Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
TCP/IP

Cara Memperbaiki Error “the system detected an address conflict for an IP address, with Event ID 4199”

Posted on October 12, 2025

Event ID 4199, yang mengindikasikan konflik alamat IP pada jaringan Anda, dapat mengganggu konektivitas jaringan komputer. Kesalahan ini sering kali disebabkan oleh masalah konfigurasi jaringan atau interferensi perangkat lunak pihak ketiga. Saat kesalahan ini terjadi, komputer Anda mendeteksi bahwa perangkat lain di jaringan menggunakan alamat IP yang ingin digunakannya.

Untuk menghindari konflik, Windows dapat menolak menggunakan alamat tersebut, yang mengakibatkan hilangnya konektivitas jaringan. Anda mungkin melihat alamat dalam rentang 169.254.x.x (APIPA), yang tidak dapat di-routing dan dapat menyebabkan Anda kehilangan akses internet. Konflik ini sering melibatkan alamat 0.0.0.0 selama koneksi awal. Situasi ini dapat terjadi ketika proses Duplicate Address Detection (DAD) Windows berinteraksi dengan fitur switch yang disebut IP Device Tracking.

Jika switch mengirimkan probe ARP saat Windows sedang memeriksa konflik, Windows mungkin salah mengira probe tersebut sebagai perangkat lain yang mengklaim alamat tersebut. Server DHCP yang salah dikonfigurasi dan menetapkan alamat yang sudah digunakan juga dapat menyebabkan masalah ini.

Untuk mengatasi konflik alamat IP dengan Event ID 4199, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Pertama, Anda bisa mencoba mengatur ulang konfigurasi jaringan komputer Anda. Masalah ini bisa jadi hanya gangguan sementara, dan mengatur ulang protokol jaringan seringkali dapat menyelesaikannya. Proses ini membersihkan status jaringan yang rusak atau macet tanpa membuat perubahan sistem permanen.

Caranya, buka Command Prompt sebagai administrator, lalu jalankan perintah ipconfig /release dan ipconfig /renew secara berurutan. Untuk konflik IPv6, Anda juga bisa mencoba mengatur ulang antarmuka dengan perintah netsh interface ipv6 renew. Jika cara ini gagal, alternatifnya adalah membuka Control Panel > Network and Internet > Network and Sharing Center > Change adapter settings, klik kanan koneksi jaringan aktif Anda, pilih Disable, tunggu sebentar, lalu pilih Enable. Setelah itu, periksa apakah masalah sudah teratasi.

Langkah kedua adalah menyesuaikan Duplicate Address Detection (DAD) pada Windows. Anda bisa membuat Windows kurang sensitif terhadap konflik selama pengaturan jaringan awal dengan mengurangi jumlah pemeriksaan alamat duplikat yang dilakukan Windows, sehingga meminimalkan kemungkinan reaksi terhadap probe ARP dari switch.

Buka PowerShell sebagai administrator, lalu jalankan perintah Set-NetIPInterface -InterfaceAlias “Ethernet” -AddressFamily IPv4 -DadTransmits 0. Pastikan untuk mengganti “Ethernet” dengan nama koneksi jaringan Anda (Anda dapat menemukannya menggunakan perintah Get-NetIPInterface). Penting untuk dicatat bahwa metode ini sebaiknya hanya digunakan dalam jaringan yang dikelola dengan baik, karena sedikit meningkatkan risiko alamat IP duplikat yang tidak terdeteksi.

Ketiga, periksa adanya interferensi perangkat lunak pihak ketiga. Beberapa perangkat lunak keamanan, seperti firewall atau perangkat lunak privasi jaringan seperti Portmaster, dapat mengganggu jaringan Anda dan menyebabkan masalah. Untuk mengatasinya, hapus instalasi perangkat lunak firewall atau privasi jaringan yang baru saja ditambahkan. Setelah penghapusan, mulai ulang komputer Anda dan periksa apakah kesalahan masih berlanjut. Jika masalah teratasi, pertimbangkan untuk menghubungi vendor perangkat lunak atau mencari versi yang diperbarui.

Solusi terakhir adalah memodifikasi cakupan server DHCP. Jika konflik melibatkan alamat IP yang spesifik dan valid, server DHCP Anda mungkin menetapkan alamat yang sebenarnya sudah dicadangkan untuk perangkat lain. Hal ini dapat menyebabkan masalah karena mencegah server DHCP menetapkan alamat IP yang penting untuk perangkat vital seperti router, printer, atau peralatan penting lainnya. Untuk melakukannya, buka Command Prompt sebagai administrator dan jalankan perintah ipconfig /all.

Cari bagian “Ethernet Adapter” atau “Wireless LAN Adapter”, dan temukan angka di sebelah Default Gateway (misalnya, 192.168.1.1) yang merupakan alamat router Anda. Selanjutnya, buka browser web (seperti Chrome atau Edge) pada perangkat yang terhubung ke jaringan Anda. Ketik alamat IP router Anda (misalnya, http://192.168.1.1) ke bilah alamat dan tekan Enter. Anda akan melihat halaman login. Jika Anda belum pernah mengubah kredensial, gunakan nama pengguna dan kata sandi default yang seringkali tertera pada stiker di router itu sendiri (misalnya, admin untuk nama pengguna dan kata sandi). Jika kredensial default tidak berfungsi dan Anda tidak ingat mengatur yang baru, Anda mungkin perlu mengatur ulang router ke pengaturan pabrik menggunakan tombol reset kecil pada perangkat.

Setelah login, cari bagian yang mengelola pengaturan LAN dan DHCP. Nama pastinya bervariasi tergantung merek, tetapi biasanya ditemukan di bawah Advanced Settings, Network or LAN Settings, atau DHCP Server or Local Network. Anda akan melihat kolom untuk Starting IP Address dan Ending IP Address. Ini menentukan kumpulan alamat yang dapat ditetapkan oleh server DHCP. Sesuaikan alamat awal ke angka yang datang setelah semua perangkat yang Anda tetapkan secara statis.

Misalnya, jika router Anda adalah 192.168.1.1 dan Anda memiliki printer dan server yang ditetapkan secara statis hingga 192.168.1.50, atur pool DHCP Anda untuk dimulai pada 192.168.1.51 dan berakhir pada 192.168.1.254. Terakhir, simpan perubahan dan periksa apakah masalah sudah teratasi. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda diharapkan dapat menyelesaikan masalah konflik alamat IP yang diindikasikan oleh Event ID 4199 dan memulihkan konektivitas jaringan Anda.

Sumber: Microsoft Learn

Terbaru

  • Beli HP Bekas Flagship Oppo? Ini 3 Rekomendasi Terbaik yang Masih Gahar di 2026
  • Cuma 1 Jutaan! Ini 4 Rekomendasi HP POCO yang Performa Tetap Gila di 2026
  • Inilah Rekomendasi Laptop 5-6 Jutaan Paling Worth It di Pertengahan 2026, Spek Mewah Harga Ramah!
  • Inilah Deretan Smartphone Snapdragon 8s Gen 4 yang Bikin Kompetisi HP Menengah Atas Makin Panas!
  • Mengenal Otak di Balik AI: Apa Itu LLM dan Manfaatnya dalam Keseharian Kita Menurut Sebastian Raschka
  • Inilah Rahasia Spasi FF Salin Biar Nickname Kalian Makin Keren dan Unik Tanpa Aplikasi Tambahan
  • Rekomendasi HP Kamera Bagus 2-6 Jutaan Bulan Juli 2026
  • Cuma 2 Jutaan! Ini 6 Rekomendasi HP Paling Worth It Buat Multitasking dan Gaming Ringan
  • Rumor Galaxy Z Flip8 Jadi Seri Terakhir: Mengapa Samsung Mungkin Berhenti Bikin HP Lipat Clamshell?
  • Inilah Cara Registrasi Kartu SIM Pakai Verifikasi Biometrik Mulai 1 Juli 2026, Gak Bisa Lagi Pake Nomor Bodong!
  • Jangan Asal Lap! Inilah Cara Membersihkan Layar TV LED yang Benar Agar Tidak Rusak
  • Realme Narzo 100x 5G Segera Rilis: Baterai 8.000mAh, Layar 144Hz, dan Sertifikasi Militer
  • Waspada Penipuan Akun Mobile Legends: Kenali Pentingnya Marketplace Resmi dan Status PSE
  • Review DJI Osmo Pocket 4P: Kamera Saku Lensa Ganda yang Bikin Kamera Pro Kelihatan Ribet!
  • Samsung Bisa “AirDrop” ke iPhone? Cek Cara Pakai Fitur Quick Share Terbaru Ini!
  • Vivo X Fold 6 Bakal Masuk Indonesia? Speknya Gila, Baterai 7.000 mAh & Kamera 200 MP!
  • Bocoran iPhone Air 2: Akhirnya Apple Nggak Cuma Jual Tipis, Tapi Juga Baterai Awet dan Kamera Oke!
  • Google Search Console rilis fitur Social Media Property, bisa pantau TikTok & Instagram
  • Hati-hati! 22 Platform Digital Terancam Diblokir Pemerintah, Cek Daftar Hotel dan Maskapainya di Sini
  • Baterai 7.000mAh & Standar Militer, Inilah Moto G77 Power
  • Inilah Cara Shopee dan Meta Bikin Kalian Makin Gampang Dapat Cuan Afiliasi Instagram Tanpa Ribet
  • Gila Sih! Vivo Rilis HP Baterai 8.000 mAh di 2026, Nggak Perlu Ribet Bawa Powerbank Lagi?
  • Infinix Hot 70 vs Tecno Spark 50: Pilih Baterai Jumbo 7000 mAh atau Fast Charging 45W di Harga 2 Jutaan?
  • Gak Perlu HP Mahal buat Pake AI: Intip Fitur Canggih di Samsung Galaxy A37 dan A57 yang Bikin Hidup Lebih Gampang
  • Bocoran Galaxy Unpacked Juli 2026: Z Fold 8 & Z Flip 8 Bakal Fokus ke On-Device AI, Makin Canggih atau Cuma Gimmick?
  • Duel Tablet 2 Jutaan: ADVAN Tab Sketsa 3 vs itel VistaTab 30GT, Mana yang Lebih Worth It buat Kerja?
  • Review Asus ExpertBook PM5 G2: Laptop Bisnis Rasa AI, Ringan tapi Gak Kaleng-kaleng
  • Review Redmi Pad 2 9.7 4G: Tablet Murah yang Bisa Pakai Kartu SIM, Worth It Nggak?
  • Review JBL Quantum Series: Inilah Alasan Kenapa Audio Berkualitas Bisa Bikin Kamu Menang Main Game
  • Review Vivo Y500: HP Baterai Jumbo 8.100mAh yang Bikin Nggak Perlu Cari Colokan Lagi!
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • How to Hardening Journald on Linux Server (Fedora/AlmaLinux)
  • Block Bad USB on Linux Server with USBGuard
  • How to Secure NetworkManager on Fedora/AlmaLinux
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Mengenal Lotte Shin Kyuk-ho Global Scholarship: Lebih dari Sekadar Bantuan Finansial untuk Mahasiswa Berprestasi
  • Jadwal MU vs Rosenborg malam ini, nonton live streaming pramusim lewat MUTV jam 11 malem
  • 7 Zodiak yang Punya Pemikiran Dewasa dan Bijaksana Melampaui Usia Biologisnya
  • Bedah Teknik Regenerative Aesthetics: Belajar dari Juvelook Advanced Injector Workshop di Bali
  • Prediksi Astrologi Juli 2026: 4 Zodiak yang Bakal Menemukan Ketenangan Setelah Badai Karma

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme