Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Pemerintah Ganti Ujian Kesetaraan Dengan TKA 2025

Posted on October 4, 2025

Jakarta, 4 Oktober 2025 – Pemerintah secara resmi menghapuskan Uji Kesetaraan untuk semua jenjang pendidikan dan menggantinya dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kebijakan ini diumumkan oleh Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Rahmawati, di Jakarta Selatan, pada Selasa, 30 September 2025.

Menurut Rahmawati, perubahan ini didasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) No 9 Tahun 2025 tentang TKA, yang menggantikan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 31 Tahun 2023 tentang Uji Kesetaraan. Dengan demikian, TKA menjadi satu-satunya mekanisme untuk mendapatkan pengakuan penyetaraan pendidikan.

“TKA inilah yang hasilnya digunakan untuk penyetaraan. Jadi tahun depan tidak akan ada lagi uji kesetaraan. Kalau kelas 12 ingin mendapatkan pengakuan penyetaraan, maka lakukanlah dengan TKA di bulan November ini,” ujar Rahmawati.

Penghapusan Uji Kesetaraan dan penerapan TKA sebagai penggantinya berlaku untuk semua jenjang pendidikan. Masyarakat yang ingin memperoleh pengakuan penyetaraan, khususnya siswa kelas 12 Paket C atau setara SMA, diimbau untuk segera mendaftar TKA yang akan ditutup pada 5 Oktober 2025. Pelaksanaan TKA dijadwalkan pada November 2025.

Rahmawati menjelaskan bahwa TKA tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk penyetaraan pendidikan, tetapi juga untuk memetakan potensi diri siswa. Hasil TKA dapat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau memasuki dunia kerja.

Meskipun pelaksanaan TKA pada bulan November terkesan tidak lazim karena Uji Kesetaraan biasanya diadakan pada April atau Mei, Rahmawati menegaskan bahwa tidak akan ada lagi Uji Kesetaraan untuk siswa kelas 12 Paket C pada April atau Mei 2026. Oleh karena itu, siswa yang ingin mendapatkan pengakuan penyetaraan diimbau untuk memanfaatkan kesempatan mengikuti TKA pada November 2025.

Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses penyetaraan pendidikan di Indonesia. Dengan TKA, pemerintah berharap dapat memperoleh data yang lebih akurat dan komprehensif tentang kemampuan akademik siswa, sehingga dapat memberikan layanan pendidikan yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.

Namun, perubahan ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan siswa, terutama terkait dengan persiapan yang terlalu singkat untuk menghadapi TKA. Beberapa siswa mengeluhkan bahwa mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk mempersiapkan diri menghadapi tes yang baru ini.

Meskipun demikian, pemerintah tetap berkomitmen untuk melaksanakan TKA sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Kemendikdasmen akan terus melakukan sosialisasi dan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat tentang TKA, termasuk materi yang diujikan, sistem penilaian, dan manfaatnya bagi siswa.

Dengan adanya TKA, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat semakin meningkat dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi semua warga negara untuk memperoleh pendidikan yang layak. Pemerintah juga berharap bahwa TKA dapat menjadi alat yang efektif untuk mengukur dan meningkatkan kompetensi siswa, sehingga mereka dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Peralihan dari Uji Kesetaraan ke TKA merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melakukan reformasi pendidikan yang berkelanjutan. Pemerintah menyadari bahwa sistem pendidikan harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya untuk melakukan inovasi dan perbaikan di berbagai bidang pendidikan, termasuk kurikulum, metode pembelajaran, dan sistem penilaian.

Selain itu, pemerintah juga terus berupaya untuk meningkatkan kualitas guru dan tenaga kependidikan lainnya. Guru merupakan ujung tombak pendidikan, sehingga kualitas mereka sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Pemerintah memberikan berbagai pelatihan dan pengembangan profesional kepada guru agar mereka dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan mereka.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada pendidikan di daerah terpencil dan tertinggal. Pemerintah menyadari bahwa masih terdapat kesenjangan yang cukup besar antara kualitas pendidikan di daerah perkotaan dan daerah terpencil. Oleh karena itu, pemerintah berupaya untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di daerah terpencil, antara lain melalui program afirmasi dan bantuan pendidikan.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, pemerintah berharap dapat mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga berharap bahwa pendidikan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan bangsa.

Penting untuk dicatat bahwa informasi yang saya berikan ini didasarkan pada data hingga Juni 2024. Kebijakan dan peraturan pemerintah dapat berubah, jadi disarankan untuk selalu merujuk pada sumber informasi resmi terbaru untuk mendapatkan informasi yang paling akurat dan terkini mengenai TKA dan kebijakan pendidikan lainnya.

Sumber: Kompas

Terbaru

  • Testing Goose on Omarchy Linux (App & CLI): The Open-Source Solution for Daily Task Automation
  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Misteri Red John di serial The Mentalist, siapa sih sebenarnya sosok pembunuh yang bikin Patrick Jane frustrasi selama enam musim?
  • David Da Silva sama Ciro Alves kok belum masuk Timnas ya? Padahal sudah urus naturalisasi
  • Lagi-lagi rame soal video kakak adik di mobil, warga diingatkan jangan asal klik link sembarangan
  • Lagi rame cari download FF Astute Beta OB52 APK, mending hati-hati jangan asal instal biar akun aman
  • Reza Auditore kena meme jadi Duta Besar Israel? Cek faktanya biar nggak kemakan shitpost netizen

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme