Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
apa itu suku bajau si manusia ikan

Belum Tahu? Inilah Suku Bajau Punya Gen “Mutan” Mirip Fishman One Piece, Ini Faktanya!

Posted on January 14, 2026

Pernah nggak kalian membayangkan bisa menahan napas sampai 13 menit di dalam air tanpa alat bantu apapun? Rasanya mustahil buat manusia biasa, tapi itu makanan sehari-hari bagi Suku Bajau. Sering dijuluki “Fishman” di dunia nyata, kehidupan mereka ini mengingatkan kami pada kisah di One Piece. Bukan cuma soal kekuatan super di laut, tapi nasib sosial mereka juga punya kemiripan yang cukup memilukan.

Sebenarnya, siapa sih Suku Bajau ini? Kalau kalian mencari informasinya, mereka ini sering disebut sebagai “Gipsi Laut” atau pengembara laut. Selama ratusan tahun, mereka hidup secara nomaden di atas perahu kayu buatan tangan yang disebut lepa, atau tinggal di rumah-rumah panggung di atas air laut dangkal. Persebaran mereka cukup luas di Asia Tenggara, mulai dari Filipina, Malaysia, hingga Indonesia. Di negara kita sendiri, kalian bisa menemukan pemukiman mereka di Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara. Salah satu yang paling terkenal mungkin ada di Wakatobi atau Kepulauan Togean. Kehidupan mereka benar-benar nggak bisa dipisahkan dari laut. Mulai dari kecil, anak-anak Suku Bajau sudah dibiasakan berenang dan menyelam, makanya nggak heran kalau fisik mereka beradaptasi dengan cara yang luar biasa.

Berbicara soal adaptasi fisik yang luar biasa, ini mengingatkan kami pada set Lego yang baru saja kami rakit, yaitu Lego One Piece seri Arlong Park. Buat kalian para Nakama yang mengikuti serial ini, pasti tahu kalau Arlong dan kru bajak lautnya adalah spesies Fishman atau manusia ikan yang punya kekuatan fisik jauh di atas manusia biasa, terutama saat berada di dalam air. Suku Bajau ini kuranglebihnya adalah representasi nyata dari konsep tersebut. Mereka punya kemampuan menyelam yang “nggak ngotak” kalau dibandingin sama manusia daratan. Tanpa tabung oksigen, cuma bermodal kacamata kayu tradisional dan pemberat, mereka bisa turun sampai kedalaman 70 meter. Kemampuan ini bukan cuma sekadar hasil latihan keras, tapi ternyata ada faktor evolusi genetik yang terlibat di dalamnya.

Penelitian ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Cell menemukan fakta mengejutkan tentang biologi tubuh orang Bajau. Ini bukan sihir, tapi murni adaptasi tubuh manusia terhadap lingkungannya yang ekstrem. Berikut adalah rincian teknis bagaimana tubuh mereka bekerja layaknya manusia ikan:

  1. Ukuran Limpa yang “Raksasa”
    Para peneliti menemukan bahwa ukuran limpa orang Bajau rata-rata 50% lebih besar dibandingkan manusia pada umumnya, bahkan jika dibandingkan dengan suku tetangga mereka yang hidup di darat. Limpa ini berfungsi sebagai “tangki oksigen biologis”. Di dalam tubuh, limpa menyimpan sel darah merah yang kaya oksigen. Saat seseorang menahan napas dan menyelam, limpa akan berkontraksi dan memompa cadangan oksigen tersebut ke aliran darah. Semakin besar limpanya, semakin banyak oksigen yang bisa disuplai, yang ngebikin mereka bisa nahan napas jauh lebih lama.
  2. Mutasi Gen PDE10A
    Ukuran limpa yang besar ini bukan kebetulan, tapi dipengaruhi oleh faktor genetik. Ada gen spesifik bernama PDE10A yang ditemukan pada orang Bajau. Gen ini bertugas mengatur hormon tiroid, yang ternyata berpengaruh langsung pada ukuran limpa. Mutasi gen ini diwariskan secara turun-temurun. Ini adalah bukti nyata seleksi alam, di mana individu dengan limpa lebih besar lebih mampu bertahan hidup mencari makan di laut, sehingga gen tersebut terus diwariskan ke generasi berikutnya.
  3. Refleks Menyelam Mamalia (Mammalian Dive Reflex)
    Selain limpa, tubuh mereka juga sangat efisien dalam mengaktifkan refleks menyelam. Saat wajah terkena air dingin dan napas ditahan, detak jantung akan melambat dan pembuluh darah di bagian tubuh non-esensial akan menyempit. Hal ini mengarahkan darah yang kaya oksigen ke organ vital seperti otak dan jantung. Pada orang Bajau, mekanisme ini sepertinya berjalan jauh lebih efisien karena adaptasi gaya hidup mereka sejak lahir.

Sayangnya, kemiripan Suku Bajau dengan Fishman di One Piece nggak cuma berhenti di kekuatan supernya saja. Ada sisi kelam yang juga mirip, yaitu soal diskriminasi dan marginalisasi. Di cerita One Piece, Arlong membangun Arlong Park karena dendam akibat diskriminasi yang diterima ras manusia ikan dari manusia daratan. Di dunia nyata, Suku Bajau juga sering kali menjadi kelompok yang terpinggirkan. Karena pola hidup mereka yang nomaden dan melintasi perbatasan negara lewat laut, banyak dari mereka yang nggak punya kewarganegaraan atau stateless. Mereka sering nggak punya KTP, akses kesehatan, atau pendidikan formal karena dianggap bukan warga negara resmi di tempat mereka singgah.

Lebih parahnya lagi, stigma negatif sering melekat pada mereka. Nggak jarang mereka dianggap sebagai imigran gelap atau perusak lingkungan, padahal mereka sudah ada di sana jauh sebelum batas-batas negara modern dibuat. Contoh kasus yang cukup menyedihkan terjadi di pertengahan tahun 2024, di mana pemerintah Malaysia melakukan pengusiran terhadap lebih dari 500 orang Bajau di lepas pantai Sabah. Laporan menyebutkan rumah-rumah mereka dihancurkan bahkan dibakar dengan alasan keamanan. Bayangkan, mereka diusir dari laut yang sudah menjadi rumah mereka selama berabad-abad. Belum lagi ancaman perubahan iklim yang merusak terumbu karang, tempat mereka mencari nafkah. Ironis banget, kan? Di satu sisi mereka adalah bukti kehebatan evolusi manusia, tapi di sisi lain mereka “dihukum” oleh dunia modern yang kaku.

Melihat kondisi Suku Bajau saat ini rasanya campur aduk. Kagum dengan kemampuan fisik mereka yang di luar nalar, tapi juga sedih melihat perlakuan dunia terhadap mereka. Mereka mengajarkan kita bahwa manusia itu punya potensi adaptasi yang luar biasa, tapi juga mengingatkan kita bahwa modernisasi sering kali nggak ramah buat mereka yang memilih hidup selaras dengan alam secara tradisional. Sebagai sesama manusia, sudah seharusnya kita lebih peduli dan menghormati keberadaan mereka, bukan malah menyingkirkan mereka.

Sekian dulu pembahasan kita tentang Suku Bajau dan kemiripannya dengan dunia One Piece. Semoga tulisan ini bisa ngasih wawasan baru buat kalian dan ngebuka mata kita tentang realita saudara-saudara kita di laut. Terima kasih sudah membaca sampai habis, rekan-rekanita!

Terbaru

  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • OpenAI Bocorin Data Gambar Pengguna? Ini Kabar Terbaru Soal Insiden AI yang Bikin Heboh
  • Kenapa Postingan Instagram Kalian Sepi Like Padahal Followers Udah Banyak? Ini Rahasianya
  • Cara Menambah View Story Instagram Gratis Biar Nggak Sia-sia
  • Kenapa View TikTok Kalian Mentok di Angka Kecil dan Cara Ngatasinnya
  • Imbas Pesatnya Laporan CVE, Ubuntu Bakal Rilis Kernel Update Tiap Dua Minggu
  • Cara Gampang Cari Kata di Google Sheets Pakai Laptop sama HP
  • Kabar Terbaru Antigravity SDK: Sekarang Bisa Pakai Model Lokal Kayak Gemma 4 26B Tanpa Perlu Internet
  • Kabar Terbaru Model K2 Horizon Dirilis: MoVA 36B EXL3 Buat Kalian yang Punya GPU Beragam
  • Ini Alasan Kenapa Kalian Harus Cek Masa Dukungan HP Android Kalian Sekarang Juga
  • Cara Cek Followers Baru Asli atau Bot Tanpa Harus Ngitung Satu-Satu
  • Claude Opus 5.5 Baru Rilis, Bikin AI Kalian Jadi Jauh Lebih Powerfull!
  • Update Kondisi Market Bitcoin BTC/USDT Per 23 September 2026, Beli atau Jual Nih?
  • Paham Semua Keluarga Model AI Gemma 4
  • Rumor Laptop Android Ternyata Bener, Ini Daftar 4 Laptop Android dari Google!
  • LCOS Lagi Naik Daun: OS Buatan Lunduke Tembus Peringkat 12 DistroWatch dan Punya Kernel Sendiri
  • Cara Pindah Data Android ke iPhone Tanpa Reset iPhone
  • Valve: Steam Deck 2 Tetap di Develop, Meski RAM Naik Harga Gila-gilaan
  • Apa itu Dumpling? dari Sejarah Sampai Tren Saat ini
  • Jadwal Event Cosplay dan Pop Culture Oktober 2026 yang Wajib Kalian Pantau
  • Cara Ganti Nama Facebook di Android, iPhone, Laptop, dan Facebook Lite Terbaru
  • Apa saja yang baru di WordPress 7.1.1?
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Zyphra is The Pioneer, Why Everyone is Suddenly Obsessed with AMD and Not Just Nvidia Anymore
  • Stop Trusting Your Prompts to Save Your Business Data
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • Polri Mutasi Besar-besaran, 19 Kapolda Berganti Termasuk Kapolda DIY yang Baru
  • Siapa Dadang Hartanto? Sosok Profesor yang Kini Jadi Kapolda Metro Jaya Baru
  • Lagi rame istilah Aktif DTSEN sama angka 3.2 pas cek bansos, itu artinya bantuan bakal cair?
  • Lagi rame istilah ubas di medsos, jane artine opo sih? Ternyata ini maksudnya
  • Waspada klaim TikTok You Mod APK unlimited gift sama anti blokir, beneran ada apa sih?

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme