Dapodik 2026.B datang dengan pembaruan yang lumayan bikin operator sekolah “senam jantung”. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah kewajiban mengisi data internet secara detail. Kalau kalian merasa data ini dulunya cuma pelengkap, sekarang ceritanya beda. Jika kalian masih bingung atau sering gagal simpan, tenang saja, kami akan bahas tuntas caranya di sini.
Sebenarnya, tujuan pemerintah memberlakukan kebijakan ini cukup jelas, yaitu untuk ngedapetin gambaran riil kondisi jaringan pendidikan di seluruh Indonesia. Mereka butuh data yang akurat buat ngebangun infrastruktur digital yang lebih merata ke depannya. Tapi, praktek di lapangan memang nggak semudah teori. Banyak rekan operator yang ngeluh karena kendala teknis, mulai dari tombol simpan yang ngilang sampai kebingungan ngisi kolom teknis kayak bandwidth dan latensi. Rasanya kebijakan ini emang ngebuat kerjaan kita jadi nambah, tapi mau gimana lagi, ini adalah tuntutan sistem yang harus dipenuhi.
Data internet di versi 2026.B ini letaknya ada di menu Sekolah dan sekarang terhubung langsung dengan validasi lokal. Jadi, dampaknya cukup fatal. Kalau data ini kosong atau nggak sesuai, proses sinkronisasi kalian bakal terhambat. Kolom-kolom seperti jenis layanan, provider, hingga latensi itu wajib diisi. Nggak peduli sekolah kalian ada di tengah kota atau di pelosok yang sinyalnya “senin-kamis”, sistem nggak mau tahu dan kolom itu nggak boleh kosong.
Permasalahan yang sering kami temui di berbagai forum operator adalah kebingungan saat sekolah nggak punya jaringan tetap (WiFi). Gimana cara ngisinya? Nah, solusinya adalah memanfaatkan tethering HP. Jangan khawatir, cara ini sah kok. Berikut adalah langkah-langkah detail untuk sekolah tanpa jaringan tetap:
- Akses Menu Data Rinci Sekolah
Pertama, kalian masuk dulu ke aplikasi Dapodik 2026.B. Langsung saja menuju menu Sekolah, kemudian pilih sub-menu Data Rinci. Di sana kalian bakal nemuin tab khusus untuk data Internet. Klik Tambah untuk memulai pengisian. - Pilih Jenis Layanan dan Koneksi
Karena kita pakai HP, pada kolom jenis layanan, pastikan kalian memilih Seluler. Kemudian, untuk jenis koneksi, pilih opsi Broadband. Ini penting biar sistem tahu kalau aksesnya berbagi jaringan seluler, bukan kabel dedicated. - Input Provider dan Persiapan Hotspot
Isikan nama provider sesuai dengan kartu yang kalian gunakan di HP (misalnya Telkomsel, Indosat, dll). Setelah itu, nyalakan hotspot di HP kalian dan sambungkan laptop operator ke jaringan tersebut. Pastikan koneksi sudah stabil sebelum lanjut ke langkah berikutnya. - Ukur Kecepatan dan Latensi
Ini bagian yang sering bikin bingung. Kalian buka browser baru, lalu kunjungi situs pengukur kecepatan internet (seperti Speedtest atau Fast.com). Klik mulai dan tunggu hasilnya. Angka Download adalah Bandwidth yang harus diisi, dan angka Ping adalah Latensi. - Input Angka ke Dapodik
Masukkan angka bandwidth tadi ke kolom yang tersedia (biasanya dalam Mbps). Lalu masukkan angka latensi (dalam ms). Ingat, data ini harus berdasarkan pengukuran riil saat itu, jangan asal tebak. - Trik Menyimpan Data
Setelah semua terisi, jangan buru-buru tutup. Klik area kosong di layar (di luar kolom isian) untuk memastikan kursor tidak aktif di dalam kolom. Baru setelah itu klik Simpan.
Lalu, bagaimana kalau sekolah kalian punya WiFi kabel atau Fiber Optic? Caranya sedikit berbeda dan sepertinya lebih straightforward, tapi tetap butuh ketelitian. Berikut langkahnya:
- Mulai Pengisian Data Baru
Sama seperti sebelumnya, klik Tambah pada menu internet. Kali ini, pada jenis layanan, kalian pilih Fiber Optic (jika pakai kabel optik) atau Wireless (jika pakai antena tembak). - Tentukan Jenis Koneksi
Pilih Dedicated kalau jaringan itu khusus buat sekolah dan speed-nya dijamin stabil 1:1, atau pilih Broadband kalau speed-nya up to (berbagi dengan pengguna lain). Kebanyakan sekolah biasanya pakai paket Broadband rumahan/kantoran biasa. - Lengkapi Detail Teknis
Isi nama provider (misalnya IndiHome, Biznet, dll). Masukkan bandwidth sesuai paket langganan kalian. Tetap lakukan uji kecepatan (speedtest) untuk mendapatkan angka latensi yang akurat, karena latensi ini ngaruh banget ke kualitas data yang kita kirim. - Proses Penyimpanan
Pastikan kursor mouse sudah tidak berkedip di kolom isian manapun. Klik sembarang tempat kosong, lalu tekan Simpan.
Ada satu kasus unik lagi, yaitu kalau sekolah punya lebih dari satu sumber internet. Misalnya, punya WiFi utama tapi juga sering pakai modem cadangan. Kami sarankan kalian menginput keduanya secara terpisah. Ini nggak melanggar aturan, malah ngebantu pusat buat ngeliat kesiapan sekolah kalian secara utuh. Jadi, input dulu yang WiFi, simpan, lalu tambah baru lagi buat yang seluler/modem.
Masalah klasik yang sering bikin emosi operator adalah tombol simpan yang nggak muncul. Seringkali kita mikir aplikasinya error atau perlu instal ulang. Padahal, masalahnya sepele banget. Biasanya ini terjadi karena tampilan layar di browser terlalu besar (zoom in). Solusinya gampang banget:
- Coba kalian tekan tombol Ctrl + – (minus) di keyboard secara bersamaan untuk memperkecil tampilan browser (zoom out).
- Atau, kembalikan resolusi layar ke standar 100%.
- Scroll halaman ke bawah pol, biasanya tombol simpan yang tadi ngumpet bakal kelihatan.
- Setelah tombolnya muncul, kalian bisa klik simpan dengan lega. Nggak perlu sampai instal ulang aplikasi yang memakan waktu.
Selain urusan zoom, kegagalan menyimpan data juga bisa disebabkan oleh kekosongan di data rinci lainnya. Sistem Dapodik itu saling terkait. Jadi, coba cek lagi data listrik, alamat, atau sarana prasarana utama. Kalau ada yang merah atau kosong di tab sebelah, bisa jadi itu yang ngeblock tombol simpan di menu internet. Jadi pastikan kalian ngecek semuanya secara menyeluruh.
Mengisi data internet di Dapodik 2026.B ini memang kelihatannya ribet, tapi sebenarnya cuma butuh pembiasaan dan sedikit trik teknis. Intinya, pemerintah pengen data yang valid, makanya validasi lokalnya diperketat. Kendala teknis kayak tombol simpan yang hilang atau bingung isi latensi, semuanya bisa diatasi asalkan kita paham celahnya. Buat sekolah yang belum ada WiFi, opsi tethering seluler itu penyelamat banget dan diakui secara sistem. Jadi, nggak ada alasan buat data ini kosong ya.
Semoga panduan ini bisa ngebantu kerjaan kalian jadi lebih ringan dan sinkronisasi lancar jaya. Tetap semangat rekan-rekanita operator sekolah di manapun berada, dan terima kasih sudah membaca artikel ini sampai tuntas. Jaga kesehatan, karena data pokok pendidikan butuh operator yang sehat!