2026, Ada Gintoki Bundle dan Skin Eksklusif!
  • Inilah Profil Abdul Kadir Karding, Politikus PKB yang Resmi Dilantik Menjadi Kepala Badan Karantina Nasional!
  • Inilah 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru Mei 2026, Ada Trik Rahasia Dapetin Pemain OVR 119 di Event TOTS!
  • Inilah iPhone Ultra, Bocoran Ponsel Lipat Pertama Apple dan MacBook Ultra Layar Sentuh yang Siap Mengguncang Pasar!
  • Inilah Bocoran Tanggal Rilis dan Gameplay EA Sports UFC 6 yang Paling Dinantikan
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Transform Your Windows 11 Interface into a Sleek and Modern Aesthetic Masterpiece
  • How to Understand Google’s New TPU 8 Series for Massive AI Training and Inference
  • How to Level Up Your PC Gaming Experience with the New Valve Steam Controller and Its Advanced Features
  • How to Master Excite Audio Bloom Drum Kits to Create High-Energy Rhythms in Your Digital Audio Workstation
  • How to Create Professional Animated Movies for Free Using Anijam AI and the Cedence 2.0 Video Model
  • How to Build Professional AI Designs Locally Using the Open Design Open Source Project
  • How to Sharpen Blurry Text and Recover Unreadable Documents Using Professional AI Enhancement Tools
  • How to use Claude Code for free by connecting to Open Router models
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme