Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Kronologi Insiden Pembajakan BGP DNS CloudFlare

Posted on July 7, 2024

Dunia maya dikejutkan dengan laporan raksasa internet Cloudflare. Layanan resolver DNS mereka, 1.1.1.1, baru-baru ini tidak dapat diakses atau mengalami gangguan untuk sebagian penggunanya. Penyebabnya? Kombinasi pembajakan Border Gateway Protocol (BGP) dan kebocoran rute.

Insiden yang terjadi pada minggu lalu ini memengaruhi 300 jaringan di 70 negara. Meskipun demikian, Cloudflare mengklaim dampaknya “cukup rendah” dan bahkan tidak disadari oleh pengguna di beberapa negara.

Mengulik Detail Insiden

Menurut laporan Cloudflare, pada 18:51 UTC tanggal 27 Juni, Eletronet S.A. (AS267613) mulai mengumumkan alamat IP 1.1.1.1/32 ke jaringan lain dan penyedia upstream mereka.

Pengumuman yang salah ini diterima oleh beberapa jaringan, termasuk penyedia Tier 1, yang menganggapnya sebagai rute Remote Triggered Blackhole (RTBH). Pembajakan terjadi karena routing BGP memprioritaskan rute yang paling spesifik. Pengumuman AS267613 tentang 1.1.1.1/32 lebih spesifik daripada pengumuman Cloudflare 1.1.1.0/24, sehingga jaringan salah merutekan lalu lintas ke AS267613.

Akibatnya, lalu lintas yang ditujukan ke resolver DNS 1.1.1.1 milik Cloudflare malah di-blackhole/ditolak, sehingga layanan menjadi tidak tersedia bagi sebagian pengguna.

Kebocoran Rute Memperparah Keadaan

Hanya satu menit kemudian, pada 18:52 UTC, Nova Rede de Telecomunicações Ltda (AS262504) secara keliru membocorkan 1.1.1.0/24 ke hulu ke AS1031, yang kemudian menyebarluaskannya lebih jauh, sehingga memengaruhi routing global.

Kebocoran ini mengubah jalur routing BGP normal, menyebabkan lalu lintas yang ditujukan ke 1.1.1.1 salah diarahkan, memperburuk masalah pembajakan dan menyebabkan masalah keterjangkauan dan latensi tambahan.

Cloudflare mengidentifikasi masalah tersebut sekitar pukul 20:00 UTC dan berhasil mengatasi pembajakan kira-kira dua jam kemudian. Kebocoran rute baru bisa diatasi pada 02:28 UTC.

Upaya Pemulihan

Langkah pertama yang dilakukan Cloudflare adalah menghubungi jaringan yang terlibat dalam insiden tersebut. Selain itu, mereka juga menonaktifkan sesi peering dengan semua jaringan yang bermasalah untuk mengurangi dampak dan mencegah penyebaran rute yang salah lebih lanjut.

Cloudflare menjelaskan bahwa pengumuman yang salah tidak memengaruhi routing jaringan internal mereka karena mereka telah menggunakan Resource Public Key Infrastructure (RPKI). RPKI secara otomatis menolak rute yang tidak valid.

Solusi Jangka Panjang dari Cloudflare

Dalam laporan postmortem mereka, Cloudflare memaparkan beberapa solusi jangka panjang, yaitu:

  • Meningkatkan Sistem Deteksi Kebocoran Rute: Ini dilakukan dengan memasukkan lebih banyak sumber data dan mengintegrasikan data poin real-time.
  • Mendorong Adopsi Resource Public Key Infrastructure (RPKI) untuk Route Origin Validation (ROV): RPKI memungkinkan validasi asal rute untuk memastikan pengumuman BGP berasal dari sumber yang sah.
  • Mempromosikan Penerapan Prinsip Mutually Agreed Norms for Routing Security (MANRS): Prinsip ini mencakup penolakan terhadap panjang prefiks yang tidak valid dan penerapan mekanisme filtering yang kuat.
  • Mendorong Jaringan untuk Menolak Prefiks IPv4 Lebih Panjang dari /24 di Default-Free Zone (DFZ): DFZ adalah area di internet tempat pengumuman prefiks tertentu dilarang.
  • Menganjurkan Penggunaan Objek ASPA: Objek ini (saat ini sedang dirancang oleh IETF) digunakan untuk memvalidasi jalur AS dalam pengumuman BGP.
  • Menjelajahi Potensi Implementasi RFC9234 dan Discard Origin Authorization (DOA): Ini adalah spesifikasi teknis yang sedang dikembangkan untuk meningkatkan keamanan routing BGP.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya keamanan dalam infrastruktur internet. Dengan mengadopsi solusi jangka panjang yang diusulkan oleh Cloudflare, kita dapat bersama-sama membangun internet yang lebih aman dan tangguh.

Terbaru

  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • OpenAI Bocorin Data Gambar Pengguna? Ini Kabar Terbaru Soal Insiden AI yang Bikin Heboh
  • Kenapa Postingan Instagram Kalian Sepi Like Padahal Followers Udah Banyak? Ini Rahasianya
  • Cara Menambah View Story Instagram Gratis Biar Nggak Sia-sia
  • Kenapa View TikTok Kalian Mentok di Angka Kecil dan Cara Ngatasinnya
  • Imbas Pesatnya Laporan CVE, Ubuntu Bakal Rilis Kernel Update Tiap Dua Minggu
  • Cara Gampang Cari Kata di Google Sheets Pakai Laptop sama HP
  • Kabar Terbaru Antigravity SDK: Sekarang Bisa Pakai Model Lokal Kayak Gemma 4 26B Tanpa Perlu Internet
  • Kabar Terbaru Model K2 Horizon Dirilis: MoVA 36B EXL3 Buat Kalian yang Punya GPU Beragam
  • Ini Alasan Kenapa Kalian Harus Cek Masa Dukungan HP Android Kalian Sekarang Juga
  • Cara Cek Followers Baru Asli atau Bot Tanpa Harus Ngitung Satu-Satu
  • Claude Opus 5.5 Baru Rilis, Bikin AI Kalian Jadi Jauh Lebih Powerfull!
  • Update Kondisi Market Bitcoin BTC/USDT Per 23 September 2026, Beli atau Jual Nih?
  • Paham Semua Keluarga Model AI Gemma 4
  • Rumor Laptop Android Ternyata Bener, Ini Daftar 4 Laptop Android dari Google!
  • LCOS Lagi Naik Daun: OS Buatan Lunduke Tembus Peringkat 12 DistroWatch dan Punya Kernel Sendiri
  • Cara Pindah Data Android ke iPhone Tanpa Reset iPhone
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Zyphra is The Pioneer, Why Everyone is Suddenly Obsessed with AMD and Not Just Nvidia Anymore
  • Stop Trusting Your Prompts to Save Your Business Data
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • Lagi nunggu One Piece episode 1181? Jangan kaget, animenya lagi hiatus panjang sampai 2027
  • Cara bikin jaring-jaring tema buat tugas mahasiswa pendidikan, biar nggak bingung nyambungin mata pelajaran
  • Siapa Akhrol Riskullaev? Wasit Uzbekistan yang Bakal Pimpin Final Indonesia vs Thailand di ASEAN Cup 2026
  • Sering denger istilah Keep Looting pas main game? Iki lho artine ben ora bingung
  • Tiket GBK ludes, ini daftar lokasi nonton bareng final Indonesia vs Thailand malam ini

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme