Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

LCOS Lagi Naik Daun: OS Buatan Lunduke Tembus Peringkat 12 DistroWatch dan Punya Kernel Sendiri

Posted on September 22, 2026

Kalian pasti bakal kaget sih kalau tau kabar terbaru soal Lunduke Computer Operating System atau yang biasa disebut LCOS. Gila banget, sistem operasi ini baru aja nembus peringkat 12 di DistroWatch, padahal di luar sana ada ratusan bahkan ribuan distribusi Linux lainnya. Rasanya kayak nggak masuk akal, tapi beneran, LCOS sekarang lagi naik terus dan udah ngebalap nama-nama gede kayak OpenSUSE, Arch, Gen 2, sampe Nyx OS. Mereka semua ketinggalan jauh di belakang.

Nah, selain soal peringkat yang gila itu, ada hal teknis yang emang penting buat kita tau. Sekarang LCOS lagi ngetes kernel Linux khusus yang “rust-free” atau nggak pake Rust sama sekali. Si Lunduke sendiri nyebutnya sebagai “Lunduke’s Linux Kernel” karena ini emang kernel buatan dia sendiri. Dia nggak perlu lagi pake compiler Rust di dalam binary-nya, terus dia juga nambahin optimasi khusus yang emang ngebikin LCOS jadi lebih kenceng.

Buat kalian yang pengen nyobain, kalian bisa ambil versi beta 0.5 atau 0.6 yang emang masih dalam tahap pengerjaan. Caranya gampang, tinggal ke lunduke.com, terus scroll dikit ke bawah sampe nemu link LCOS, terus kalian bakal dibawa ke halaman GitHub. Di situ ada tab “releases” yang bisa kalian pake buat download file ISO-nya. Anehnya, LCOS ini udah di peringkat 12 padahal mereka bahkan belum punya website resmi, lho.

Mungkin kalian bakal nanya, “Kenapa sih LCOS butuh kernel sendiri?” Sebenernya ada banyak alasan kenapa sebuah distro Linux yang lumayan gede itu emang harus punya kernel custom. Dengan punya kernel sendiri, si pembuat punya kekuatan buat ngebuang hal-hal yang nggak dibutuhin, kayak Rust tadi, atau nambahin dukungan hardware yang mungkin udah dihapus sama kernel upstream. Jadi, performa desktopnya bisa lebih maksimal dan sesuai sama kebutuhan LCOS.

Coba simak betapa bangganya si Bryan Lunduke ngebahas LCOS ini di salah satu videonya disini:

Selain itu, punya kernel sendiri itu ngebantu banget buat persiapan kalau suatu saat nanti mereka harus melakukan “fork”, baik itu soft fork atau hard fork. Sekarang emang belum ada alasan kuat buat nge-fork Linux, tapi kalau kedepannya ada masalah sama Linux Foundation, LCOS udah siap buat jalan sendiri. Jadi, secara bisnis, politik, maupun teknis, ini langkah yang pinter banget buat ngejaga fleksibilitas mereka.

Tapi ya gitu, buat sekarang, ISO yang kalian download itu masih pake kernel 6.x dari Debian. Rencananya sih, kernel custom yang berbasis versi 7.2 terbaru itu bakal dijadiin default sebelum LCOS rilis versi 1.0. Jadi kalau kalian mau pake yang versi terbaru sekarang, kalian tinggal pake perintah `apt install lunduke-linux-kernel` aja di terminal.

Ngomongin soal DistroWatch, emang kedengerannya agak konyol sih, tapi ini seru banget buat diikutin. Peringkat itu kan dihitung dari rata-rata jumlah kunjungan ke halaman distro mereka di situs DistroWatch. Emang sih, ini nggak ngebandingin jumlah user aktif atau berapa banyak orang yang download ISO, tapi ini jadi satu-satunya standar yang bisa kita pake buat ngebandingin popularitas relatif antar distro Linux.

Yang bikin makin seru, LCAS ini bisa ngebalap distro-distro yang selama ini kayaknya nggak suka sama Lunduke atau Lunduke Journal. Kayak OpenSUSE yang udah tua banget, sekarang malah jauh di belakang. Rasanya emang ada kepuasan tersendiri pas ngelihat hal kayak gini. Walaupun kita nggak bisa bilang kalau jumlah user LCOS lebih banyak dari Arch atau Manjaro, tapi buat seminggu terakhir, minat orang ke LCOS emang lagi tinggi-tingginya.

Lunduke juga bilang kalau dia itu cuma kerja sendirian, alias “army of one”. Makanya, dia bener-bener butuh bantuan kalian buat ngetes LCOS di hardware asli, entah itu di laptop atau desktop. Kalau kalian nemu bug, mereka minta kalian buat lapor di GitHub atau forum biar bisa langsung dibenerin.

Terakhir, ada satu hal menarik yang dia singgung. Dia ngerasa fenomena LCOS ini mirip sama beberapa distro lain kayak Omari Linux yang juga lagi naik daun karena mereka nggak ngikutin tren politik atau “woke” yang sering dibawa sama distro-distro besar lainnya. Jadi, sepertinya orang-orang emang lagi nyari sesuatu yang beda. Kalau kalian tertarik, mending buruan cobain lewat live ISO di flashdisk, siapa tau kalian jadi salah satu yang ngebantu LCOS sampe ke versi 1.0 nanti.

Terbaru

  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • OpenAI Bocorin Data Gambar Pengguna? Ini Kabar Terbaru Soal Insiden AI yang Bikin Heboh
  • Kenapa Postingan Instagram Kalian Sepi Like Padahal Followers Udah Banyak? Ini Rahasianya
  • Cara Menambah View Story Instagram Gratis Biar Nggak Sia-sia
  • Kenapa View TikTok Kalian Mentok di Angka Kecil dan Cara Ngatasinnya
  • Imbas Pesatnya Laporan CVE, Ubuntu Bakal Rilis Kernel Update Tiap Dua Minggu
  • Cara Gampang Cari Kata di Google Sheets Pakai Laptop sama HP
  • Kabar Terbaru Antigravity SDK: Sekarang Bisa Pakai Model Lokal Kayak Gemma 4 26B Tanpa Perlu Internet
  • Kabar Terbaru Model K2 Horizon Dirilis: MoVA 36B EXL3 Buat Kalian yang Punya GPU Beragam
  • Ini Alasan Kenapa Kalian Harus Cek Masa Dukungan HP Android Kalian Sekarang Juga
  • Cara Cek Followers Baru Asli atau Bot Tanpa Harus Ngitung Satu-Satu
  • Claude Opus 5.5 Baru Rilis, Bikin AI Kalian Jadi Jauh Lebih Powerfull!
  • Update Kondisi Market Bitcoin BTC/USDT Per 23 September 2026, Beli atau Jual Nih?
  • Paham Semua Keluarga Model AI Gemma 4
  • Rumor Laptop Android Ternyata Bener, Ini Daftar 4 Laptop Android dari Google!
  • LCOS Lagi Naik Daun: OS Buatan Lunduke Tembus Peringkat 12 DistroWatch dan Punya Kernel Sendiri
  • Cara Pindah Data Android ke iPhone Tanpa Reset iPhone
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Zyphra is The Pioneer, Why Everyone is Suddenly Obsessed with AMD and Not Just Nvidia Anymore
  • Stop Trusting Your Prompts to Save Your Business Data
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • Lagi nunggu One Piece episode 1181? Jangan kaget, animenya lagi hiatus panjang sampai 2027
  • Cara bikin jaring-jaring tema buat tugas mahasiswa pendidikan, biar nggak bingung nyambungin mata pelajaran
  • Siapa Akhrol Riskullaev? Wasit Uzbekistan yang Bakal Pimpin Final Indonesia vs Thailand di ASEAN Cup 2026
  • Sering denger istilah Keep Looting pas main game? Iki lho artine ben ora bingung
  • Tiket GBK ludes, ini daftar lokasi nonton bareng final Indonesia vs Thailand malam ini

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme