Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Cara Menginstal dan Setting iSCSI di Windows

Posted on October 16, 2024

Dalam era digital saat ini, penyimpanan data menjadi kebutuhan vital. Server penyimpanan menjadi solusi ideal untuk menyimpan data dalam jumlah besar dan mengaksesnya dari berbagai perangkat. Salah satu teknologi yang memudahkan proses ini adalah iSCSI Target.

iSCSI Target merupakan teknologi penyimpanan berbasis jaringan yang memungkinkan perangkat remote mengakses dan menggunakan penyimpanan melalui jaringan TCP/IP. Dengan kata lain, iSCSI Target memungkinkan Anda berbagi penyimpanan dari satu server ke beberapa perangkat lain secara efisien.

Artikel ini akan memandu Anda melalui proses instalasi dan konfigurasi iSCSI Target pada server penyimpanan Anda. Mari kita mulai!

1. Menginstal Server iSCSI Target

Langkah pertama adalah menginstal server iSCSI Target. Server Windows dilengkapi dengan fitur bawaan yang disebut iSCSI Target Server Role. Fitur ini memungkinkan server Windows berfungsi sebagai penyedia penyimpanan terpusat. Berikut langkah-langkah untuk mengaktifkan fitur ini:

  • Buka Server Manager, navigasikan ke tab Manage, pilih opsi Add Roles and Features, lalu klik tombol Next.
  • Pada jendela Select Installation Type, pilih opsi Role-based or feature-based installation, lalu klik Next.
  • Selanjutnya, pilih server tempat iSCSI Target akan diinstal. Klik Select a server from the server pool, lalu klik Next.
  • Pada bagian Select Server Roles, perluas File and Storage Services, lalu perluas lagi File and iSCSI Services. Centang kotak untuk iSCSI Target Server, dan pilih Next.
  • Pada jendela Feature, klik Next untuk menyelesaikan instalasi. Setelah selesai, klik tombol Close.
  • Tunggu proses instalasi selesai. Setelah itu, lanjutkan ke langkah berikutnya.

2. Mengkonfigurasi Server iSCSI Target

Setelah fitur diinstal, langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi server iSCSI Target. Pada tahap ini, kita akan menyiapkan server yang menyediakan penyimpanan tingkat blok melalui jaringan menggunakan protokol iSCSI. Berikut langkah-langkah untuk mengkonfigurasi server iSCSI Target:

  • Pertama, buat folder iSCSI target di direktori atau partisi yang Anda inginkan.
  • Buka Server Manager, klik File and Storage Services dari dashboard, lalu pilih opsi iSCSI.
  • Untuk membuat iSCSI Virtual Disk, klik tautan “To Create an iSCSI virtual disk, start the New iSCSI Virtual Disk Wizard”. Atau, di jendela yang sama, Anda dapat memperluas menu Tasks dan memilih opsi New iSCSI Virtual Disk.
  • Pada jendela berikutnya, klik Select by volume, lalu pilih Type a custom path, dan telusuri folder yang telah Anda buat sebelumnya.
  • Setelah selesai, klik Next, berikan nama, tambahkan deskripsi, lalu klik Next lagi.
  • Selanjutnya, tentukan ukuran iSCSI virtual disk dan pilih salah satu dari tiga opsi untuk mengelola dan mengalokasikan penyimpanan, sesuai dengan kebutuhan Anda.
  • Klik Next. Langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi iSCSI Target. Pada jendela berikutnya, klik New iSCSI Target.
  • Masukkan nama dan deskripsi Target, klik Next, lalu klik Add untuk menentukan iSCSI initiator. Kemudian, pilih Enter a value for the selected type di jendela Add Initiators ID.
  • Perluas menu drop-down Type, pilih IP Address, tambahkan alamat IP initiator, dan klik OK.
  • Langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi CHAP (Challenge-Handshake Authentication Protocol) untuk meningkatkan keamanan antara iSCSI target dan initiator. Pilih salah satu dari dua opsi dan klik Next.
  • Terakhir, tinjau konfigurasi dan selesaikan Wizard dengan menekan tombol Complete.
  • iSCSI virtual disk akan dibuat dan target siap digunakan.

3. Mengkonfigurasi iSCSI Initiator

Setelah mengkonfigurasi iSCSI target pada server, langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi klien (iSCSI Initiator). iSCSI Initiator bertanggung jawab untuk membangun koneksi ke iSCSI Target, memungkinkan klien untuk mengakses sumber daya penyimpanan.

Berikut cara mengkonfigurasi iSCSI Initiator:

  • Buka Server Manager, navigasikan ke bar Tools, pilih iSCSI Initiator, dan klik Yes pada prompt.
  • Pada jendela iSCSI Initiator Properties, navigasikan ke tab Targets, masukkan alamat IP server iSCSI target, dan klik tombol Quick Connect untuk menemukan target.
  • Setelah target ditemukan, pilih dan klik Connect.
  • Langkah selanjutnya adalah mengatur autentikasi. Klik opsi Advanced, centang kotak CHAP, dan masukkan kredensial.
  • Tekan Enter dan OK untuk mengakhiri proses koneksi.
  • Setelah terhubung, disk iSCSI akan muncul di Disk Management. Namun, disk akan muncul offline dan tidak terinisialisasi. Klik kanan pada disk dan pilih Online.
  • Setelah selesai, klik kanan lagi dan pilih Initialize Disk.
  • Sekarang, klik kanan pada ruang yang tidak dialokasikan dari disk baru, pilih New Simple Volume, dan ikuti New Simple Volume Wizard untuk menetapkan huruf drive, memformat volume, dan memberi label.
  • Setelah pemformatan, disk siap digunakan.

Keuntungan Menggunakan iSCSI Target

Penggunaan iSCSI Target memberikan berbagai keuntungan, antara lain:

  • Peningkatan Kinerja: iSCSI menggunakan protokol TCP/IP, yang menjamin kecepatan dan keandalan transfer data.
  • Fleksibilitas: iSCSI memungkinkan fleksibilitas dalam mengatur penyimpanan, karena data dapat diakses dari berbagai perangkat tanpa harus terhubung secara fisik.
  • Skalabilitas: iSCSI Target dapat dengan mudah diperluas untuk mengakomodasi kebutuhan penyimpanan yang terus berkembang.
  • Keamanan: iSCSI menggunakan mekanisme autentikasi seperti CHAP untuk melindungi data dari akses tidak sah.

Kesimpulan

iSCSI Target merupakan solusi yang efektif dan efisien untuk mengelola penyimpanan data dalam jumlah besar. Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat dengan mudah menginstal dan mengkonfigurasi iSCSI Target pada server penyimpanan Anda. Keuntungan yang ditawarkan iSCSI Target akan membantu Anda dalam meningkatkan kinerja, fleksibilitas, dan keamanan penyimpanan data Anda.

Terbaru

  • Apa itu Klasifikasi Data dengan Metode Feature Selection?
  • Inilah Panduan Lengkap Jalur Afirmasi Disabilitas SPMB Kota Malang 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya!
  • Inilah Cara Lengkap Daftar UM Undip 2026: Panduan Teknis, Jadwal, dan Syarat Biar Nggak Salah Langkah!
  • Inilah Daftar Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026 Versi Webometrics dan QS WUR, Nggak Kalah Sama Negeri!
  • Inilah Cara Daftar PPKB UI 2026, Kesempatan Emas Masuk Kampus Jaket Kuning Tanpa Tes!
  • Inilah Tampilan Baru Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026, Cara Cek Status dan Nominal Bantuan yang Cair!
  • Inilah Aturan PIN SPMB Jatim 2026, Bisa Dipakai Berapa Kali Sih?
  • Apa itu Common Techniques in Data Classification?
  • Inilah Cara Mengatasi Error Loading File Default.rdp Saat Menggunakan Remote Desktop
  • Anak Anies, Mutiara Baswedan Sukses Lulus S2 di Harvard University Sambil Momong Anak, Inspiratif Pol!
  • Inilah Kenapa Nama Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Bikin Netizen Penasaran Banget!
  • Inilah Panduan Lengkap Fakultas Vokasi UNY Kampus Wates 2026: Jurusan, Biaya Kuliah, dan Bedanya dengan Gunungkidul
  • Inilah Arti FOMO yang Sebenarnya dan Cara Biar Jenengan Nggak Gampang Ikut-ikutan Tren Viral
  • Inilah Perbedaan Red Flag dan Green Flag Serta Cara Mengenalinya dalam Hubungan
  • Inilah Cara Menghitung Nilai Gabungan Rapor dan TKA SPMB 2026 Supaya Peluang Lolos Makin Besar
  • Inilah Sisi Gelap Dunia Kotak-Kotak, Mengenal Creepypasta Minecraft yang Bikin Pemain Merinding Seharian
  • Inilah Caranya Plotting Bidang Tanah Mandiri Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku Supaya Data Jenengan Makin Akurat
  • Inilah Debut Yua Mikami di Drama Netflix Sins of Kujo, Perannya Bikin Banyak Orang Kaget!
  • Inilah Alasan Kenapa Video Viral Rok Hijau di Dapur Jadi Trending Topik dan Bikin Geger Netizen
  • Inilah Arti Rizz yang Viral di Media Sosial dan Rahasia Punya Karisma Alami Tanpa Perlu Banyak Gaya
  • Inilah Cara Menghapus Game Steam Sampai Bersih Biar Penyimpanan Lega dan Library Tetap Rapi
  • Inilah Cara Melacak iPhone Hilang Biar Bisa Motret Muka Pencurinya Secara Otomatis
  • Iki Loh Mitos Jam Posting Instagram yang Sering Bikin Bingung
  • Inilah Arti Withdrawn dalam Saham dan Cara Melakukannya Biar Nggak Bingung Pas Trading
  • Inilah Cara Melihat Nilai UTBK SNBT 2026 dan Tutorial Download Sertifikat Resminya
  • Inilah Kenapa Kalian Harus Pilih View TikTok Gratis Tanpa Login Biar Akun Tetap Aman dan Cepat FYP
  • Inilah Bedanya SSD NVMe vs SATA di Laptop Bisnis, Kitorang Kasih Tau Biar Kalian Tra Salah Pilih!
  • Inilah Cara Cek Tier Akun FF Pakai AI yang Lagi Viral, Ternyata Gampang Sekali!
  • Is it Legal? How to Use Fake Website to Generate Leads?
  • Get 4000 Watch Hours with Only One Video Easy Way
  • How Fix SELinux Port Denied Error With Sealert Easy Guide
  • Read SELinux AVC Denial Log Simple Guide for Noob
  • How Check and Fix SELinux Block Things in Fedora Linux
  • How Actually SELinux is Work?
  • How to Install Elementary OS 8 Easy and Make It Good
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme