Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Jual HackBat Indonesia, Alternatif FlipperZero

Posted on May 18, 2024

Dunia hacking kini memiliki senjata baru yang menarik: HackBat! Alat ini berbeda dari yang lain karena sifatnya yang open-source, alias terbuka untuk dikembangkan siapa saja.

HackBat adalah perangkat pen-testing (pengujian penetrasi) yang dirancang khusus untuk para hacker dan pembuat perangkat (maker). HackBat ini pada dasarnya adalah alternatif DIY (Do-It-Yourself) dari Flipper Zero, sebuah perangkat hacking nirkabel yang populer.

Flipper Zero: Korban Kesuksesan?

Flipper Zero sendiri sebenarnya merupakan perangkat yang bagus. Namun, karena popularitasnya yang tinggi, Flipper Zero justru menjadi kontroversial. Pemerintah Kanada (secara keliru) mengklaim bahwa Flipper Zero bisa dengan mudah digunakan untuk mencuri mobil, dan berencana untuk melarangnya. Status pelarangan ini sendiri hingga saat ini masih belum jelas.

Kontroversi Flipper Zero ini justru menguntungkan para pesaingnya. Perangkat multifungsi M1 misalnya, mendapat banyak perhatian sebagai solusi alternatif dengan fitur tambahan. Namun, perlu diingat bahwa perangkat closed-source (tertutup) seperti M1 suatu saat bisa dilarang penggunaannya.

Hal ini berbeda dengan HackBat yang open-source. Dengan sifatnya yang terbuka, pelarangan HackBat nyaris mustahil dilakukan. Meskipun demikian, kebijakan pembuat kebijakan masih bisa saja memberlakukan denda yang tinggi jika mereka ingin membuat perangkat seperti ini menjadi ilegal.

Apa saja Fitur HackBat?

HackBat memiliki beberapa fitur dan spesifikasi menarik, diantaranya:

  • Microcontroller: Raspberry Pi RP2040 dual-core Cortex-M0 processor berkecepatan 133MHz dan RAM 264kB.
  • Penyimpanan:
    • Flash 4MB (32Mbit) secara default
    • Slot kartu MicroSD
  • Layar: OLED 0.96 inci dengan resolusi 128×64 (terhubung dengan driver SH110X). Perlu dicatat bahwa OLED dengan SSD1306 juga didukung, namun pin VCC dan GND terbalik dan membutuhkan penyolderan dua resistor 0 Ohm.
  • Nirkabel:
    • Pemancar sub-1 GHz Texas Instruments CC1101 dengan antena kumparan (dan konektor antena SMA opsional) yang mendukung pita 315, 433, 868, dan 915 MHz serta pita 300-348 MHz, 387-464 MHz dan 779-928 MHz
    • Modul ESP-12F ESP8266 yang terhubung melalui UART ke RP2040 dan dapat diprogram melalui RP2040 yang digunakan sebagai jembatan USB-UART.
  • NFC: Modul NXP PN532 NFC 13.56MHz
  • USB: 1x port micro USB untuk daya, pemrograman (RP2040 dan ESP8266), dan emulasi keyboard
  • Kontrol Pengguna: D-Pad 5 tombol
  • Lain-lain: 2x LED pengguna, dua tombol sistem tambahan
  • Catuan Daya: 5V melalui port micro USB
  • Dimensi: 100 x 42 mm

Membangun HackBat Anda Sendiri

HackBat bukanlah perangkat yang bisa Anda beli secara langsung. Anda harus membuatnya sendiri. Jangan khawatir, proses pembuatannya cukup mudah diikuti.

File desain perangkat keras KiCad, termasuk skema, tata letak PCB, BoM (Bill of Materials), dan Gerber, beserta dokumentasi lainnya, dapat Anda temukan di GitHub dan Hackster.io.

Karena sifatnya DIY, Anda harus memproduksi PCB (Printed Circuit Board) dan melakukan penyolderan sendiri, atau memesan PCBA (Printed Circuit Board Assembly) secara langsung. Jika Anda belum pernah melakukan ini sebelumnya, memesan PCBA melalui layanan seperti NextPCB bisa menjadi pilihan.

Tantangan: Firmware

Membangun HackBat tidak hanya sekedar perakitan hardware. Tantangan lain yang harus Anda hadapi adalah firmware. Pembuat HackBat, Pablo Trujillo, belum membagikan firmware apa pun.

Artinya, kecuali ada perubahan, Anda harus menulis sendiri firmware RP2040 untuk bisa menggunakan HackBat. Namun, karena HackBat sebagian besar menggunakan komponen standar dengan library Arduino yang tersedia, proses pemrograman seharusnya bisa sedikit lebih mudah.

HackBat: Senjata Open-Source yang Menjanjikan

HackBat hadir sebagai angin segar di dunia hacking. Sifatnya yang open-source membuatnya sulit dilarang dan memberikan keleluasaan bagi para developer untuk terus mengembangkan potensinya. Meskipun membutuhkan sedikit usaha

untuk merakit dan memprogramnya, HackBat menawarkan banyak manfaat bagi para hacker dan pembuat perangkat:

Manfaat HackBat:

  • Kebebasan Berekspresi: Sifat open-source HackBat memungkinkan Anda untuk memodifikasi dan memperluas fungsionalitasnya sesuai kebutuhan Anda. Anda dapat menambahkan fitur baru, memperbaiki bug, atau bahkan membuat versi HackBat Anda sendiri.
  • Komunitas yang Kuat: Komunitas open-source di balik HackBat terus berkembang dan saling membantu. Anda dapat menemukan banyak sumber daya online, tutorial, dan forum untuk membantu Anda dalam proses perakitan, pemrograman, dan penggunaan HackBat.
  • Harga Terjangkau: Dibandingkan dengan perangkat hacking closed-source, HackBat jauh lebih murah untuk dibuat. Anda hanya perlu membeli komponen yang diperlukan dan mengikuti instruksi perakitan.
  • Pembelajaran yang Mendalam: Membangun dan memprogram HackBat akan memberikan Anda pengetahuan dan pengalaman berharga tentang elektronik, pemrograman, dan keamanan siber.

Kesimpulan

HackBat adalah perangkat hacking open-source yang menjanjikan dengan banyak potensi. Sifatnya yang open-source, komunitas yang kuat, dan harga yang terjangkau menjadikannya pilihan menarik bagi para hacker dan pembuat perangkat. Meskipun membutuhkan sedikit usaha untuk merakit dan memprogramnya, HackBat menawarkan banyak manfaat yang membuatnya sepadan dengan waktu dan usaha Anda.

Tips:

  • Jika Anda baru memulai dengan elektronik dan pemrograman, sebaiknya mulailah dengan proyek yang lebih sederhana sebelum mencoba membangun HackBat.
  • Bergabunglah dengan komunitas HackBat online untuk mendapatkan bantuan dan dukungan dari pengguna lain.
  • Jangan ragu untuk bereksperimen dan memodifikasi HackBat sesuai kebutuhan Anda.

HackBat adalah alat yang ampuh dengan banyak potensi. Dengan menggunakannya secara bertanggung jawab dan etis, Anda dapat membantu meningkatkan keamanan siber dan membuat dunia menjadi tempat yang lebih aman.

Terbaru

  • Daftar Sekarang! Beasiswa S2 di Italia dari IYT Scholarship 2026 Sudah Dibuka
  • Sejarah Hantavirus dan Perkembangannya Sampai ke Indonesia
  • Kementerian Pendidikan: Mapel Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027!
  • Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak
  • Viral Video Sejoli Di Balai Kota Panggul Trenggalek, Satpol PP Janji Usut
  • Video Viral Wakil Wali Kota Batam Tegur Keras Pasir Ilegal
  • LPDP Buka Peluang Beasiswa S3 Prancis 2026, Simak Syaratnya!
  • Inilah Panduan Lengkap dan Aturan Main Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2026
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar MOFA Taiwan Fellowship 2027
  • RESMI! Inilah Macam Jalur di SPMB Sekolah Tahun Ajaran 2026
  • Ini Loh Rute Terbaru TransJOGJA Per Mei 2026, Jangan Salah Naik!
  • Inilah Jadwal Operasional MRT Jakarta Per Mei 2026, Berubah Dimana?
  • Inilah Syarat dan Mekanisme Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Talenta (OSN, Seniman, Hafidz, Atlet dll) 2026/2027
  • Inilah Daftar Saham Farmasi di BEI Per Mei 2026, Pilih Mana?
  • Kesehatan Mental Itu Penting: Inilah Isi Chat Terakhir Karyawan Minimarket Sukabumi Bundir
  • Inilah Kampus Swasta Terbaik Jurusan Farmasi di Area Malang Raya
  • Cara Login EMIS 4.0 Kemenag Terbaru 2026 Pakai Akun Lembaga dan PTK Guru Madrasah Aktivasi
  • Survei Parpol Terbaru: Gerindra Unggul, PDIP Ketiga, PKB 5%
  • PKB Resmi Jalin Kerjasama dengan Institut Teknologi & Sains NU Kalimantan
  • Inilah Urutan Terbaru Pangkat TNI Angkatan Darat! (Update 2026)
  • Inilah Panduan Lengkap Operator Sekolah Mengelola SPTJM e-Ijazah dan Menghindari Kesalahan Fatal Data Kelulusan
  • Inilah Syarat dan Penilaian Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur UTBK
  • Download Video Viral Guru Bahasa Inggris? Awas Berisi Virus!
  • PKB Minta Kasus C4bul Pendiri Ponpes Pati Tidak Ada Ampunan & Tuntutan Maksimal
  • Inilah Kronologi Video Viral Preman vs Sopir Di Sumedang
  • Ini Alasan UKP Pariwisata Disindir Konten Kreator Drone Gunung Rinjani
  • Inilah Kronologi Viral Video Dugaan Asusila Pegawai Disdik Pasuruan di Mobil Dinas
  • Polisi Polda Sumut Resmi Dipecat: Dari Video Viral Sampai Sidang Etik Ini Kronologinya
  • ASUS ExpertBook Ultra: Produk Flagship yang Cerminkan Kepemimpinan ASUS di Pasar Global
  • Inilah Tahapan dan Syarat Pendaftaran Beasiswa Garuda 2026 Gelombang II (25 Mei – 25 Juni 2026)
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • Testing Baidu Ernie 5.1, ultra-efficient thinking mode to solve your most complex coding and reasoning challenges with ease
  • How to Evaluate AI Logic Performance Using DeepSeek V4 Flash Think and Gemini 3.1 Flash Light in Complex Reasoning Tests
  • How to Build Your Own Content Factory Using the New Google NotebookLM Intelligence Updates
  • How to Use DFlash for Blazing Fast AI Text Generation on Gemma 4 26B
  • How to Optimize Your AI Agent Using Compiled Knowledge Layers to Replace Traditional RAG Systems
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme