Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Cara Memperbaiki File Transfer Drop ke 0 di Windows 11

Posted on October 15, 2025

Transfer file yang terhambat dengan kecepatan yang terus-menerus turun hingga nol merupakan masalah umum yang sering ditemui pengguna Windows 11. Pola masalah ini ditandai dengan kecepatan tinggi yang tiba-tiba diikuti oleh stagnasi total.

Namun, ada kabar baik karena masalah ini seringkali dapat diatasi dengan mengubah beberapa pengaturan. Artikel ini akan membahas langkah-langkah yang bisa diambil jika kecepatan transfer file turun drastis di Windows 11.

Berbagai faktor dapat menyebabkan kecepatan transfer terus menurun ke nol. Salah satu penyebab utamanya adalah buffering. Windows menggunakan cache RAM yang cepat untuk mempercepat transfer data. Jika cache ini terisi lebih cepat daripada kemampuan drive tujuan yang lebih lambat untuk menulis data, transfer akan berhenti sejenak untuk mengosongkan cache, yang menyebabkan kecepatan turun menjadi nol.

Untuk mengatasi masalah ini, ada beberapa solusi yang bisa dicoba:

  1. Perbarui driver Network, Chipset, dan USB:
    Sebelum beralih ke solusi yang lebih kompleks, penting untuk memastikan driver yang sudah usang atau rusak telah diperbarui atau diganti. Driver sering menjadi penyebab utama transfer file yang tidak stabil. Pastikan driver network, chipset, dan kontroler USB berjalan pada perangkat lunak yang dirancang untuk komponen tersebut. Anda bisa memperbarui driver dengan mengunduhnya dari situs web produsen, menggunakan perangkat lunak pembaruan driver, atau menginstal pembaruan driver dan opsional yang disediakan Windows. Setelah selesai, coba transfer file dan periksa kecepatannya.
  2. Nonaktifkan TCP Auto-tuning:
    Masalahnya bisa terletak pada penanganan protokol jaringan Windows, bukan pada perangkat keras itu sendiri. TCP Auto-Tuning adalah fitur yang mengoptimalkan throughput jaringan untuk berbagai jenis koneksi. Namun, fitur ini dapat berkonflik dengan router tertentu, driver NAS, atau driver jaringan, yang menyebabkan buffering paket dan masalah timeout. Menonaktifkan fitur ini memaksa Windows untuk menggunakan metode transfer data yang lebih stabil untuk menghilangkan kemacetan. Untuk melakukannya, buka Command Prompt sebagai administrator, lalu jalankan perintah netsh int tcp set global autotuninglevel=disabled. Tutup aplikasi dan restart perangkat agar perubahan berlaku penuh.
  3. Nonaktifkan Properti Lanjutan NIC:
    Jika menonaktifkan TCP Auto-tuning pada tingkat perangkat lunak tidak berhasil, masalah intinya mungkin ada pada cara kartu antarmuka jaringan (NIC) memproses data. Anda perlu menonaktifkan properti spesifik ini agar NIC menggunakan CPU untuk menangani pemrosesan dan melewati perangkat keras yang rusak untuk memulihkan aliran data yang stabil. Buka Device Manager, perluas Network adapters, klik kanan pada kartu jaringan utama Anda, pilih Properties, dan navigasi ke tab Advanced. Nonaktifkan pengaturan seperti Large Send Offload v2 (IPv4), Large Send Offload v2 (IPv6), TCP/UDP Checksum Offload (IPv4), dan TCP/UDP Checksum Offload (IPv6). Terapkan perubahan dan restart PC.
  4. Nonaktifkan Penulisan Cache Windows:
    Saat mentransfer file ke drive eksternal, masalahnya seringkali adalah ketidaksesuaian mendasar antara kecepatan tinggi RAM dan kemampuan penulisan yang lebih lambat dari drive tujuan. Kecepatan turun menjadi nol ketika cache RAM Windows terisi lebih cepat daripada drive eksternal dapat menulis data, memaksa sistem untuk berhenti dan membersihkan buffer. Dalam solusi ini, Anda akan menonaktifkan penulisan cache untuk mengarahkan penulisan langsung ke drive. Buka Device Manager, perluas Disk drives, identifikasi drive eksternal, klik kanan, pilih Properties, dan masuk ke tab Policies. Pilih opsi Better Performance, lalu hapus centang pada kotak Enable writing cache on the device, dan pastikan Quick Removal terpilih.
  5. Ubah Pengaturan USB Selective Suspend:
    Fitur hemat daya Windows dapat secara keliru membuat port USB “tidur” selama transfer aktif, yang menyebabkan kecepatan turun menjadi nol. Anda akan menonaktifkan USB Selective Suspend, karena seringkali salah mengidentifikasi port yang sibuk sebagai tidak aktif, dan memastikan bahwa port tetap menyala penuh selama transfer. Buka Power Options melalui control.exe powercfg.cpl,,1, perluas USB Settings, lalu perluas USB selective suspend settings, dan ubah pengaturan On Battery dan Plugged in menjadi Disabled.
  6. Nonaktifkan Windows Search Indexing:
    Layanan Windows Search dapat mengganggu transfer file dengan agresif mengindeks file baru saat ditulis. Persaingan untuk akses disk ini menyebabkan transfer terhenti. Oleh karena itu, penting untuk menonaktifkannya saat mentransfer file besar. Buka Services Manager melalui services.msc, cari Windows Search, klik kanan, dan pilih Stop. Setelah transfer file besar selesai, Anda dapat memulai kembali layanan ini.

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, diharapkan masalah kecepatan transfer file yang turun menjadi nol di Windows 11 dapat teratasi, memungkinkan proses transfer data yang lebih lancar dan stabil.

Terbaru

  • Beli HP Bekas Flagship Oppo? Ini 3 Rekomendasi Terbaik yang Masih Gahar di 2026
  • Cuma 1 Jutaan! Ini 4 Rekomendasi HP POCO yang Performa Tetap Gila di 2026
  • Inilah Rekomendasi Laptop 5-6 Jutaan Paling Worth It di Pertengahan 2026, Spek Mewah Harga Ramah!
  • Inilah Deretan Smartphone Snapdragon 8s Gen 4 yang Bikin Kompetisi HP Menengah Atas Makin Panas!
  • Mengenal Otak di Balik AI: Apa Itu LLM dan Manfaatnya dalam Keseharian Kita Menurut Sebastian Raschka
  • Inilah Rahasia Spasi FF Salin Biar Nickname Kalian Makin Keren dan Unik Tanpa Aplikasi Tambahan
  • Rekomendasi HP Kamera Bagus 2-6 Jutaan Bulan Juli 2026
  • Cuma 2 Jutaan! Ini 6 Rekomendasi HP Paling Worth It Buat Multitasking dan Gaming Ringan
  • Rumor Galaxy Z Flip8 Jadi Seri Terakhir: Mengapa Samsung Mungkin Berhenti Bikin HP Lipat Clamshell?
  • Inilah Cara Registrasi Kartu SIM Pakai Verifikasi Biometrik Mulai 1 Juli 2026, Gak Bisa Lagi Pake Nomor Bodong!
  • Jangan Asal Lap! Inilah Cara Membersihkan Layar TV LED yang Benar Agar Tidak Rusak
  • Realme Narzo 100x 5G Segera Rilis: Baterai 8.000mAh, Layar 144Hz, dan Sertifikasi Militer
  • Waspada Penipuan Akun Mobile Legends: Kenali Pentingnya Marketplace Resmi dan Status PSE
  • Review DJI Osmo Pocket 4P: Kamera Saku Lensa Ganda yang Bikin Kamera Pro Kelihatan Ribet!
  • Samsung Bisa “AirDrop” ke iPhone? Cek Cara Pakai Fitur Quick Share Terbaru Ini!
  • Vivo X Fold 6 Bakal Masuk Indonesia? Speknya Gila, Baterai 7.000 mAh & Kamera 200 MP!
  • Bocoran iPhone Air 2: Akhirnya Apple Nggak Cuma Jual Tipis, Tapi Juga Baterai Awet dan Kamera Oke!
  • Google Search Console rilis fitur Social Media Property, bisa pantau TikTok & Instagram
  • Hati-hati! 22 Platform Digital Terancam Diblokir Pemerintah, Cek Daftar Hotel dan Maskapainya di Sini
  • Baterai 7.000mAh & Standar Militer, Inilah Moto G77 Power
  • Inilah Cara Shopee dan Meta Bikin Kalian Makin Gampang Dapat Cuan Afiliasi Instagram Tanpa Ribet
  • Gila Sih! Vivo Rilis HP Baterai 8.000 mAh di 2026, Nggak Perlu Ribet Bawa Powerbank Lagi?
  • Infinix Hot 70 vs Tecno Spark 50: Pilih Baterai Jumbo 7000 mAh atau Fast Charging 45W di Harga 2 Jutaan?
  • Gak Perlu HP Mahal buat Pake AI: Intip Fitur Canggih di Samsung Galaxy A37 dan A57 yang Bikin Hidup Lebih Gampang
  • Bocoran Galaxy Unpacked Juli 2026: Z Fold 8 & Z Flip 8 Bakal Fokus ke On-Device AI, Makin Canggih atau Cuma Gimmick?
  • Duel Tablet 2 Jutaan: ADVAN Tab Sketsa 3 vs itel VistaTab 30GT, Mana yang Lebih Worth It buat Kerja?
  • Review Asus ExpertBook PM5 G2: Laptop Bisnis Rasa AI, Ringan tapi Gak Kaleng-kaleng
  • Review Redmi Pad 2 9.7 4G: Tablet Murah yang Bisa Pakai Kartu SIM, Worth It Nggak?
  • Review JBL Quantum Series: Inilah Alasan Kenapa Audio Berkualitas Bisa Bikin Kamu Menang Main Game
  • Review Vivo Y500: HP Baterai Jumbo 8.100mAh yang Bikin Nggak Perlu Cari Colokan Lagi!
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • How to Hardening Journald on Linux Server (Fedora/AlmaLinux)
  • Block Bad USB on Linux Server with USBGuard
  • How to Secure NetworkManager on Fedora/AlmaLinux
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Bingung mau ngomong apa pas kondangan? Ini daftar ucapan pernikahan Islami yang singkat tapi ngena buat teman atau saudara
  • Lagi rame istilah aneh di Google, kok malah nyari link video bokeh pake Google Translate? Ini maksudnya
  • Kok logo Liverpool berubah jadi warna-warni? Ternyata ini alasannya, bukan sekadar ganti desain biasa
  • Lagi rame MB WhatsApp iOS 9.52 APK, tampilannya mirip iPhone tapi aman nggak buat data pribadi?
  • Referensi teks amanat pembina upacara SD buat hari Senin, cocok buat guru dan kepala sekolah biar nggak bingung pas tugas

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme