Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Cara Coding C/C++ di Ubuntu 24.04 dengan GCC

Posted on June 6, 2024

Merasa udah jago ngoding? Pengen ngebangun program sendiri dari awal? Keren! Tapi, ada satu langkah penting yang harus kamu lewati dulu: kompilasi. Nah, biar proses kompilasi lancar, kamu butuh senjata ampuh bernama GCC.

Apa itu GCC?

GCC (GNU Compiler Collection) adalah compiler handal yang bisa mengubah kode program yang kamu tulis menjadi bahasa yang bisa dipahami komputer. Tanpa compiler, program C/C++ keren kamu cuma tulisan indah yang nggak bisa dieksekusi.

Yuk, langsung kita praktikkan di Ubuntu 24.04!

Persiapan Sebelum Ngoding

  • Editor Teks: Sebenarnya bebas kamu mau pakai editor teks apa aja. Pilihan populer ada nano, Vim, atau Visual Studio Code. Untuk pemula, nano cukup mudah digunakan.
  • Terminal: Ini jendela tempat kamu ngetik perintah di Linux. Biasanya bisa diakses dengan menekan Ctrl + Alt + T di keyboard.

Menulis Kode Program Pertama

  1. Buka Editor Teks: Buka terminal, lalu ketik perintah nano myprogram.c (untuk program C) atau nano myprogram.cpp (untuk program C++). Perintah nano digunakan untuk membuka editor nano, sedangkan myprogram.c atau myprogram.cpp adalah nama file program kamu. Tekan enter untuk membuka file tersebut.
  2. Masukkan Kode: Sekarang saatnya menulis kode program! Salin dan tempelkan kode berikut ke dalam file:
#include <stdio.h>

int main() {
    printf("Hello, World!\n");
    return 0;
}

Penjelasan Kode:

  • #include <stdio.h>: Baris ini menyertakan library stdio.h yang berisi fungsi-fungsi untuk input dan output data, seperti printf.
  • int main(): Fungsi main adalah fungsi utama program yang akan dieksekusi pertama kali.
  • printf("Hello, World!\n"): Baris ini menggunakan fungsi printf untuk mencetak tulisan “Hello, World!” ke terminal diikuti dengan karakter newline (\n).
  • return 0;: Baris ini menandakan program selesai dijalankan dengan sukses (nilai 0).
  1. Simpan File: Setelah selesai menulis kode, tekan Ctrl + O untuk menyimpan file. Ketik nama file (myprogram.c atau myprogram.cpp) dan tekan enter. Kemudian, tekan Ctrl + X untuk keluar dari nano.

Kompilasi: Mengubah Kode Menjadi Bahasa Mesin

Sekarang saatnya mengubah kode program yang kamu tulis menjadi bahasa yang bisa dimengerti komputer. Ini dia peran GCC!

  1. Kompilasi Kode: Kembali ke terminal dan ketik perintah berikut sesuai dengan bahasa program kamu:
  • C program: gcc myprogram.c -o myprogram
  • C++ program: g++ myprogram.cpp -o myprogram Penjelasan Perintah:
  • gcc atau g++: Ini adalah perintah untuk memanggil compiler GCC (untuk C) atau G++ (untuk C++).
  • myprogram.c atau myprogram.cpp: Ini adalah nama file program kamu yang akan dikompilasi.
  • -o myprogram: Opsi -o digunakan untuk menentukan nama file output program yang dihasilkan setelah kompilasi. Di sini, kita beri nama myprogram. Tekan enter untuk menjalankan perintah kompilasi. Jika proses kompilasi berhasil, tidak akan ada pesan yang ditampilkan di terminal. Namun, jika terjadi kesalahan, pesan error akan ditampilkan dan kamu perlu memperbaiki kode program kamu sesuai dengan pesan tersebut.

Menjalankan Program yang Dikompilasi

Setelah proses kompilasi selesai, program kamu sudah siap dijalankan! Ketik perintah berikut di terminal:

./myprogram

Tekan enter dan lihat keajaibannya! Terminal akan menampilkan tulisan “Hello, World!”. Selamat! Kamu baru saja berhasil menulis, mengkompilasi, dan menjalankan program C/C++ pertama kamu di Ubuntu 24.04.

Tips dan Trik Menjadi Master Ngoding

  • Eksplorasi!: Kode yang kamu buat di atas hanyalah permulaan. Coba ubah isi kode untuk menampilkan pesan yang berbeda atau lakukan operasi matematika sederhana.
  • Pelajari Dokumentasi: Dokumentasi resmi GCC dan library

Terbaru

  • Running Windows 11 on Apple Silicon: UTM vs. Parallels Desktop vs. VMware Fusion
  • Testing PikaOS, a Rolling Debian Distribution Special for Gaming and Content Creation
  • Engineering the On-Premises AI Data Center: An In-Depth Technical Review of the HP ZGX Fury AI Station
  • Trying my new Favourite Task Manager, TMOG on Omarchy Linux
  • ASRock Industrial AI Box A395: Is This the Best Compact Strix Halo System for Local AI?
  • Redox OS: A Rust-Based Microkernel Operating System (And How It Differs from Linux)
  • Canonical Is Bringing Back Ubuntu Core Desktop — This Time With a Clearer Plan
  • systemd Officially Adds Support for Rust Components
  • Rocky Linux Creator Builds a Brand-New “Not Linux” Kernel in 11 Days Using AI
  • Building a local AI agent in Workshop on Ubuntu 26.10
  • Omarchy 4.5 RC: 5 New Apps That Actually Look Useful
  • Worth It! Switching from Fedora KDE to Kubuntu
  • I’m Happy Using ‘Herdr’, The Fastest Growing Devtool written in Rust
  • Testing Goose on Omarchy Linux (App & CLI): The Open-Source Solution for Daily Task Automation
  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Some of New Gemini Notebook Update is CRAZY GOOD: Native Mobile Recording
  • Clover 35B A3B Local Test | Diffusion Model Beats Qwen 35B MoE? | Local AI Setup with llama.cpp
  • The no-code app implementation plan in 2026
  • Liquid AI Unveils LFM3: A New Generation of Multimodal Foundation Models Built Small Device
  • Google DeepMind Unveils Genie 4: The Most Advanced Real-Time Interactive World Model Yet
  • Kok bisa? Data ekspor sawit Indonesia ke Israel tetap jalan terus meski nggak ada hubungan diplomatik
  • Lagi rame foto Ohyul sama Ryul LNGSHOT pas di Berlin, ternyata ini tanggal aslinya biar nggak salah cari di Weverse
  • Lagi rame foto Ohyul sama Ryul LNGSHOT pas di Berlin, ternyata ini tanggal aslinya biar nggak salah cari di Weverse
  • Siapa Karisma Adys Safira? Profil Istri Axel Hadiningrat sing Lagi Rame Diomongke Warga
  • Alvin Tedjo menang jadi Wali Kota di Kanada, wong Indonesia kok iso dadi pemimpin kota gede?

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme